
Sekte Elang Hitam...
"Bagaimana, apakah kau menemukan keberadaan mereka?" tanya seorang pria kepada seseorang yang berlutut.
Pria tersebut adalah tetua Hai Bao. Yang saat ini telah menjadi ketua Sekte Elang Hitam.
"Benar, tuan! Mereka berada di kota Daun Hijau. Kota yang berada di pinggir kekaisaran Han!"
"Hahaha! Xiao Liu... Kau pikir bisa bersembunyi dari aku!" Hai Bao tertawa keras sesaat. Setelahnya, ia kembali berucap. "Bawa mereka kemari... Hidup atau mati!"
"Baik, Ketua!" pria tersebut menunduk memberi hormat, setelahnya bangkit dan berlalu dari ruangan itu.
***
Sebulan perjalanan, Xiao Wang dan Chen Li akhirnya sampai juga di perbatasan kekaisaran Han dan kekaisaran Tang. Saat ini mereka berada di sebuah kota. Tak terlalu besar, namun cukup ramai.
Kebanyakan orang-orang yang berlalu lalang membawa senjata, menandakan mereka adalah kultivator.
Berjalan memasuki kedalaman kota. Semakin ke dalam, suhu udara juga terasa begitu berat. Tampaknya, di sana kebanyakan kultivator Tahapan Tinggi sampai Tahapan Langit.
Saat sedang berjalan, tiba-tiba saja Chen Li di tabrak oleh seseorang. Anehnya, orang tersebut tetap saja berlari, tanpa meminta maaf. Hal itu sukses membuat Chen Li marah.
"Sialan... Cari mati dia!" ucap Chen Li.
Bisa di lihat, orang yang menabrak Chen Li barusan seumuran dengan Xiao Wang dan Chen Li.
Beberapa saat, kedua anak itu kembali di kejutkan oleh beberapa orang yang berlari cepat. Hampir saja mereka tertabrak kalau saja tidak menghindar tepat waktu.
"Aneh!"
Xiao Wang memperhatikan setelan yang di kenakan beberapa orang itu. Simbol elang, namun berwarna hitam.
"Ada yang tidak beres."
Segera Xiao Wang berlari hendak menyusul mereka. Chen Li sendiri tak mempunyai pilihan lain selain mengikuti Xiao Wang berlari.
Aksi kejar-kejaran pun dapat terlihat dari sana.
Beberapa saat, Xiao Wang dan Chen Li berhenti tepat di sebuah atap jerami.
Xiao Wang memperhatikan orang-orang berpakaian hitam yang sebelumnya sempat mereka kejar.
__ADS_1
Pemuda yang sebelumnya menabrak Chen Li, tampak melakukan perlawanan kala beberapa orang berpakaian hitam beramai-ramai menghajar dirinya.
Meski pemuda tersebut memiliki kultivasi sedikit di atas orang-orang yang datang menyerangnya, namun perbedaan jumlah membuat pemuda itu sampai dibuat kewalahan.
Xiao Wang memperhatikan pemuda itu lebih dalam. Dikarenakan pemuda tersebut mengenakan tudung, maka Xiao tak bisa melihat jelas wajah pemuda itu.
Beberapa saat, salah seorang pria berpakaian hitam mengayunkan pedangnya dan tepat mengenai tudung pemuda tersebut, membuat wajahnya terlihat.
Begitu kaget Xiao Wang kala melihat wajah pemuda itu.
"Lu Wanqiang!"
Bola mata Xiao Wang sedikit tergetar. Hening sejenak. Sementara pemuda yang di bawah sana mulai kewalahan, dan tampak tak sanggup lagi untuk melanjutkan pertarungan.
Pedang lawan, nyaris memotong kepalanya. Beruntung Xiao Wang cepat bertindak.
Lu Wanqiang yang menutup keras keduanya perlahan di buka, kala tak merasakan pedang lawan menyentuh tubuhnya. Padahal, ia begitu yakin pedang tersebut akan mengakhiri nyawanya.
Punggung seorang pemuda yang tampak seumuran dengannya dapat ia lihat pertama kali. Pemuda tersebut menahan laju pedang lawan yang hampir memenggal kepalanya.
"Xi-Xiao Wang!" lirih Lu Wanqiang.
Meski wajah Xiao Wang sedikit berbeda, namun Lu Wanqiang begitu yakin bahwa pemuda di hadapannya ini adalah Xiao Wang.
Setelahnya ia mulai melumpuhkan beberapa orang tersebut. Tak butuh waktu lama baginya untuk melumpuhkan orang-orang berpakaian hitam.
Tak ingin melepas mereka, Xiao Wang meminta Chen Li untuk mengikat mereka, menggunakan anak panah api milik Chen Li.
Lu Wanqiang sendiri sempat terkejut beberapa saat melihat kecepatan Xiao Wang dalam mengalahkan mereka. Setelah itu, ia mengeluarkan pil dalam sakunya, lalu mulai menelannya.
Dapat dia lihat, Xiao Wang yang berjalan ke arahnya, setelah membereskan orang-orang tersebut.
"Lu Wanqiang! Apa kabar... Lama tak berjumpa!" sapa Xiao Wang memulai pembicaraan.
Lu Wanqiang terdiam sesaat. "Baik... Kau sendiri bagaimana!"
"Seperti yang kau lihat!" balas Xiao Wang.
"Tampaknya, kau semakin kuat saja!"
Xiao Wang tersenyum menanggapi pujian Lu Wanqiang.
__ADS_1
"Wang, siapa orang yang bersamamu itu!" Lu Wanqiang menunjuk Chen Li.
"Oh, itu... Apakah kau ingat saat turnamen satu tahun lalu? Nah, dia adalah lawan ku saat semifinal Turnamen Pemuda Berbakat."
Xiao Wang menjelaskan sembari pandangannya ia tolehkan ke arah Chen Li, yang saat ini sedang sibuk menginterogasi beberapa orang yang sempat mengejar Lu Wanqiang.
"Satu tahun apanya! Apakah kau tahu? Kalian bahkan telah dua setengah tahun menghilang." Lu Wanqiang membantah.
Xiao Wang mengernyit sesaat mendengar ucapan Lu Wanqiang. "Benarkah, kenapa aku merasa kalau kami menghilang baru satu setengah tahun!" Chen Li menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.
"Umm!" Lu Wanqiang mengangguk.
"Kenapa bisa begitu yah! Apakah waktu di dunia ini dengan dunia tempat kami di latih Senior Guru, berbeda!" pikir Xiao Wang.
"Oh Iyah, Lu! Bagaimana dengan kakek, ayah dan Senior Yuan Fang?" tanya Xiao Wang.
"Mereka ... Mereka!" Lu Wanqiang tampak berpikir sesaat.
"Sial! Aku sampai melupakan mereka!" Lu Wanqiang berucap serentak. "Ayo kita bergegas menolong mereka!" Lu Wanqiang langsung menarik tangan Xiao Wang. Setelahnya melesat, melompati atap demi atap, menuju suatu tempat.
Di sisi lain, Chen Li yang selesai menginterogasi orang-orang tersebut hendak berbalik, menuju ke arah dimana Xiao Wang dan Lu Wanqiang berada.
"Kemana perginya anak itu!" umpat Chen Li kala tak menemukan keberadaan Xiao Wang bersama pemuda tersebut.
Seluruh tempat di sekitaran situ ia periksa, namun tak kunjung ia temukan keberadaan Xiao Wang.
Di tempat lain, Xiao Wang dan Lu Wanqiang sedang mengintip beberapa orang berpakaian hitam, sedang mengikat tiga orang pria. Satu muda dan duanya lagi tua.
Tiga orang pria itu tidak lain adalah ayah serta kakek Xiao Wang, juga Yuan Fang. Di tempat itu, banyak sekali orang-orang yang mengelilingi mereka. Memperhatikan ketiga orang tersebut di siksa oleh beberapa orang berpakaian hitam, yang tidak lain adalah anggota sekte Elang Hitam.
Melihat hal itu, Xiao Wang menjadi naik pitam.
"Berani sekali mereka memperlakukan ayah serta kakek seperti itu!" geram Chen Li.
Aura membunuh merembes keluar dari tubuh Xiao Wang. Beruntung ia segera sadar dan menarik kembali auranya, sehingga aura tersebut tak terlalu menyebar luas.
Meski begitu, semuanya sempat kaget ketika merasakan aura membunuh yang begitu pekat mengisi udara sesaat. Membuat Koar-koar pun tercipta saat itu juga.
Lu Wanqiang sendiri begitu merinding kala merasakan aura membunuh Xiao Wang. Aura membunuh yang setara dengan aliran Hitam.
Untungnya aura itu begitu sesaat ia rasa.
__ADS_1
"Kau tunggu di sini! Aku akan membereskan mereka. Namun, jika kau mau membantu ... bantu aku melepaskan tali yang mengikat mereka!" ucap xiao Wang, Setelahnya ia berlalu, melompat ke tengah-tengah keramaian orang itu.