Perjalanan Menjadi Yang Terkuat

Perjalanan Menjadi Yang Terkuat
Ch. 85 ~ Membunuh Manusia Aneh


__ADS_3

Para Jenderal kerajaan Api kian kesusahan dalam meladeni manusia aneh itu. Manusia dengan tinggi dua meter serta tubuh yang begitu besar.


Saat itu. Terlihat jelas bahwa Pihak kerajaan Api yang kian terpuruk. Para jagoan dialihkan semuanya untuk berhadapan dengan lima manusia aneh, sedang prajurit di bantai oleh para jenderal kerajaan Air. Benar-benar sial.


Beberapa saat. Dari kejauhan terlihat empat orang bergerak dengan kecepatan tinggi. Menuju ke arah lokasi pertarungan.


Beberapa perhatian tertuju pada keempat orang itu. Tak terkecuali para jenderal kerajaan Air. Mereka yang semula merasa berada di awan-awan, kini mulai gusar akan goyah dan terjatuh dalam dasar bumi yang paling dalam kala melihat kedatangan empat orang yang kemungkinan besar berada di pihak musuh.


"Wang'er! Maaf, kami datang terlambat,"


Keempat orang tersebut adalah Xiao Meng, Xiao Liu, Lu Wanqiang serta Yuan Fang. Keempatnya langsung bergerak. Membantu jenderal yang nampak sangat kesusahan dalam meladeni dua manusia aneh itu. Menggantikan posisi para jenderal melawan dua Manusia aneh. Para Jenderal itu di biarkan beristirahat sejenak, memulihkan luka yang tampak sangat parah mereka terima.


Chen Li yang melihat Kedatangan mereka, menjadi serba salah.

__ADS_1


"Paman! Kenapa kalian datang kemari? Bukankah sekte masih dalam proses pemulihan. Pastinya sekte lebih membutuhkan kalian!" ucap Chen Li sembari menghindari gada berduri yang menargetkan kepalanya.


"Kau tenang saja, nak Li. Masih ada Lu Duanyan serta beberapa tetua di sana. Kau tak perlu khawatir. Fokuslah memenangkan pertempuran ini!" balas Xiao Liu.


Chen Li mengangguk. Lalu Ia melompat ke belakang beberapa meter.


"Kau yang memintanya. Maka jangan salahkan aku kasar terhadap mu!"


Chen Li melapisi panahnya dengan energi Qi. Menciptakan asap merah yang merembes keluar dari busur bulan. Lalu tiga buah anak panah ia lepas dan tepat mengenai kedua mata musuhnya.


Chen Li sendiri tersenyum sumringah kala anak panahnya tepat sasaran. Ia lantas berlari di belakang manusia aneh. Anak panah kembali ia lepas dan tepat mengenai tempurung kepala bagian belakang lawannya.


Tak berhenti sampai di situ. Chen Li terus berpindah tempat dan menghujani manusia aneh dengan sejumlah anak panah. Hingga satu anak panah melesat dengan kecepatan tinggi, dan tepat mengenai batang berambut yang bersembunyi dibalik celana manusia aneh.

__ADS_1


"Akhh!" Manusia aneh melempar gada di genggamannya. Kemudian tangannya beralih memegangi burung yang tampak begitu besar itu. Darah mulai menetes dari sana.


Erangan kemarahan, disertai ringisan kesakitan terdengar dari mulut pria aneh itu.


Sejenak, Chen Li berhenti menyerang manusia aneh tersebut. Diperhatikannya sesaat, lalu mulai menarik kembali tali busur Bulannya.


Debu-debu berwarna merah mulai tercipta di sekitar Chen Li. Lalu debu-debu tersebut mulai tersedot pada busur bulan Chen Li. Setelahnya membentuk anak panah berapi.


Whush!


Anak panah itu melesat dengan cepat. Menembus tenggorokan manusia aneh. Luka bakar terlihat di leher manusia aneh. Luka kecil yang perlahan tapi pasti mulai membesar. Hingga membentuk lobang kecil. Memungkinkan cahaya matahari masuk di sela-sela lobang tersebut.


Manusia aneh terdiam sesaat. Sebelum akhirnya berlutut lalu ambruk di tanah. Dengan mata yang masih melotot.

__ADS_1


Chen Li mendekati mayat si manusia aneh yang sebelumnya sempat ia lawan. Diperhatikannya sesaat manusia aneh tersebut, sebelum akhirnya beralih ke arah Lu Wanqiang serta Xiao Meng yang nampak di sana kedua orang itu tengah kesusahan dalam meladeni manusia aneh, kawanan manusia aneh yang tadi sempat ia bunuh.


__ADS_2