Perjalanan Menjadi Yang Terkuat

Perjalanan Menjadi Yang Terkuat
Ch. 49 ~ Meninggalkan Kota


__ADS_3

Setelah Armor Dua Dewa Perang, tak ada lagi objek berharga nan langka yang menarik perhatian Chen Li dan Xiao Wang.


Pasalnya, selain Armor Dua Dewa Perang, tidak terlihat lagi satupun dari benda-benda yang di perlelangkan yang cocok dengan kedua pemuda itu. Kalaupun ada, pastinya kualitasnya tak sebagus dengan benda yang telah mereka miliki. Dan saat ini tersimpan dalam cincin ruang.


Satu demi satu barang langka telah laku terjual dengan harga yang beragam. Kini tibalah saatnya, sesuatu yang paling di tunggu-tunggu kedua anak yang saat ini duduk di atas, dengan nomor 45.


Seorang pria maju di atas panggung, dengan membawa sebuah kotak di tangannya.


"Baik, barang yang akan kami lelangan kan kali ini adalah sebuah tanaman herbal yang sangat langka. Sangat sulit untuk di temui di belahan dunia manapun. Memiliki khasiat yang sangat tinggi. Selain untuk memperbanyak lingkaran Qi, bagi yang memiliki unsur elemen Api, dapat menerobos tahapan selanjutnya dengan satu kali menyerap khasiatnya." Panjang lebar, wanita di atas panggung menjelaskan manfaat dari tanaman herbal dalam kotak.


Wanita tersebut memerintah pria tadi untuk membuka tutup kotak. Dapat di lihat oleh semuanya, sesuatu berwarna merah yang bersinar terang. Dalam radius 10 meter, mereka dapat merasakan aura yang begitu mendominasi. Nyaman namun ganas.


"Tanaman herbal ini bernama Ginseng Darah Api!"


Wanita tersebut menghentikan perkataannya sejenak. Tampaknya ia sedang melihat bagaimana reaksi mereka terhadap tanaman herbal itu.


"Baik! Untuk harga awal, 5000 keping emas!" suaranya begitu menggema. Membuat beberapa orang yang tampak berbisik-bisik, kini mulai diam.


Xiao Wang dan Chen Li sendiri begitu terkejut mendengar harga awal dari tanaman herbal Ginseng Darah Iblis. Sungguh sangat melenceng dari kesepakatan. Meski begitu, keduanya tetap bersyukur. Bisa saja dari hasil Ginseng Darah Api itu, mereka tak jadi membayar Armor Dua Dewa Perang.


Satu per satu, orang-orang mulai mengangkat bendera. Menawar dengan harga tinggi. Dalam waktu singkat, sudah ada orang yang menawarkan 100.000 keping emas. Meski begitu, harga tetap berjalan, persaingan makin ketat.


Tepat, 250.000. Tak ada lagi yang berani menawar.


"Baik! Ginseng Darah Api ini, resmi dimiliki oleh penawar nomor 38!" Kembali wanita tersebut memukul palu sebanyak tiga kali.


Baik Xiao Wang, maupun Chen Li begitu puas dengan hasil yang mereka peroleh. Keduanya begitu tak menyangka, akan hasil yang di dapat begitu besar.


Setelah benda terakhir, acara lelang, resmi di tutup. Xiao Wang dan Chen Li sendiri berjalan meninggalkan tempat. Hendak kembali menemui manager Xu Mei.

__ADS_1


Beberapa saat menunggu, keduanya mendapat panggilan dari wanita tersebut melalui seorang pria.


"Tuan-tuan! Manager Xu, meminta kalian menemuinya di ruang manager!" sembari membungkuk, pria itu berbicara dengan intonasi penuh kesopanan.


Kedua anak itu sendiri merasa tak nyaman dengan tingkah pria tersebut. Namun mereka memilih untuk beranjak, lekas menemui manager Xu Mei di ruangannya.


"Bagaimana?"


"Karena hasil dari menjual Ginseng Darah Api milik tuan senilai 250.000 keping emas. Maka tuan mendapat 125.000 keping emas dari hasil bagi dua. Di potong dengan harga Armor yang sebelumnya tuan tawar dengan 70.000 keping emas. Maka total yang tuan dapat, senilai 55.000 keping emas."


"Baik!" Chen Li menjawab dengan sedikit antusias.


Manager Xu Mei kemudian mengeluarkan bungkusan besar berisi koin emas.


"Dalam bungkusan ini, terdapat 55.000 koin emas. Jika tuan memiliki benda berharga lainnya, tuan bisa menjualnya di sini. Kami akan dengan senang hati menyambut tuan!" ucap ramah Manager Xu Mu.


Xiao Wang beserta Chen Li berjabat tangan dengan manager Xu Mei. Setelahnya, mereka berniat meninggalkan tempat itu.


"Oh iya Manager Xu! Apakah kalian menjual peta Benua Naga!" tanya Xiao Wang.


Manager Mu melirik Xiao Wang.


"Ya! Kami menjualnya... Tapi khusus untuk tuan berdua, maka aku kasih gratis."


Selesai dengan mengucapkan kalimatnya, manager Xu Mei kemudian memanggil seorang pria. Sedikit bisikan kecil, pria tersebut mengangguk kemudian berjalan meninggalkan mereka.


Beberapa saat pria itu kembali dengan membawa gulungan kecil di tangannya. Lalu menyerahkan benda tersebut pada manager Xu Mei.


"Gulungan ini adalah peta Benua Naga. Batas-batas wilayah masing-masing dari empat kekaisaran tergambar jelas dalam peta ini. Tak hanya itu, bahkan kerajaan-kerajaan di masing-masing kekaisaran pun tergambar dalam peta ini!"

__ADS_1


Xu Mei menyerahkan gulungan di genggaman tangannya pada Xiao Wang.


"Terima kasih!" Xiao Wang menerimanya.


Setelah itu, dengan di antar oleh Manager Xu Mei sampai di pintu gerbang, kedua anak itu mulai beranjak, meninggalkan Pelelangan Bintang Merak.


"Wang, hendak ke mana kita saat ini?" Chen Li bertanya kala mereka telah jauh dari Pelelangan Bintang Merak.


"Tentu saja kembali ke Kekaisaran Han! Kita sudah cukup terkenal di kekaisaran ini. Tak hanya itu, tidak menutup kemungkinan, kita akan menjadi buronan kekaisaran, di tempat ini!" jawab Xiao Wang. Sembari berjalan, ia juga memperhatikan peta yang telah ia buka lebar, sehingga gambarnya terlihat begitu jelas.


"Buronan kekaisaran bagaimana, maksudmu?"


Xiao Wang menghentikan langkahnya. Ia menggulung kembali peta tersebut, setelahnya melirik Chen Li.


"Apakah kau lupa? Kita telah menghancurkan dua kelompok besar di kekaisaran ini. Dua kelompok tersebut sendiri memiliki peran penting dalam hal kekuatan Kekaisaran Tang... Secara tidak sadar, kita juga telah membuat kekaisaran Tang lemah, karena hancurnya dua kelompok tersebut. Tak menutup kemungkinan kan, Kaisar akan bertindak tegas akan masalah ini!," Kembali Xiao Wang menjelaskan.


"Hmm, kau benar!" Chen Li berpikir sesaat. "Wang, apakah kau tak berpikir untuk menambah satu kelompok lagi, sebum kita kembali ke Kekaisaran Han?" Seringai licik terpasang di bibir Chen Li. Tampak ia sedang mengkhayalkan sesuatu.


"Hmm, menarik. Akan tetapi, kelompok apa yang harus kita berantas?" Xiao Wang nampak tertarik dengan saran gila Chen Li.


"Mari kita cari mangsa berikutnya!"


Kedua anak itu pun mempercepat langkahnya. Berniat meninggalkan kota itu. Tujuan kedua ank itu sendiri mendatangi salah satu sekte aliran hitam yang ada di kekaisaran Tang. Tentu saja untuk menghancurkannya.


Sialnya, belum sempat keduanya meninggalkan kota, beberapa orang yang berperawakan prajurit kini mengelilingi mereka.


"Sial, kita telah ketahuan!" umpat Chen Li.


"Kita harus bergegas. Dalam 10 tarikan nafas, kita harus selesai melumpuhkan semua prajurit ini. Takutnya, lewat dari itu. Prajurit lainnya akan datang, membantu mereka. Dan tentu saja kita akan kerepotan nantinya!" ucap Xiao Wang.

__ADS_1


"Baik! ... Bergerak!" Dengan gerakan secepat cahaya, kedua anak itu melumpuhkan beberapa prajurit yang jumlahnya sekitar 50 orang.


Tepat 10 tarikan nafas, keduanya telah selesai melumpuhkan mereka, meski tak sampai mengambil nyawa prajurit-prajurit tersebut. Setelahnya, kedua anak itu melesat dengan kecepatan tinggi. Meninggalkan kota tersebut.


__ADS_2