Perjalanan Menjadi Yang Terkuat

Perjalanan Menjadi Yang Terkuat
Ch. 7 ~ Nasib Chen Li


__ADS_3

Kedua mata Guiji terbuka lemas. Saat itulah ia bisa melihat saudaranya yang menempatkan pedang pada lehernya.


"A-ampuni aku Iju! A-aku janji tidak akan berkhianat lagi jika k-kau mau melepaskanku." Guiji meminta belas kasih kepada Iblis yang berdiri di hadapannya itu.


Guiju tampak terlihat berpikir sejenak. "Aku percaya padamu saudaraku. Aku yakin kau tak akan melakukan hal ini jika bukan karena dipaksa." Guiju berucap setelahnya. Lalu ia ulurkan tangannya ke depan, berniat membantu Guiji berdiri.


Melihat Guiju telah memaafkannya, Guiji memasang senyum sumringah walaupun tak terlalu jelas. Setelahnya ia mengangkat tangannya berniat menerima uluran tangan Guiju.


Namun belum sempat tangannya mencapai tangan Guiju, tiba-tiba saja dirinya merasakan dalam perutnya yang hangat. Semakin lama, sensasi itu ia rasa semakin panas, hingga seluruh organ tubuhnya dirasa mendidih.


"Arghh..."


Teriakan memilukan terdengar dari mulutnya. Ia memberontak, rasa sakit yang sebelumnya ia dapat dari pertarungannya bersama Guiju kini tak lagi dirasakannya. Tubuhnya ia biarkan berguling-guling ke sana-sini, mencari posisi yang membuatnya bisa tenang.


Perlahan tapi pasti ia merasakan sistem pencernaannya bergerak sebelum akhirnya berhasil lolos dari mulutnya.


"Arkh!" Sesuatu yang berbentuk selang licin berkelok-kelok tampak saat itu juga.


Perjanjian kontrak yang sebelumnya di lakukan oleh Xiao Wang bersama iblis itu, dimana Guiji sebagai bawahan Xiao Wang. Terbesit sedikit saja di benak Guiji untuk mengkhianati Xiao Wang, maka ia akan menerima konsekuensi dimana nyawa sebagai taruhannya. Kini ia telah mengkhianati Xiao Wang, membuatnya meregangkan nyawa.


Di sisa-sisa kesadarannya, Guiji mencoba menoleh saudaranya. Sorot matanya memberi isyarat kepada Guiju untuk menolongnya. Namun itu tak berlangsung selama 8 detik, sebelum akhirnya jiwanya terlepas dari raga.


Rasa jijik menghampiri Guiju kala melihat sistem pencernaan saudaranya tersebut. Ingin rasanya ia mengeluarkan isi perutnya, namun ditahannya sekuat tenaga.


Ia lalu membakar tubuh Guiji, setelahnya melesat ketempat lain dengan keadaan perut yang berputar-putar.


***


Di tengah banyaknya orang-orang yang mengeroyoknya, Chen Li berusaha keras mengelak dari ribuan orang yang datang menyerbunya. Baik dari aliran putih, netral maupun hitam, semuanya datang berbondong-bondong menyerangnya.


Kebetulan kristal roh milik Long She terjatuh tepat di sampingnya. Ia pun mengambil benda tersebut atas petunjuk dari Chen Lu dari alam bawah sadarnya. Namun siapa sangka, hal itu malah mengundang banyaknya orang-orang yang datang menyerbunya.


"Anak kecil, sebaiknya kau serahkan kristal roh itu padaku!"


"Tidak! Bocah, lebih baik kristal itu kau berikan padaku, jika kau masih menyayangi nyawamu."


Meskipun banyak yang membujuknya, namun Chen Li tak menghiraukan bujukan itu. Setelah menyimpan kristal roh di dalam cincin ruangnya, ia lantas mengangkat busurnya. Dikarenakan busurnya memiliki ujung yang lancip, sehingga selain memanah, busur itu juga bisa ia gunakan untuk menebas.


Bertarung melawan ribuan orang sekaligus membuat Chen Li kesusahan. Meskipun ia sedikit diunggulkan dalam hal kekuatan, namun ia kalah dalam jumlah. Sehingga hanya dalam beberapa menit dirinya telah di penuhi darah.

__ADS_1


Sebelumnya ia masih menahan diri untuk tidak melukai kultivator aliran putih-netral, namun ia justru mendapat perlakuan yang berbanding terbalik dari mereka. Dimana, baik putih, netral, maupun hitam sama saja, semuanya menyerangnya tanpa menahan diri.


Merasa semua upayanya untuk tak melukai aliran putih-netral sia-sia belaka, ia lantas mengeluarkan semua kemampuannya. Kali ini ia tak mengenal kawan maupun lawan. Baginya, semuanya adalah lawan yang harus di berantas.


Dengan Busur Bulan di tangannya yang kini terkobar energi api, ia lantas mengayunkannya, menepis dan membalas serangan lawan.


Dalam 5 menit, dirinya telah berhasil membunuh 4 kultivator tahapan Tinggi dan 2 kultivator tahapan Bumi. Meskipun demikian, dirinya juga kesusahan meladeni mereka yang terlalu banyak. Luka-luka pun kini nampak ternganga di beberapa bagian tubuhnya, dengan hanfu yang telah dipenuhi noda darah.


"Li, kau tak bisa terus-menerus meladeni mereka. Yang ada kau akan kehilangan nyawamu nantinya." Chen Li berucap dalam pikirannya.


"Kau benar! Tapi bagaimana caranya aku bisa menghindari orang-orang ini, mereka terlalu banyak. Tidak ada ruang untukku kabur."


"Kau tenang saja! Aku akan membantumu kabur dari sini." Chen Lu kemudian menjelaskan rencananya.


Setelah selesai menjelaskan rencana tersebut, Chen Lu lalu berucap, "Apakah kau siap?"


"Ya, aku siap!" balas Chen Li.


Kepulan asap berbentuk manusia setengah asap keluar dari tubuh Chen Li. Tidak ada yang dapat menyadari kehadiran sosok itu yang tidak lain adalah Chen Lu.


Chen Lu tersenyum sesaat kepada Chen Li sebelum akhirnya ia mencari target untuk ia rasuki nantinya.


Pria dengan kultivasi tingkatan Langit yang berlari hendak melancarkan serangannya kepada Chen Li tiba-tiba saja berhenti bergerak. Kepalanya menunduk dalam semenit, sebelum akhirnya ia angkat.


"Ahh, akhirnya aku bisa merasakan kembali sensasi berada di tubuh manusia!" Suara pria itu agak halus.


Selesai dengan melakukan peregangan otot, pria yang dirasuki Chen Lu kemudian melakukan suatu gerakkan tangan. Mendadak energi panas mengelilingi tubuhnya.


"Li, setelah ledakan besar tercipta, kau harus segera pergi dari sini!"


Chen Li mengangguk sambil menepis serangan lawan-lawannya.


Tak berselang lama, api berkobar dengan sangat besar melapisi pria itu. Kobaran api yang semakin membesar, sukses mengundang perhatian banyak orang. Beberapa kultivator yang berada di dekat pria tersebut langsung menghindar dari sana.


Baamm!!


Kobaran api itu tiba-tiba saja meledak. Sejenak, semuanya di paksa melindungi kedua mata menggunakan tangan, takutnya jika percikan api mengenai indera penglihatan mereka.


Setelah dirasa ledakan tersebut berhenti, semuanya membuka kembali kedua mata.

__ADS_1


"Apa yang terjadi?"


"Di mana anak itu?"


"Dia kabur!"


"Cepat cari dia!"


Semuanya kemudian bergerak mencari keberadaan Chen Li. Namun belum sempat menemukan anak itu, para iblis kini telah kembali menghadang mereka. Dikarenakan beberapa kultivator yang sebelumnya tidak mengincar Chen Li dan berhadapan dengan Para Iblis, kini telah menjadi mayat.


Terpaksa mereka harus menunda pencarian dan malah kembali menghadapi ribuan pasukan Iblis yang tersisa.


***


Seorang pemuda saat ini sedang berlari dengan keadaan lemas, sambil tangannya memegangi luka yang ternganga pada lengannya.


Jalanan kota kini telah dipenuhi oleh mayat yang tergeletak, dengan keadaan yang berbeda-beda. Berbagai tempat juga kini telah dipenuhi oleh darah.


Pemuda itu tidak lain dan tidak bukan adalah Chen Li yang telah berhasil kabur dari kepungan musuh yang mengincar kristal roh siluman suci di tangannya. Sesekali ia akan menoleh ke belakang, takut jika ada yang mengikutinya.


Kini dihadapannya, ia menemukan sebuah rumah yang nampaknya tak berpenghuni. Segera ia memasuki rumah tersebut.


Chen Li membaringkan tubuhnya di atas kursi kayu panjang. Sejenak, dirinya menghela napas panjang sebelum akhirnya menghembuskan kasar lewat mulutnya. "Bagaimana keadaan paman Li dan Lu saat ini yah! Semoga saja mereka baik-baik saja!"


Ia lalu mengeluarkan sebuah apel emas dari cincin ruangnya. Saat hendak memakannya, dirinya medengar suatu pergerakan dari balik dinding kayu. Lantas, ditariknya busur Bulan yang tergeletak di sampingnya, setelahnya ia bangkit dan berjalan perlahan-lahan hendak memeriksa sesuatu di balik dinding itu.


Kewaspadaannya tidak berkurang sedikitpun. Saat dirinya berjalan melewati dinding pembatas antar ruang satu dengan lainnya, mendadak seseorang telah mengunci pergerakannya dari belakang, dengan pisau yang di sodorkan di lehernya.


"Jangan memberontak!" Suara berat dapat Chen Li dengar dari orang tersebut menandakan bahwa dia seorang pria.


"Paman tolong lepaskan aku, aku tak berniat jahat. Aku hanya ingin beristirahat di sini sebentar!" ujar Chen Li meyakinkan pria itu.


Keraguan nampak jelas dari raut wajah pria itu. Berpikir sejenak, akhirnya ia pun memilih untuk melepaskan anak kecil itu.


"Yu'er, kemari sini!"


Seorang gadis kecil berusia sekitar 5 tahun muncul dari balik tumpukan jerami. Chen Li tersenyum tulus melihat gadis itu. Yang membuatnya kagum terhadap gadis tersebut adalah dirinya yang biasa-biasa saja saat melihat dirinya di penuhi noda darah.


Cukup lama Chen Li bersama dengan kedua orang itu. Berbagai cerita Chen Li dengar dari mulut pria tersebut yang sembari mengobati luka-lukanya.

__ADS_1


Beberapa saat dalam ketenangan, tiba-tiba mereka kedatangan tamu tak diundang.


__ADS_2