Perjalanan Cinta Queen Laurent

Perjalanan Cinta Queen Laurent
lapangan menembak lagi


__ADS_3

Sesuai janjinya dengan lee kini si kembar xia dan chen sudah siap di ruang tamu,mereka terlihat sedang menunggu seseorang.


"Ayo kita berangkat."Ucap axel yang baru saja datang.


"Let's go."Ucap xia sambil berjalan menuju mobil.


"Zee kamu yakin?"Tanya chen kepada xia.


"Yakin dong."Ucap xia dengan semangat.


"Kamu ngga takut lagi sama....."Ucap chen di potong xia.


"Udah deh jangan bawel,lagian mereka kan latihannya di perumahan."Ucap xia langsung masuk kedalam mobil.


"Kenapa aku malah ngerasa ngga enak ya."Gumam chen.


"Ah lagian bener yang di bilang zee,mana mungkin latihan di perumahan sampe kaya gitu."Ucap Chen lalu menyusul masuk ke dalam mobil.


Mereka bertiga asik bermain tebak tebakan hewan,sedangkan pengawal joon sibuk menyetir.Butuh waktu 55 menit untuk ke tempat tujuan mereka,Saat tengah sibuk bermain tiba tiba mobil yang mereka tumpangi sudah sampai di depan gerbang yang sangat tinggi dan besar lalu seseorang yang tak asing menghampiri mobil mereka,pengawal jon membuka kaca jendelanya.


"Langsung masuk aja ayah udah nunggu di dalem."Ucap lee kepada pengawal joon.


"Baiklah."Ucap pengawal joon lalu menutup kaca dan masuk ke dalam mansion itu.


Xia chen dan axel langsung turun dari mobil dan mereka langsung di sambut oleh lee ayah lee dan beberapa teman ayah lee.Mereka langsung memberikan salam.


"Pagi om om semuanya."Ucap xia kepada teman teman ayah lee.


"Pagi cantik."Ucap teman ayah Lee.


"Katanya mau panggil paman kenapa sekarang om lagi?"Tanya lee kepada xia.


"Kenapa kamu sewot."Ketus xia kepada lee.


"Oh iya om,ini latihannya kapan?chen pengen cepet cepetliat."Ucap chen kepada ayah lee.


"Kalian udah sarapan?"Tanya ayah lee kepada xia chen dan axel.


"Udah dong om."Ucap ketiganya kompak.


"Yaudah yuk kita ke lapangan menembak."Ucap ayah lee sambil menaiki sebuah mobil golf.


"Kenapa naik mobil golf om?"Tanya axel kepada ayah lee.


"Karna lumayan jauh,om kasihan sama kalian kalau harus jalan kaki soalnya ini satu satunya tumpangan yang bisa ke sana.Udah ayo naik."Ucap ayah lee.

__ADS_1


"Kenapa gitu?kan bisa pake mobil."Tanya axel lagi.


"Udah ayo naik jangan banyak tanya."Ketus chen kepada axel.


"Non nanti kalau ada apa apa telvon saya saja ya."Ucap pengawal joon kepada xia.


"Baiklah."Ucap xia.


"Loh itu paman kamu ngga ikut?"Tanya ayah lee kepada xia.


"Engga om,udah biarin aja.Paman joon suka menyendiri hahaha."Ucap xia lalu naik ke mobil golf.


Mereka ber 5 menaiki mobil golf dan menuju lapangan menembak yang tepatnya berdekatan dengan lapangan golf.Xia chen axel dan lee sibuk melihat pemandangan yang ada di sana sedangkan ayah lee sibuk mengemudikan mobil golf.


"Kenapa ini luas sekali om?"Tanya xia kepada ayah lee.


"Karna memang kita butuh tempat luas,apalagi kita harus banyak olah raga seperti lari dan latihan menembak makannya ada lapangan menembak sendiri."Ucap ayah lee.


"Bukan itu maksutnya,ini lo om kenapa ada lapangan golf juga?"Tanya xia kepada ayah lee.


"Ohh itu karna kita juga suka bermain golf,jadi ada lapangan golf juga."Ucap ayah lee menjelaskan.


"Oh iya om,katanya om tentara.Mana temen temen om yang tentara?"Tanya chen kepada ayah lee.


"Om?katanya om tentara korea selatan tapi kenapa om di sini?"Tanya axel kepada ayah lee.


"Iya,kan harusnya om di korea selatan."Ucap xia menimpali.


"Ayahku sedang libur."Ucap lee menjawab.


"Diam kamu lee,aku ingin mendengarnya dari ayahmu."Ketus xia.


"Heh?"Ucap lee kaget.


"Iya bener yang di bilang lee,om sedang libur dan om liburan di sini."Ucap ayah lee.


"Lalu teman teman om?"Tanya chen kepada ayah lee.


"Mereka juga libur,jadi kita berkumpul di sini itu untuk melakukan olahraga wajib pagi dan absen."Ucap ayah lee.


"Oh begitu."Ucap axel.


"Ayo turun,sini aku bantu zee."Ucap lee sambil mengulurkan tangannya untuk membantu xia.


Tetapi bukannya menerima uluran tangan dari lee xia malah turun deng cara melompat,lee tercengang melihat xia sednagkan chen dan Axel hanya tersenyum.

__ADS_1


"Tidak semudah itu untuk mendapatkan hati adik kembarku."Ucap chen sambil menepuk bahu lee.


"Kamu harus menyingkirkan aku dulu jika ingin mendapatkan xia."Ucap axel sambil tertawa.


"Mereka masih anak kecil tapi gaya bicaranya sungguh seperti orang dewasa."Gumam lee.


Xia chen dan axel sibuk melihat lihat para tentara yang tengah latihan menembak,ayah lee selalu memantau dsn menjelaskan sedangkan lee hanya dapat melihat senyuman xia yang mengambang sempurna di wajahnya.


"Kenapa aku jadi ikut bahagia ya kalau zee ikut bahagia."Ucap lee sambil tersenyum melihat ke arah xia.


"Heii kenapa senyum senyum."Tanya anak sepantaran dengan lee.


"Tumban kesini."Tanya lee kepada orang itu.


"Iya tadi ikut ayah,kata ayah hari ini ada tamu ayah kamu jadi aku ikut deh.Siapa sih tamunya?"Tanya park si-jin.


"Tuh."Ucap lee sambil menunjukkan xia chen dan axel.


Park si-jin adalah teman kecil lee dan mereka menjadi sangat akrab karna ayah lee adalah kapten tim dan ayah si-jin adalan wakil kapten atau kapten 2 dan karna itulah mereka menjadi akrab juga.


"Wihh cantik tu,tapi masih anak kecil."Ucap si-jin.


"Yaa dia memang masih kecil."Ucap lee sambil menatap xia tersenyum.


"Yah,lo suka?"Ejek si-jin kepada lee.


"Dia tu misterius hebat lagi,bahkan aku aja ngga tau dimana rumahnya siapa keluarganya mrganya apa."Ucap lee kepada si-jin.


"Alah itu mah biasa yang kaya gitu."Ucap si-jin terhenti karna mendengar peluru x mengenai sasaran.


Peluru x bisanya di gunakan oleh anak di bawah 15 tahun untuk belajar menembak,dan biasanya peluru itu hanya di gunakan oleh Park si-jin dan kim-bom tetapi kim-bom masih di korea selatan karna sang ayah masih bertugas di sana dan belum mendapatkan cuti.Jin langsung melihat ke arah xia chen dan axel,dan betapa terkejutnya jin bahwa yang menembak tadi xia.Jin terkagum kagum.


"Hebat kan?Udah gwe bilangin dia tu hebat."Ucap lee sambil menepuk bahu sahabatnya.


"Gila,beneran tu?"Tanya jin kepada lee.


"Bener,ya walaupun kemampuan menembaknya bagus tapi aku yakin pasti ada yang di takuti."Ucap lee.


"Ya adalah gila,Namanya juga manusia."Ucap jin kepada lee.


"Maksut aku yang berhubungan dengan tembak juga."Ucap lee.


"Udah yuk kesana."Ucap lee mengajak jin menghampiri xia chen dan axel.


Bersambunggg.....

__ADS_1


__ADS_2