
Kurang lebih 1 jam ketiga bocah itu bermain di dalam mobil akhirnya mereka sampai juga di stadion panahan milik keluarga li.Xia langsung masuk ke dalam stadion dengan di ikuti chen dan axel di belakangnya.
"Aunty aku ingin latihan memanah."Ucap xia menggunakan bahasa mandarin.
"Baiklah biar kami siapkan peralatannya dulu."Ucap wanita yang bertugas sebagai guru memanah dia.
Oh iya karna author ngga bisa bahasa mandarin jadi anggap aja itu ngomong pake bahasa mandarin ya🤣
Xia memanah lumayan handal,ya mu bagaimana lagi dari umur 4 tahun dia sudah aktif belajar memanah apalagi dia sering melihat sang ayah latihan menembak dan hal itulah yang membuat xia ikut keracunan ingin mencoba.
Xia berlatih memanah dengan guru privatnya sedangkan kedua bocah pria itu hanya menunggu dan melihat xia yang sedang memanah,axel terlihat sangat antusias saat melihat xia memanah sedangkan chen terlihat sangat malas.Chen paling malas jika menunggu kembarannya memanah tapi dia juga tidak mau kalau kembarannya latihan sendiri tanpa di dampinginya aneh bukan?
Kurang lebih 45 menit xia berlatih memanah,setelah itu xia melepas semua peralatan yang melekat pada tubuhnya lalu pergi ke kamar mandi untuk mengganti baju menggunakan baju yang telah ia bawa tadi.Setelah berganti baju xia langsung menghampiri chen dan axel.
"Keren kan aku."Tanya xia kepada chen dan axel.
"Sangat keren."Ucap axel sambil mengacungkan kedua jempolnya.
"Iya keren,ini minum dulu."Ucap chen memberikan botol minum milik xia.
"Kita pergi sekarang yuk,aku sudah tidak sabar ingin mencoba senjata ayah."Ucap xia setelah selesai minum.
"Ayo,kamu akan menjadi ratu selama satu minggu.Anggap saya kamu terbebas dari lena."Ucap chen kepada xia.
"Baiklah jadi kalian harus nurut denganku."Ucap xia kepada chen dan axel.
"Iya tuan putri."Ucap axel sambil tersenyum.
Mereka langsung keluar dari stadion lalu menaiki mobil dan menuju tempat menembak.Hanya butuh waktu 20 menit untuk sampai di tempat menembak karna tempat menembak lumayan dekat dengan stadion memanah.
Xia langsung turun dan masuk begitu saja tanpa menghiraukan chen dan axel.Xia membawa tas yang berisi pistol dan beberapa peluru milik sang ayah,xia menghampiri seorang pria.
"Paman aku ingin menembak bisa siapkan ruangan untukku."Ucap xia kepada pria tersebut.
"Baiklah nona kecil."Ucap pria tersebut menghormati xia.
Xia mengikuti pria tersebut ke sebuah ruangan lalu xia meletakkan tasnya di sebuah sofa yang ada si ruangan itu Pria tersebut meninggalkan xia sedangkan xia terlihat sedang membuka tasnya dan mencoba mengisi peluru pistolnya dan memakai hlm pengaman serta kacamata.
Xia mencoba menembak untuk mengecek pelurunya,setelah dirasa sudah cukup nyaman xia langsung mulai menembak.Xia menembak dengan sangat cermat sehinggal dia mendapatkan nilai yang lumayan memuaskan tiba tiba saja ada seorang pria berumur tiga belas tahun masuk ke ruangan xia dan mengajak xia berbicara.
"Wah rupanya kamu pandai menembak."Ucap pria itu kepada xia.
"Hei kau mengagetkanku."Ketus xia sambil membuka topinya.
__ADS_1
"Haha,maafkan aku.Kenalkan namaku lee."Ucap anak berumur 13 tahun tersebut.
"Jangan terlalu akrab nanti kau akan menyesal."Ketus xia sambil memakai hlmnya dan melanjutkan menembak.
"Boleh aku bertanya sesuatu kepadamu?"Tanya anak kecil bernama lee tersebut.
"Apa?"Ucap xia sambil melepas hlmnya dan mengisi pelurunya karna pelurunya telah habis.
"Kamu belajar menembak dari mana?"Tanya lee kepada xia.
"Dari ayahku memangnya kenapa?"Tanya xia kepada lee.
"Tidak papa,oh iya aku juga suka menembak lo dan kau tau ayahku seorang tentara."Ucap lee kepada xia tetapi xia hanya diam saja.
"Aku juga ingin menjadi tentara makannya aku ikut ayahku berlatih terutama berlatih menembak."Ucap lee kepada xia.
"Oh iya siapa nama kamu?"Tanya lee kepada xia.
"Namanya xia."Ucap chen yang baru datang.
"Eh siapa ini?loh kok muka kalian sama?kalian kembar?"Tanya lee kepada chen.
"Iya kembar,oh iya kenalkan aku chen saudara kembar xia dan ini axel sepupu kami."Ucap cehn sambil mengenalkan axel.
"Iya salam kenal."Ucap axel sambil tersenyum.
"Kalian berbicaralah aku akan menyelesaikan latihanku."Ucap xia lalu melanjutkan aktivitas menembaknya.
Chen dan axel tampak sedang tertawa dengan lee entah apa yang mereka bicarakan sampai sampai mereka tertawa lebar bahkan xia yang sangat fokus sempat terganggu fokusnya akibat tawa ketiga pria terssbut.
"Oh iya rumah kalian di mana?"Tanya lee kepada chen dan axel.
"Hemm sebenarnya ini rahasia tapi aku akan memberi tahumu.Kami tinggal di jalan X samping apartemen Z."Ucap chen menjelaskan.
"Oh di situ,bolehkan aku main kesana?"Tanya lee kepada chen.
"Boleh bahkan kami sangat senang jika kamu mau bermain ke rumah kami."Ucap chen kepada lee.
"Oh iya kenapa kamu di sini?"Tanya axel kepada lee.
"Aku ikut ayah latihan,aku baru selesai latihan tetapi ayah bekum selesai jadi aku memutuskan untuk berjalan jalan tetapi pada saat aku sampai di depan aku melihat xia yang sedeng menembak jadi aku memutuskan untuk mendekatinya."Ucap lee menjelaskan.
"Oh begitu."Ucap axel.
__ADS_1
"Kenapa kalian tidak menembak?"Tanya lee kepada chen dan axel.
"Kami tidak suka menembak."Ucap chen simpel.
"Kalian membicarakan ku?"Tanya xia yang baru saja duduk di samping axel sambil meminum minumannya.
"Tidak kamu sedang berbincang tentangku."Ucap lee menjelaskan.
"Owh."Ucap xia kembali meneguk air minumnya.
"Oh iya kalian mau ngga liat para tentara latihan?"Tanya lee kepada xia chen dan axel.
"Apa boleh?"Tanya axel kepada lee.
"Boleh,nanti kalian bisa ikut aku dan ayahku.Karna ayahku seorang tentara.
"Aku tidak mau,aku takut jika akan ada bom atau musuh."Ucap xia kepada lee.
"Kamu tenang saja kita hanya akan di tempat latihan bukan tempat pertempuran,Kalau kalian mau nanti akhir pekan akan aku jemput."Ucap lee antusias.
"Ya ya aku mau."Ucap chen dan axel tak kalah antusias.
"Kalian berdua lupa dengan misi rahasiaku?"Ucap xia kepada chen dan axel.
"Ayolah xia,kita akan menyelesaikan misi rahasiamu sebelum kita pergi melihat para tentara berlatih."Ucap axel membujuk xia.
"Ya baiklah baiklah aku ikut."Ucap xia pasrah.
"Oh iya apa kalian tidak ingin menjadi tentara?"Tanya lee kepada xia dan kawan kawan.
"Tidak."Jawab xia.
"Akupun sama karna aku ingin menjadi pilot seperti paman rey."Ucap chen kepada lee.
"Kalau kamu axel?"Tanya lee kepada axel.
"Aku ingin membuat xia tersenyum."Ucap axel sambil tersenyum.
"Ada ada saja."Jawab lee sambil tertawa.
Mereka mengobrol layaknya orang dewasa,entah mengapa lee sangat nyaman berteman dengan ketiga bocah 5 tahun itu padahal perbedaan umur mereka 8 tahun tapi lee tampak nyaman dan bahagia.
Bersambunggggg.......
__ADS_1