Perjalanan Menjadi Yang Terkuat

Perjalanan Menjadi Yang Terkuat
Ch. 82 ~ Kembali Ke Kerajaan Api


__ADS_3

"Saudari Yue. Kau semakin kuat saja... Sayangnya kau justru mendapatkan kekuatan itu dengan cara tidak benar!"


Hai Yue memelototkan matanya mendengar perkataan Xiao Wang barusan.


"A-apa maksudmu?" sangkal Hai Yue cepat.


"Sudahlah Saudari Yue. Kau tak perlu berpura-pura! Kau mendapatkan kekuatan ini dari ras iblis, bukan?"


Hai Yue semakin gelisah mendengar perkataan Xiao Wang barusan.


"Bagaimana ia bisa tahu akan dari mana kekuatan ini ku dapatkan?"


"Ah ... Bodoh ah!" Hai Yue lantas melesat dengan kipas yang mengeluarkan pisau di setiap ujung kerangkanya. Pisau-pisau tersebut berkilau di terpa sinar matahari pagi yang menjelang siang.


Semua luka yang menghiasi tubuhnya ia lupakan sesaat. Meski luka di lengannya begitu sulit untuk ia lupa.


Gerakan Hai Yue begitu anggun sekaligus mematikan. Setiap gerakannya mengandung energi angin yang begitu tajam.


Kedua anak itu terus saja bertukar serang. Semakin lama tempo keduanya kian meningkat. Percikan bunga api serta dentingan besi tercipta dari pertarungan keduanya.


Selang beberapa saat, Xiao Wang akhirnya berhasil mendorong mundur Hai Yue. Gadis itu bergerak mundur sembari memuntahkan darah segar dari mulutnya. Kipas besinya juga telah rusak saat beberapa kali berbenturan dengan pedang Xiao Wang.


"Sial!"


Belum sempat ia bereaksi lebih, pedang Xiao Wang telah lebih dulu menempat di lehernya. Tinggal beberapa senti sebelum mengenainya.


"Hmp!" Hai Yue begitu terkejut dengan itu. Sebisa mungkin ia mengarahkan tubuhnya untuk tak salah bergerak. Bahkan bernafas pun ia mengeluarkan dengan cara perlahan. Takutnya dia salah bergerak dan malah berakhir dengan pedang Xiao Wang yang menancap di lehernya.


"Menyerah-lah Saudari Yue!" ucap Xiao Wang


"Cih menyerah katamu?! ... Jangan harap!" Hai Yue membalas dengan nada keangkuhan di tampakkan-nya.


"Baik, kalau itu mau-mu!"


Xiao Wang semakin mendesak pedangnya hingga mengenai kulit putih Hai Yue. Darah berwarna merah keluar dari sela-sela kulit bekas robekan pedang Xiao Wang.


Merasakan pedang Xiao Wang telah mengenai kulitnya, Hai Yue tampak mulai bergetar. Selama ini tak pernah ada yang mampu mengancamnya sampai ia tergetar ketakutan seperti saat ini. Palingan gadis itu yang akan mengancam.


"Ba-baik ... Baik!" sembur Hai Yue cepat.


Mendengar itu, Xiao Wang lantas tersenyum.

__ADS_1


"Terima kasih karena telah mau menyerah, saudari Yue!"


Xiao Wang kemudian membawa Hai Yue bersama dengan rombongan Sekte Elang Hitam yang lainnya. Yang kebetulan telah selesai dibereskan oleh Lu Wanqiang, Yuan Fang, Xiao Liu, Xiao Meng, serta Chen Li. Hai Bao sendiri juga telah di bawah bersama dengan orang-orang itu.


Semua anggota sekte Elang Hitam yang masih hidup di giring ke penjara bawah tanah. Tak ada yang tersisa seorang pun.


Xiao Wang serta Chen Li saat hendak kembali menuju ke Kerajaan Api, mendadak keduanya menghentikan langkah kala suara seorang gadis memanggil nama Xiao Wang.


"Kakak Wang!!!"


Xiao Wang serta Chen Li membalikan badan. Seorang gadis kecil dapat mereka lihat tengah berlari kencang menuju ke arah mereka berdua. Setelah jarak antar keduanya dengan gadis kecil tersebut terpaut 3 meter. Gadis kecil Tersebut langsung melompat dan masuk ke dalam pelukan Xiao Wang.


"Kakak Wang! ... Huuuh .... Huuh! Akhirnya kita bertemu lagi! Huuh...!"


Gadis tersebut menangis tersedu-sedu dalam pelukan Xiao Wang. Xiao Wang sendiri tak ada pilihan lain selain membalas pelukannya. Biar bagaimanapun gadis ini adalah sepupunya, Xiao Yin.


"Yin'er. Apa yang kau lakukan? Kenapa kau masih bersikap seperti ini? Kau sudah besar. Cepat turun!"


"Tidak mau!" Xiao Yin dengan nada khasnya yang manja.


Cukup lama Xiao Yin memeluk Xiao Wang. Sampai-sampai Chen Li sampai dibuat jengkel karenanya.


"Yin'er. Lihatlah tubuhmu yang kurus serta kotor ini. Kau perlu merawat diri mulai sekarang."


Xiao Wang menggenggam lengan Xiao Yin. Memperhatikan, betapa kurus sepupunya itu sekarang. Dibanding dengan mereka bertemu terakhir kali.


"Iya kakak Wang. Aku mengerti!"


Beberapa saat bertukar kata, Xiao Wang serta Chen Li di panggil oleh seseorang yang tidak lain adalah ayah Xiao Wang.


"Wang'er ... Li'er! Hendak kemana kalian setelah ini?"


Ketiganya menoleh Xiao Meng.


"Ayah. Kami akan kembali ke Kerajaan Api. Urusan kami belum selesai di sana."


"Ai'. Kenapa kalian begitu terburu-buru seperti itu? Alangkah baiknya, kalian berdua bermalam terlebih dahulu di sini. Besok baru kalian ke kerajaan Api!" tawar Xiao Meng.


Bukan tanpa alasan dia mengajak Xiao Wang serta Chen Li untuk bermalam di sekte Elang Emas. Pasalnya setelah melakukan pertarungan beberapa jam tanpa henti, bukan tak mungkin kedua anak itu akan kelelahan.


"Paman! Kau tak perlu khawatir. Kami bisa beristirahat di istana." Chen Li menengok kearah Xiao Wang sembari senyum meyakinkan ditampakkannya.

__ADS_1


"Iyah. Benar ayah! Kami bisa beristirahat di Istana nantinya. Juga kami bisa langsung membicarakan masalah terkait penyerangan dua kerajaan Kekaisaran Han. Bukankah lebih cepat lebih baik!" Xiao Wang juga ikut angkat bicara.


"Kalian benar... Lebih cepat lebih baik." Xiao Meng mengangguk. "Baiklah. Jika nanti saatnya telah tiba, maka beritahu kami. Aku, Ayah, Lu Wanqiang serta Yuan Fang akan datang membantu kalian. Bila perlu akan ku bawa beberapa murid untuk membantu kalian memerangi dua kerajaan tersebut."


"Paman, kalian tak perlu repot-repot. Lagipula sekte Elang Emas sekarang masih dalam tahap pemulihan. Jika kalian mengirim anggota dalam peperangan bisa-bisa sekte akan rugi kala banyak yang gugur dalam perang tersebut!"


Bukan tanpa alasan Chen Li mengatakan demikian. Dia memang membutuhkan banyak pasukan untuk meningkatkan peluang menang dalam pertempuran. Namun Pemuda itu juga tidak naif. Memposisikan sesuatu sesuai dengan kemampuannya.


"Tidak boleh begitu, Nak Li... Baik, jika memang kami tak membawa pasukan, setidaknya Aku, Yuan Fang, Ayah, serta Lu Wanqiang harus ada dalam perang itu," ucap Xiao Meng.


"Baik lah, Paman. Aku juga tak memaksa!" ucap Chen Li seraya memberi hormat.


"Oh yah! Ayah, saat Pertempuran Besar melawan ras iblis beberapa tahun lalu. Aku tak sengaja menemukan jasad tetua Cheng Yuan!"


Xiao Wang tiba-tiba teringat akan jasad Tetua Cheng Yuang yang berada di dalam cincin ruangnya. Entah sudah bagaimana bentuknya di dalam sana. Membusuk ataukah masih utuh, Xiao Wang tak pernah menengoknya.


"Jasad Tetua Cheng Yuan?"


Xiao Meng Tentu saja tersentak. Bagaimana tidak, mereka dahulu telah mencari keberadaan pria itu, namun siapa sangka ternyata ada pada Xiao Wang.


Xiao Wang kemudian mengeluarkan jasad tetua Cheng Yuan.


Sempat terkejut Xiao Wang kala melihat jasad tetua Cheng Yuan yang ternyata masih utuh. Bahkan Kepalanya telah menyatu dengan badan.


"Benar! Ini adalah jasad tetua Yuan!"


Setelah melewati beberapa waktu Xiao Wang serta Chen Li berpamitan pada semua yang ada di sana. Kedua anak itu melesat terbang dengan kecepatan tinggi. Menuju Kerajaan Api.


Tak butuh waktu lama bagi keduanya untuk sampai. Di sana telah banyak prajurit yang menunggu kedatangan mereka. Termasuk juga Wan Li serta Raja Chen Guan.


"Wang'er ... Li'er! Kalian dari mana? Kenapa kalian berdua suka sekali pergi dan tanpa memberitahuku terlebih dahulu?!" Wan Li mendekati dua orang anak itu.


"Kau tahu? Seharian ini aku memerintah para prajurit untuk mencari kalian!" Wan Li mengoceh.


"Paman! Tadi aku serta Xiao Wang tengah berada di Sekte Elang Hitam."


"Sekte Elang Hitam?"


Wan Li begitu terkejut mendengar nama tersebut. Pasalnya, akhir-akhir ini sekte tersebut sedang ramai di perbincangkan. Tiada hari tanpa masalah terdengar dari orang-orang akibat dari ulah sekte tersebut.


Chen Li kemudian menceritakan akan apa yang barusan ia lakukan di sekte Elang Hitam bersama Xiao Wang.

__ADS_1


__ADS_2