Perjalanan Menjadi Yang Terkuat

Perjalanan Menjadi Yang Terkuat
Ch. 19 ~ Malam Pertama Di Alam Liar


__ADS_3

Baamm! Baamm! Baamm!


Dari dalam tubuh Chen Li dan Xiao Wang tiba-tiba saja terjadi ledakan sebanyak tiga kali.


Keduanya telah menerobos tiga tingkat sekaligus saat menyerap energi dari dalam kolam tersebut.


Melihat hal itu, sunggingan di bibir kedua pria itu semakin di perlebar.


"Sudah ku duga. Bahkan matahari belum terbenam untuk yang kedua kalinya, kedua anak itu telah berhasil menyerap hampir sepenuhnya energi dalam kolam." Dianhuo berkata dengan intonasi kekaguman terkandung di dalamnya.


"Ya, hanya membutuhkan satu setengah hari untuk bisa menyerap energi dalam kolam. Memang jenius tiada tara." Qingshui juga ikut memuji kedua pemuda tersebut.


Dahulu, Kedua pria itu bahkan membutuhkan tiga sampai empat hari untuk menyerap setengahnya. Melihat kecepatan kedua anak itu, Qingshui dan Dianhuo hanya bisa menggelengkan kepala.


"Sudahi penyerapan kalian! Sekarang naik ke atas!" Dianhuo berucap dengan suara yang menggema.


Rantai yang tadi sempat memborgol kedua kaki Xiao Wang dan Chen Li, mendadak terlepas dengan sendirinya. Meskipun demikian, kedua anak itu tetap tak mau keluar dari dalam air. Mereka sudah terlanjur nyaman dengan energi itu, dan terus menyerapnya tanpa henti.


Beberapa saat menunggu, namun Qingshui dan Dianhuo belum juga melihat kedua anak itu muncul dari dalam air. Tentu saja khawatir akan sesuatu terjadi dengan kedua anak itu menghampiri keduanya.


"Apa yang terjadi! Kenapa mereka belum juga keluar!"


"Celaka!"Qingshui berucap serentak.


"Wang ... Li! Hentikan menyerap energi itu. Lautan Qi kalian masih terlalu kecil, kalian tak akan mampu menampung energi itu dalam jumlah besar!"


Meskipun peringatan itu terdengar menekan, namun kedua anak itu tak menghiraukannya. Mereka masih tetap fokus dalam menyerap energi yang sangat murni dari air kolam tersebut.


terlihat bulir-bulir cahaya berwarna oranye dan biru muda seperti tersedot dalam perut Xiao Wang dan Chen Li.


"Celaka! Kenapa dua anak itu begitu keras kepala. Bisa-bisa tubuh mereka akan meledak nantinya." Kecemasan nampak jelas ketika Qingshui mengucapkan kalimatnya.


Jika Qingshui khawatir terhadap kondisi kedua pemuda tersebut, namun berbeda halnya dengan Dianhuo. Pria itu tampak sangat ingin melihat bagaimana kedua anak itu menyelesaikan permasalahan tersebut.

__ADS_1


"Kenapa kau diam saja. Bantu aku memberitahu mereka!"


"Memberitahu mereka! Apa yang harus ku beritahu?" Dianhuo pura-pura dungu dengan menampakkan wajah polosnya.


"Dasar Ketang! Berhenti menampakkan wajah polos mu. Aku tahu apa maksudmu!" bentak Qingshui. Dia tak habis pikir dengan jalan pikir orang ini. Disaat dirinya sedang dalam kecemasan, dia malah santai-santai saja, seolah-olah hal yang akan menimpa dua pemuda dalam kolam itu tak akan terlalu serius nantinya.


"Kau tenang saja Shui. Sebagai reinkarnasi dua dari sepuluh Dewa tertinggi, aku yakin mereka akan mampu menyelesaikan masalah ini. Lagi pula kedua anak itu adalah jenius seluruh alam, bagaimana bisa hal sekecil ini akan membuat mereka terluka!"


"Meskipun begitu, kau tak bisa menyamakan mereka yang sekarang dengan mereka yang dulu. Dahulu, kedua anak itu memang jenius tiada tara, namun sekarang berbeda lagi ceritanya."


Kedua pria itu tetap saja berdebat. hingga menjelang siang, ledakan yang sangat besar terjadi dari dua kolam dimana kedua anak itu berada di dalamnya.


Baamm! ... Baamm!


Air kolam bahkan sampai dibuat terangkat sangat tinggi akibat ledakan itu.


Terlihat, tubuh Xiao Wang dan Chen Li yang terumbang-ambing di atas air kolam.


Melihat hal itu, Qingshui tak bisa lagi menyembunyikan kecemasannya.


Setelah memeriksa kondisi dantian keduanya, baik Qingshui maupun Dianhuo bernafas lega saat mengetahui tidak terjadi sesuatu pada dantian kedua anak itu.


Bahkan lautan Qi mereka bertambah luas. Kini mereka telah menembus tingkatan Alam tahap satu.


"Nah, benar kan apa kataku! Kedua anak ini adalah jenius tiada tara. Mereka bisa memposisikan diri dengan baik. Tau bagaimana cara menghadapi masalah!" sungut Dianhuo dengan ekspresi kemenangan nampak dari raut wajahnya.


"Tidak, ini bukan masalah jenius. Tapi masalah keberuntungan!" Qingshui berucap dengan penuh nada cemas masih sedikit terdengar. Setelahnya dia mengeluarkan sebutir pil berwarna hijau dan memasukkannya ke dalam mulut Xiao Wang, dan membantu pemuda itu dalam menyerap khasiat pil tersebut.


Begitupun juga dengan Dianhuo, dia juga mengeluarkan pil yang sama dengan pil yang di keluarkan Qingshui dan melakukan hal yang sama seperti apa yang dilakukan pria itu.


Selesai dengan proses penyerapan, kedua anak itu mulai menampakkan tanda-tanda kesadaran dari tangannya. Disusul dengan alis yang berkerut, kemudian mata yang perlahan membuka.


"Akhirnya kalian sadar juga anak muda. Ayahmu dari tadi memarahiku gara-gara kedua anaknya yang tak kunjung bangun-bangun," Dianhuo menggoda Qingshui.

__ADS_1


"Apa kau bilang!" Qingshui yang kesal lantas menjitak keras dahi Dianhuo hingga menimbulkan bekas.


"Aduh! Kenapa kau menjitak kepalaku!" rengek Dianhuo.


"Bukan aku yang menjitak kepalamu!"


"Ais, lantas siapa kalau bukan kau?"


"Tanganku!" jawab enteng Qingshui tanpa memperdulikan rengekan kesakitan Dianhuo.


"Ai'!" Dian Huo ingin membalas, tapi dia juga sadar, semuanya bermula karena dirinya. "Tau begini, tak akan ku goda dia tadi!" sesalnya.


Sementara kedua pemuda yang baru saja tersadar, tampak kebingungan dengan tingkah kedua pria itu.


"Kalian tidak perlu memikirkan orang itu. Lekas kenakan pakaian kalian, setelahnya beristirahatlah. Besok kita akan melanjutkan pelatihan kalian berikutnya!" ucap Qingshui.


Xiao Wang dan Chen Li mengangguk, lalu mereka sama-sama berdiri mengambil dan mengenakan pakaian mereka.


"Apakah kau merasakan sesuatu?" Tanya Chen Li di suatu cabang pohon.


Langit mulai menunjukan tanda-tanda kegelapan. Matahari juga nampak sebentar lagi akan tertutupi oleh garis cakrawala. Chen. Li dan Xiao Wang saat ini sedang beristirahat di sebuah dahan pohon besar. Pohon tertinggi di tempat itu.


"Ya! Aku merasakan tubuhku yang ringan. Kekuatanku seperti bertambah beberapa kali lipat dari sebelumnya," ucap Xiao Wang.


"Kau benar! Aku juga merasakan demikian."


"Apa ini ada hubungannya dengan air itu yah!" Chen Li tampak mengingat kembali dirinya ketika masih di dalam air kolam.


"Mungkin saja!" balas Xiao Wang.


Keduanya terus saja bercakap-cakap. Hingga tanpa sadar, langit telah menghitam sepenuhnya. Sang Rembulan kini telah nampak dari arah berlawanan dengan tenggelamnya matahari di balik garis cakrawala.


Cahaya keperakannya mulai menggantikan cahaya keemasan sang mentari menerangi dunia yang gelap. Meski tak seterang cahaya sang mentari, namun setidaknya hewan-hewan malam bisa melakukan aktivitasnya di malam hari dengan bantuan cahaya remang sang rembulan.

__ADS_1


Burung-burung hantu kini mulai memamerkan suaranya, menambah kesan tersendiri untuk malam pertama Xiao Wang dan Chen Li di alam liar dunia itu. Auman beserta lolongan dari siluman pemangsa daging juga tak ketinggalan momen. Membuat suasana malam itu cukup merindingkan bagi kedua anak itu. Terutama Xiao Wang.


__ADS_2