
Di kamar utama villa
Terlihat seorang pria berwajah tampan yang tengah duduk di sofa dan menatap serius kearah laptopnya terkejut karena aletta berlari lalu membuka pintu secara kasar.
"Kamu ngapain lari lari."Ucap delon bingung.
"Ngga papa lagi lomba lari aja."Ucap aletta asal.
"Kok udah naik emang udah cerita ceritanya?"Tanya delon sambil fokus kembali kepada laptopnya.
"Emm udah."Ucap aletta.
"Delon?"Tanya aletta.
"Iya kenapa?"Jawab delon masih menatap laptopnya.
"Aku tanya kamu jawab jujur ya."Ucap aletta.
"Tanya apa?"Ucap delon.
"Udah kamu jawab aja."Ucap aletta lagi.
"Hemm."Ucap delon yang masih tetap sibuk dengan laptopnya.
"Semisal ni ya kalau aku belum siap punya anak kamu bakal marah ngga?terus kamu bakal cari cewe lain ngga?"Tanya aletta.
"Kenapa sih al tanya kaya gitu."Tanya delon.
"Ya engga cuma tanya aja ,udah jawab aja."ucap aletta.
"Enggak."Ucap delon sambil menatap ke arah laptopnya.
"Kamu bisa ngga sih kalo di ajak bicara itu liatnya aku bukan laptop."Ucap aletta kesal.
"Iya kenapa?"Ucap delon langsung menutup laptopnya dan menaruhnya di meja.
"Tadi kan aku cerita sama anak anak,terus mereka tanya sama aku."Ucap aletta sambil memberi ekspresi sedih.
__ADS_1
"Tanya apa?"Ucap delon sambil menatap aletta.
"Mereka tanya sama aku,aku sama kamu udah gituan belum terus aku jawab belum,terus kata gladis kalo aku ngga ngasih hak kamu kamu bakalan milih wanita penggoda."Ucap Aletta.
"Kalian itu ngapain sih pada ngomongon kaya gitu."Ucap delon sambil menaruh kepala aletta di dadanya dan mengelus rambut aletta.
"Dengerin aku baik baik."Ucap delon sambil terus mengelus rambut aletta.
"Aku ngga akan tergoda sama siapapun selain istri aku,karena kecantikan istri aku ngga ada bandingnya selain mama sinta dan mama lisa."Ucap delon.
"Tapi maaf."Ucap aletta lalu menatap mata delon.
"Kenapa minta maaf?"Tanya delon kepada aletta.
"Aku belum bisa ngasih hak kamu,aku belum siap."Ucap aletta dengan mata berkaca kaca.
"Suttt udah ngga usah mikirin itu,aku ngga akan maksa kamu buat ngasih itu sekarang,karna yang terpenting buat aku adalah kebahagiaan kamu."Ucap delon sambil mengusap air mata aletta lalu memeluk aletta.
"Janji ya jangan pernah tinggalin aku."Ucap aletta.
"Aku ngga lihat wajah kamu seharian aja aku rindunya udah setengah mati,apalagi buat ninggalin kamu bisa gila aku al."Ucap delon dalam hati.
"Janji."Ucap delon sambil terus mengelus rambut aletta.
Di taman belakang villa
Jam sudah menunjukkan pukul 11. 20 waktu malam hari tetapi trio wek wek dan para kaum adam masih tetap dalam posisi mereka masing masing,hingga tiba tiba pandangan kak rey dan arya mulai memandang tidak suka ke arah trio wek wek,terlihat trio wek wek sedang duduk bertiga dan ada satu laki laki yang berdiri di tengah tengah alisa dan gladis.
"Kak ngapain itu si kadal kesini."Tanya arya kepada kak rey.
"Kayaknya dia mau cari masalah."Ucap kak rey.
"Apaan sih?"Ucap alvaro yang tidak tau apa apa hanya melihat apa yang tengah arya dan rey perhatikan.
"Si kadal kan emang buaya darat ya mungkin dia pengen deketin alisa sama gladis mungkin sisil juga."Ucap kak alex sambil meminum soda.
"Kurangajar."Ucap kak rey langsung berdiri dan menghampiri trio wek wek dengan di ikuti arya di belakangnya.
__ADS_1
"Itu pada kenapa?cemburu?"Tanya alvaro keheranan.
"Kebakar api asmara."Ucap kak alex lalu tertawa puas.
Kak rey langsung mendorong rangga lalu duduk di tangan kursi yang di duduki alisa.Sedangkan arya langsung berdiri di belakang gladis,trio wek wek yang mendapati kedatangan kakak beradik itu hanya melongo kebingungan.
"Lo kenapa sih kak kok dorong dorong gwe."Ucap rangga tak terima.
"Selain lo usil kw aletta lo juga gak tau malu dan ngga pernah ngaca ya."Ucap kak rey laku berdiri dan mendekati rangga.
"Kalau lo mau tebar pesona,noh ke laut lo tebar pesona sama ikan hiu om adit,jangan disini."Ucap kak rey sambil mengibas ibaskan pundak rangga seolah membersihkannya dari debu.
"Emangnya kenapa kalau di sini."Tanya rangga merasa tak bersalah.
"Wah minta di gaplok ni orang."Ketus rey.
"Ya kalau lo masih punya nyawa sih ngga papa,dan lo tau siapa yang lo godain tadi?"Ucap kak rey lalu mendekatkan mulutnya ke telinga rangga.
"Calon menantu keluarga arganta."Ucap kak rey di telinga rangga.
Sekujur tubuh rangga benar benar merinding seperti habis mendapat bisikan dari setan.Rangga yang melihat tatapan tajam kak rey langsung memilih untuk masik ke kamarnya.
"Em semuanya aku ke kamar dulu ya udah ngantuk ni."Ucap rangga langsung pergi dan tidak ada yang menjawabnya sama sekali.
Trio wek wek saling menatap satu sama lain,mereka terheran heran dengan sikap kak rey dan arya terlebih mereka sangat kepo dengan apa yang di bisikkan kak rey ke telingga rangga hingga rangga langsung pergi dengan wajah ketakutan.
"Kalian ngapain masih di sini?ini udah malem sana masuk kamar besuk kita pulang ke mansion."Ucap kak rey menatap alisa.
"Emm i-iya kak."Ucap ke tiganya secara bersamaan.
"Makannya jangan kecentilan,mau buat aku cemburu?sekarang rasain di marahin kak rey."Ucap arya kepada gladis.
Gladis yang tak terima karena di ejek oleh arya langsung berdiri dan menjewer telinga arya,hingga membuat arya mengaduh kesakitan dan membuat kak rey alisa dan sisil menahan tawanya.
"Rasain sakit kan?"Ucap gladis.
"Aduhhh lepasin sakit tauk."Ucap arya memohon.
__ADS_1
"Ngga ngga akan."Ucap gladis lagi.
Bersambung......