Perjalanan Cinta Queen Laurent

Perjalanan Cinta Queen Laurent
Kembalinya kepercayaan


__ADS_3

Di rumah delon


Aletta sedang menyiapkan air mandi untuk delon,karna sepulang pesta tadi delon langsung pergi keruang kerjanya untuk mengerjakan pekerjaannya.Ya karna memang urusannya di surabaya belum selesai tapi karena tak ingin mengecewakan sang istri delon memaksakan untuk datang.


Setelah menyiapkan air untuk delon aletta langsung menyusul delon ke ruang kerjanya.Aletta membuka pintu ruang kerja delon dan terlihat delon yg sedang menatap laptopnya dengan penampilan acak acakan,kemeja yang di gulung sampai siku serta celana kerja yang masih melekat di pinggangnya.


"Mandi dulu sana,Udah aku siapin airnya.Lagian ini udah jam 9 malam lo emangnya ngga cape apa?"Tanya aletta kepada delon.


"Iya bentar lagi selesai kok."Ucap delon yang masih fokus dengan laptopnya.


"Mandi dulu udah malem.Biar aku yang lanjutin ini."Ucap aletta sambil merebut laptop delon.


"Iya aku mandi,taro di situ aja laptopnya biar nanti aku aja yang lanjutin."Ucap delon lalu pergi ke kamar mandi.


"Kasihan delon,belakangan ini dia sibuk banget ngurusin kantor,bahkan sampai kurang istirahat."Gumam aletta lalu melanjutkan pekerjaan delon.


Tak butuh waktu lama,Aletta menyelesaikan pekerjaan delon dalam waktu 10 menit,ya memang sudah tidak di ragukan kemampuan aletta karna memang dia cerdas.


Setelah selesai Aletta langsung menyimpan laptop delon dan pergi ke dapur untuk membuatkan teh hangat dan membawanya kekamar.Sesampainya di kamar aletta melihat delon yang sedang mengeringkan rambutnya.Aletta meletakkan 2 cangkir teh yang di buatnya tadi di meja sofa.


"Aku bikinin teh nih buat kamu."Ucap aletta sambil duduk di sofa.


"Makasih ya."Ucap delon lalu duduk di samping aletta dan langsung meminum tehnya.


"Em aku mau ngomong boleh?"Tanya aletta ragu ragu kepada delon.


"Mau ngomong apa sih emangnya ada yang serius?"Tanya delon kepada aletta.


"Ngga ada,cuma pengen aja ngobrol kita kan udah lama banget ngga ngobrol."Ucap aletta kepada delon.


"Biasanya juga ngobrol kan?"Tanya delon kepada aletta.


"Iya sih tapi biasanya kamu tu terus buru buru ke kantor jadi ngga bisa sesantai ini."Ucap aletta.


"Hemm maaf ya."Ucap delon lalu aletta mengangguk.


"Oh iya besuk aku ada janji sama temen mau keluar bolehkan?"Tanya aletta kepada delon.


"Boleh sih,Temen?Temen siapa emangnya?"Tanya delon kepada aletta.


"Alisalah emang siapa lagi?Lagian sisil sama gladis udah sibuk sama suaminya sendiri."Ucap aletta kepada delon.


"Emang mau pergi kemana?"Tanya delon kepada aletta.


"Ke taman bermain.Soalnya alisa pengen banget naik kemidi putar jadi aku ajakin dia deh."Ucap aletta kepada delon.


"Oke,tapi pulangnya jangan sore sore ya,sebelum jam 6 harus sampai rumah."Ucap delon kepada aletta.


"Siap bos."Ucap aletta sambil hormat kepada delon.


"Oh iya gimana pekerjaan di Surabaya?"Tanya aletta kepada delon.

__ADS_1


"Oh iya pekerjaanku belum selesai."Ucap delon langsung berdiri.


"Heyy mau kemana?Duduk sini."Ucap aletta sambil menarik tangan delon.


"Kamu tidur dulu aja ya,aku mau lanjutin pekerjaanku."Ucap delon kepada aletta.


"Udah aku selesain tadi,udah sini duduk."Ucap aletta lalu menarik tangan delon sehingga delon duduk kembali di sampingnya.


"Seriusan udah kamu kerjain?"Tanya delon kepada aletta.


"Iya beneran masa aku boongan sih."Ucap aletta kepada delon.


"Oh iya kak alex gimana?Bukannya om anggara itu pengen banget ya kalau kak alex jadi menantunya."Ucap aletta kepada delon.


"Kak alex?"Tanya delon kepada aletta.


"Iya kenapa emangnya?"Aletta menjawab pertanyaan delon dengan pertanyaan.


"Kak alex tu susah di tebak,Dia masih kaya kak rey bimbang harus milih masalalu atau masa depannya."Ucap delon kepada aletta.


"Kenapa banyak banget ya keluarga kita yang jadi korban masalalu,Alisa aja juga gitu."Ucap aletta kepada delon.


"Alisa?"Tanya delon kepada aletta.


"Iya alisa,tapi kalau alisa dia udah ngga bimbang antara memilih masalalu dan masa depan karna dia udah iklas."Ucap aletta menjelaskan kepada delon.


"Emangnya si alisa kenapa?"Tanya delon kepada aletta.


"Sakit banget itu pasti ngga bisa ngebayanginnya aku,emangnya sama siapa?"Tanya delon kepada aletta.


"Gibran,kakaknya gladis."Ucap aletta.


"Gladis punya kakak?Aku baru tau lo."Ucap delon.


"Ya emang ngga banyak yang tau kalau gladis punya kakak soalnya setelah kepergian kak gibran papa dan mamanya gladis menutup semua berita tentang kak gibran."Ucap aletta.


"Kenapa kok gitu?"Tanya delon kepada aletta.


"Gladis aja yang anaknya ngga tau apa lagi kita."Ucap aletta sambil meminum tehnya.


"Eh tapi kalau di pikir pikir banyak juga ya korban masalalu di keluarga kita,pertama kak rey terus alisa kak alex gladis satria bian."Ucap delon.


"Udah ah ngga usah di bahas aku malah jadi kasian sama mereka."Ucap aletta.


"Oh ya arya gimana?Mau lanjut kuliah lagi?"Tanya delon kepada aletta.


"Rencananya sih mau lanjut kuliah,katanya dia mau jadi dokter. "Ucap aletta.


"Ya bagus dong,Aku dukung banget."Ucap delon kepada aletta.


"Itu baru rencana lo ya,kamu kan tau arya orangnya gimana."Ucap aletta kepada delon.

__ADS_1


"Hahaha,udah ah yuk tidur aku udah cape banget pengen tidur."Ucap delon kepada aletta.


"Yuk,lagian udah jam setengah 10 juga."Ucap aletta.


Setelah meminum teh dengan di temani obrolan kecil,mereka langsung tidur karena memang sudah sangat lelah apalagi delon.Coba bayangkan,dia datang dari surabaya langsung pergi ke pesta pernikahan sarria dan sisil lalu menyetir mobil untuk pulang dan saat sampai rumah dia langsung mengerjakan pekerjaannya sungguh luar biasa bukan capenya.


Sedangkan di hotel


Satria dan sisil baru saja selesai mandi,dan mereka baru makan malam karna memang sisil mandi sangat lama dan penuh drama karna pengait resleting gaun sisil lepas sehingga agak susah untuk melepasnya untungnya satria sangat sabar menghadapi sang istri yang panikan itu.


"Nih kamu makan yang banyak,aku tau kamu laper soalnya tadi siang kamu cuma makan dikit kan."Ucap satria sambil memberikan telur gulung kepada sisil.(Telur dadar gulung ya yang aku maksut bukan telur gulung yang digulung.)


"Makasih."Ucap sisil kepada satria.


Setelah selesai makan mereka langsung duduk di ranjang sambil sibuk dengan ponsel masing masing.Tiba tiba sisil teringat kalau dia baru saja menikah dengan satria yang artinya malam ini dia harus memberikan haknya kepada satria.Sisil melirik satria dengan tatapan yang tak biasa di artikan.


"Kenapa?"Tanya satria kepada sisil.


"Hem?G-ak gak papa."Ucap sisil kelabakan.


"Kamu tenang aja aku ngga akan ngelakuin itu sebelum aku di nyatakan benar benar sembuh kok."Ucap satria kepada sisil.


"Sembuh?Emangnya kmu sakit apa?"Tanya sisil kepada satria.


"Maaf banget ya,aku sebenernya waktu itu nolak pernikahan kita karna ini juga."Ucap satria.


"Kamu sakit pa?Jujur sama aku sekarang."Ucap sisil panik.


"Hey ngga usah panik kaya gitu ,aku ceritain yang sebenarnya."Ucap satria.


Akhirnya malam itu satria menceritakan semuanya tanpa ada yang di tutup tutupi,dia menceritakan dari awal bahkan dia juga menceritakan tentang athala dan dia juga menceritakan kalau dia pernah membunuh tristan dan daniel dan patinya satria juga menceritakan bahwa dia memiliki gen psikopat.Satria mendapat respon yang mengejutkan dari sisil.


"Kamu yang kuat ya,aku bakal temenin kamu dan rawat kamu sampai sembuh."Ucap sisil sambil memeluk satria.


"Kamu ngga marah sama aku?"Tanya satria kepada sisil.


"Aku tau kamu ngga pernah mau jika di beri pilihan untuk memiliki gen psikopat,tapi aku tau kok di sini di hati kamu kamu sangat mencintai athala kak rey dan aku makannya kamu ngerelain diri kamu hancur sehancur hancurnya daripada mereka yang hancur,dan aku juga tau kalau kamu itu ngga mau nikah sama aku karna kamu ngga mau kamu ngga bisa nahan emosi kamu terus kamu nyakitin aku kan?"Tanya sisil kepada satria.


"Tapi setau aku psikopat itu ngga punya rasa cinta,itu tandanya kamu udah sembuh."Ucap sisil lalu memeluk satria kegirangan.


"Iya aku udah sembuh tapi memang tidak bisa di pungkiri kalau aku punya gen psikopat."Ucap satria menerima pelukan sisil.


"Sil?"Tanya satria.


"Iya?"Jawab sisil sambil melepas pelukannya.


Pandangan mereka saling bertemu,satria melihat bibir manis sisil dan begitu juga sebaliknya detak jantung keduanya semakin tak beraturan seperti habis lari maraton.


Tiba tiba entah mendapat siasat darimana satria mendekatkan wajahnya ke wajah sisil dan sisil seperti mendapat hipnotis dari satria dia juga mendekatkan wajahnya ke wajah satria.Bibir mereka bersatu dan ya kalian bisa lanjutkan sendiri.


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2