Perjalanan Cinta Queen Laurent

Perjalanan Cinta Queen Laurent
Axel pingsan saat xia menembak


__ADS_3

Setelah melakukan upacara pembukaan mereka kembali ke tempat duduk mereka semula karna menunggu di panggil untuk lomba menembak,Lee tampak terus mengajak xia berbicara dan xia juga tampak sudah tidak terlalu judes dengan lee.


Mereka melihat beberapa orang melakukan tembakan yang lumayan baik dan cepat bahkan skornya hampir sempurna.Saat tengah menunggu tiba tiba nama lee di panggil,lee yang merasa dirinya di panggil langsung menuju ke area menembak,Xia dan yang lainnya juga melihat tembakan lee.


"Waaa skor sempurna."Ucap axel saat melihat tembakan lee mengenai sasaran semuanya.


Chen dan ayah lee juga terpukau dengan tembakan lee,bahkan xia saja juga terkagum kagum tapi tetap saja dia masih tetap tidak mau mengakui kalau lee pandai menembak.


Setelah selesai lee langsung kembali lagi ketempatnya dan kini giliran xia untuk menembak,tembakan xia juga tak kalah bagusnya dengan lee tetapi xia tetlihat masih kurang yakin dengan tembakannya,dia terlihat ragu ragu ya walaupun dia mendapat skor ssmpurna.


"Kenapa kamu ragu ragu?"Tanya lee kepada xia saat xia kembali ke tempat duduknya.


"Yang terpenting aku menang kan?"Tanya xia samabil meminum air di dalam botolnya.


"Iya kamu memang menang kalau dalam pertandingan tapi kalau kamu benar benar menembak kamu harus yakin dan tenang,jangan kaya tadi kamu kelihatan masih takut.Karna kalau kamu ragu ragu itu akan berakibat fatal,dan yang pasti tembakan kamu tidak akan mengenai sasaran."Ucap lee memberikan nasehat.


"Lagi-pula siapa yg ingin menembak?aku hanya bermain main saja aku tidak berminat dalam hal menembak,lagian aku masih kecil."Ucap xia tidak mau kalah.


"Baiklah baiklah gadis kecil."Ucap lee.


Mereka melihat para penembak lainnya,dan akhirnya yang mereka tunggu tunggu tiba yaitu babak final untuk olahraga menembak.Yang membuat chen dan axel kaget adalah lawan xia karna salah satu lawan xia adalah lee.


"Lee kamu harus mengalah dengan xia."Ucap axel kepada lee.


"Mana bisa begitu?"Ucap lee protes.


"Kamu harus mengalah dengan wanita."Ucap axel lagi.


"Aku sudah memiliki kesepakatan sendiri dengan xia,jadi jangan memohon kepadaku agar aku mengalah.Lagian aku lebih tua darimu seharusnya kamu menurut denganku."Ucap lee lalu meninggalkan axel dan menuju tempat bertanding.


Babak final olahraga menembak hanya sisa 3 orang saja yang pertama ada xia,yang kedua lee dan satu lagi pria berumur 15 tahun.Lee menatap xia lalu tersenyum.


Pertandingan di mulai,suara tembakan mulai terdengar dan di susul dengan tembakan lainnya.Xia tampak masih setia menembak dengan baik begitupula dengan lee tetapi lawan mereka berdua sudah kalah karna pelurunya sudah habis dan hanya satu yang mengenai sasaran,Tak lama dari itu xia dan lee juga selesai tetapi mereka harus mengulanginya karna skor mereka sama.


"Tenanglah jangan terlalu terburu buru."Ucap lee mendekati xia.


"Hemm."Jawab xia sambil mengangguk.


Pertandingan kembali di mulai,lee masih saja handal dalam menembak mungkin memang itu keahliannya tetapi xia tampak sudah mulai lelah ya karna memang pelatuk tembak milik xia sedikit keras jadi dia harus menekannya dengan kuat.Satu tembakan lagi untuk menentukan siapa yang menang tetapi tiba tiba saat xia menarik pelatuk pistolnya axel pingsan dan hal itu membuat xia tak fokus akhirnya pelurunya meleset.

__ADS_1


"Axellll."Teriak xia dan langsung berlari mendekati axel,dia meninggalkan lapangan begitu saja.


"Xia."Ucap lee saat melihat xia berlari.


Dorr


Tembakan terakhir lalu lee juga ikut meninggalkan lapangan dan mendekati axel.Axel langsung di bawa ke rumah sakit karna dia tiba tiba pingsan dan mimisan,Xia chen dan lee masih setia menunggu axel sadar bahkan xia masih saja terus menangis di pelukan chen.


"Sayang axelnya mana?"Tanya gladis yang baru datang.


"Axek di dalam tan kata dokter kita di suruh tunggu sini,di dalam ada pengawal joon."Ucap chen kepada gldis.


"Sayang kamu tunggu anak anak di sini ya biar aku ya masuk."Ucap gladis kepada rangg dan rangga menurut.


"Hey,jangan nangis lagi dong sayang.Nanti cantiknya hilang lo."Ucap rangga sambil mengusap air mata xia menggunakan satu tangan karna tangan satunya untuk menggendong baby axela.


Mereka menunggu gladis dan axel,lee tampak menggenggam tangan xia dengan kuat dan chen juga tampak masih mengelus elus kepala kembarannya.Tiba tiba saat mereka tengah menunggu,gladis keluar dan xia langsung mendekati gladis.


"Tante axelnya mana?"Tanya xia kepada gladis.


"Sayang,kata axel kamu chen sama lee harus balik ke stadion nanti axel bakal nyusul kalau udah sembuh."Ucap gladis sambil berjongkok di hadapan xia.


"Xia kmu harus lomba memanah."Ucap chen mengingatkan.


"Boleh."Ucap gladis.


"Tunggu?lomba memanah?"Tanya gladis kepada xia tetapi xia sudah masuk terlebih dahulu.


"Aduh,itu kelakuan kaya bundanya persisan."Ucap gladis lalu berdiri.


Di kamar rawat axel.


"Kamu harus balik ke stadion sekarang,kamu bentar lagi lomba memanah."Ucap axel kepda xia.


"Ngga mau,aku mau nunggui axel disini."Ucap xia keukuh.


"Baiklah kamu boleh tidak ikut lomba kamu juga boleh nungguin aku di sini tapi aku marah sama kamu dan aku tidak mau berbicara sama kamu."Ucap axel.


"Kamu kok gitu?"Ucap xia tetapi tidak ada jawaba.

__ADS_1


"Kamu ngga sayang lagi sama aku?"Ucap xia.


"Katanya kamu bakalan terus sayang sama aku kaya ayah bunda aku."Ucap xia tetapi masih tidak ada jawaban.


Tiba tiba gladis dan lainnya masuk saat xia masih sibuk dengan ceramahnya.Gladis dan rangga saling tatap,dan ucapan xia membuyarkan lamunan mereka berdua.


"Tante om ini lo axel ngga mau berbicara sama xia."Adu xia kepada rangga dan gladis.


"Loh kalian berantem?"Tanya rangga kepada xia dan axel.


"Engga."Ucap xia.


"Iya."Ucap axel secara bersamaan dengan xia.


"Ihhh kita tu engga berantem."Ucap xia tetapi axel hanya diam saja tidak menjawab.


"Mama bilangin sama xia axel ngga mau ngomong sama xia kalau xia ngga mau ke stadion sekarang karna xia harus lomba memanah."Ucap axel kepada gladis.


"Tante bilangin sama axel xia maunya di sini jagain axel."Belum sempat gladis membuka mulut xia sudah terlebih dahulu berbicara.


"Mama bilangin sama xia dia harus menyelesaikan misi rahasia ini biar bisa cepet pulang ke indonesia."Ucap axel lagi.


"Tante bilangin sama axel,axel ngusir xia?"Ucap xia.


"Shut up!"Ketus gladis sambil menutup kedua telinganya.


"Sorry ma."Ucap axel.


"Sori tan."Ucap xia.


"Sekarang xia ke stadion dulu ya nanti ketemu sama axel di rumah axel cuma harus istirahat aja kok axel cuma kecapean."Bujuk rangga kepada xia.


"Tap--"Ucap xia terpotong.


"Biarin axel istirahat dulu ya."Ucap chen membujuk xia.


"Hemm baiklah."Ucap xia dengan pasrah.


Bersambungggggg......

__ADS_1


__ADS_2