
Naga itu begitu besar, dengan aura yang sangat panas terpancar dari tubuhnya. Setiap siluman itu bernafas, maka semburan asap yang akan keluar dari hidungnya.
Sorot matanya tajam, menatap Chen Li dan Dianhuo. Aura silumannya ia arahkan pada dua orang itu, berharap Dianhuo dan Chen Li akan tergetar ketakutan.
Namun, apa yang dilihatnya begitu melenceng dengan apa yang dia harapkan. Kedua orang itu nyatanya tidak bergeming, dan malah membalas menatapnya dengan tatapan sinis.
Adapun Chen Li yang awalnya merasa sedikit tergetar kala aura yang begitu mendominasi memaksa pemuda itu untuk tunduk. Berlutut pada siluman itu. Beruntung, Dianhuo langsung menetralkan hawa disekitaran Chen Li dengan menggunakan aura miliknya. Membuat Chen Li kembali bisa bernafas.
"Terima kasih!"
"Umm!" Dianhuo membalas dengan anggukan.
"Sekarang, majulah dan serang Naga itu. Anggap saja sebagai latihan untukmu!" ujar Dianhuo tanpa beban.
Seketika Chen Li membelalakkan matanya, mendengar ucapan pria itu.
"A-aku?" Chen Li menunjuk dirinya sendiri. Tampak pemuda itu masih tak percaya bahwa Dianhuo menunjuk dirinya untuk menghadapi Siluman Naga tersebut sendirian. Chen Li menengadahkan pandangannya ke arah siluman Naga. Pemuda itu dapat merasakan kultivasi Siluman Naga itu setidaknya berada jauh diatasnya.
"Jelas dirimu. Kau pikir selain kita di sini ... ada orang lain?"
"Ada! Siluman itu!" Chen Li membalas Dianhuo sembari tangannya menunjuk siluman Naga.
Dianhuo sampai tersedak nafasnya sendiri mendengar jawaban dari pemuda itu. "Kenapa aku tak memikirkan dia sebelumnya? Tunggu, dia kan siluman, mana bisa dia dikategorikan sebagai orang. Tapi siluman bisa juga menjadi manusia! Jadi, siapa yang bodoh, aku ataukah anak ini?" Dianhuo diam-diam membantin.
"Aah, bodoh ah! Sekarang juga, kau serang Siluman itu!" Dianhuo menendang bokong Chen Li membuat pemuda itu terbang dan berlabuh tepat pada air dimana naga itu muncul.
Byur!
Kini setelan yang dikenakannya basah kuyup. Dengan kesal, pemuda itu berenang ke tepi.
"Kau! Kenapa menendangku!" bentak Chen Li.
"Salahmu!" ucap Dianhuo ketus sekaligus membela diri.
"Enak aja salahmu!"
__ADS_1
"Enak aja salahmu!"
"Kau kalau bentak-bentak bencak kaya kocak!"
"Kau kalau mencak-mencak mencak kaya cicak!"
"..."
Disini, kedua orang itu sedang ngonten tiktok (‘◉⌓◉’)
Oke mulai serius!
Chen Li menampakkan wajah kesalnya pada Dianhuo. Kakinya dia hentakkan di tanah tempat pemuda itu berpijak, hingga menimbulkan bekas retakan pada tanah tersebut.
Tanpa Chen Li sadari, Siluman Naga itu tiba-tiba saja menyerang Chen Li dan Dianhuo. Semburan api yang keluar tiba-tiba dari mulut sang Siluman nyaris mengenai Chen Li. Beruntung, Dianhuo bertindak cepat dengan melepaskan energi tak kasat mata. Membuat Chen Li terlempar kembali dan masuk ke dalam air.
"Tch!" Chen Li hanya bisa berdecih kesal. Meski pemuda itu kesal pada Dianhuo, namun di sisi lain, dia juga berterima kasih padanya karena telah menolongnya tadi.
Setelahnya pemuda itu melompat terbang dari dalam air, dan melepaskan anak-anak panah berapinya. Menghujani Siluman Naga itu di berbagai daerah tubuhnya.
Terpaksa Chen Li harus menggunakan teknik Amukan Dewa Phoenix miliknya.
Energi berbentuk tanda silang melesat lurus dan mengenai sisik siluman itu.
Terbelalak mata Chen Li kala melihat tak terjadi sesuatu pada Siluman Naga. Hanya saja sisiknya yang berwarna merah, terkelupas akibat terkena serangan pemuda itu.
"Kau berani mengelupas sisikku! Kau akan membayarnya dengan nyawamu!"
Suara yang begitu menggema itu sukses membuat Chen Li terkesiap.
"Ba-bagaimana kau bisa berbahasa manusia?" Ucapnya sedikit terbata-bata. Dia begitu terkejut. Pasalnya ini kali pertama Chen Li mendengar siluman berbahasa manusia.
Sementara Dianhuo yang menonton Chen Li dan siluman ular naga itu dari kejauhan menggeleng-gelengkan kepalanya.
Meski dirinya berada dalam radius beberapa puluh meter dengan tempat Chen Li dan Siluman Naga itu, akan tetapi pendengarannya yang tajam mampu menangkap suara Chen Li.
__ADS_1
"Anak kecil, kenapa kau ini begitu cepat sekali lupa. Bukankah saat pertama kali Naga itu menampakkan diri, dia telah menggunakan bahasa manusia?" ucapnya dengan menggunakan sedikit Qi nya.
Sama seperti pendengaran pemuda itu yang mampu mendengar ujaran Chen Li, suara yang keluar dari mulutnya juga ternyata mampu di dengar jelas oleh Chen Li.
Chen Li kaget mendengar suara itu. Segera pandangan pemuda itu menilik sekitarnya, namun tak kunjung dia menemukan keberadaan sosok Dianhuo. Padahal dia begitu yakin pria itu berada di dekatnya, saat menebak jarak dari suara itu.
Memilih untuk tak menghiraukan Dianhuo, Chen Li memfokuskan semua pikirannya pada Siluman Naga yang berada di hadapannya saat ini.
Pemuda itu segera melompat ke tempat lain kala semburan naga kembali menargetkannya. Entah mengapa, api yang keluar dari mulut sang Naga tak kunjung habis, dan terus menerus mengejar Chen Li tanpa henti. Membuat Pemuda itu di paksa harus terus berlari menghindari kejaran semburan api tersebut.
Sekitar 5 detik, naga itu berhenti meluncurkan semburannya. Chen Li bernafas lega. Setelahnya, pemuda itu menghilang dan muncul kembali sembari teknik tarian Dewa Phoenix Chen Li lancarkan pada bagian wajah siluman terebut.
Baamm!
Meski tak menimbulkan luka serius, namun serangan tersebut sukses membuat salah satu kumis Siluman Naga terpotong.
Siluman Naga meraung sangat keras. Kumis yang selama ini dia bangga-banggakan saat ini harus terpotong oleh serangan mainan seorang anak kecil.
"Kau akan menyesalinya!" Suara Naga itu sekali lagi menggema. Layaknya Guntur yang membahana. Chen Li merasa sesuatu yang sangat berbahaya akan segera terjadi.
Angin yang semula bertiup sepoi-sepoi, kini berubah liar. Awan-awan senja yang semula berwarna putih keemasan, kini mulai tertutupi oleh tebalnya awan suram. Petir-petir mulai menyambar di mana-mana. Alam seolah marah kepada Chen Li.
Naga itu mulai keluar dari dalam air. Siluman tersebut mulai menampakkan kekuatan puncak siluman suci. Kini di dahinya terdapat simbol bintang. Sorot matanya mulai terkobar api yang sangat panas. Sisik-sisik merahnya mengeluarkan sinar keemasan sebelum akhirnya berubah warna menjadi emas sepenuhnya.
Sesaat, Chen Li menatapi perubahan sang siluman naga dengan tatapan kagum. Namun itu tak berlangsung lama. Dikarenakan, sesuatu yang begitu agung menekan tubuhnya, hingga membuat dirinya di paksa berlutut.
Setelan yang telah mengering, kini kembali dibuat basah oleh keringatnya. Tubuhnya bergetar hebat. Sekuat tenaga pemuda itu berusaha menahan tekanan tersebut.
Kedua lengan Chen Li yang menopang tubuhnya sampai di buat tergetar hebat. Beruntung dahulu Chen Li telah mengalami proses penempaan tulang. Jika tidak, mungkin saat ini tulangnya akan retak, dan berakhir dengan remuk.
Sementara Dianhuo yang melihat kondisi Chen Li di kejauhan. Awalnya ingin membantu, namun dia begitu ingin melihat bagaimana pemuda itu menyelesaikan masalahnya.
"Dasar bodoh?"
"Tak!" Pukulan keras mendarat tepat di kepala bagian belakang Dianhuo. Membuat pria itu terjatuh telungkup dengan wajah yang menyentuh tanah yang becek.
__ADS_1