Perjalanan Menjadi Yang Terkuat

Perjalanan Menjadi Yang Terkuat
Ch. 32 ~ Menghancurkan Markas II


__ADS_3

Xiao Wang dan Chen Li tak henti-hentinya membantai orang-orang yang datang ke arah mereka.


Melihat keganasan dua orang itu dalam membunuh anggota mereka, beberapa orang mulai berpikir dua kali untuk maju, menyerang dua orang anak itu.


Baik Xiao Wang, maupun Chen Li menghentikan aksinya sebentar. Dikarenakan tak ada lagi yang berani mendekat ke arah mereka. Semuanya tampak diam mematung dengan tubuh yang bergetar.


"Kenapa kalian diam saja... Ayo, kembali maju dan serang mereka!" Seorang pria dengan kultivasi tahapan Langit berteriak, memerintahkan orang-orang itu.


Suasana hening sesaat, tak ada yang bertindak. Bersuara pun tak ada yang berani. Semuanya terlalu takut dan bimbang. Jika mereka maju, maka sama saja dengan menyerahkan nyawa. Namun, jika mereka berhenti menyerang dua bocah itu, maka mereka juga akan mati.


"Tch, dasar lemah! Menghadapi dua orang anak kecil saja kalian tak mampu. Awas saja, setelah dua orang anak ini aku bunuh, kalian akan mendapat bagian kalian setelahnya." Seorang wanita maju ke depan.


Dengan paras yang cantik dan memiliki tubuh ****, membuat pandangan semua yang ada di sana tak bisa lepas darinya. Namun mereka tak berani memandangi dirinya terlalu lama, dikarenakan konsekuensi yang akan mereka dapat tidak main-main.


Setelah Wanita itu, seorang pria berjubah hitam juga muncul di sampingnya dan di susul oleh lelaki yang sebelumnya memerintah mereka untuk kembali maju.


"Anak kecil. Entah apa yang bisa aku berikan sebagai apresiasi karena kalian telah berani mengacau di tempat kami." Pria dengan golok yang memancarkan energi merah panas di tangannya berkata sambil memamerkan Golok tersebut.


"Sayang sekali paman. Tapi aku tak butuh apresiasi dari mu. Yang ku butuhkan adalah nyawamu!" ucap Chen Li sambil membusungkan dada. Terlihat jelas tak ada keraguan sedikitpun pada pemuda itu ketika mengeluarkan ucapnya.


"Ho-ho-ho... Anak kecil, aku penasaran akan apa yang membuatmu begitu percaya diri seperti itu. Rasa-rasanya, Golok Neraka-ku ini tak sabar lagi untuk menebas kepalamu!"


Selesai dengan kalimat itu, pria tersebut mendadak menghilang dan di susul oleh dua orang temannya.


Sejenak, baik Xiao Wang maupun Chen Li memasang senyum sumringah. Keduanya saling memandang, sebelum mengangguk secara bersamaan.


Masing-masing senjata di tangan keduanya memancarkan energi sesuai dengan unsur elemen mereka. Dimana pedang milik Xiao Wang memancarkan energi berwarna biru muda, sedang Busur Bulan milik Chen Li memancarkan aura berwarna merah.


Sorot mata kedua anak itu mengikuti suatu pergerakan yang bergerak sangat cepat. Gelapnya malam, membuat tiga sosok yang bergerak cepat tersebut seperti berbaur dengan kegelapan. Namun di mata keduanya, kecepatan ketiga sosok itu bukanlah apa-apa.

__ADS_1


Percikan bunga api tercipta kala kedua pedang bertemu. Pria yang mengenakan jubah hitam itu begitu terkejut ketika senjatanya beradu dengan senjata milik Xiao Wang.


Ia begitu tak menyangka akan kualitas pedang Xiao Wang yang begitu tinggi. Tak hanya itu, kemampuan anak itu juga ternyata berada di atasnya.


"Ada apa pak tua... Apakah kau terkejut?" Xiao Wang berkata sembari seringai sinis kembali di pasangnya.


Meski pria itu mengenakan jubah, namun Xiao Wang dapat menebak ekspresi dari orang itu di balik jubahnya.


"Cih, Bocah. Jangan senang dulu! Aku bahkan belum menggunakan setengah dari kekuatanku." Suara berat dari pria itu terdengar begitu menekan.


Xiao Wang sendiri sampai di buat sedikit tergetar mendengar suara itu. Namun ia dengan segera menepis perasaan itu.


"Pak tua, aku bahkan belum menggunakan 0% kekuatan ku." Xiao Wang membalas ucapan pria itu.


"Sialan kau Bocah! Akan ku cincang tubuhmu, lalu ku jadikan makanan anjing-anjing ku!" Pria itu berucap dengan nada yang semakin di tekan. Tampak emosi pria itu tak bisa lagi ia kontrol.


Lelaki itu menyerang Xiao Wang dengan brutal. Meski begitu, setiap serangan yang ia lancarkan begitu tajam dan teratur.


Sepuluh menit berlalu. Pria yang menjadi lawan Xiao Wang menampakkan ekspresi gelisah. Ia begitu tak menyangka akan kekuatan bocah ini yang begitu hebat.


Lelaki itu begitu yakin, bahwa kekuatan anak ini setidaknya setara dengan sepuluh terkuat di kekaisaran Tang. Atau bisa jadi setara dengan lima besar sekalipun.


Beberapa saat, keduanya mengambil jarak. Tarikan dan hembusan nafas tak beraturan terdengar dari pria itu.


"Sesepuh, mohon maafkan kelompok kami, jika sebelumnya salah satu anggota kami pernah menyinggung sesepuh!" Pria itu kini berlutut sembari memberikan hormatnya pada Xiao Wang. Dikiranya, pemuda ini adalah seorang sepuh dengan ilmu silat yang begitu tinggi. Sehingga menjelma menjadi seorang anak kecil untuk menutupi identitasnya.


Xiao Wang menautkan kedua alisnya. Bingung.


"Paman, apa maksudmu?" tanya Xiao Wang dengan polos.

__ADS_1


"Aku sudah tau, kalau sesepuh menjelma menjadi seorang anak kecil untuk menutupi identitas sesepuh, bukan?"


Kerutan pada kening Xiao Wang semakin menjadi-jadi.


"Entah aku ini seorang sepuh, atau bukan. Membiarkan orang-orang seperti kalian ini hidup, sama saja dengan membiarkan ketidak adilan dan penderitaan orang-orang bertambah."


Xiao Wang tidak peduli lagi dengan panggilan pria berjubah itu. Yang terpenting baginya adalah, memusnahkan kelompok di markas ini secepatnya, agar mereka bisa kembali bergerak ke markas yang lainnya.


Mendadak, Xiao Wang menghilang dari tempatnya berdiri.


Pria berjubah yang sebelumnya berlutut, kini mulai bangkit.


"Sial! Tau begini, tak akan ku berlutut tadi. Harga diriku jatuh di tangan orang itu."


Dengan mengambil posisi siap siaga, pria itu mewanti-wanti terhadap kemungkinan yang akan terjadi menimpanya.


Slash!


Pandangan pria itu tiba-tiba saja berubah menjadi gelap, sebelum akhirnya ia tak sadarkan diri. Dalam kata lain, nyawanya telah terlepas dari raga


Xiao Wang memandangi badan tanpa kepala yang masih berdiri tegak itu, sebelum akhirnya tumbang di tanah. Kepala pria berjubah menggelinding di tanah, dengan kedua mata yang masih ternganga.


Beberapa anggota kelompok tersebut yang menonton pertarungan mereka, membuka lebar kedua mata. Begitu tak percaya ketika melihat atasannya yang dapat di bunuh dengan mudah oleh seorang anak kecil.


"Sial! Jika begini, tak ada kesempatan lagi bagi kita untuk menang. Satu-satunya cara adalah kabur!" Seorang pria berucap kepada orang di sampingnya. Setelah itu, ia membalikkan badan, berniat meninggalkan tempat itu dan diikuti oleh beberapa anggota lainnya.


"Tch. Kalian pikir bisa kabur dari pertarungan ini. Dan aku akan membiarkan kalian begitu saja. Jangan harap!"


Setelahnya, Xiao Wang melepaskan teknik Pusaran Ombak dan mengarahkannya ke arah rombongan orang-orang itu.

__ADS_1


Air berbentuk ombak yang sangat besar tiba-tiba saja tercipta dan langsung menelan orang-orang tersebut.


Teriakan memilukan dapat terdengar sesaat, sebelum akhirnya menghilang bersama dengan menghilangnya ombak milik Xiao Wang.


__ADS_2