
Setelah menunggu selama 2 minggu akhirnya sisil memberikan jawaban dari lamaran kak alex.Dengan di yakinkan oleh ketiga sahabat serta ke dua orang tuanya dan mama sinta serta papa faris akhirnya sisil mau menerima lamaran kak alex.
Sisil benar benar sudah menerima takdirnya,dia tidak perduli lagi dengan hatinya yang dia pikirkan hanyalah pesan terakhir dari sang suami dia yakin kalau pilihan satria tidak pernah salah.
Setelah menentukan tanggal pernikahan semua keluarga berkumpul untuk membahas gaun yng akan di gunakan sisil saat akad nikah karna sisil dan kak alex setuju hanya akan melakukan akad nikah saja.
Semuanya tampak bahagia,tetapi tidak dengan sisil dan gladis entak mengapa.Ya mungkin sisil tampak tak bahagia karna dia belum bisa sepenuhnya menerima pernikahannya tapi kalau gladis?
Entahlah tapi tiba tiba bian mendekati rangga dan memeluk rangga serta membisikkan beberapa kata yang membuat rangga terdiam.Setelah itu bian mendekati sang istri yang sedang menggendong sang putra,bian mencium sang putra lalu bersimpuh di tanah dan meletakkan kepalanya di paha gladis.
"Kenapa?jangan di bawah ah dingin."Ucap gladis kepada bian.
"Biarin kaya gini,aku mau kalau aku pergi saat ini juga aku akan pergi dengan posisi seperti ini."Ucap bian membuat gladis menitihkan air mata.
Mengingat keadaan sang suami akhir akhir ini memburuk,membuatnya tidak bisa berfikir positif lagi.Gladis berusaha menahan air matanya tapi itu sulit untuk di lakukannya.
"Sayang,maafin aku ya selama ini aku banyak salah sama kamu.Maafin aku juga karna kondisi aku yang kaya gini aku jadi ngerpotin kamu."Ucap bian masih setia menaruh kepalanya di paha sang istri.
"Kamu ngomong apa sih,ini udah kewajiban aku sebagai istri kamu."Ucap gladis sambil menyeka air matanya menggunakan satu tangan.
"Tolong kamu iklasin aku ya,sisil aja bisa masa kamu engga."Ucap bian kepada sisil dan sisil hanya diam tak menjawab.
"Boy,kamu jaga mama ya.Jangan buat mama nangis dan jangan nakal,kamu harus jadi anak yang kuat."Ucap bian sambil memandang sang putra lalu kembali lagi dengan posisi awal (menaruh kepalanya di paha sang istri.)
Gladis kembali menitihkan air matanya,tiba tiba terdengar suara tangis baby axel yang membuat semua orang tersadar dan menatap axel yang ada di panggukan gladis.Semuanya memandang bian dengan tatapan terkejut,mengapa bian seperti itu?banyak sekali pertanyaan di pikriran merek.
__ADS_1
Sisil merasakan pangkuannya menjadi semakin berat,dia masih berusaha berfikir positif.Tapi pada saat dia ingin menenangkan baby axel air mata gladis benar benar tidak bisa di bendung lagi.
"Sayang bentar,aku mau nenangin axel ini axel rewel."Ucap gladis sambil menggerakkan pahanya agar bian bangun.
Rangga yang tau itu langsung mengambil axel lalu memeluk axel dan berusaha menenangkan axel agar tidak menangi,sedangkan gladis langsung memeluk bian.Sisil yang mengetahui itu langsung berlari mendekati gladis dan berusaha menenangkan gladis,semua orang yang bingung langsung mendekati gladis dan bian.
"Bangun sayang bangun."Ucap gladis sambil menangis.
"Aku belum siap,bangun sayang bangun aku ngga mau jadi janda."Ucap gladis membuat delon langsung mendekati bian dan mengecek denyut nadinya.
Setelah mengecek denyut nadi bian delon menarik bahu bian arag bersandar di dadanya,sementara itu gladis terus menangis di pelukan sisil.
"Kak rey."Ucap delon dan kak rey langsung membantu delon.
"Bawa ke kamar dulu yuk."Ucap delon kepada kak rey dan mereka berdua langsung mengangkat bian ke kamar.
Rangga terus menggendong axel,dia berusaha untuk tegar tapi dia terus memikirkan ucapan bian tadi.Siapa yang menyangka kalau bian akan pergi secepat itu?Mama sinta benar benar bersedih baru 2 minggu yang lalu sang menantu angkat dan cucunya pergi meninggalkan keluarga arganta sekarang menantu angkatnya satu lagi juga pergi meninggalkan seluruh keluarga arganta.
Mama sinta menangis di pelukan papa faris,sedangkan papa faris hanya bisa memberikan ketenangan untuk sang istri.Gladis masih setia di pelukan sisil serta aletta dan alisa yang berada di sampingnya.
Delon berusaha untuk tetap kuat,delon kembali di hadapkan dengan keadaan sulit baru dua minggu yang lalu dia di tinggal teman sang kakak yang sudah di anggapnya sebagai keluarga sekarang dia di tinggal oleh sahabatnya.
Semuanya menunggu dokter rio memeriksa bian.Setelah memeriksa bian dokter rio langsung memosikan tangan bian di atas perut bian yang membuat semua keluarga menangis.
"Aaaaa biannn."Teriak gladis sambil terduduk di lantai sambil melihat jasad sang suami.
__ADS_1
"Sayang sayang jangan kaya gini ya,kasihan biannya.Kita kan udah janji sama bian kalau kita akan mengiklaskan bian,kamu harus kuat demi axel."Ucap mama sinta sambil memeluk sang putri angkat.
"Mama,bian jahat ma.Bian jahat,bian ngga boleh tinggalin gladis sama axel ,gladis ngga bisa hidup tanpa biannnnn-----."Ucap gladis dengan suara yang semakin melemah akhirnya gladis pingsan di pelukan mama sinta.
Keluarga anggara sudah menyiapkan untuk pemakaman bian,mereka memutuskannuntuk melangsungkan acara pemakaman bian karna hari masih sore.
Dengan berat hati mereka semua mengantarkan bian ke tempat peristirahatan terakhirnya tanpa terkecuali,bahkan gladis juga ikut mengantarkan sang suami dengan di bantu oleh ketiga sahabatnya karna gladis tak memiliki begitu banyak tenaga untuk berjalan.
"Sayang jangan rewel ya,ada papa rangga di sini."Ucap rangga samabil mencium kening axel.
"Papa rangga janji,akan menjaga axel dan mama gladis sesuai dengan permintaan papa bian."Ucap rangga sambil menitihkan air mata.
Rangga memilih untuk sedikit menjauh karna dia tidak bisa menyaksikan pemakaman sahabatnya.Ini semua begitu berat untuk rangga dan semuanya.
"Ngga,bawa axel kesini."Ucap delon kepada rangga.
"Biar axel di sini aja."Ucap rangga kepada delon lalu delon mendekati rangga.
"Bukan gini caranya,kamu harus kuat dan menyaksikan pemakaman bian karna kalau engga kamu akan menyesal seumur hidup."Ucap delon sambil membawa axel mendekati pemakaman sang ayah.
"Ayo rangga kamu kuat,kamu memiliki 2 tanggung jawab sekarang."Ucap rangga dalam hati.
Semuanya menyaksikan pemakaman bian,tangisan?bahkan air mata mommy dea sudah kering.Dia hanya bisa menatap makam sang putra,jika saja tidak ada daddy tio pasti mommy dea sudah kembali ambruk.
Putra satu satunya yang dia sayang sudah ikut menyusul sang kakak,entah bagaimana mommy dea akan menjalani hidupnya tanpa sang putra.Ibu mana yang kuat di tinggal sang putra?anak yang mereka kandung 9 bulan lalu mereka besarkan dengan penuh kasih sayang,sisil saja yang di tinggal oleh sang putri yang belum genap 9 bulan di dalam perutnya benar benar sangat terluka apalagi mommy dea yang selama ini merawat bian.
__ADS_1
Bersmbunggggg.....