Perjalanan Cinta Queen Laurent

Perjalanan Cinta Queen Laurent
Terbongkarnya rahasia bian


__ADS_3

"Biar aku yang telvon dokter."Ucap delon langsung berlari menelfon dokter.


"Cobaan apa lagi ini ya allah."Ucap mama sinta sambil menangis.


Semua orang kini tengah berkumpul di kamar bian,dan mereka menunggu dokter rio memeriksa bian sedangkan gladis sudah menangis di pelukan aletta.Malam ini akan menjadi malam yang buruk bagi keluarga besar arganta karna malam ini mereka mendapat 3 kejutan secara bersamaan.


"Sel kangker tuan bian sudah mulai menyebar,ini akibatnya jika tuan bian tidak mau melakukan kemo terapi."Ucap dokter rio yang membuat semua orang terkejut.


"Kangker?"Tanya semua orang dengan keraguan.


"Iya,seperti yang sudah saya jelaskan kepada tuan bian kalau dia mengidap kangker seperti sang saudara kembar brian.Saya juga sudah menyuruh tuan bian untuk melakukan kemo terapi tapi tuan bian menolaknya dan sekarangpun jika tuan bian melakukan kemo terapi hanya akan memperlambat penyebaran kangker dan saya harap para keluarga melapangkan dada dan mengiklaskan semuanya.Dan satu hal,jika bisa usahakan tuan bian bisa merasakan kebahagiaan karna itulah satu satunya cara untuk membuat tuan bian busa melawan kangkernya ya walaupun cuma 30% kemungkinan tuan bian akan selamat."Ucap dokter rio.


"Kak rio ngomong apa gladis ngga ngerti."Ucap gladis sambil menangis tersedu sedu.


"Sayang kamu harus kuat ya pokoknya kamu harus kuat."Ucap mama sinta sambil memeluk gladis.


Saat semua orang sedang mendengarkan penjelasan dokter rio tiba tiba pintu kamar gladis di buka dan terlihat dua orang yang tengah berdiri di ambang pintu,salah satu orang tersebut langsung mendekati gladis dan memeluk gladis.


"Mom."Ucap gladis sambil menangis di pelukan orang yang dia panggil mom itu.


"Sayang,kamu jangan nangis ya.Kasian baby axel kalau dia lihat mamanya nangis dia juga ikut sedih."Ucap mommy dea sambil menguatkan sang menantu.


"Mom kenapa bian diem aja kalau selama ini dia sakit?Kenapa dia harus kaya gini?Gladis ngga suka,gladis ngga mau kalau bian ninggalin gladis nanti kalau baby axel cari papanya gimana?"Ucap gladis sambil terus menangis.


"Heyy,kamu lihat mata mama.Kita harus kuat dan kita harus kasih semangt buat bian okey?"Ucap mommy dea berusaha menguatkan sang menantu ya walaupun sebenarnya hatinya juga sangat hancur,bagaimana bisa dokter yang menangani anak sulungnya saat brian mengidap kangker menghubunginya dan memberi tahu kalau kemungkinan besar anak bungsungya juga akan mengidap kangker yang sama bahkan akan lebih ganas.


"Ini kenapa kok rame banget?"Tanya bian yang baru sadar dari pingsannya.


"Sayang kamu udah bangun?"Ucap gladis langsung memeluk bian.


"Hey kamu kenapa?Kamu ngga malu apa sama yang lain?"Tanya bian sambil tertawa tapi bukanya melepas pelukannya gladis malah semakin mengencangkan pelukannya.


"Kenapa kamu ngga bilang?"Tanya gladis dengan tatapan sendunya.

__ADS_1


"Bilang apa?"Tanya gladis lali melihat sekitar dan matanya tertuju pada kedua orang tuanya.


"Mom?Dad?Tumben kesini?"Tanya bian kepada kedua orang tuanya.


"Kenapa kamu ngga pernah bilang sama mommy?"Tanya mommy dea kepada bian.


"Hem?Bilang apa sih mom?Emangnya bian harus bilang apa ke mommy?"Tanya bian kepada mommy dea.


"Jadi ini alasan kamu ingin menggugat cerai gladis?"Tanya mommy dea kepada bian.


'Degg' Seketia jantung bian beehenti berdetak,rahasia yang dia simpan rapat rapat selama ini di ketahui oleh sang mommy.Bian belum siap melihat semuanya sedih karna kepergiannya.


"Kenapa kamu lakuin ini bian?"Tanya mommy dea kepada bian.


"Kenapa kamu singkirkan orang yang mencintaimu?Kenapa kamu lakukan itu?"Tanya mommy dea yang sudah duduk di ranjang bian.


"Mom,aku ngga mau kalau kalian semua terluka karna aku."Ucap bian kepada mommy dea.


"Dan kalaupun mommy ngga tanya ke kamu,kamu juga ngga akan jujur kan sam kita semua?Bian kamu pikirkan orang yang kamu cintai dan kamu juga pikirkan axel apa kmu tidak kasihan kepada dia?Dia masih kecil dia butuh seorang ayah."Ucap mommy dea kepada bian.


"Tapi maaf mom,dis keputusan bian udah bulat.Bian ngga akan melakukan pengobatan apapun karna bian benar benar udah sip kalaupun tuhan ambil bian sekarang juga."Ucapan bian membut gladis menangis histeris dan langsung pingsan untungnya ada rangga yang reflek cepat menangkap gladis dan membaringkan gladis di samping bian.


"Dis dis bangun."Ucap mommy dea kwpda sang menantu.


"Sayang bangun."Ucap bian khawatir.


"Kamu masih ngga mau kemo?Bian kamu pikirkanlah orang orang yang mencintaimu."Ucap mommy dea berusaha membujuk bian.


Bian diam tak menjawab,dia terlihat melamun tiba tiba baby axel yang tadinya anteng langsung menanis kencang dan bian reflek melihat sang putra yang tengah di gendong oleh aletta.Bian terus memandangi sang putra yabg kini masih menangis.


"Al bawa sini axelnya."Ucap bian kepada aletta dan aletta langsung memberikan baby axel kepada bian.


"Suttt jangan nangis lagi ya sayang."Ucap bian sambil menepuk nepuk pantat baby axel pelan.

__ADS_1


"Axel langsung diem."Ucap aletta tampak terkejut karna tadi axel benar benar menangis dan sangat rewel.


"Bian kamu pikirkanlah putramu dan istrimu,apa kamu tidak kasihan kepada mereka?"Tanya mommy dea kepada bian.


"Bian mau asalkan semuanya harus mengiklaskan bian terlebih dahulu,Bian ngga mau kalau kalian semua menangis karna kepergian bian."Ucap bian sambil menatap sang putra.


"Kamu ngomong apa sih jangan ngaco."Ketus gladis.


"Orang ngga ada yang tau sampai kapan kita di takdirkan untuk hidup.Aku hanya mau kalian semua menyiapkan hati kalian untuk berlapang dada saat aku atau siapapun pergi meninggalkan kalian."Ucap bian kepada semuanya.


"Iya asalkan kamu mau menjalani kemo terapi."Ucap mommy dea.


"Baiklah mommy atur saja."Ucap bian kepada mommy dea.


"Iya nanti akan mommy atur,kamu yang kuat ya banyakin istirahat."Ucap mommy dea kepada bian.


"Aku sayang kalian."Ucap bian sambil memandang gladis dan axel secara bergantian.


"Kita juga sayang kamu."Ucap gladis langsung memeluk bian.


"Sisil,kamu juga harus kuat dan mengikhlaskan takdir."Ucap bian kepada sisil.


"Iya aku udah ikhlas kok,aku akan menerima apapun keputusan satria."Ucap sisil sambil menatap satria,satria yang mendengarkan ucapan sang istri langsung memeluknya.


"Really?"Tanya satria sambil memeluk sisil dan menangis.


"Hemm."Ucap sisil sambil mengangguk.


"Maafin aku ya."Ucap satria sambil terus memeluk sisil.


"Gpp aku percaya kok takdir allah itu pasti yang terbaik."Ucap sisil sambil menangis di pelukan satria.


Bersambungggggg........

__ADS_1


__ADS_2