Perjalanan Menjadi Yang Terkuat

Perjalanan Menjadi Yang Terkuat
Ch. 80 ~ Cabe Neraka


__ADS_3

Xiao Wang serta Chen Li Berhasil melumpuhkan Sosok berwajah jelek.


"Sial, kenapa kedua manusia kecil ini begitu kuat sekarang. Apalagi sabuk langit yang telah susah payah ku curi dari kaisar Langit, kini telah jatuh ke tangan mereka... Sial! Kenapa nasibku malah bertambah sial seperti ini!" Lelaki itu memukul-mukul kepalanya menggunakan tangan satunya yang tak terpotong.


Pandangannya ia arahkan pada lengan yang terpotong. Dapat ia lihat, darah yang mengalir dengan derasnya. Daging yang berwarna merah, bercampur dengan darah yang berwarna hitam.


"Tidak ada jalan lain. Bertarung beberapa saat, tak membuatku menang. Malah sebaliknya aku akan mati jika pertarungan kembali di lanjutkan." Lelaki itu bergumam pelan.


Setelahnya, ia berbalik. Hendak kabur dari pertarungan.


"Oi ... Oi! Kenapa kau cepat-cepat meninggalkan pertarungan, makhluk jelek. Bahkan kami belum sempat membunuhmu!" teriak Chen Li.


Keduanya lalu melesat dengan kecepatan tinggi. Tak butuh waktu lama bagi mereka untuk mecapai sosok tersebut. Senyum mengerikan, Xiao Wang serta Chen Li perlihatkan. Membuat Sosok itu kian gemetar.


"A-ampuni aku manusia pemberani!" Berusaha meminta belas kasih, namun tak sedikitpun kedua anak itu memperlihatkan belas kasihnya terhadap sosok itu.


Chen Li maju selangkah. Setelahnya busur bulan ia libaskan dan memotong lengan lelaki itu.


Xiao Wang pun tak tinggal diam. Ia juga ikut menebas kedua kaki lelaki berwajah aneh.


Kedua kaki serta lengannya jatuh ke tanah. Sebelum tubuh sosok tersebut juga ikut jatuh Chen Li telah lebih dulu merubahnya menjadi abu hitam.


Setelah berhasil mengalahkan iblis tersebut, kedua anak itu melakukan gerakan tos.


Xiao Wang serta Chen Li lalu berbalik menuju kedalaman sekte. Dapat keduanya lihat, Lu Wanqiang, Yuan Fang, Xiao Meng, serta Xiao Liu yang kini telah di kelilingi oleh anggota sekte Elang Hitam.


Tepat sebelum semua orang yang mengelilingi keempatnya maju menyerang empat orang itu, Chen Li juga Xiao Wang muncul di hadapan mereka.


Angin kencang tiba-tiba saja tercipta saat keduanya mendarat di tanah. Menerbangkan debu-debu yang kian menyebar.


"Wang'er ... Li'er!"

__ADS_1


Xiao Liu, Xiao Meng, Lu Wanqiang, serta Yuan Fang yang semula cemas, kini mulai bernafas lega melihat kedatangan dua orang itu.


"Ayah ... Kakek! Apakah kalian baik-baik saja?" tanya Xiao Wang sembari berjalan mendekati keempat orang itu.


"Seperti yang kau lihat. Kami memang baik-baik saja sekarang. Kalau saja kalian tidak datang tepat waktu, mungkin kondisi kami tidak akan seperti sekarang," ujar Xiao Liu.


"Baiklah Ayah! Apakah pil yang kami berikan sebelumnya masih ada?" tanya Xiao Wang dan dijawab dengan anggukan pelan oleh ketiganya.


"Kalian fokus memulihkan diri dulu. Baru setelah itu, kalian bisa ikut membantu kami. Memberantas orang-orang ini!"


Xiao Wang serta Chen Li kembali menyiapkan Senjata mereka. Saat hendak kembali melesat, mendadak mereka menghentikan langkah.


Seorang pria yang begitu dibenci Xiao Wang serta Keempat orang itu kini muncul di hadapan mereka.


"Hahahaha... Xiao Liu, berani sekali kau datang kemari dengan kekuatan yang begitu lemah!"


Pria tersebut adalah Hai Bao. Ketua sekte Elang Hitam. Lelaki itu tertawa sesaat sebelum meledek mereka.


Mendengar perkataan Hai Bao, Chen Li serta Xiao Wang tak bisa menahan tawanya.


"Owh, apakah karena Pak Tua jelek tadi? Hahaha!"


Mendengar ucapan kedua anak itu, seketika tawa Hai Bao terhenti. Ekspresi bingung sekaligus curiga terlihat jelas dari raut wajahnya.


"Apa maksudmu?" Hai Bao menautkan alisnya. ''Tunggu. Apakah Pak Tua Jelek yang kalian maksud dua Iblis itu?" Hai Bao mulai menerka-nerka apa maksud dari ucapan kedua anak itu.


"Owh, Jadi makhluk dengan tanduk kambing serta hidung babi itu adalah iblis! Puft ... hahaha! Ku kira Alien!"


Kedua anak itu kembali tertawa terbahak-bahak. Bahkan Chen Sampai terbatuk-batuk dibuatnya.


"Tidak mungkin. Kalian pasti sedang bercanda bukan?" Raut wajah Hai Bao mulai memburuk.

__ADS_1


Lu Wanqiang, Yuan Fang, Xiao Meng serta Xiao Liu sendiri tampak bingung dengan sikap Chen Li serta Xiao Wang. Namun mereka memilih untuk tak memusingkan keduanya. Fokus pada proses pemulihan mereka. Agar nantinya bisa membantu kedua anak itu dalam bertarung melawan orang-orang sekte Elang Hitam.


"Oi pak Tua! Asal kau tahu. Dua Hidung babi itu telah kami bunuh. Bahkan yang satunya telah menjadi abu!" Xiao Wang menjawab Hai Bao dengan santai.


Hai Bao semakin memasang ekspresi buruk. Jika sebelumnya ia begitu yakin bisa menangkap keenam orang di hadapannya ini dengan mudah, kini ia mulai mempertimbangkan kembali pemikiran tersebut.


"Oh pak tua! Kau tenang saja, setelah ini kau juga akan menyusul mereka." Chen Li berucap dengan menekan akhir kalimatnya.


Setelahnya, ia langsung menarik tali busur bulan. Tiga buah anak panah api tercipta dan langsung menewaskan enam orang sekaligus.


Xiao Wang juga demikian. Pedangnya ia libas ke depan, menebas udara kosong. Energi putih berbentuk bulan sabit tercipta dan melesat dengan cepat ke depan. Enam kepala langsung terlepas saat itu juga.


Melihat aksi kedua anak itu. Hai Bao semakin menampakkan wajah khawatir sekaligus gelisah. Hal itu jugalah yang memperkuat spekulasi bahwa memang kedua anak itu telah membunuh dua makhluk yang ia pinjam dari ras Iblis.


Sesegera mungkin ia berbalik dan menghindar dari sana. Berlari diantara banyaknya murid-murid sekte Elang Hitam.


Terkadang ia akan terjatuh, namun segera ia akan bangkit kembali. Namun belum juga ia berhasil berdiri seutuhnya, kaki dari murid-murid yang berlalu lalang malah menginjaknya. Membuat dia di paksa harus kembali terguling-guling.


Chen Li serta Xiao Wang yang melihat nasib sial pria itu tak bisa berhenti untuk tertawa. Setelah membunuh beberapa orang, keduanya lantas melesat dengan kecepatan tinggi. Seolah-olah mereka telah menghilang dari sana. Beberapa murid mulai mencari keberadaan kedua orang itu. Namun tak kunjung mereka menemukan kedua anak itu.


Beberapa saat, Xiao Wang serta Chen Li muncul kembali tepat di samping Hai Bao.


"Oi Pak Tua! Bagaimana rasanya di injak-injak murid sendiri. Sangat menyenangkan bukan?" Ejek Chen Li.


Hai Bao Ingin mengumpati Chen Li, Namun belum juga ia mengeluarkan suara, Xiao Wang telah lebih dulu memasukan Cabe Neraka. Buah dengan bentuk memanjang serta memiliki ujung runcing. Berwarna merah dara dan mengeluarkan asap merah itu masuk tepat di mulut Hai Bao saat lelaki itu membuka mulut.


Muka pria itu seketika berubah memerah padam. Telinganya mulai mengeluarkan asap yang tersembur deras.


"Hooooh!" Dari mulutnya keluar semburan api yang langsung menghanguskan beberapa muridnya.


Hai Bao bergerak ke sana kemari seperti ayam yang tak tau jalan pulang.

__ADS_1


"Hooooh... Panas!"


Semburan api tak berhenti keluar dari mulutnya. Bahkan murid-muridnya kini telah gosong semua. Menyisakan gigi serta bola mata mereka yang berwarna putih.


__ADS_2