
Xiao Wang serta Chen Li berlomba membunuh pasukan kerajaan Air.. Tidak setiap detik terlewatkan tanpa adanya pasukan di kubu lawan yang mati di tangan kedua anak itu.
Meski telah membunuh banyak, darah juga telah menghiasi seluruh tubuh kedua anak itu. Namun Xiao Wang serta Chen Li tetap tak menghentikan aksi bunuh mereka.
Beberapa pasukan baik lawan maupun kawan yang melihat aksi kedua anak itu merasakan kengerian yang yang tersimpan dalam lubuk hati paling dalam. Mereka merasa kalah juga tertantang.
Pasukan musuh seketika ciut nyalinya. Berbeda halnya dengan pasukan kerajaan Api, yang bertambah semangat melihat kedua anak itu. Bagaimana tidak, Kedua bocah ingusan yang di kira seorang penakut, nyatanya lebih menakutkan dari Harimau sarta Singa sekalipun.
Dilihat dari cara mereka membantai pasukan. Tak ada belas kasih sedikitpun. Bahkan jika anak seusia mereka akan takut melihat darah, namun hukum tersebut tidak berlaku untuk kedua anak itu.
Para jenderal yang semula di disibukkan oleh lawan yang setara, mulai curi-curi pandangan ke arah Xiao Wang serta Chen Li.
"Sial! Siapa anak itu? Monster kah?"
Entah pujian atau apa. Yang jelas raut wajahnya menunjukkan keterkejutan sekaligus khawatir.
"Hahaha! Bagaimana. Lihat-kan sekarang?! Kau boleh mengata-ngatai orang lain. Namun ingat, jangan menilai seseorang dari usianya!" Wan Li yang juga bertarung dengan salah seorang jenderal menanggapi gumaman pria tersebut.
"Tch! Kenapa kau begitu besar kepala seperti itu? Bukan cuma kau yang memiliki orang hebat di pihakmu!" Jenderal tersebut mulai sedikit kesal. Ia lantas mengeluarkan Pluit di sakunya. Lalu mulai meniup keras.
Wan Li sendiri tak menanggapi. Merasa bodoh amat dan memilih meladeni musuh yang ada di hadapannya, yang kebetulan kultivasinya sama dengan dia, di tahapan Bumi puncak.
Beberapa saat, dari kejauhan. Terdengar langkah kaki berat yang menggetarkan.
"Ada apa ini? Kenapa tanah mulai bergetar?" tanya Chen Li.
__ADS_1
"Entahlah!"
Xiao Wang kemudian melompat ke arah seseorang yang mengendarai kuda. Ditendangnya orang tersebut, lalu mulai berdiri di atas kuda. Chen Li pun demikian.
Keduanya memperhatikan wilayah sekitar. Tampak dari jauh, lima orang pria botak berlari cepat ke arah mereka. Kelima orang tersebut tak mengenakan pakaian bagian atas. Hanya celana pendek sampai lutut dengan ujung yang robek membentuk zig-zag. Memamerkan tubuh mereka yang kekar dan besar.
Gerakan kaki mereka lambat, namun karena tolakan saat mengangkat kaki ketika berlari terlalu kuat, sampai-sampai mereka terlihat seperti sedang melayang. Dan tentu saja kecepatan mereka bertambah karena itu.
Setelah sampai, pasukan dari kerajaan Air langsung memisahkan diri dari sana. Mereka tahu, bahwa lima orang pria itu akan menyerang sesuai insting. Tak kenal lawan maupun kawan. Bagi kelimanya, semua yang berstatus sebagai manusia adalah musuh.
Beberapa pasukan kerajaan Api langsung beralih pada kelima orang itu. Namun sayang seribu sayang. Semuanya mati hanya dengan sekali pukulan gada dengan duri-duri tajam yang menghiasi setiap bundaran gada tersebut, di tangan mereka.
Satu kali kelima orang itu melayangkan gada, maka satu kepala akan pecah saat itu juga.
Wan Li berdecak melihat keganasan kelima orang itu dalam melawan ribuan orang yang mengelilingi kelimanya. Bahkan tidak sampai semenit telah banyak nyawa melayang terkena gada dari mereka berlima.
"Ini tidak bisa di biarkan! Jika tidak ada yang mengehentikan mereka, bisa-bisa pasukan kerajaan Api akan berkurang banyak nantinya!" gumam Wan Li di sela-sela pertarungannya bersama dengan salah satu jenderal kerajaan Air.
Ia mempercepat pola tarungnya. Pedangnya ia mainkan dengan lihai. Berusaha mencari kelemahan lawan. Butuh waktu beberapa menit bagi Wan Li untuk menemukan kelemahan lawan tersebut.
Segara Wan Li melumpuhkan lawannya. Jenderal kerajaan Air yang menjadi lawan Wan Li sendiri begitu tak menyangka Wan Li bisa menumbangkannya. Tanpa basa-basi, ia langsung membunuh jenderal kerajaan Air tersebut.
Kemudian ia mencari kuda di sekitarnya. Setelahnya ia membunuh penunggang kuda dan menaiki kuda tersebut. Berlari sembari memainkan pedangnya. Membunuh musuh yang kebetulan masih tersesat diantara banyaknya pasukan kerajaan Api.
Selang beberapa saat, Wan Li telah sampai pada salah satu dari lima orang berbadan besar tersebut. Ia langsung maju menggantikan prajuritnya, bertarung melawan orang besar itu.
__ADS_1
Namun, hasilnya sama saja. Tak ada perubahan berarti. Wan Li tetap kesusahan dalam hal meladeni setiap layangan Gada berduri yang kian memberat.
Bahkan Wan Li harus di paksa melayang kala gada tersebut menghantam pedang yang ia gunakan untuk menangkis serangan gada tersebut.
Wan Li mendarat diantara tumpukan mayat prajurit di dua kerajaan. Tak berhenti sampai di situ, terlihat Manusia berbadan raksasa menangkap prajurit yang ada di dekatnya. Lalu melempar mereka ke arah Wan Li.
Wan Li yang saat itu hendak bangkit, kembali dibuat ambruk. Tertimpa tubuh prajuritnya sendiri.
Manusia berbadan raksasa tidak berhenti sampai di sana. Ia tetap menangkap prajurit, dan melemparkannya ke arah dimana tubuh Wan Li berada. Hingga dalam waktu singkat, tumpukan prajurit yang menimpa Wan Li kini telah membukit.
Sempat terdengar tawa dari manusia aneh itu. Namun beberapa saat kemudian. Orang-orang yang menimpa Wan Li mulai terbang secara bersamaan. Memperlihat sosok Wan Li yang kini telah berdiri dengan Baju besi yang telah ia buka. Memperlihat badannya yang kekar namun berotot.
Lelaki itu mengambil rantai lalu melilitkannya pada tangan serta lengangnya. Lalu maju dengan menampakkan wajah beringasnya.
Perlahan tapi pasti, Wan Li berjalan mendekati manusia raksasa itu. Pertarungan pun kembali tercipta antar keduanya. Gada serta kepalan tangan yang dibalut rantai besi bertemu. Menimbulkan percikan bunga api. Wan Li sendiri sampai tergeser dari posisinya dua langkah.
"Sial! Lawan secara langsung tak menguntungkan bagiku. Harus menggunakan suatu trik, untuk mengalahkan makhluk aneh ini!" gumam Wan Li.
Lalu pandangannya ia arahkan pada sekelompok jenderal kerajaan Api yang kini bergerak membantai prajurit dengan seringai sumringah mereka tampakkan saat membunuh anggota pasukan kerajaan Api. Yang memang level kekuatan para prajurit kerajaan Api berada beberapa tingkat di bawah para jenderal tersebut. Sampai-sampai beberapa prajurit kerajaan Api mati dalam hitungan menit.
"Benar-benar licik!"
Memilih untuk menggeser pikiran tentang jenderal kerajaan Air. Wan Li memusatkan semua perhatiannya pada Makhluk aneh yang ada di hadapannya ini. Salah-salah, dirinya akan mati jika tidak hati-hati.
Disisi lain, Xiao Wang juga Chen Li masing-masing mendapatkan satu musuh. Sedang dua manusia aneh lainnya berhadapan dengan tiga sampai empat jenderal kerajaan Api sekaligus. Namun para jenderal tersebut begitu lemah. Tidak bisa dibandingkan dengan kekuatan para manusia aneh itu.
__ADS_1