Perjalanan Cinta Queen Laurent

Perjalanan Cinta Queen Laurent
Nasehat kak rio


__ADS_3

Sisil melangkahkan sesuai keinginan kakinya,dia tak memperdulikan hujan yang mengguyur badannya.Justru menurut dia menangis di bawah air hujan membuatnya merasa lebih tenang dan mengurangi beban yang dia rasakan saat ini.


"Aku tak pernah berniat menyalahkan takdir,aku hanyalah benci kepada diriku sendiri.Mengapa aku tidak bisa memberikan kebahagiaan sebelum suami dan putriku pergi untuk selama lamanya.Selama ini hanyalah aku yang selalu membuatnya susah."Ucap sisil di dalam hati.


Sisil berhenti dan menatap langit,terlihat sebuah pelangi yang sangat indah.Dia memandangi pelangi itu di bawah siraman air hujan,lalu dia tersenyum saat mengingat beberapa kenangan yang dia buat bersama sang suami.


"Sayang kamu lihat aku dari atas sana?Mengapa kamu meninggalkanku?Apakah kamu sudah menemukan putri kita?apakah kalian bahagia?teruslah tersenyum aku akan mengiklaskan kalian berdua walupun berat bagiku tapi aku akan terus berusaha.Bagaimana dengan athala?apakah kalian sudah bertemu?Pasti dia lebih cantik dariku."Ucap sisil sambil tersenyum dan menitihkan air matanya.


Sisil berusaha menerima semuanya tapi ini sungguh berat.Dia menundukkan wajahnya menatap kakinya yang terguyur air hujan,tiba tiba rintik air hujan sudah tidak membasahi tubuhnya.Sisil menatap langit.


"Payung?tunggu siapa?"Gumam sisil dalam hati lalu melihat seseorang yang tengah kehujanan demi memayungi dirinya.


"Kenapa main air hujan?Dan kenapa jalan kaki?kamu belum pulih sepenuhnya dan belum boleh banyak bergerak."Ucap orang yang sedang memayungi sisil.


"Aku hanya butuh waktu sendiri."Ucap sisil sambil menatap orang itu.


"Bukan begini caranya,ayo aku antar ke mansion.Semuanya mencarimu."Ucap orang tersebut sambil menarik tangan sisil.


Sisil menurut,dan mereka masuk ke salah satu mobil yang terparkir di pinggir jalan.Lalu orang itu melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang,menerjang hujan yang sedari tadi mengguyur badan sisil.


"Oh iya pakai ini,pasti kamu kedinginan."Ucap orang itu sambil memberikan jas putihnya kepada sisil.


"Kenapa kakak perduli denganku?"Tanya sisil sambil memakai jas yang di berikan orang itu.


"Manusiawi kan?"Ucap orang tersebut sambil melirik sisil dan tersenyum.


"Aku tau tapi ngga mungkin kakak mau hujan hujanan cari aku kalau ngga ada maskut tertentu."Ucap sisil.


"Berhentilah berprasangka buruk kepada orang."Ucap orang itu kepada sisil.


"Aku pernah mersakan apa yang kamu rasakan,tapi berbedanya kamu lebih sakit dari apa yang aku rasakan saat itu."Ucap orang tersebut sambil fokus menyetir.


"Maksut kakak?"Tanya sisil kepada orang itu.


"Kamu pastinya tau perselisihan antara rey dan almarhum suami kamu."Ucap orang tersebut.


"Kak rio kakaknya athala?"Tanya sisil kepada orang tersebut.

__ADS_1


"Hemm."Ucap kak rio.


"Wah bisa bisanya aku baru paham,padahal kalian sering membicarakan ini."Ucap sisil.


"Tidak perlu cemburu,percayalah kepadaku.Satria itu sangat mencintaimu bahkan dia lebih mencintai kamu daripada athala."Ucap kak rio sambil melirik sisil.


"Kenapa kak rio bisa bilang begitu?"Tanya sisil kepada kak rio.


"Sekitar tiga hari sebelum satria pergi aku lihat satria menemui delon untuk membahas sebuah peresmian danau dan yang aku tahu itu untuk kamu."Ucap kak rio kepada sisil.


"Bukan hanya itu,satria memikirkan semuanya.Dia memikirkan bagaimana kamu hidup setelah dia pergi,dia memohon kepada alex untuk menggantikan posisinya sebagai suami kamu dan dia juga sudah mengganti nama seluruh asetnya dengan atas nama kamu."Ucap kak rio.


"Setahuku satria memang mencintai athala tapi tidak sebesar cintanya kepadamu.Satria mau memberikan apapun yang dia punya untukmu tapi tidak dengan athala,dia memang mengiklaskan athala bersama rey tapi itu bukan sepenuhnya karna kemauan athala tapi dia mementingkan perasaan rey sebagai sahabatnya."Ucap kak rio kepada sisil.


"Jadi selama ini satria ngiklasin athala sama kak rey karna dia mementingkan hati kak rey bukan athala?"Tanya sisil kepada kak rio.


"Yaa,jadi berhentilah berfikir yang tidak tidak."Ucap kak rio.


"Satria juga sangat sakit,meninggalkan pujaan hatinya bahkan dia membawa sang putri pasti satria sekarang juga sedang menangis.Jadi tolong kamu jangan membuat satria tambah sakit,tersenyumlah dan kembalilah hidup seperti biasa aku tau walaupun berat tapi berusahalah demi satria."Ucap kak rio sambil memberhentikan mobilnya.


Kak rio langsung mengambil payung dan membukakan pintu untuk sisil lalu sisil turun dan masuk ke dalam mansion dengan di payungi oleh kak rio ya walaupun sebenarnya sudah basah kuyup.


"Ayo ayo ganti baju dulu."Ucap mama fia membawa sisil masuk.


"Biar sama aku aja tan."Ucap aletta kepada mama fia.


"Iya tan biar kita aja yang bantuin sisil ganti baju."Ucap gladis ikut menimpali.


"Yaudah sana,siapin air hangat ya biar ngga masuk angin."Ucap mama sinta.


"Biar aku aja yang siapin air hangat."Ucap alisa lalu berjalan terlebih dahulu untuk menyiapkan air hangat untuk sisil.


Ketiga trio wek wek membantu sahabatnya untuk mandi dan mengeringkan rambut.Aletta alisa dan gladis juga turut merasakan apa yang di rasakan oleh sahabatnya.


"Aku ambilin makan dulu ya."Ucap gladis.


"iya sana yang banyak sekalian suruh buatin teh jahe biar badan sisil enakan."Ucap aletta yang masih menyisir rambut sisil.

__ADS_1


"Kak rio ada di bawah?"Tanya sisil kepada ketiga sahabatnya.


"Iya ada kenapa?"Tanya alisa kepada sisil.


"Aku kau makan di meja makan aja."Ucap sisil yang membuat ketiga sahabatnya bahagia.


"Eh tapi kamu kan belum pulih."Ucap gladis kepada sisil.


"Gpp aku kuat kok."Ucap sisil yang membuat ketiga sahabatnya langsung memeluknya dan tersenyum.


"Aku yakin kamu pasti bisa."Ucap aletta.


"Kamu pasti kuat."Ucap alisa.


"Ayo semangat dong,aku kangen ribut sama kamu."Ucap gladis yang langsung membuat sisil tersenyum.


"Dah yuk kita turun."Ucap sisil yang langsung di angguki oleh ketiga sahabatnya.


Di meja makan semua orang terlihat sangat bahagia karna sisil sudah mau makan dan terlihat sudah seperti menerima kepergian sang suami dan sang putri.


"Sayang kamu makan yang banyak ya,biar cepet sembuh."Ucap mama fia sambil mengambilkan nasi untuk sang putri.


"Ini pake ayamnya."Ucap gladis sambil menaruh sepotong daging ayam di piring sisil.


"Sayur jangan lupa."Ucap alisa ikut menaruh sayur di piring sisil.


"Proteinnya juga jangan lupa."Ucap aletta sambil menaruh satu potong tahu di piring aletta.


"Makasih."Ucap sisil sambil tersenyum.


"Oh iya kak,makasih untuk nasehatnya.Aku akan berusaha untuk satria."Ucap sisil sambil menatap kak rio sedangkan yang lainnya hanya menatap sisil tak percaya.


"Iya sama sama,makan yang banyak biar cepet sembuh."Ucap kak rio sambil tersenyum.


"Vitamin sama buahnya jangan lupa."Ucap dokter ella dan sisil mengangguk tanda mengiyakan.


Semua orang bahagia tapi juga sedikit bingung.Hal apa yang di ucapkan dokter rio sampai bisa membuat sisil kembali bersemangat dan mau melanjutkan hidup,mereka semua tau kalau sisil benar benar hancur.Dia mengetahui zea tak selamat dan rahimnya di angkat saja dia sudah benar benar hancur apalagi mengetahui kalau sang suami meninggalkannya untuk selama lamanya.

__ADS_1


Bersambunggggg........


__ADS_2