
Hai Bao terus saja berlari tanpa tentu arah. Organ bagian dalam tubuhnya terasa begitu panas, sampai-sampai kewarasannya hilang. Ditambah semburan api dari mulutnya yang tak kunjung padam, membuat sensasi kesialannya semakin menggila.
Berusaha bergerak ke sana kemari. Sembari menyemburkan asap di telinga serta api di mulutnya, mata Hai Bao juga tak berhenti menilik sekitar. Berusaha mencari sumber air.
Beberapa saat, kolam lumpur dapat dia lihat beberapa meter dari depannya. Tanpa pikir panjang, Hai Bao lantas berlari cepat ke arah lumpur tersebut. Segera ia melompat dan menceburkan diri ke dalam lumpur tersebut.
Xiao Wang serta Chen Li yang melihat tingkah konyol lelaki itu tambah keras tawanya. Mereka mendekati kolam lumpur tempat Hai Bao menjatuhkan diri. Gelembung-gelembung terlihat dari kolam lumpur.
Beberapa saat menunggu laki-laki itu keluar dari lumpur, namun tak kunjung mereka melihat batang hidungnya.
"Kemana Pria Tua itu? Apakah dia sudah mati?" Xiao Wang berkata sembari mengambil batu kerikil lalu melemparnya ke dalam kolam.
Selang beberapa saat, gelembung pada kolam lumpur semakin besar. Kepala Hai Bao yang kini telah bercat-kan Cokelat akhirnya timbul.
Melihat hal itu, Xiao Wang menggunakan unsur elemen airnya untuk mengangkat pria itu ke daratan.
Satu tarikan keras, langsung menerbangkan Hai Bao. Lelaki itu masih sempat berteriak, sebelum teriakannya tersebut tersangkut di tenggorokan bersamaan dengan tubuhnya yang menabrak keras tanah.
"Hmp! Hahaha... Lihatlah lelaki ini! Negitu lucu dia!" Chen Li menunjuk Hai Bao sembari tawa ledek juga ia keluarkan.
"Kau tahu, kau tak ada bedanya dengan patung-patung yang ada di kuil yang ada di bukit Dengfeng." Xiao Wang juga ikut mengejek Hai Bao.
Mendengar kedua anak itu yang terus menerus menyindirnya, Hai Bao merasa sangat-sangat terprovokasi. Ia sangat malu saat ini. Merasa harga dirinya sebagi ketua sekte aliran Hitam yang paling ditakuti oleh kekaisaran Han kini di injak-injak oleh dua orang bocah ingusan ini.
Hai Bao bangkit dan hendak menyerang Xiao Wang serta Chen Li. Sayangnya larinya terlalu kencang sampai-sampai ia tak bisa mengontrolnya. Chen Li serta Xiao Wang sendiri tak membutuhkan jurus lebih untuk menyambut serangan pria itu. Mereka cukup dengan melangkah satu langkah ke samping, menghindari laju lari pria itu yang bagikan kerbau yang siap menanduk bokong anak kecil.
Hai Bao terus saja berlari dengan badan setengah membungkuk, kepala di depan. Tanpa ia sadari, di depannya adalah tembok yang terbuat dari beton.
Bukk!
__ADS_1
Kepalanya tepat menabrak tembok tersebut. Anehnya, bukan Kepalanya yang pecah, melainkan tembok tersebut yang kini mulai retak.
Linglung. Hai Bao merasakan kepalanya di kelilingi oleh Tiga bintang yang berputar-putar dalam satu poros di atas kepalanya. Melihat tingkah konyol lelaki itu, Xiao Wang serta Chen Li kembali meledak tawanya. Beberapa murid sekte juga ikut menertawakan ketua mereka.
Berbeda halnya dengan Xiao Liu, Xiao Meng Lu Wanqiang juga Yuan Fang. Mereka merasakan ngeri ketika kepala Hai Bao menanduk tembok beton tersebut. Seolah-olah mereka juga ikut merasakan apa yang dirasa Hai Bao barusan. Apalagi bunyi tabrakan tersebut begitu besar.
"Kakek!"
Suara teriakan seorang gadis terdengar dari kejauhan. Sontak semuanya menoleh ke arah sumber suara tersebut. Tak jauh dari tempat mereka, terlihat sosok seorang gadis cantik yang seumuran dengan Xiao Wang serta Chen Li. Gadis tersebut terbang dengan cepat dan mendarat tak jauh dari tubuh Hai Bao yang dipenuhi lumpur dan kini telah tak sadarkan diri.
"Kakek, apa yang terjadi padamu? Siapa yang melakukan ini?!" Gadis tersebut adalah Hai Yue, cucu dari Hai Bao.
Geram. Hai Yue mengepal keras tangan Melihat kondisi kakeknya yang begitu menyedihkan seperti ini, cucu mana yang tidak akan marah.
"Hai Yue!" ucap Xiao Wang.
Hai Yue menolah ke arah Xiao Wang. Ia menyipitkan matanya, Wajah pemuda itu memang tampak tak terlalu asing baginya.
"Yu'er!"
Suara lirih dari Hai Bao langsung kembali membuat perhatian Hai Yue teralihkan kepadanya.
"Ka-kakek! Apa yang terjadi padamu?" Hai Yue kembali melirik Hai Bao sesaat, sebelum Kembali pandangannya ia arahkan pada Xiao Wang.
"Xiao Wang! Ini pasti akibat ulah mu kan. Kau yang membuat kakek seperti ini, bukan?" Tatapan mata Hai Yue yang semula sayu ketika memandang Xiao Wang, kini mulai berganti menjadi penuh kebencian.
"Hai Yue! Ini bukan sepenuhnya salahku. Salahkan kakek mu karena telah berani mengkhianati kakekku!" jawab Xiao Wang sembari melipat kedua tangan di depan dada.
"Tch!" Hai Yue membuang ludah. Setelahnya ia mengeluarkan kipasnya dan melesat kearah Xiao Wang.
__ADS_1
Xiao Wang sendiri tak tinggal diam. Dia juga mengeluarkan pedangnya dan menyambut setiap serangan yang dilancarkan gadis tersebut.
Pertarungan keduanya berlangsung cukup sengit beberapa saat. Dari pertarungan singkat itu pula lah, Xiao Wang mengetahui bahwa kultivasi Hai Yue saat ini telah mencapai tingkatan Langit tahap pertama, Sama seperti Lu Wanqiang serta Yuan Fang.
Xiao Wang melancarkan tusukan pada pinggang Hai Yue, namun dapat di tangkis olehnya dengan meletakkan kipas di pinggangnya sembari tubuhnya berputar-putar ke samping.
Xiao Wang tak berhenti sampai di situ. Ia kembali memutar halu serangnya. Keduanya terus bertukar jurus hingga beberapa saat.
Sebenarnya Xiao Wang bisa saja mengakhiri pertarungan dengan cepat. Namun ia ingin melihat sejauh mana kemampuan gadis ini.
Hai Yue menciptakan pisau angin tipis yang langsung ia arahkan pada Xiao Wang.
Namun belum sempat mengenai Xiao Wang, Pemuda itu mendadak menghilang dari sana. Hai Yue memincingkan mata. Mewanti-wanti arah mana pemuda itu akan muncul.
Beberapa saat, ia merasakan pundaknya yang panas. Segera ia melompat, menyingkir dari tempatnya berdiri. Benar saja, terlihat Xiao Wang yang hendak mengarahkan pedangnya sembari memasang sunggingan kecil di bibirnya.
"Kau cukup lincah rupanya!" ucap Xiao Wang. "Lalu bagaimana dengan ini!"
Xiao Wang kemudian kembali menghilang. Tak cukup sedetik, dirinya telah berada di hadapan Hai Yue. Melibaskan pedang yang terlapisi sedikit energi Qi. Menyerang dengan begitu cepat. Hai Yue sendiri sampai dibuat tak sempat bereaksi. Sebisa mungkin ia menghindari serangan tersebut.
Beruntung ia masih bisa menghindar sebelum pedang Xiao Wang memotong lengannya. Meski begitu, goresan panjang nan dalam juga ia terima.
Tak berhenti di situ. Xiao Wang kembali melancarkan serangannya. Seiring berjalannya waktu, layangan pedang Xiao Wang kian menggesit sekaligus tajam. Membuat Hai Yue juga kian kesusahan dalam menangkis setiap serangan masuk dari pemuda itu.
Raut Wajah Hai Yue semakin memburuk.
"Bagaimana bisa kau begitu kuat dalam waktu yang relatif singkat?!" Hai Yue bertanya kala keduanya telah mengambil jarak.
Gadis itu sebelumnya begitu percaya diri. Tak ada yang bisa mengalahkan kejeniusannya di kekaisaran Han ini. Bahkan semuanya telah mengakui bahwa ia memang jenius nomor satu di generasinya.
__ADS_1
Namun tak pernah ia sangka bahwa dirinya masih tak bisa mengalahkan Xiao Wang. Apalagi jika ia mengetahui bahwa dua partner seperguruannya dahulu, Yuan Fang serta Lu Wanqiang juga saat ini telah menerobos tahapan langit.