
Kilatan kemarahan nampak jelas dari sorot mata Sang Naga. Dengan amarah yang tak terkontrol, Siluman itu menyemburkan api tanpa melakukan perhitungan terlebih dahulu.
Chen Li tak sempat bereaksi melihat serangan mendadak tersebut. Kedua lengan membentuk tanda silang di depan wajah. Dan kedua mata pemuda itu tertutup rapat.
Saat semburan api hampir mengenai Chen Li, mendadak energi tersebut terhalau oleh sesuatu. Chen Li membuka kedua matanya ketika energi itu dirasa tak kunjung menghantam tubuhnya.
Dapat dia saksikan, seorang pemuda seumuran dengannya telah berdiri menghalau laju semburan api dari siluman Naga.
"Xiao Wang!"
Xiao Wang tersenyum sesaat menanggapi ucapan Chen Li. Namun tak berselang lama, wajah Xiao Wang berubah memburuk.
Xiao Wang merasakan laju energi semburan api itu semakin deras. Menghantam perisai air buatannya. Xiao Wang sampai dibuat termundur hingga beberapa langkah. Beruntung, Chen Li bertindak cepat dengan memegangi bahu pemuda itu.
"Pekerjaan akan terasa lebih ringan jika dikerjakan secara bersama-sama!" ucap Chen Li sembari pemuda itu menyalurkan energi Qi-nya pada Xiao Wang.
Xiao Wang merasa bebannya telah berkurang sebagian. Energi hangat dapat dia rasakan mengalir di tubuhnya.
"Hiiyyaahh!" Xiao Wang berteriak keras. Berusaha mendorong perisai air buatannya. Dan usahanya berhasil.
Perisai itu semakin naik ke atas, segaris lurus bersama dengan semburan energi api siluman Naga.
Namun, perisai itu kembali berhenti di pertengahan kala siluman Naga tersebut semakin menambah kecepatan laju semburannya.
"Sial!" Chen Li mengumpat.
Keduanya terdiam selama beberapa saat.
"Apakah kau bisa menghindar dari sini?" Tanya Xiao Wang tiba-tiba.
"Maksudmu?"
"Menggunakan kecepatan ekstrim untuk menghindari serangan di atas."
"Hmm, bisa saja!" Chen Li terdiam sejenak. "Lalu, bagaimana denganmu?"
"Kau tak usah mengkhawatirkan aku. Setelah ini, kita berdua menyerang Siluman itu, secara bersamaan. Aku pikir, siluman itu tak mampu lagi bertahan lebih lama."
Chen Li mengangguk. "Baiklah! Aku lebih dahulu!"
Selesai dengan mengucapkan kalimatnya, Chen Li lekas menghilang dari sana, dan di susul oleh Xiao Wang.
__ADS_1
Perisai air mendadak menghilang. Membuat semburan energi api berhasil lolos, nyaris mengenai Xiao Wang. Beruntung gerakan anak itu cukup lincah.
Semburan api panas Sang Naga berhasil menciptakan lubang yang begitu dalam pada gundukan tanah yang sebelumnya sempat digunakan oleh Xiao Wang dan Chen Li berpijak. Merasa kedua anak itu telah hangus oleh serangannya, Naga itu kemudian menghentikan semburan apinya.
Kedua anak itu menghilang entah kemana. Siluman Naga yang tak melihat kehadiran dua orang pemuda tersebut merasa menang. Dikiranya kedua pemuda itu telah mati oleh semburan yang tadi dia lepas.
Sayangnya, dia tak menyadari bahwa setelah ini, bahaya telah menunggunya di dua sisi berbeda.
Kedua pemuda itu muncul kembali di bagian kanan dan kiri Siluman tersebut.
"Tarian Dewa Phoenix!"
"Pukulan Ombak"
Kedua anak itu berseru lantang secara bersamaan. Suara keduanya layaknya Guntur yang menggema di udara.
Siluman Naga tak sempat bereaksi, ketika dua energi yang mengandung Qi begitu besar menghantam keras tubuhnya di dua sisi berbeda.
Baamm!
Ledakan yang begitu keras kembali menggema. Siluman Naga tak sempat melakukan perlawanan berarti. Bagian tengah tubuhnya kini terpotong menjadi dua bagian.
Kedua tubuh yang terpisah menggelinjang sesaat. Tubuh bagian kepala naga sempat mengeluarkan semburan apinya, namun tak cukup sampai 10 detik semburan api telah hangus bersamaan dengan kepala yang kembali terpotong oleh pedang Xiao Wang yang memancarkan sinar biru muda.
Siluman Naga meregangkan nyawa di tangan dua bocah, dengan kultivasi yang bahkan beberapa tingkat di bawahnya.
"Haah! Akhirnya, mati juga!" Chen Li bernafas lega setelahnya. Tubuhnya dia banting di tanah dekat dengan ekor sang siluman Naga.
Begitupun juga dengan Xiao Wang. Pemuda itu menyandarkan tubuhnya pada tubuh siluman naga yang begitu besar.
Whush!
Qingshui dan Dianhuo tiba-tiba muncul di hadapan keduanya.
"Bagus! Kalian bisa mengalahkan siluman legendaris, dengan tingkatan suci di tingkat kultivasi kalian yang baru menerobos tahapan alam. Salut!" ujar Dianhuo.
"Akhirnya kalian bisa mengalahkan naga ini. Aku tadi bahkan sempat berpikir untuk membantu kalian!"
"Senior Guru! Kalian tenang saja. Tak ada yang perlu di takutkan dari siluman ini!" Chen Li berucap dengan nada sedikit angkuh.
"Benarkah! Bahkan aku tadi melihatmu hampir mati, kalau saja Xiao Wang tak datang tepat waktu, dan membantumu tadi!" Sosor Dianhuo.
__ADS_1
"Ehh, i-itu!" Chen Li ingin mengelak, namun begitulah kenyataannya. Pemuda itu hampir mati kalau saja tidak ada Xiao Wang yang membantunya.
"Sudah-sudah!" Qingshui menengahi keduanya. "Sekarang, cari kristal roh siluman itu. Lalu serap, untuk meningkatkan kekuatan kalian. Selain itu, juga dapat mempercepat penerobosan ke tahapan selanjutnya!"
Xiao Wang mengangguk. Kemudian pemuda itu menggeledah isi kepala siluman tersebut.
Cahaya berwarna merah menyapa kedua matanya sesaat. Membuat pemuda itu terpaksa memalingkan muka.
Kembali dia mencakar-cakar isi kepala Naga, lalu mengambil kristal roh berwarna merah menyala dari sang siluman.
Xiao Wang menyerahkan kristal tersebut pada Chen Li.
"Ini!"
Chen Li menatap wajah Xiao Wang sesaat. "Kenapa kau menyerahkan benda itu padaku! Kau bisa menyerapnya untuk meningkatkan kultivasi-mu." Chen Li menolak pemberian Xiao Wang.
Sebenarnya pemuda itu juga menginginkan kristal roh di genggaman tangan Xiao Wang. Namun, mengingat Xiao Wang telah menyelamatkan nyawanya dua kali tadi. Membuat pemuda itu merasa tak pantas menyerap kristal roh siluman seribu tahun tersebut.
"Hais! Kenapa kau menolaknya? Lagipula, aku masih memiliki dua buah kristal roh Siluman Suci di cincin penyimpananku. Kristal roh dari dua bawahanku sebelumnya." Xiao Wang mengeluarkan dua buah kristal roh berwarna merah, persis seperti kristal roh milik siluman Naga tersebut.
Dua kristal roh itu milik siluman Singa Api dan Siluman Serigala Kabut. Sedang kristal roh Siluman Ular Naga, Xiao Wang tak tahu entah di mana keberadaannya.
Melihat dua buah kristal yang baru saja di keluarkan Xiao Wang. Chen Li jadi teringat tentang kristal roh siluman Ular Naga, yang membuatnya hampir saja merenggangkan nyawa oleh banyaknya kultivator yang mengincar kristal roh tersebut.
Chen Li kemudian mengeluarkan kristal roh tersebut dari cincin penyimpanannya.
"Ini ... Kristal roh milik siluman Ular Naga. Salah satu bawahanmu yang tak sengaja ku dapat saat di medan pertempuran beberapa waktu silam!"
"Pas!" Xiao Wang awalnya sedikit terkejut melihat kristal itu. Namun sesaat, pemuda itu memasang wajah sumringah.
"Kau dua, aku juga dua!" Xiao Wang mengulurkan tangannya. Memberikan kristal roh siluman Naga pada Chen Li. " Ambillah ... dan jangan menolak! Reinkarnasi Dua Dewa harus adil. Jika salah satunya mendapat kekuatan, maka yang lainnya juga harus demikian!" ucap Xiao Wang mantap.
Chen Li awalnya ragu. Namun dia tetap menerima kristal roh tersebut.
Sementara Qingshui dan Dianhuo, tersenyum melihat solidaritas yang di tunjukan oleh keduanya.
"Karena Adil dan Makmur sudah tercipta! Maka tak ada kendala untuk tak menyerap kristal roh itu sekarang juga." Qingshui berucap sambil sunggingan kecil terpasang di bibirnya.
Kedua pemuda itu mengangguk tanda mengerti. Setelahnya, baik Xiao Wang maupun Chen Li memulai proses penyerapan kristal roh, setelah sebelumnya mereka beristirahat sejenak.
Qingshui dan Dianhuo juga tak diam saja. Mereka berjaga di samping Xiao Wang dan Chen Li. Mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan terjadi saat kedua anak itu menyerap kristal roh.
__ADS_1