
"Okey okey gwe jawab."Ucap aletta pasrah
"Alvaro sori banget gwe lebih milih persahabatan kita dari pada hubungan kita."Jawab aletta.
"Udah lah lett terima aja gwe gpp kok."Jawab seorang wanita yang tiba tiba datang dan berdiri di belakang alvaro.
"Lo denger sendiri kan apa kata anggia."Jawab alvaro
"Jadi lo mau kan jadi pacar gwe."Tanya alvaro kepada aletta.
Aletta berfikir,dia takut jika apa yang dia takutkan selama ini akan terjadi,tapi dia tidak bisa membohongi perasaannya kepada dirinya sendiri.
"lett lo gak mau ya jadi pacar gwe?"Tanya alvaro sambil memasang wajah kecewanya.
"Alvaro Putra winston,Maaf gwe udah ngga bisa bohongin perasaan gwe kalo gwe juga sayang sama lo."Jawab aletta sambil menahan malunya.
"What?maksutnya lo terima gwe kan?"Tanya alvaro memastikan dia takut kalu telinganya salah dengar.
"let jawab dong jangan bikin gwe senam jantung." ucap alvaro
"Iya alvaro gwe terima lo jadi pacar gwe."Jawab aletta malu malu.
"Realy? Akhirnya cinta gwe gak bertepuk sebelah tangan."Teriak alvaro sambil memeluk aletta.
"Ro lepasin gwe malu di liatin banyak orang."Ucap aletta yang wajahnya sudah merah semerah tomat
"Yang baru jadian saking senengnya dunia serasa milik berdua yang lain ngontrak."Ketus anggia.
"Lo apaan sih nggi nggarang deh."Jawab aletta sambil menahan malunya.
"Ya elah lu seneng kan tapi."Goda anggia.
"Udah dong ngga usah godain pacar gwe tukan dia jadi malu."Ucap alvaro sambil menggoda aletta.
"Kalian apaan sih gwe pulang ni."Ancam aletta.
"Yah ngancem."Jawab anggia.
"Yuk gwe anterin pulang kan tadi kamu kesininya sama gwe."Jawab alvaro.
__ADS_1
"Yaelah yang lagi kasmaran sampe ngga inget yang bantuin siapa ngga nawarin tumpangan lagi."Ketus anggia keoada alvaro.
"Eh diyem lu."Ketus alvaro.
"Udah udah yuk kita pulang bareng aja."Kata aletta menengahi perdebatan antara alvaro dan anggia.
"No! Kan banyak taksi yang lewat."Tolak alvaro.
"Eh bambang bilang aja lu takut gwe gangguin."Jawab anggia.
"Diem lu bego."Ketus alvaro
"Eh lu gak inget yang bantuin sampe aletta nerima lo siapa."Teriak anggia tidak mau kalah dengan alvaro.
Beeb beeb
Suara pesan masuk menghentikan perdebatan mereka.
"Eh bentar ada pesan."ucap alvaro
Dan betapa terkejutnya alvaro membaca pesan itu dan langsung berlalri sambil menarik anggia.
"Lo mau pulang ngga."Ketus alvaro.
"Lah aletta mana?"Tanya anggia yang baru sadar jika aletta tidak ada.
"Udah pulang duluan pake taxi. Ini gara gara lo tau gak!"Ketus alvaro.
"Kok gwe sih bambang."Teriak anggia yang tidak mau di salahkan.
"Gwe seneng bisa sedeket ini sama lo walaupun cuma berantem."Batin anggia.
Setelah mengantar anggia pulang kerumahnya alvaro langsung menginjak pedal gas menuju apartemennya.
Di sisi lain
Setelah kurang lebih 1 jam aletta sampai di mansion dia langsung masuk kedalam kamarnya untuk membersihkan diri dan mengganti pakaiannya dengan baju tidur.
Drett drettt
__ADS_1
Suara ponsel aletta bergetar
"Haloo."Suara pria di sebrang sana.
"Hemm,kenapa?"tanya aletta kepada pria tersebut.
"Gpp gwe cuma mau ngingetin nanti kalo tidur jangan malem malem,terus nanti mimpiin gwe ya."jawab pria itu.
"Apaan sih gak banget."Jawab aletta.
"Ehh udah ya ro gwe mau tidur ni."Jawab aletta.
"Okey honney."Jawab alvaro.
Di sebuah apartemen.
Terlihat pria sedang menerima telvon.
*Percakapan di telvon.
"Kamu harus buat wanita itu menderita kalo perlu sampai dia mati"Ucap pria asing itu.
"Tapi pa..."Ucapn pria itu terpotong.
"Ngga ada tapi tapi kalo kamu mau semua warisan itu jadi milik kamu,kamu harus buat wanita itu menderita kalau perlu sampai mati."Jawab pria asing itu.
"Kamu jangan pernah hubungi papa kalo kamu belum berhasil membuat gadis itu menderita."Sambung pria asing itu.
Tuttt Tutt*
Panggilan berakhir.
Terlihat pria itu sedang bingung harus memilih antara papanya atau gadis yang dia sayang.
*Siapakah gadis yang di bicarakan ptia itu dengan papanya?dan apakah motih pria asing itu ingin membuat gadis itu menderita?temukan jawabannya di episode yang akan datang.
Bersambung....
Jangan lupa like dan votr ya guys agar author tambah semangat Upnya🤗*
__ADS_1