Perjalanan Menjadi Yang Terkuat

Perjalanan Menjadi Yang Terkuat
Ch. 78 ~ Hampir Mati


__ADS_3

Chen Li serta Lu Wanqiang yang tengah membantai habis-habisan murid serta tetua sekte Elang Hitam mendadak merasakan suatu tekanan yang teramat sangat menekan.


Gerakan keduanya yang semula agresif, kini menjadi melambat. Membuat murid-murid yang semula merasa gentar dalam menyerang kedua anak itu, kini berubah bersemangat.


Chen Li merasakan sesuatu yang berat menimpa dirinya. Meski begitu, tak membuat dia kesulitan sedikitpun dalam menyambut setiap serangan dari murid serta Tetua sekte Elang Hitam. Bahkan dalam tiga detik, dia telah membunuh sepuluh sampai tiga puluh orang.


Berbeda halnya dengan Lu Wanqiang, yang tampak kesulitan dalam mengangkat pedang serta menggerakkan tubuhnya. Alih-alih menyerang, ia malah memberikan banyak celah untuk musuh menciptakan beberapa luka sayatan di tubuhnya.


Melihat kondisi Lu Wanqiang, Chen Li tak tinggal diam. Tubuhnya tiba-tiba saja terkobar api yang begitu ganas dan panas. Beberapa orang yang berada di dekatnya lantas menjauhi Chen Li.


"Keluar kau, SIALAN!!" geram Chen Li.


Ia menembakkan sesuatu bersinar yang berwarna merah keoranye-an. Mengarah pada satu arah, sebelum akhirnya meledak. Menciptakan kepulan asap di langit gelap yang beranjak membiru.


Dari kepulan asap tersebut, muncul sosok makhluk dengan jubah hitam dikenakannya. Sosok tersebut terbang perlahan. Turun tepat di dekat Chen Li serta mereka semua yang ada di sana.


Lu Wanqiang sendiri tak merasakan lagi tekanan tersebut. Segara mungkin ia melompat mendekat ke arah Chen Li.


"Terima kasih," ucap Lu Wanqiang. Dengan senyum simpul terukir di bibirnya.


Api di tubuh Chen Li perlahan mulai padam. Pemuda itu menoleh ke arah Lu Wanqiang yang saat ini tengah berada di belakangnya.


"Sama-sama!" Chen Li memberikan Lu Wanqiang pil penyembuh serta pil pemulih Qi satu butir. Setelahnya ia menatap tajam sosok yang saat ini berada di udara. Yang juga menatap dirinya di balik jubah panjang yang menutupi kepalanya.

__ADS_1


"Hehehe! Manusia, kau cukup hebat. Bisa mengetahui keberadaan ku!" ucap sosok tersebut dengan nada yang terkesan meremehkan.


"Apa mau-mu?" Chen Li langsung bertanya ke intinya.


"Oh, kau bertanya apa mau ku? Tentu saja mengambil nyawamu!" ucap iblis tersebut, dengan menggosok-gosok kedua telapak tangannya.


"Cih. Bahkan dalam mimpi mu sekalipun kau tak akan bisa mengambil nyawaku!" Chen Li berkata dengan sinis.


"Hohoho! Manusia kecil. Apa yang membuatmu begitu percaya diri seperti itu?"


Chen Li memasang senyum sinis. "Hehe. Kau bisa mencobanya jika kau tak percaya!"


"Baiklah! Jangan menyesali perkataan mu barusan, Manusia kecil!"


Sosok berjubah hitam tersebut melesat ke arah Chen Li. Setiap ia bergerak, maka butiran-butiran debu hitam akan tercipta di belakangnya yang kemudian menghilang menyatu dengan angin.


Pertarungan sengit pun tercipta. Anggota sekte Elang Hitam yang kebetulan berada di tempat itu, segera menjauh sejauh-jauhnya. Takutnya imbas dari pertarungan keduanya akan mengenai mereka.


Benar saja. Energi yang begitu besar, melesat dengan kecepatan tinggi. Bangunan besar langsung terbelah dua dan roboh seketika. Melihat hal itu, banyak diantara mereka yang menyaksikan robohnya bangunan tersebut terbelalak matanya. Tidak sedikit juga yang bernafas lega dengan sesekali terlihat beberapa orang yang mengelus dadanya. Bersyukur karena masih sempat menghindar tepat waktu.


Chen Li merasakan kultivasi sosok tersebut berada beberapa tingkat di atasnya. Tepatnya Di tingkatan Alam Tahap Puncak. Wajahnya kian memburuk kala setiap serangan yang dia lancarkan selalu-nya berhasil di patahkan dengan mudah. Bahkan menyerang dengan teknik Amukan Dewa Phoenix serta Tarian Dewa Phoenix pun tak ada apa-apa nya.


Bertarung jarak dekat. Chen Li memainkan busur bulan dengan lihai. Menebas dan menepis setiap serangan masuk dari lawan.

__ADS_1


Dikarenakan beberapa serangannya tak bisa memberikan sesuatu berarti untuk menumbangkan lawan, Chen Li mulai merasa pesimis. Hingga dirinya tak menyadari kalau ia telah menimbulkan celah, yang langsung di manfaatkan oleh sosok tersebut.


Bukk!


Whush!


Baamm!


Tubuh Chen Li terpental keras dan menabrak hebat gundukan tanah. Debu-debu mulai berterbangan. Membentuk kabut yang kemudian menutupi Chen Li.


Sosok tersebut kemudian mendekati Chen Li. Sekitar beberapa meter di atas permukaan tanah, dia berhenti. Tangannya yang menggantung, perlahan ia angkat. Hingga tepat sejajar dengan dada, tangan yang semula terkepal, tiba-tiba saja terbuka lebar.


Mendadak, tubuh Chen Li terangkat dengan sendirinya. Pemuda itu sendiri berusaha memberontak, namun sesuatu yang tak dapat ia mengerti menahan pergerakannya. Chen Li merasakan seperti tubuhnya di kepal oleh tangan raksasa tembus pandang. Bahkan kepalan tangan tersebut sangat keras. Sampai-sampai ia begitu kesulitan untuk mengambil nafas.


"Hahaha! Bagaimana, Manusia Kecil! Apakah kau masih meragukan kalau aku mampu membunuhmu?" Sosok tersebut menatap sinis Chen Li. "Sungguh sangat mengecewakan. Aku pikir kau mampu memberiku pertunjukan menarik... Tch, bahkan semua serangannya begitu lemah! Sungguh sangat mengecewakan."


Sosok tersebut kemudian mengangkat tangan tangan satunya. Energi berwarna gelap bercampur merah darah dapat terlihat dari tangannya. Sosok tersebut memainkan jari-jarinya. Setelahnya, energi merah-hitam itu membentuk sebuah bola seukuran genggaman orang dewasa.


Dengan sekali tipuan ringan, Bola energi tersebut bergerak dari tangan pria itu, menuju ke arah Chen Li.


\=\=\=\=


Oke... Like udh menurun yah. Bahkan gk cukup 5 org yang ngelike.

__ADS_1


Dikarenakan like yang menurun, maka author jadi malas buat up banyak². Semangat author buat ngetik jadi menurun sejalan dengan menurunnya like. Tak meminta lebih. Cukup dengan memberikan like setiap abis baca. Agar author tau kalo masih ada yang baca nih cerita....


See You. Min 5 like lah, udh buat author seneng.... :)


__ADS_2