Perjalanan Cinta Queen Laurent

Perjalanan Cinta Queen Laurent
Perdebatan 3 bersaudara


__ADS_3

Waktu cepat berlalu,kini usia si kembar Z sudah mencapai 5 tahun yang artinya mereka sudah boleh kembali ke tanah kelahirannya.


Tetapi gladis memilih untuk menetap di china untuk mengobati sang putra karna akhir akhir ini entah mengapa kesehatan sang putra menurun sedangkan keluarga kecil kak rey kak alex dan arya susah kembali ke indonesia tadi pagi.Sedangkan keluarga kecil delon sedang berdebat karna Chen dan xia yang ingin menetap di china tetapi alena yang ingin pulang ke indonesia.


"Bunda lena mau pulang,lena pengen ikut kak rexsa."Ucap bayi berumur 3 tahun itu.


"Bunda pokonya chen mau di sini,chen mau jagain zee."Ucap chen protes.


"Udah sana adek kalau mau pulang pulang aja sama bunda ada ayah,di sini masih ada tante gladis sama om rangga."Ucap xia.


"Iya bener,chen juga bisa jagain xia."Ucap chen kepada bundanya.


"Kak zho ngapain?Kak zho juga ikut pulang ke indonesia aja.Tau sendiri di bontot ngga bisa jauh dari kak zho."Ucap xia kepada chen.


"Big no!chen mau jagain xia."Ucap chen.


"Shut up baby."Ucap aletta menengahi perdebatan kedua putri dan satu putranya.


"Sayang kita pulang ke indonesia dulu ya?nanti xia boleh ke sini lagi.Emangnya xia ngga mau liat rumah yang ada di indonesia?Xia ngga mau lihat tanah kelahiran xia?"Tanya delon kepada sang putri.


"Ayah,untuk kali ini xia mohon.Xia pengen di sini,xia pengen sama axel."Ucap xia dengan wajah memohon.


"Ayah kalau kak xia ngga mau pulang udah kita aja yang pulang kak xia ngga usah di ajak."Ucap alena.


"Sutt ngga boleh gitu dong."Ucap aletta.


"Udah kalian pulang aja duku,biarin xia di sini dulu bebrapa hari lagian juga ada aku di sini."Ucap gladis yang baru datang.


"Yess mom,bener apa yang di bilang tante gladis."Ucap chen.


"Bunda."Ucap aletta mengingatkan.


"Chen pengen panggil bunda dengan sebutan mom aja,chen lebih suka panggil bunda mom."Ucap chen protes.


"No no no,Bunda."Ucap aletta dengan tegas.


"Baiklah baiklah bunda."Ucap chen.


"Good boy."Ucap aletta sambil mengelus elus kepala sang putra.


"Sayang emangnya kamu beneran ngga mau pulang ke indonesia?"Tanya delon sekali lagi kepada sang putri.


"Xia pengen tapi xia juga pengen sepedaan sama axel kaya yang di ceritain tante gladis."Ucap xia kepada delon.


"Di ceritain tante gladis?"Tanya delon sambil menatap gladis.


"Kamu ceritain apa sama anak aku?"Tanya aletta kepo.

__ADS_1


"Ngga ceritain apa apa,cuma bilang kalau dulu waktu mereka masih di dalam perut kita pernah janji kalau mau sepedaan ke china tapi itu tertunda karna delon sakit tapi aku juga cerita kalau kita sepedaan waktu mereka umur 1 tahun."Ucap gladis menjelaskan.


"Xia pengen sepedaan sama axel karna cerita tante gladis?"Tanya aletta kepada sang putri.


"Engga,xia emang pengen sepedaan sama axel dan xia juga pengen ajarin axel memanah."Ucap xia kepada aletta.


"Jangan lupa xia menembak juga."Ucap axel yang baru datang,ucapan bocah 5 tahun itu membuat mata aletta dan delon membulat sempurna.


Menyadari ekspresi kedua orang tuanya xia langsung menatap tajam axel,dan axel yang di tatap tajam oleh xia hanya bisa diam membisu.


"Xia?menembak?"Tanya aletta kepada xia.


"No bunda,xia hanya berlatih menggunakan tembak mainan."Ucap xia dengan tenang.


"Benar itu sayang?"Tanya delon kepada xia karna delon tahu persis putrinya itu sangat pandai menyembunyikan apapun.


"Yes ayah,lagian kalaupun xia pandai menembak xia juga tidak akan menembak sekarang."Ucap xia dengan santainya.


"Yaa.Anak siapa ini?"Ucap aletta sambil menatap xia tak percaya.Oh iya biasanya kata yaa itu di gunakan oleh orang korea dan china ang artinya hei ya.


"Anak bunda yang paling cantik."Ucap xia.


"No,Lena yang paling cantik."Ucap alena tak mau kalah.


"Terserah kau saja,ayah xia mohon ya satu minggu aja nanti setelah itu xia mau deh pulang ke indonesia tapi xia tetep boleh ke sini kan?"Tanya xia kepada delon.


"Thank you paman,akhirnya aku dan xia bisa menyelesaikan misi rahasia kita."Ucap axel sambil memeluk delon.


"Misi rahasia?"Tanya gladis kepada axel.


"Iya tante aku dan axel punya misi rahasia untuk membantu kucing yang tidak memiliki rumah."Ucap xia asal.


"Wah kalian baik sekali."Ucap gladis memuji xia dan axel.


Chen yang sangat tau sifat kembarannya hanya diam dan menatap xia dengan tatapan yang tidak bisa di artika.Sedangkan axel terlihat sangat takut dan tak berani menatap mata xia.


Setelah mereka mendapatkan ijin dari sang ayah untuk tinggal di china selama 1 minggu lagi akhirnya mereka masuk ke kamar untuk tidur siang.Tetapi pada saat xia ingin membaringkan dirinya di kasur tiba tiba chen langsung duduk di sampingnya.


"Kenapa kamu berbohong lagi?"Tanya chen kepada xia.


"Aku tidak berbohong aku mengatakan apa adanya."Ucap xia mengelak.


"Xia kamu tidak boleh seperti itu,aku tidak mau lagi menemanimu latihan memanah dan menembak kalau kamu masih berbohong kepada ayah dan bunda."Ucap chen kepada xia.


"Kamu tau sendiri bagaimana ayah dan bunda,dia tidak akan mengijinkanku menembak."Ucap xia kepada chen.


"Tapi kamu harus jujur dengan mereka."Ucap chen menasehati kembarannya.

__ADS_1


"Kenapa kamu begitu menyebalkan hari ini?"Tanya xia kepada chen.


"Xia kita ini masih anak anak,kita harus melaporkan kepada ayah dan bunda tentang apa yang kita lakukan."Ucap chen kepada xia.


"Sudah lah kak aku kan cuma belajar menembak apa salahnya."Ucap xia kepada chen.


Tok tok tok


Suara pintu di ketuk membuat saudara kembar itu menghentikan perdebatannya.Xia dan chen saling menatap lalu xia memberikan kode kapada chen untuk membuka pintu.


"Baiklah baiklah,kali ini kau lolos."Ucap chen kepada xia.


"Hemm."Uap xia tak perduli lalu dia membaringkan tubuhnya.


"Xia di cari axel."Ucap chen setelah membuka pintu.


"Sudahlah aku sedang malas berbicara dengannya."Ucap xia kepada chen.


"Xia maafkan aku,aku tadi keceplosan jangan marah denganku aku mohon."Ucap axel kepada xia.


"Ya ya ya,kau selalu keceplosan kalau ayah dan bunda sampai tau jika aku ikut latihan menembak aku akan marah padamu."Ucap xia sambil duduk.


"Jadi sekarang kamu sudah tidak marah denganku?"Tanya axel kepada xia.


"Hemm,aku sudah tidak marak kepadamu tapi kamu jangan pernah ember lagi untung saja aku bisa meyakinkan mereka."Ucap xia kepada axel.


"Baiklah aku berjanji."Ucap axel sambil memberikan jari kelingkingnya dan xia menerima jari kelingking axel dan mereka berjanji.


"Kamu sama saja,sama sama suka berbohong."Ucap chen kepada axel.


"Aku hanya ingin melihat xia bahagia."Ucap axel.


"Kamu ini bicaranya sudah seperti orang dewasa saja."Ucap chen kepada axel.


"Aku memang lebih dewasa dari kamu."Ucap axel mengejek chen.


"Hanya 1 hari bahkan tidak sampai 1 hari."Ketus chen.


"Sudah kalian keluarlah aku ingin tidur."Ucap xia kepada chen dan axel.


"Aku juga mu tidur siang."Ucap axel.


"Bagaimana kalau kita tidur bersama sama di karpet."Ucap chen memberi ide.


"Jangan memancing amarah bunda,sudah axel tidurlah dengan chen di ranjang chen."Ucap xia mengingatkan.


"Baiklah mari kita tidur."Ucap axel dan mereka langsung menaiki kasurnya dan tidur siang.

__ADS_1


Berdambunggggggg.......


__ADS_2