Perjalanan Menjadi Yang Terkuat

Perjalanan Menjadi Yang Terkuat
Ch. 51 ~ Leluhur Sekte Pisau Hantu


__ADS_3

Setelah membunuh seorang anak yang merupakan putra dari ketua sekte Pisau Hantu. Xiao Wang mendadak di hadang oleh beberapa orang yang mengenakan setelan, persis seperti setelan yang dikenakan putra ketua sekte tersebut.


Rupa-rupanya, orang-orang ini adalah murid dan tetua sekte yang baru saja pulang dari menyelesaikan misi.


Namun, saat mereka tiba di sekte, mereka malah menemukan keadaan sekte yang hancur. Tak ada lagi kehidupan di dalamnya. Hanya seorang anak kecil, satu-satunya anggota mereka yang masih hidup. Namun anak kecil tersebut malah mati, dengan tubuh yang di potong Xiao Wang.


"Kau akan membayar akan perbuatanmu!" Suara yang penuh tekanan, keluar dari mulut tetua sekte.


Setelahnya, beberapa murid yang ikut bersamanya, di perintah untuk menyerang Xiao Wang.


Tanpa membantah, murid-murid sekte Pisau Hantu yang tersisa langsung menyerang Xiao Wang.


Kebanyakan diantara mereka berada di Tahapan Bumi.


Seakan tak membiarkan mereka hidup. Xiao Wang tak tanggung-tanggung melepas kekuatannya. Dalam beberapa saat, beberapa diantara mereka telah tumbang oleh Xiao Wang.


Tetua sekte Pisau Hantu yang melihat satu per satu muridnya mati di tangan bocah tersebut tampak geram.


Dua buah pisau berukuran 30 cm keluar dari lengan bajunya. Lantas, ia maju membantu murid-muridnya yang tampak begitu kesusahan dalam melawan Xiao Wang.


Meski begitu, tak membuat perubahan berarti. Sekeras apa pun mereka berusaha, Sekompak apa pun mereka menyerang Xiao Wang, namun tak sepeserpun luka yang mereka cipta pada tubuh Xiao Wang.


Bahkan, mereka yang beberapa kali dibuat terpukul mundur oleh Xiao Wang.


Xiao Wang telah berhasil kembali mengambil nyawa dua murid Sekte Pisau Hantu. Terhitung, tinggal 20 lebih yang masih tersisa. Meski begitu, beberapa diantaranya telah sekarat.


Menit demi menit kembali berlalu. Xiao Wang telah berhasil melumpuhkan beberapa murid. Tetua itu sendiri telah dibuat luka oleh Xiao wang di beberapa bagian tubuhnya.


Gerakan Xiao Wang semakin lincah. Satu kali tinju darinya mampu menerbangkan tetua tersebut hingga beberapa meter jauhnya.


Murid-murid sekte yang tumbang tak mampu lagi untuk melanjutkan pertarungan. Semuanya terbaring dengan keadaan hampir sekarat.


Dengan pedang yang menggores tanah, membentuk garis lurus yang sedikit berkelok-kelok. Xiao Wang mendekati tetua Sekte Pisau Hantu.

__ADS_1


"Sebenarnya aku ingin membiarkan kalian hidup. Namun entah mengapa aku merasa terlalu naif untuk melakukan hal itu!" Suara pelan, penuh provokasi diucapkan Xiao Wang.


Pedang pemuda itu terangkat hendak menebas dan mengakhiri hidup lelaki tersebut.


Belum sempat melayangkan pedangnya, insting tajam Xiao Wang mengatakan serangan datang ke arahnya.


Pisau yang melesat dengan kecepatan tinggi, nyaris mengenai kulit Xiao Wang. Untungnya, dia bereaksi cepat dengan menepis pisau tersebut. Membuat benda itu berbelok arah, alhasil menghunjam dan menancap mulus di tanah.


Detik berikutnya, suara suling terdengar begitu merdu, menghiasi udara. Suara suling tersebut ternyata berasal dari tetua Sekte Pisau Hantu.


Xiao Wang sendiri sampai dibuat terpaku selama beberapa saat. Tak terlintas sedikitpun dibenaknya untuk menyerang pria itu. Tanpa ia sadari, tindakannya tersebut justru malah membawa petaka baginya.


Beberapa menit, setelah suara suling itu berhenti terdengar. Tiba-tiba saja Xiao Wang beserta yang lainnya merasakan aura hitam pekat, mengisi udara.


Whush!


Tak lama setelahnya, seorang pemuda tampan muncul di udara. Sesaat, pemuda itu terlihat seperti berusia 20-an, namun jangan salah, usia sebenarnya telah melewati ribuan tahun.


Pandangan pria itu menilik sekitarnya.


"A-ampun Leluhur! Pemuda ini yang telah menghancurkan sekte kita. Semua murid beserta Tetua telah habis dibunuh oleh anak ini." Tetua sekte Pisau Hantu tersebut langsung menjelaskan, sembari berlutut.


"Apa! Berani sekali kau Bocah... Jika hari ini aku tak bisa membunuhmu, maka jangan panggil aku leluhur Sekte Pisau Hantu!" suaranya kembali menggema.


Setelahnya ia menciptakan puluhan pisau di belakangnya. Dengan sekali libasan tangan, pisau-pisau itu bergerak dengan kecepatan tinggi, mengarah pada Xiao Wang.


Tak ingin dirinya terkena serangan pisau dari leluhur sekte Pisau Hantu, Xiao Wang memusatkan Qi pada kedua kakinya, lalu bergerak dengan kecepatan cahaya. Menghindari kejaran pisau-pisau tersebut.


Pisau-pisau Leluhur sekte Pisau Hantu seperti memiliki jiwa. Terlihat mereka tampak bergerak mengejar Xiao Wang. Kecepatannya pun tak bisa di anggap remeh.


"Sial! Jika begini, aku yang akan kesusahan." Xiao Wang berbicara melalui batin.


"Tidak! Mengandalkan kekuatan fisik saja tidak cukup!" Pandangan Xiao Wang mengitari sekitar. Berharap dia bisa menemukan suatu ide dengan melihat benda-benda di sekitarnya.

__ADS_1


Sejenak, pandangan Xiao Wang terpaku pada beberapa murid dan tetua sekte Pisau Hantu yang berkumpul di satu tempat. Seringai penuh siasat tersungging di bibirnya.


Segera dia memutar halu terbangnya, mengarah pada orang-orang sekte Pisau Hantu tersebut.


Benar saja, saat pisau itu hampir menghunjam leher tetua dan murid sekte tersebut, mendadak pisau-pisau milik leluhur Sekte Pisau Hantu berhenti di udara.


"Hahah! Kau cukup cerdik bocah!" Pujian kecil keluar dari mulut Sang leluhur.


Meski begitu, Xiao Wang tampak tak menanggapinya.


Dengan menggunakan Pukulan Ombak yang mengandung energi Qi besar, Xiao Wang meluncurkan serangan itu ke arah pak tua yang berlagak pemuda di atas sana.


Baamm!


Ledakan yang menimbulkan asap tercipta di atas sana. Leluhur sendiri sampai dibuat termundur satu langkah.


"Sial! Aku tak bisa meremehkan kekuatan bocah ini."


Leluhur tersebut menghilang, dan muncul tepat di samping Xiao Wang.


Pertarungan keduanya pun pecah dan berlangsung cukup sengit hingga beberapa saat.


Pedang dan Pisau yang terlapisi energi Qi beradu, menciptakan suara dentingan yang mendengking di gendang telinga.


Xiao Wang terpental saat mendapat tapak yang mengandung energi begitu besar menghantam telak di dadanya.


Dinding bangunan yang terbuat dari batu seketika hancur oleh tubuh Xiao Wang. Leluhur sekte Pisau Hantu sendiri tak berhenti sampai di situ.


Dirinya menghilang dan muncul kembali di samping tubuh Xiao Wang dengan pisau berukuran 60 cm telah ia siapkan, untuk menghunjam tubuh Xiao Wang.


Sebelum pisau itu mengenai tubuh Xiao Wang. Mendadak energi panas mendarat mulus di punggungnya, membuat dia terdorong maju beberapa meter. Menghantam dinding batu dengan keras.


Beberapa saat, muncul sosok Chen Li di balik reruntuhan dinding yang kini di penuhi kabut.

__ADS_1


"Kenapa kau tak memberitahuku sebelumnya, kalau kau mau menghancurkan Sekte ini!" Kesal. Chen Li berucap sembari membantu Xiao Wang berdiri.


"Cih, Apakah kau tak melihat kondisimu saat itu. Jika bukan karena kau tiba-tiba saja memuntahkan darah tadi, mungkin aku juga akan mengajakmu!"


__ADS_2