
Jam 7 pagi waktu Shanghai china
Xia menerjapkan matanya menjoba memperjelas pandangannya,dia melihat sang bunda tante serta para sahabatnya sedang tertidur di sofa dan di ranjang sebelahnya.Tunggu,xia merasakan tangannya sedikit nyeri di gerakkan ah ternyata tangannya di infus,ya xia ingat kejadian kemarin.
Tiba tiba saat xia tengah melamun sang ayah mambuka pintu ruang rawat xia dengam membawa 2 kantung makanan,langkah sang ayah membuyarkan lamunan xia.
"Ayah?"Ucap xia sambil tersenyum lalu 2 detik kemudian senyumnya luntur.
"Tunggu apa?ayah?bunda?berarty kedua orang tuanya tau kalau xia sakit?ah bisa habis xia."Batin xia.
"Kenapa sayang kok cemberut?"Tanya sang ayah sambil meletakkan dua kantung makanan itu di nakas.
"Maafin zee ya yah?"Ucap xia sambil menunduk.
"Memangnya putri ayah yang cantik ini membuat msalah apa?kenapa minta maaf?"Tanya sang ayah kepada putrinya.
"Zee bandel,zee ngga mau nurut kata ayah dan zee nekat belajar menembak."Ucap xia sambil menunduk menyadari kesalahannya.
"Menurut ayah zee ngga salah kok,putra dan putri ayah bebas melakukan apapun yang mereka mau asalkan kalian konsisten dan tanggung jawab dengan pilihan kalian."Ucap sang ayang membuat putrinya gembira.
"Makasih ayah,zee sayang ayah."Ucap xia sambil memeluk sang ayah.
"Eh apa ini?kon bangun bangun bunda liat pemandangan yang tidak sedab."Ucap sang bunda cemburu.
"Ah bunda,masa cemburu sama anak sendiri."Ucap delon kepada sang istri.
"Bunda juga mau peluk,bunda juga kangen tau."Ucap aletta sambil memasang muka cute.
"Ahhh bunda cute banget,sini zee peluk."Ucap xia sambil merentangkan tangan memeluk sang bunda dan ayah.
"Oh iya bun lena di rumah sama siapa?"Tanya xia kepada aletta.
"Kenapa kamu mencari adikmu?bukankah dia selalu merebut barangmu?"Tanya aletta kepada sang putri.
"Ya walaupun alena menyebalkan tapi zee tetep sayang sama alena."Ucap xia kepada sang bunda.
"Aduh senengnya putra dan putri bunda saling menyayangi."Ucap aletta sambil teraneyum.
"Si adek di rumah sama paman rey dan yang lainnya."Ucap aletta kepada xia.
"Maksutnya alena di indonesia?" Tanya xia terkejut.
"Iya sayang,soalnya adikmu tidak mau ikut ke sini katanya enak di indonesia."Ucap sang ayah kepada zee.
"Bunda sama ayah pulang ke indonesia duluan gpp,soalnya zee masih pengen di sini kan sesuai janji 1 minggu?"Ucap xia memohon kepada kedu orang tuanya.
"Sayang jangan pasang muka kaya gitu."Ucap sang bunda kepada xia karna xia memasang muka sedih tetapi cute.
"Pokonya xia masih mau di sini."Ucap xia sambil memanyunkan bibirnya.
"Aaaa putri bunda cute banget sih,iya iya tapi bunda cuma kasih waktu 2 hari setuju?"Tanya aletta kepada xia.
__ADS_1
"Hemm baiklah zee setuju."Ucap xia kepada sang bunda.
"Apaan sih rame rame?"Tanya gladis yang baru bangun.
"Udah nih sarapn dulu,habis itu buruan susulin si rangga di hotel kasihan di alexa ngga minum semaleman."Ucap delon sambil memberikan sarapan kepada gladis.
"Astaga anakku,ah karna mikirin calon manantu jadi lupa sama anakku."Ucap gladis langsung berdiri dan merapikan rambutnya.
"Heh mau kemana ini sarapan dulu"Ucap aletta kepada gladis.
"Anak gwe lebih penting daripada sarapan."Ucap gladis langsung pergi.
"Eh gwe titip si axel ya nanti kalau cariin gwe anter aja ke hotel."Ucap gladis lalu pergi lagi.
"Kebiasaan tu bocah."Ketus aletta.
"Sama aja kaya kamu kalau panik ngga liat situasi."Ucap delon mengingat kejadian sebelum mereka ke china.
"Apaan sih ngga lucu."Ketus aletta.
"Tante gladis kalau panik suka lucu ya bund."Ucap xia menertawakan gladis.
"Ya emang gitu udah bawaan dari lahir,xia sarapan dulu ya?biar bunda suapin."Tanya sang bunda kepada xia.
"Ngga mau,zee mau dengerin dulu cerita dari ayah."Ucap xia antusias.
"Cerita?"Tanya sang bunda sambil melihat delon.
"Cerita apa?"Tanya delon kepada sang putri.
"Kamu cerita sama xia?kapan?"Ketus aletta sambil menatap tajam delon.
"Engga aku ngga cerita,kamu tau dari siapa sayang?"Tanya delon kepada sang putri.
"Tau sendiri,kan bunda kebiasaan kalau panik pasti kaya tante gladis."Ucap xia sambil tertawa.
"Kayaknya itu nular ke bunda deh sayang."Ucap delon sambil tertawa.
"Cepetan yah cerita ke zee."Ucap xia merengek.
"Jangan sayang nanti kalau ayah cerita ke kamu tentang kemarin bunda yang pergi ke bandara pakai piama sama handuk di kepala bisa tamat ayah."Ucap delon tak sadar apa yang di ucapkannya.
"Hahahahhaha."Xia tertawa sedangkan delon yang melihat putrinya tertawa hanya bingung.
"Emang mulut lemes!"Ketus aletta kepada delon.
"Apa sih by?"Tanya delon masih belum sadar.
"Bunda ayah."Ucap chen yang baru bangun tidur.
"Eh jagoan ayah udah bangun."Ucap delon sambil melihat sang putra yang sedang duduk di sofa.
__ADS_1
"Axel sama lee juga udah bangun?"Tanya delon saat melihat kedua bocah yang sedang duduk di samping putranya.
"Ayah lee kemana om?"Tanya lee kepada delon dengan nyawa yang belum terkumpul.
"Ayah lee tadi pergi sebentar katanya nanti kesini lagi."Ucap delon kepada lee.
"Kalau mama papa sama adek kemana paman?"Tanya axel kepada delon.
"Lagi di hotel,soalnya semalem axela ngga boleh tidur di sini di marahin dokter yaudah deh axela sama papa kamu tidur di hotel."Ucap delon menjelaskan.
"Terus mama?"Tanya axel kepada delon.
"Semalem tidur di sini tapi tadi pas bangun langsung ke hotel buat ngasih asi axela."Ucap delon kepada axel.
"Hemm."Dehdm axel sambil mengangguk.
"Kamu masih pusing?"Tanya chen kepada saudara kembarnya.
"Udah engga sih tapi semenjak kamu di deket aku aku jadi pusing."Ucap xia kepda chen.
"Bunda aku boleh mukul si zee ngga?"Ketus chen.
"Jangan dong sayang."Ucap aletta kepada chen.
"Hahaha maaf maaf,engga kok udah mendingan cuma sedikit pusing."Ucap xia kepada chen.
"Udah udah ngobrolnya nanti lagi,nih ayah udah beliin kalian sarapan ayo makan dulu."Ucap delon sambil memberikan mereka masing masing 1.
"Buat zee mana yah?"Tanya xia kepada sang ayah.
"Kamu makan ini."Ucap sang bunda sambil memperlihatkan semangkuk bubur di tangannya.
"Bunda Zee ngga mau makan bubur,zee pengen makan mie sama dimsum."Ucap xia sambil mdlihat chen axel dan lee yang sedang memakan mie serta dimsumnya.
"Tidak sayang,kamu masih sakit nanti kalau udah sembuh baru boleh makan mie."Ucap aletta kepada sang putri.
"Dimsumnya aja deh?"Tanya xia kepada aletta.
"Kalian ada yang mau berbagi sama xia?"Tanya sang bunda kepada ketiga bocah yang tengah saraoan itu
"No."Ucap chen paling semangat.
"Maaf zee tapi aku sedang lapar."Ucap axel kepada xia.
"Tuh kan denger sendiri."Ucap sang bunda sambil bersiap menyuapi sang putri.
"Ini zee kamu ambil aja punyaku."Ucap lee memberikan semua dimsumnya kepada xia.
"Wahh makasih ya lee."Ucap xia sambil menerima dimsumnya tetapi tangannya di cegah oleh sang bunda.
"Udah kamu makan aja,kamu itu tamu di sini kenapa malah kamu kasih ke xia dimsumnya?"Tanya sang bunda kepada lee.
__ADS_1
"Kebetulan aku ngga suka dimsum bun."Ucap lee kepada bunda xia lalu memberikan dimsum kepada xia.
Bersambungggggggg......