Perjalanan Cinta Queen Laurent

Perjalanan Cinta Queen Laurent
Kabar bahagia dari gladis


__ADS_3

Semua orang tidak banyak bicara,mereka memilih diam sedangkan mommy dea memanggil dokter rio untuk datang kerumah.


Kurang lebih 10 menit akhirnya dokter rio datang dengan alat medisnya dan langsung pergi ke kamar gladis untuk memeriksa gladis.


Semua orang tegang dan menunggu dokter rio yang sedang memeriksa gladis.Setelah selesai memeriksa gladis dokter rio menulis resep untuk gladis dan bian langsung bertanya.


"Gimana keadaan gladis?Dia sakit apa?"Tanya bian kepada rio.


"Dia ngga sakit,nih resep vitamin buat gladis."Ucap rio sambil memberikan secarik kertas kepada bian.


"Ngga sakit gimana?Orang dia pingsan,mana bibirnya pucet gitu."Protes bian kepada rio.


"Selamat ya,bentar lagi kamu bakalan jadi papa jadi di jaga ya istri lo."Ucap rio membuat bian reflek mundur kebelakang.


"Oh iya untuk usia kandungannya,kamu bisa bawa istri kamu buat cek ke dokter kandungan."Ucap dokter rio kepada bian.


"Dad mommy bakalan jadi oma."Ucap mommy dea kegirangan.


"Iya mom daddy juga akan jadi opa."Ucap daddy tio sambil memeluk mommy dea.


"Mungkin ini jalan yang terbaik,dan lo harus jujur sama gladis karna udah ngga ada jalan lain selain itu."Ucap delon kepada bian.


"Ngga,lo tau kan gimana terlukanya mommy dan daddy saat kepergian kak brian?Dan lo tau gwe bukan bakal nyakitin hati mom dan dad tapi gladis juga."Ucap bian yang langsung duduk di sofa.


"Bian,sekarang ngga ada alasan buat kamu cerain gladis."Ucap mommy dea.


"Mom plis bantu bian,aku mohon mom karna kalau aku ngga cerai sama gladis dia akan lebih tersakiti."Ucap bian memohon kepada mommy dea.


"Apapun alasan kamu mommy ngga bakalan bantu kamu,dan kamu tau bi perceraian sangat di benci di keluarga kita."Ucap mommy dea.


"Aku ngga perduli mom,Aku lebih milih di benci keluarga kita dari pada aku ngga bisa cerai sama gladis."Ucap bian benar benar pusing.


Tiba tiba saja gladis bangun dari tidurnya dan semua orang langsung mendekati gladis kecuali bian dan delon.Mommy dea langsung memeluk gladis dan gladis yang di peluk hanya diam tak mengerti karna yang dia pikir mommy memeluknya karena gladis di gugat cerai oleh bian.


"Selamat ya sayang,kamu bakalan jadi ibu."Ucap mommy dea masih memeluk gladis.


"Apa mom?"Tanya gladis sambil melepaskan pelukan mommy dea.


"Al aku ngga salah denger kan al?"Tanya gladis kepada aletta dan aletta mengangguk mengiyakan ucapan gladis.


"Iya lo ngga salah denger."Ucap aletta dan gladis langsung memeluk aletta.


"Akhirnya al aku punya baby,semoga kamu juga cepetan dapet ya."Ucap gladis.


"Iya doain aja ya,biar nanti anak kita bisa seumuran."Ucap aletta.


"Maaf semuanya bisa tinggalin kami berdua ngga?Aku mau bicara dengan gladis."Ucap bian sambil berdiri di samping gladis.

__ADS_1


"Awas kalau kamu sampe buat gladis nangis mommy akan tendang kamu dari rumah."Ucap mommy dea.


"Kuluarlah dulu mom,bian mau ngomong sama gladis."Ucap bian.


"Yuk semuanya keluar dulu."Ucap daddy tio yang dari tadi hanya diam.


Setelah semua orang pergi dan kini tinggal bian dan gladis,Bian duduk di samping gladis sambil memandangi wajah gladis,sedangkan gladis hanya diam sambil mengelus perutnya.Tiba tiba bian memegang tangan gladis agar berhenti mengelus perutnya lalu bian mendekatkan wajahnya ke perut gladis.


"Hay anak papa,sehat sehat ya di perut mama.Papa sayang sama kalian berdua."Ucap bian lalu mencium perut rata gladis.


"Hey kenapa kamu nangis?"Tanya bian karna melihat gladis menitihkan air mata.


"Kamu jadi nyerain aku?"Tanya gladis.


"Sutt udah ngga usah mikirin itu kamu jangan stres dan makan yang banyak biar babynya sehat okey."Ucap bian sambil mengusap air mata gladis.


"Kamu ngga akan cerain aku kan?Aku ngga mau jadi janda."Ucap gladis sambil menangis.


"Aku ngga bakal cerain kamu tapi maaf aku ngga bisa janji kamu ngga bakalan ninggalin kamu karna allah punya jalan terbaik untuk kita."Ucap Bian sambil memeluk gladis.


"Aku ngga mau di cerain kamu."Ucap glafis sambil menangis di pelukan bian.


"Sutttt udah ngga usah nangis aku ngga bakal nyerain kamu."Ucap bian sambil memeluk dan mengusap usap kepala gladis.


"Kamu pernah mikirin nama buat anak kita ngga?"Tanya bian kepada gladis.


"Jadi selama ini kamu mikirin itu?Ya tuhan jadi kamu mikrin itu,aku kan udah bilang sama kamu jangan terlalu di pikirin aku mom and dad kan ngga maksain."Ucap bian kepada gladis.


"Kan aku tetep kepikiran,oh iya emang kamu udah punya nama buat anak kita?"Tanya gladis kepada bian.


"Udah,Pengen tau ngga?."Ucap bian.


"Iya aku pengen tau."Ucap gladis antusias.


"Kalau laki laki namanya axel kalau perempuan namanya axela,bagus ngga?"Ucap bian kepada gladis.


"Bagus aku suka namanya."Ucap gladis sambil mengelus perutnya.


"Yang kamu pernah ngga mikir ngga kalau kita ngga perlu tau apa jenis kelamin anak kita jadi nanti pas dia lahir akan jadi surprise buat kita,tapi kebanyakan pasti dokter bakal kasih tau."Ucap bian sambil memanyunkan bibirnya.


"Kamu sampe mikir kaya gitu?Aku aja malah ngga kepikiran lo yang."Ucap gladis sambil mencubit pipi bian gemas.


"Sakit yang lepas dong."Ucap bian lalu gladis melepaskan cubitannya.


"Keluar yuk,pasti aletta sama delon masih di luar."Ucap gladis kepada bian.


"Aku gendong aja ya."Ucap bian kepada gladis.

__ADS_1


"Ngga mau,malu tau udah ayok aku jalan sendiri."Ucap gladis kepada bian.


"Hemm oke tapi hati hati ya."Ucap bian kepada gladis.


"Iya."Jawab gladis.


Bian menggandeng tangan gladis menuju ruang keluarga dan semua orang yang ada di sana nampak tersenyum bahagia tiba tiba muncul ide jahil dari gladi untuk mengerjai mereka.


"Mom dad gladis sama bian udah sepakat kalau kita bakalan pisah setelah babynya lahir."Ucap gladis dan semua orang kaget termasuk bian.


"Nanti gladis bakal balik ke inggris terus gladis mohon mommy rawat baby gladis ya."Ucap gladis.


"Iya mom keputusan kita berdua udah bulat."Ucap bian mulai mengikuti permainan istrinya.


"Ngga, mommy ngga akan setuju."Ucap mommy dea.


"Kalian jangan berharap bisa bercerai karna papa sendiri yang akan turun tangan."Ucap daddy tio.


"Maafin gladis ya mom karna gladis pengen banget ke inggris terus dapet cowo yang ganteng brewokan aaa gladis jadi keinget pria di film deh."Ucap gladis.


"Heh jan ngadi ngadi ya."Ketus bian kepada gladis.


"Apaan sih."Ucap gladis.


"Jan ngarep kamu bisa liat film itu lagi karna kamu harus mengucapkan selamat tinggal dengan laptopmu."Ketus bian kepada gladis.


"Apaan sih kamu kok kaya gitu,dek papa kamu jahat masa mama ngga boleh nonton film."Ucap gladis mengelus perutnya seperti mengadu dengan anaknya.


"Dek bilangin sama mama jangan suka nonton film cowo cowo brewok nanti adek jadi ikut brewokan."Ucap bian dan langsung mendapat cubitan dari gladis.


"Aaaa sakit sayang."Ucap bian merigis kesakita.


"Lagian kamu ngomongnya ngawur."Ucap gladis sambil duduk di sofa yang masih kosong.


"Kamu tadi kan ngomongnya juga ngawur,kamu bilang kalau habis babynya lahir kita pisah heh jan ngarep ya."Ucap bian kepada gladis.


"Oh jadi kalian cuma ngeprank mommy?"Tanya mommy dea kepada bian dan gladis.


"Yah ketawan,yaudahlah gladis laper pengen minta kuenya,boleh kan?boleh lah ini kan rumah suami gladis jadi rumah gladis juga."Gladis bertanya dan menjawabnya sendiri.


"Aduh jangan sampe keponakan aku nular sifat nyebelin kamu deh."Ucap aletta.


Setelah berbincang bincang akhirnya delon dan aletta memutuskan pulang karna jam sudah menunjukkan pukul 11 malam dan mereka juga sudah sangat mengantuk.


Delon melajukan mobilnya dengan kecepatan lumayan tinggi karna memang jalanan sepi,dan tak lama akhirnya mereka sampai di rumah dan mereka langsung masuk ke rumah lalu menuju ke kamar untuk tidur tanpa mandi terlebih dahulu.


Bersambunggggg......

__ADS_1


__ADS_2