Perjalanan Cinta Queen Laurent

Perjalanan Cinta Queen Laurent
Keputusan satria


__ADS_3

Hari berganti hari,tak terasa sudah satu bulan si kembar dan baby axel pulang ke mansion utama.Mansion yang tadinya sempat sepi karna empat sekawan telah ikut bersama suami masing masing kini sudah kembali ramai karna adanya si kembar dan baby axel serta ke empat sekawan yang telah kembali ke goanya.


Sisil dan alisa sangat senang karna mereka bisa belajar mengurus anak sebelum mereka benar benar menjadi ibu,Tapi di malam yang sangat bahagia itu tiba tiba satria memberi kabar tak mengenakkan.Satria meminta delon untuk membujuk sisil.


"Delon mana?"Tanya satria yang baru datang dengan wajah cemas.


"Ada di kamar kenapa emangnya?"Tanya aletta kepada satria.


"Udah pulang yang?Mau aku siapin air buat mandi?"Tanya sisil kepada satria.


"Eh engga yang aku mau ngobrol sama delon dulu."Ucap satria kepada sisil.


"Yaudah sana."Ucap sisil kepada satria dan satria langsung pergi ke kamar delon.


Setelah satria pergi gladis tiba tiba membuka mulut dan memberi pertanyaan yang susah di jawab oleh sisil.


"Kenapa suami lo?Tumben wajahnya kaya cemas banget?Kandungan lo gpp kan?"Tanya gladis kepada sisil.


"Alhamdulillah si adek gpp kok."Ucap sisil sambil mengelus perutnya.


"Positif thinking aja mungkin cuma masalah kerjaan."Ucap alisa menenangkan sisil.


"Masalah kantor?Saham anjlok maksut kamu?"Tanya gladis kepada alisa.


"Itu mah sama aja."Ucap aletta sambil melemparkan mainan baby ze kearah gladis.


"La yang di maksut tu gimana?"Tanya gladis kepada aletta.


"Dah dah,nih makan buah aja biar diem."Ucap alisa sambil menyuapkan sepotong buah melon ke mulut gladis.


Di sisi lain,terlihat dua orang pria yang tengah berbincang dan satu di antara mereka terlihat sangat frustasi.Mereka adalah delon dan satria.


"Plis bantu gwe bro gwe bingung gimana ngomong sama sisilnya gwe ngga tega."Ucap satria kepada delon.


"Aduh gwe juga ngga berani ngomongnya,gwe takut itu malah ngebuat kesehatan sisil down."Ucap delon kepada satria.


"Kenapa lo juga gak mikir panjang sih sat?"Tanya delon kepada satria.


"Gwe udah konsul sama dokter dan dokter bilang gwe boleh punya anak,dan dokter baru ngabarin tadi."Ucap satria kepada delon.


"Okey gwe bakalan bantu,nanti gwe minta tolong sama aletta biar bujukin sisil.Lo ngga udah mikirin masalah ini sekarang lo mandi berendam tenangin pikiran lo okey?"Ucap delon sambil menatap secarik amplop diatas meja.


"Makasih banyak ya bro."Ucap satria langsung memeluk delon.


"Iya sama sama,udah ngga usah di fikirin.Kuatin diri lo."Ucap delon sambil menerima pelukan satria.

__ADS_1


Satria langsung pergi ke kamarnya untuk melakukan apa yang di suruh delon sedangkan delon langsung menelpon aletta dan menyuruhnya kekamar.


Ceklekk


"Kenapa sih by kok tumben sampe telvon aku segala?"Tanya aletta karna tak biasanya delon menelvonnya jika sama sama sedang di rumah.


"Sayang aku mau minta bantuan kamu."Ucap delon kepada aletta.


"Bantuan?"Bantuan apa sayang?"Tanya aletta sedikit bingung.


"Sini kamu duduk dulu."Ucap delon sambil mendudukkan aletta di ranjangnya.


"Kamu kenapa sih yang?Ada masalah?Ngga bisanya kamu kaya gini."Ucap aletta kepada delon.


"Bukan aku tapi satria."Ucap delon kepada aletta.


"Satria?Kenapa emangnya satria?"Tanya aletta kepada delon.


"Kamu bantu aku ya buat bujuk sisil,nanti malem setelah makan malam satria baka ngomong ke sisil terus nanti aku juga bantuin ngejelasin jadi aku minta tolong sama kamu,nanti kamu bujukin sisil."Ucap delon kepada aletta.


"Iya tapi bujukin apa?"Tanya aletta kepada delon.


"Bantuin bujukin sisil buat gugurin kandungannya."Ucap delon kepada aletta.


"Kamu gila ya by?Ngga aku ngga mau."Ucap aletta dengan intonasi meninggi.


"Dengerin apa?Kalau satria belum siap punya anak ngga gini caranya."Ucap aletta sambil menangis.


"Hey dengerin aku dulu."Ucap delon sambil menghapus air mata aletta lalu memeluk aletta.


"Kamu baca ini."Ucap delon sambil memberikan amplop kepada aletta.


"Apa ini?"Tanya aletta kepada delon.


"Kamu buk aja,dan kamu baca biar kamu ngga nuduh satria yang engga engga karna satria ngga kaya gitu."Ucap delon dan aletta langsung membuka amplop itu dan membacanya.


Delon masih setia menjadi sandaran aletta dan delon terus mengelus elus rambut aletta,setelah membaca surat yang ada di amplop tersebut aletta langsung menangis di pelukan delon.


"Udah jangan nangis,kamu harus lebih kuat dari sisil karna aku ngga yakin sisil akan sekuat yang aku bayangin."Ucap delon sambil memeluk aletta memberikan kenyamanan dan ketenangan.


"Kamu tau ngga by?Rasanya tu aku di jatuhin tiga kali,yang pertama tiba tiba bian minta cerai sama gladis tetua yang ke dua kamu koma dan kenyataan yang menimpa baby xia terus sekarang yang ke tiga kenyataan yang berat buat sisil.Aku ngga bisa bayangin gimana sakitnya sisil kalau dia harus gugurin anaknya,Akupun sebagai wanita kalau ada di posisi sisil ngga akan mau buat gugurin kandungan.Hati ibu mana yang rela gugurin darah dagingnya sendiri?"Ucap aletta sambil menangis di pelukan delon.


"Hey inget kamu harus kuat,kamu ngga boleh tunjukin rasa sedih kamu.Kamu boleh nangis tapi jangan di depan sisil okey?Kamu puasin nangis kamu sekarang karna cuma ada aku sama kamu tapi janji sama aku jangan nangis di depan siapapun selain aku kecuali ada alasan yang kuat."Ucap delon kepada aletta.


"Ngga aku ngga boleh nangis,aku harus kuat.Makasih ya sayang kamu udah ada di masa masa sulitku."Ucap aletta kepada delon.

__ADS_1


Skip makan malam


Semua keluarga sudah berkumpul di meja makan untuk makan malam.Dengan di iringi canda tawa menjadikan makan malam itu makan malam yang sempurna.Tapi tidak dengan aletta,dia yang biasanya paling berisik dan cerewet kini hanya diam saja.


"Si aletta tumben kok diem?"Tanya kak rey kepada aletta.


"Biasa kak kecapean soalnya belakangan ini si kembar suka ngajakin begadang dan mereka maunya sama bundanya."Ucap delon menjawab pertanyaan kak rey.


"Besuk spa aja al biar enakan."Ucap sisil memberi usulan.


"Iya besuk panggil tukang spa aku juga mau spa sekalian."Ucap gladis dan aletta hanya tersenyum tanpa menimpali ucapan mereka.


"Si bian kok pucet sih?Kenapa sakit?"Tanya rangga yang juga ikut makan malam bersama karna tadi dia sempat memberikan berkas kantor kepada delon dan akhirnya dia juga numpang makan malam.


"Eh iya lo yang kamu agak pucet,mau aku panggilin dokter?"Tanya gladis kepada bian.


"Hem?Engga kok aku cuma kecapean aja."Ucap bian kepada gladis.


"Beneran?"Tanya gladis kepada bian.


"Iya bener sayang,kamu ngga usah khawatir."Ucap bian lalu mencium kening gladis.


"Kayaknya salah aku numpang makan di sini."Ucap rangga.


"Udah ngga usah panas lagian di suruh nikah ngga mau."Ucap delon kepada rangga.


"Diem lu."Ucap rangga kepada delon.


"Emm semuanya,nanti setelah makan satria mau ngomonin sesuatu yang penting jadi nanti satria mohon semuanya setelah makan ke ruang keluarga ya."Ucap satria dan langsung mendapat tanda tanya besar.


"Loh tumben sat?Ada apa?"Tanya papa faris kepada satria.


"Iya tumben si satria."Ucap mama sinta.


"Ada apa sih sat?masalah kantor?Atau lo mau honney moon?"Tanya kak rey.


"Nanti aja satria jelasin kalau udah selesai makan ngga enak kalau makan sama ngobrol."Ucap satria kepada semuanya.


Setelah makan malam,seperti yang di minta satria tadi semua keluarga berkumpul di ruang tamu dan tidak ada terkecuali.Setelah semuanya berkumpul satria duduk di samping sisil dan menggenggam tangan sisil.


"Maaf kalau satria lancang tapi satria harus ngomongin ini buat kebaikan semuanya."Ucap satria yang membuat semua orang bertanya tanya kecuali aletta delon dan satria sendiri.


"Kenapa by?Aku ada salah sama kamu?Kamu ngga mau cerain aku kan?"Tanya sisil kepada satria.


"Satria ingin sisil menggugurkan kandungannya."Ucapan satria membuat semua orang terkeju

__ADS_1


"Yang kamu ngomong apaan sih?jangan ngaco."Ucap sisil.


Bersambunggggg....


__ADS_2