
Menggunakan pola serang yang berubah-ubah, nyatanya tak membuat kedua sosok itu kewalahan dalam menghadapi Chen Li serta Xiao Wang.
Malahan Kedua anak itu yang kian kesusahan dalam meladeni setiap layangan senjata lawan yang kian memberat.
Kembali mereka mengambil jarak.
"Bagaimana ini?" Chen Li meminta saran dari Xiao Wang.
Sejenak, keduanya terdiam. Pikiran keduanya sama-sama melayang pada satu kenangan.
Dimana, baik Xiao Wang serta Chen Li sama-sama terbayang kala mereka sama-sama duduk di hadapan api unggun, setelah selesai berlatih bersama kedua guru mereka.
"Senior Guru! Bagaimana jika kita berhadapan dengan musuh yang paling kuat dengan kita?" tanya Xiao Wang pada Qingshui, yang saat itu bertugas memberikan pencerahan kepada keduanya.
Qingshui terdiam sejenak. Memikirkan kata-kata yang pas dan mudah di mengerti oleh kedua anak itu.
"Sebenarnya, kunci dari kemenangan itu ada tiga." Qingshui mengangkat tiga jarinya, lalu kembali ia melanjutkan penjelasannya.
"Yang pertama adalah melampaui batas. Yang kedua, berani mengambil resiko. Dan yang terakhir dan yang paling penting dalam hal ini adalah tetap tenang. Melampaui batas tidak akan terlalu berguna jika kau tak memiliki keberanian dalam menghadapi musuh yang lebih kuat darimu. Namun kedua hal tersebut juga tak akan terlalu berguna jika kau bertarung tidak dengan ketenangan. Ingatlah selalu bahwa yang lembut tidak selamanya lemah?" jelas panjang lebar Qingshui.
**
Baik Xiao Wang serta Chen Li sama-sama mengangguk.
Mereka telah bertarung dengan berani dan telah melampaui batas kemampuan mereka, namun mereka melupakan satu hal. Keduanya sama-sama menggunakan nafsu amarah dalam menyerang kedua sosok itu.
Mencoba untuk lebih tenang. Keduanya sama-sama menarik napas dalam, lalu menghembuskan perlahan lewat mulut.
Kedua mata terpejam, berusaha menghilangkan amarah yang sebelumnya bersarang pada diri mereka. Setelah merasa agak tenang. Keduanya sama-sama membuka kembali mata mereka.
Sesuatu yang begitu menakjubkan tersuguh-kan. Dimana semuanya tampak melambat di mata Xiao Wang serta Chen Li.
Kedua anak itu saling berpandangan. Sama-sama tersenyum lalu kembali menyerang kedua sosok itu.
Menyerang dengan sesekali akan bertukar tempat. Xiao Wang melibaskan pedangnya menargetkan lengan Sosok yang mirip dirinya. Namun kembarannya juga tak tinggal diam. Dengan menggunakan pedangnya, dia menangkis serangan libasan pedang Xiao Wang.
Setelahnya Xiao Wang berhadapan dengan sosok yang mirip dengan Chen Li, sedang Chen Li berhadapan kembali dengan sosok yang mirip dengan Xiao Wang.
__ADS_1
Kedua anak itu semakin agresif seiring dengan berjalannya waktu. Merubah pola serang di setiap saat, membuat kedua sosok yang mirip dengan mereka kian kesusahan dalam menebak, kearah mana keduanya akan menyerang.
Kedua kembaran Xiao Wang serta Chen Li begitu terkesiap. Jika sebelumnya, mereka menguasai jalannya pertarungan, namun kali ini terlihat Xiao Wang serta Chen Li lah yang lebih mendominasi.
Xiao Wang memusatkan energi Qi begitu banyak pada pedangnya. Setelahnya ia menebas keras kepala lawan. Gerakannya pun begitu cepat. Meski begitu, sosok yang mirip Chen Li masih sempat menangkis serangan tersebut.
Sayangnya lesatan pedang Xiao Wang begitu keras menghantam Busur Bulan, membuat sosok mirip Chen Li terpental jauh menabrak batu besar.
Xiao Wang menoleh ke arah di mana Chen Li serta kembarannya bertarung. Ia lalu melesat kearah mereka, membatu Chen Li dalam membereskan sosok tersebut.
Dengan menggunakan kombinasi serangan teratur layaknya air mengalir. Tak butuh waktu lama bagi Xiao Wang serta Chen Li untuk menumbangkan sosok mirip Xiao Wang.
Keduanya sama-sama melepaskan tinju yang mendarat telak di dada kiri dan kanan sosok mirip Xiao Wang. Membuat sosok tersebut terpental hebat dan menabrak batu besar di dekat di mana sosok mirip Chen Li menabrak batu besar.
Xiao Wang serta Chen Li menghilang dan muncul kembali di udara dekat sosok kembaran mereka menabrak batu tersebut.
Beberapa saat, kedua orang itu keluar diantara debu-debu dengan memegangi dada mereka. Perlahan, mereka berjalan ke arah Xiao Wang serta Chen Li.
"Kenapa kalian bisa begitu hebat dalam sekejap? Apa yang kalian minum?" Sosok yang mirip Xiao Wang bertanya tak percaya.
"Tak ada yang kami telan."
"Tidak selamanya kelembutan itu lemah!"
Kedua anak itu berucap kompak. Sembari tersenyum sumringah. Setelahnya sama-sama mereka membungkuk memberi hormat.
"Terima kasih. Berkat kalian, kami telah menyadari satu hal," ucap Xiao Wang.
"A-apa maksudnya ini?"
Kedua sosok itu bergerak mundur satu langkah.
"Kami telah menyadari siapa sebenarnya kalian berdua. Kalian adalah bagian lain atau lebih tepatnya sisi gelap kami, bukan?" Xiao Wang bertanya pada kedua orang itu.
Xiao Wang mengetahui akan identitas kedua orang itu dari cerita Qingshui sebelumnya. Ia ingat betul. Ciri-ciri kedua orang ini sama persis seperti apa yang di cerita Qingshui tentang bentuk lain atau sisi gelap dari seseorang.
Dimana mereka akan membawa jiwa seseorang yang memiliki aura membunuh begitu pekat ke dimensi jiwa untuk bertarung. Jika saja jiwa tersebut di kalahkan oleh sisi gelapnya, maka ia akan di telan oleh sisi gelapnya tersebut. Selain itu juga mereka akan merelakan tubuhnya di ambil alih oleh sisi gelap tersebut.
__ADS_1
Namun jika mereka memiliki kekuatan yang cukup kuat. Sisi lain tersebut tidak sampai menelan akan tetapi mereka akan mengalami gangguan mental.
Beda halnya dengan aliran Hitam. Mereka melakukan suatu cara tertentu untuk bersatu dengan sisi gelap tersebut.
*
Tempat di mana mereka berada saat ini sendiri adalah Dimensi jiwa Xiao Wang serta Chen Li yang disatukan oleh kedua sosok tersebut.
Mendengar penjelasan Xiao Wang, keduanya melebarkan mata sesaat. Pengetahuan pemuda itu begitu luas.
"Baiklah, karena kalian telah berhasil mengalahkan kami, maka tidak ada gunanya kami tetap berada di sini." Ucap sosok yang mirip Chen Li.
"Kau benar." Kedua sosok itu memberi hormat lalu berbalik, hendak meninggalkan tempat itu.
"Tunggu!"
Suara Xiao Wang menghentikan langkah kaki mereka.
"Ada apa?" Kembaran Xiao Wang mengangkat sebelah alisnya.
"Apakah kita bisa bertemu lagi?"
Tampak berpikir sesaat. Sosok mirip Xiao Wang kemudian menjawab pertanyaan Xiao Wang.
"Ya! Kita akan bertemu kembali. Dengan catatan, kalian harus kuat baru kita akan bertarung kembali."
Selesai dengan mengucapkan kalimatnya, tanpa aba-aba kedua sosok tersebut langsung menghilang dari sana.
Baik Xiao Wang serta Chen Li saling berpandangan sesaat. Kemudian mereka memutuskan untuk kembali ke dunia nyata.
***
Wan Li tidak tahu lagi harus bagaimana menyadarkan kedua pemuda tersebut. Mereka saat ini tidak ada bedanya dengan seorang monster yang mengerikan.
Dengan aura membunuh pekat, serta kedua pupil mata keduanya yang berwarna merah darah, membuat keduanya tampak semakin menyeramkan.
Waktu seolah berhenti bergerak. Tak ada yang berani bertindak. Hanya ketakutan yang menghampiri semua yang ada di tempat itu.
__ADS_1