Perjalanan Cinta Queen Laurent

Perjalanan Cinta Queen Laurent
Restu faris


__ADS_3

Gladis masih tetap menangis dan bian masih setia memeluk gladis memberikan ketenangan untuk gladis bahkan dia memberikan bajunya untuk mengusap air mata gladis karna mereka tidak membawa sapu tangan apalagi tisu.


"Aku salah apa?"Ucap gladis sambil menatap bian.


"Kamu tau?kedua orang tuaku tidak pernah memperdulikan aku setelah kematian kakakku.Dan kamu tau aku hidup sendirian menjadi pembalap liar agar apa agar aku bisa makan.Setelah itu aku bertemu dengan aletta dan dia membantuku segalanya sampai aku bisa seperti ini."Ucap gladis.


"Dan pada saat aku bahagia memiliki aletta tiba tiba aletta menikah dengan delon,dan aku kembali sendirian.Alisa?dia juga akan menyusul aletta.Dan saat itu juga aku menemukan pria yang mampu membuat aku kuat membuat aku mau bertahan hidup."Ucap gladis.


"Dan kamu tau apa yang baru saja aku lihat?"Ucap gladis.


"Pria itu ada di kamar sisil."Ucap gladis lalu menangis di pelukan bian lagi.


"Ya tuhan aku salah apa.Hingga engkau memberiku cobaan seperti ini,jika memang kami tidak di takdirkan untuk bersama mengapa engkau mempertemukan kami.Dan kenapa engkau memberiku hidup jika kedua orang tua hamba saja tidak perduli kepada hamba."Ucap gldis sambil menangis dan tanpa di sadari bianpun juga ikut menangis.


"Kamu tau?Aku selama ini berpura pura tegar senyum bahkan tertawa.Semua itu palsu semua itu aku lakukan agar aku tidak terlihat sedih di depan ketiga sahabatku.Aaaa ya tuhan kenapa kau tidak ambil nyawaku."Teriak gladis dan bian langsung memeluk gladis dengan erat dan ikut menangis.


"Jangan pernah kamu bicara kaya gitu aku ngga akan biarin kamu ngerasain sakit kaya gini lagi,aku bakal buat kamu bahagia,okey."Ucap bian.


"Gimana kamu mau buat aku bahagia?Kalau kita ngga pernah saling cinta."Ucap gladis.


"Kita akan menikah terlebih dahulu,kita mulai semua dari awal dan lupakan semua masa lalu dan percayalah cinta akan tumbuh seiring berjalannya waktu."Ucap bian.


"Kamu pria baik bian."Ucap gladis.


"Awww."Ucap gladis lalu memegang perutnya.


"Kamu kenapa?"Tanya bian yang sudah panik dan tiba tiba gladis pingsan di pelukan bian.


"Gladis."Panggil bian sambil menepuk nepuk pipi gladis.


Bian langsung menggendong gladis dan membawanya kedalam mobil.Lalu bian mengemudikan mobilnya menuju rumah sakit terdekat.


Saat sampai di rumah sakit terdekat gladis langsung di larikan ke IGD .Bian langsung menelfon faris untuk memberi kabar.


Dengan perasaan campur aduk antara khawatir cemas takut dan bingung,faris dan sinta langsung menuju rumah sakit tersebut.


Saat sampai di rumah sakit faris langsung berlari ke IGD dan mencari bian tapi bian tidak.Sebenarnya gladis sudah di pindshkan ke ruang rawat karna gladis sudah sadar tetapi bian lupa mengabari faris.Akhirna faris memilih untuk menelvon bian.


"*Halo bian kamu di mana."Ucap faris.


"Saya ada di ruang VVIP tuan."Ucap bian.


"Okey saya kesana sekarang."Ucap faris.

__ADS_1


Tut*


panggilan mati.


Di ruangan VVIP


Bian sedang menyuapi gladis bubur yang di belinya tadi dari kantin rumah sakit,tiba tiba saja faris dan sinta masuk dengan wajah cemasnya tapi yang membuat gladis dan bian ingin tertawa faris dan sinta memakai baju tidur dan sendal tidur yang bergambar doraemon.


"Sayang kamu kenapa?Kok bisa kaya gini."Ucap mama sinta langsung memeluk gladis.


"I am okey ma."Ucap gladis.


"Bian kenapa gladis bisa sampai dirawat."Tanya faris kepada bian.


"Nona gladis tadi hanya makan siang dan itupun hanya sedikit lalu tadi saat perjalanan ke bandung nona gladis dan nona alisa mampir ke cafee untuk minum coffe lalu sampai pulang dari bandung nona gladis blm makan dan nona gladis pergi ke pantai dan...."Ucap bian terpotong lalu menatap gladis dan gladis menggelengkan kepala.


"Dan apa?"Tanya faris.


"Dan nona gladis menangis lalu nona gladis kecapean dan pingsan saat saya bawa ke sini kata dokter nona gladis maagnya sudah kronis dsn harus di tangani lebih lanjut serta darah rendah nona gladis kambuh dan kecapean akibat menangis."Ucap bian.


"Bian."Ucap gladis sambil menggelengkan kepala.


"Lalu alisa dimana?"Tanya mm sinta.


"Lalu kenapa kamu membiarkan gladis pulang ke jakarta,dan kenapa kamu membiarkan gladis tidak makan dan malah meminum coffe."Ucap faris emosi.


"Maafkan saya tuan."Ucap bian dan......


Plakk


Faris menampar bian,dan gladis langsung berdiri di tengah tengah bian dan faris,lalu bian mendudukkan gladis ke ranjangnya.


"Ini sudah tanggung jawabku."Ucap bian.


"Tuan faris yang terhormat serta nyonya sinta yang terhormat ijinkan saya menyampaikan nit saya untuk......"Ucapan bian di potong gladis.


"Aku akan menikah dengan bian bulan depan."Ucap gladis sontak membuat semua orang yang ada di ruangan itu melihat kearah gladis.


"What?"Ucap faris.


"Gladis?"Tanya mama sinta.


"Kenapa tiba tiba?"Tanya papa faris.

__ADS_1


"Kenapa kamu ngga nikah sama arya kalian cocok?"Tanya mama sinta.


"Arya lebih muda dari aku ma."Ucap gladis.


"Kenapa ngga sama alex dia mapan."Tanya papa faris.


"Alex udah sama sisil."Ucap gladis.


"Mam ngga bolehin aku nikah sama bian?"Tanya gladis.


"Bu-bukan ngga boleh sayang tapi ini sangat mendadak dan kamu tau kalau bian hanya pengawal."Ucap faris.


"Maaf tuan,kalaupun saya pengawal apa masalahnya?Yang paling penting dan terpenting saya bisa membahagiakan gladis dsn bisa memberinya nafkah dengan cara yang halal bukan?"Ucap bian membuat faris tak berkutik.


"Bukankan kebahagiaan lebih dari sebuah uang?Dan sejak kapan tuan faris memandang setatus?"Ucap bian.


"Kamu ini benar benar berani ya."Ucap faris dengan nada tinggi.


"Ya saya berani karna saya benar dan saya mencintai gladis."Ucap bian.


"Pa gladis mohon,biarkan gladis bahagia dengan pilihan gladis."Ucap gladis memohon kepada faris


"Sayang,kamu tidak perlu memohon karna kalaupun kamu tidak memohon papa akan merestui kamu dengan bian karna bian adalah pria yang baik."Ucap papa faris.


"Aaa papa mama maksih."Ucap gladis memeluk faris dan sinta.


"Selamat ya sayang."Ucap mama sinta.


"Bian tolong kamu jaga anak om ya."Ucap papa faris.


"Tanpa om minta saya akan menjaganya dengan sepenuh jiwa raga."Ucap bian.


"Bian tante titip putri tante ya."Ucap mama sinta.


"Dengan senang hati saya menerima titipan putri tante."Jawaban bian membuat semua orang yang ada di ruangan itu tertawa.


Bian mengurus calon istrinya dengan penuh kasih sayang,ya walaupun mereka belum saling mencintai,bahkan bian semalaman rela tidur di kursi sambil duduk karna menemani gladis.


Dan semalam faris memberi kabar kepada semuanya termasuk sisil bahkan aletta jika gladis masuk rumah sakit,dan sekarang gladis sudah di pindahkan di rumah sakit keluarga arganta.


Semua orang yang tak lain kak rey arya alex serta kedua sahabat gladis berniat ingin menjenguk gladis di rumah sakit secara bersamaan.


Bersambung......

__ADS_1


__ADS_2