Perjalanan Menjadi Yang Terkuat

Perjalanan Menjadi Yang Terkuat
Ch. 83 ~ Harimau Vs Singa


__ADS_3

Raut wajah Wan Li serta yang lainnya berubah-ubah kala mendengar cerita Chen Li serta Xiao Wang.


"Wang'er ... Li'er! Apakah cerita kalian ini memang benar-benar adanya?" ucap Wan Li. "Kenapa aku merasa tak percaya, ya? Pasalnya, sekte itu termasuk dari salah satu lima sekte terkuat di kekaisaran Han. Rasa-rasanya, begitu mustahil untuk memusnahkan kelompok itu dari permukaan bumi!"


Raja Chen Guan mengangguk. Membenarkan apa yang di kata Wan Li.


"Paman! Ini memang akan sangat sulit untuk di percaya... Namun aku yakin, kabar mengenai musnahnya Sekte Elang Hitam akan terdengar tidak lama lagi." Chen Li berkata yakin.


Sebelumnya saat masih di dalam sekte. Xiao Liu sempat berkata akan menutup sekte dari dunia persilatan hingga beberapa saat. Mereka berencana memulihkan Kekuatan sekte Elang Hitam.


Beberapa saat, pintu ruangan tempat mereka bertukar kata tiba-tiba saja di ketuk oleh seseorang.


"Yang Mulia! Pengantar berita datang, hendak menyampaikan informasi yang dia dapat, tuan!" ucap suara di balik pintu.


"Biarkan dia masuk!" balas Raja Chen Guan.


Kreekk!


Pintu terbuka lebar. Orang yang dimaksud berjalan mendekati mereka. Setelahnya pria itu berlutut, lalu mulai menceritakan kabar yang ia dapat.


Informasi itu sendiri mengenai sekte Elang Hitam yang menghilang entah kemana. Menurut rumor yang beredar, juga oleh murid-murid sekte yang pada saat itu berhasil melarikan diri. Bahwa sekte Elang Hitam telah musnah. Dan kini berhasil kembali di rebut oleh Xiao Liu.


Mendengar berita yang di bawa oleh pria itu, Wan Li serta Raja Chen Guan mengangguk. Kini mereka mulai mempercayai Xiao Wang serta Chen Li.


Waktu berlalu begitu cepat. Hari mulai berganti malam. Dan malam mulai berganti pagi.


Hari ini Xiao Wang serta Chen Li tak ada kerjaan. Untuk hari ini, mereka berencana libur dari masalah. Keduanya berencana mengunjungi ramainya kota. Berbaur dengan rakyat biasa.


Suasana yang begitu ramai dan damai itu, sudah lama Xiao Wang serta Chen Li tak merasakan sensasi itu. Berjalan hingga beberapa saat, keduanya tidak sengaja bertemu dengan seorang anak kecil. Anak laki-laki yang tak mengenakan pakaian tengah menjual giok dengan berbagai bentuk.


Anak kecil itu menawari Xiao Wang serta Chen Li masing-masing sebuah gelang yang memiliki gantungan giok dengan bentuk yang berbeda. Xiao Wang diberikan giok bulan sedang untuk Chen Li, anak itu memberinya sebuah giok berbentuk Bintang.


Kedua anak itu memperhatikan gelang giok mereka. Giok bulan Xiao Wang berwarna biru cerah, sedang bintang milik Chen Li berwarna merah cerah. Saling mengangguk dan menampilkan senyum. Baik Xiao Wang serta Chen Li menyukai gelang tersebut.


"Ini De–!" Chen Li menghentikan perkataannya. "Hah! Kemana perginya anak itu?"


Chen Li menilik sekitar. Mencari keberadaan anak kecil tersebut. Begitupun juga dengan Xiao Wang. Ia juga ikut mencari anak kecil tersebut.

__ADS_1


Lama keduanya mengitari sekitar, namun tak kunjung mereka menemukan dimana anak kecil yang memberi mereka giok itu berada.


Merasa sia-sia, Chen Li lantas memasukan kembali koin emas dalam cincin ruangnya. Koin emas itu sendiri ia keluarkan untuk membayar dua gelang tersebut. Namun anak kecil itu terlanjur menghilang, sebelum Chen Li sempat memberinya koin tersebut.


Keduanya kemudian melanjutkan berjalan melihat-lihat keramaian kota itu.


Dua hari berlalu. Kini Chen Li serta pasukannya telah bersiap-siap untuk berperang melawan kerajaan Air.


"Pasukan ku! Hari ini, Kita akan bertempur melawan musuh... Perkuatan diri kalian. Jangan lengah. Hadapi tantangan dengan dada terbuka." Wan Li yang berada di baris terdepan mengeluarkan sedikit pidatonya, sebelum mereka mulai berangkat berperang.


Selang beberapa saat, semuanya mulai bergerak bersama. Menuju perbatasan Kerajaan Angin serta kerajaan Air.


Membutuhkan waktu selama seminggu perjalanan, sebelum mereka sampai di perbatasan dua kerajaan tersebut.


Sebelum mulai berperang, mereka masih sempat beristirahat beberapa puluh meter dari perbatasan.


Chen Li, Xiao Wang serta Wan Li saling bergantian memberikan arahan pada pasukan yang berjumlah sekitar 8000 pasukan. Tentang bagaimana yang harus mereka lakukan nantinya saat di medan pertempuran.


Setelah di rasa cukup. Mereka kemudian melanjutkan kembali perjalanan.


Pasukan diberhentikan. Wan Li maju dengan kuda yang di kendarai-nya untuk bernegosiasi dengan para Jenderal kerajaan Air.


"Apa? Kau mau menjadikan kami sebagai bawahan kerajaan Api? Apakah kau tidak sedang bermimpi?!" Salah satu jenderal mengejek Wan Li.


"Owh, yah. Ku perhatikan, kau membawa anak kecil bersamamu dalam perang ini, bukan? Ckckck, tak ku sangka kerajaan Api begitu kejam sekaligus tak tahu malu. Mengikutsertakan seorang anak kecil yang harusnya mereka tidur di rumah dengan tenang."


"Tutup mulutmu!"


Wan Li akhirnya terpancing emosinya. Pria itu menunjuk jenderal yang berucap barusan. Terlihat jelas matanya yang memerah. Namun kembali ia Memposisikan diri. Tak ingin bertindak gegabah.


Menarik nafas sejenak. Wan Li lantas berucap. "Baik, jika itu mau kalian! Jangan menyesal setelah ini! ... Dan juga Kau." Wan Li menunjuk pria yang sebelumnya menyinggung Xiao Wang serta Chen Li.


"Kau ingin mengetahui alasan aku membawa kedua anak itu di sini, bukan. Maka setelah ini, jangan menyesali perkataan mu. Owh yah! Awasi bola matamu, jangan sampai terjatuh ketika melihat keganasan kedua bocah itu selama membantai pasukan kalian."


"Kau!" Marah, jenderal yang sebelumnya menyinggung Xiao Wang serta Chen Li hendak maju menyerang Wan Li. Namun segera di tahan oleh jenderal yang lain.


Wan Li tersenyum sinis. Setelahnya ia berbalik dengan penuh kemenangan.

__ADS_1


"Awas saja kau. Akan ku buat tubuhmu tak terkenali lagi!"


Setelah sampai di tempat, Wan Li pun langsung menceritakan akan apa yang ia dapat dari negosiasi tersebut.


"Hmmm... Baiklah paman. Akan ku tunjukan perbedaan antara anak kecil dan harimau kecil." Chen Li menggosok-gosok telapak tangannya.


"Kenapa tidak Singa saja. Singa kan Raja Hutan!" sosor Xiao Wang.


"Tidak! Harimau lebih keren!"


"Singa!!


"Harimau!!"


"Si–"


"Sudah-sudah. Jangan meributkan masalah yang tidak penting. Perang akan segera terbit."


Wan Li menengahi kedua anak itu. Meski begitu, mereka tetap tak mau menghentikan perdebatan konyol itu.


Terlihat di sisi sebrang, pasukan kerajaan Air yang mulai menyerang. Sementara mereka masih tak ada persiapan.


"Kalian... Hentikan!" Wan Li membentak keras.


Seketika keduanya mulai berhenti.


"Nah, seperti ini baik!"


Wan Li kemudian mengambil tempatnya. Menarik nafas dalam, kemudian menyerukan kata "SERAANG!!!"


Sontak, semua pasukan melesat mengikuti para petinggi mereka di depan.


"Auuumm!"


"Auuumm!"


Chen Li serta Xiao Wang memperagakan suara harimau dan singa lalu ikut melesat.

__ADS_1


__ADS_2