Perjalanan Menjadi Yang Terkuat

Perjalanan Menjadi Yang Terkuat
Ch. 69 ~ Iblis Hati


__ADS_3

"A-aura membunuh yang begitu pekat ini! Ke-kedua anak itu bukanlah manusia. Mereka tidak lain adalah iblis!" salah seorang dari prajurit kerajaan Api mengangkat bicara.


Meski aura itu tidak di tujukan pada mereka, namun efeknya begitu luas.


"Ya, kau benar! Kami bukanlah Manusia. Akan tetapi Iblis... Iblis yang siap membunuh mereka yang memiliki perangai seperti kami! Hahaha!" Chen Li membalas, sembari tawa renyah ia keluarkan di akhir-akhir kalimatnya.


Sejenak, kedua anak itu tak kalah menyeramkan–nya dengan dua sosok garang yang ada di belakang keduanya.


Wan Li sendiri yang melihat kedua anak itu, mulai timbul ketakutan di hatinya. Bingung sekaligus khawatir.


"Li'er, Wang'er... Kendalikan diri kalian. Jangan biarkan iblis hati menguasai kesadaran kalian!" Wan Li berteriak. Berusaha memperingati kedua anak itu.


Benar saja. Saat ini Xiao Wang serta Chen Li merasakan sesuatu yang ganjil. Seperti ada yang hilang, namun tak tahu apa.


Beberapa saat, pemandangan sekelilingnya mendadak berubah. Dimana yang tadinya di kelilingi oleh Pasukan di dua kubu kerajaan, kini berganti menjadi gelap, dengan batu-batu hitam dan penerangan bersumber dari magma yang ada di mana-mana.


"Tempat apa ini?" Xiao Wang bertanya pada Chen Li yang berada di sampingnya.


"Entahlah."


Tak lama setelahnya, muncul dua sosok yang mirip Chen Li juga Xiao Wang.


Kedua sosok itu mengenakan setelan mirip dengan setelan yang di kenakan Xiao Wang Juga Chen Li. Yang membedakannya adalah, setelan kedua sosok itu berwarna gelap. Dengan bibir juga memiliki warna yang serupa dengan pakaian mereka.


Tak hanya itu, bahkan senjata yang ada di genggaman tangan keduanya persis seperti senjata yang ada di tangan Xiao Wang serta Chen Li.


"Siapa kalian?" tanya Chen Li.


Sejenak, kedua sosok itu terdiam. Tak menjawab sama sekali.


Salah satu diantara keduanya, yang mirip Xiao Wang pun berucap.


"Aku adalah Kau ... Kau adalah aku!"


Kedua anak itu mengernyitkan dahi kala mendengar jawaban itu. Sungguh sangat aneh sekaligus membingungkan.

__ADS_1


"Diriku adalah diriku. Tidak ada kaitannya denganmu." Chen Li maju selangkah dari Xiao Wang. "Katakan yang sebenarnya, siapa sebenarnya kalian berdua? Dimana kalian membawa kami? Tempat apa ini?!"


Sosok yang mirip Xiao Wang melangkahkan kakinya, berjalan mengelilingi Xiao Wang serta Chen Li.


"Aku adalah bagian dari kau. Bentuk lain dari dirimu." Sosok tersebut berbisik tepat di telinga Xiao Wang.


"Omong kosong! Apa maksudmu?" Xiao Wang menyerang Sosok tersebut. Namun belum juga pedangnya menyentuhnya, sosok tersebut telah menghilang dan muncul kembali di samping sosok yang mirip Chen Li.


"Xiao Wang ... serta Chen Li! Dua Dewa tertinggi yang bereinkarnasi menjadi manusia biasa, dengan tujuan menyelamatkan Semesta dari Ras Iblis... Tch, dengan kekuatan lemah ... kalian bermimpi bisa mengalahkan Ras Iblis? Ckckck!" Sosok yang mirip Chen Li berkata sembari nada mengejek di tampakkan-nya.


"Kau!" Chen Li nampak terpancing dengan omongan sosok yang mirip dirinya barusan.


Kemudian dia mengangkat busurnya lalu menyerang Sosok tersebut. Pertarungan antar kedua pemuda kembar tercipta di tempat itu.


Dalam Waktu singkat, kerusakan besar telah terjadi. Batu-batu pilar yang berdiri tegak hancur berkeping-keping. Magma yang semula nampak tenang, kini mulai bergetar sembari mengeluarkan percikan-percikan yang tersebar di berbagai tempat.


Kedua pemuda kembar itu melayang tinggi di atas langit, mengeluarkan serangan yang sama dengan kekuatan yang tampak imbang.


"Amukan Dewa Phoenix!"


"Amukan Dewa Phoenix!"


Kedua Phoenix itu melesat dengan kecepatan Tinggi. Saling beradu kekuatan beberapa saat. Keduanya bertarung mengikuti tuan mereka yang juga bertarung di bawah kedua burung tersebut.


Beberapa saat.


Baamm!


Dua energi berbentuk burung Phoenix tersebut mendadak meledak kala keduanya bertabrakan dengan keras. Di sisi lain, Chen Li serta kembarannya mengambil jarak.


Chen Li memegangi dadanya yang terasa nyeri.


"Kenapa ia bisa mengimbangi kekuatanku. Bahkan semua teknik yang ku miliki di kuasainya. Tak hanya itu, bahkan aku rasa ia lebih menguasai teknik-teknik tersebut dibanding aku?"


Chen Li menatap sosok yang mirip dirinya, yang tampak tak terjadi sesuatu padanya.

__ADS_1


"Kau tak perlu terkejut seperti itu! Mengenai tentang bagaimana aku bisa menguasai setiap teknik-mu, itu karena aku telah mengikuti mu sejak kau dilahirkan. Kau dan aku satu jadi otomatis apa yang kau miliki juga termasuk milikku. Juga mengenai kenapa aku lebih menguasai semua jurusmu, itu karena kau lebih lemah dariku." Kembaran Chen Li menampakkan senyum remeh. "Sepertinya sudah saatnya aku mengambil alih tubuh kita."


Chen Li membelalakkan mata, menahan emosi. "Aku tak peduli tentang identitas mu... Jika membunuhmu adalah jalan satu-satunya kembali ke dunia ku, maka akan ku lakukan. Meski harus mematahkan lenganku sekalipun!"


Chen Li menyiapkan Busur Bulannya. Lalu melesat kembali kearah sosok yang mirip dengannya itu.


Di sisi lain, Xiao Wang bersama dengan sosok yang mirip dirinya juga bertarung di bawah naungan bulan purnama, yang tampak bersinar keperakan.


Siluet keduanya nampak saling berbentur-benturan di tengah-tengah bulan yang melingkar dengan besarnya.


"Pukulan Ombak!"


"Pukulan Ombak!"


Baik Xiao Wang beserta sosok yang mirip Xiao Wang sama-sama mengeluarkan jurus yang sama.


Kedua energi itu bertemu, menciptakan sebuah ledakan yang begitu besar. Tak hanya itu, bahkan dampak yang ditimbulkannya pun begitu besar. Sampai-sampai magma di bawah sana kini mulai meluap-luap.


Namun seolah tak mempedulikan keadaan sekitar. Baik Xiao Wang serta Sosok yang mirip dirinya kembali melesat. Saling jual beli serangan.


Dentingan demi dentingan senjata saling beradu menciptakan dengkingan nyaring menghiasi udara malam itu.


Selang beberapa saat, Baik Xiao Wang serta Chen Li mendapat serangan masuk dari lawan, membuat mereka sama-sama terpental mundur di tempat yang sama pula. Beruntung, mereka masih bisa mengimbangi tubuh, sehingga mendarat mulus di tanah.


Xiao Wang sert Chen Li saling berpandang.


"Bagaimana ini. Dua orang itu begitu kuat. Kita tak bisa mengimbangi kekuatan mereka," ucap Chen Li.


"Kau benar. Ku rasa, kultivasi mereka bahkan lebih tinggi dari kita."


Beberapa saat berbincang-bincang, keduanya pun sama-sama mengangguk. Lalu bekerja sama menyerang kedua sosok yang mirip dengan mereka itu.


Xiao Wang berhadapan dengan sosok yang mirip Chen Li sesaat. Setelah itu keduanya beralih musuh. Xiao Wang kembali menghadapi sosok yang mirip dirinya, sedang Chen Li kembali Berhadapan dengan sosok yang mirip dengannya. Hal itu terus berlanjut hingga beberapa saat.


Kedua anak itu selalu bertukar tempat sekaligus lawan.

__ADS_1


__ADS_2