Perjalanan Menjadi Yang Terkuat

Perjalanan Menjadi Yang Terkuat
Ch. 21 ~ Siluman Naga


__ADS_3

"Pukulan Ombak!"


Baamm!


Batu besar seketika hancur terkena jurus yang di lancarkan oleh Xiao Wang. Terlihat, kini tubuhnya di banjiri oleh keringat yang memebasahi hanfu putihnya. Beberapa kali dia melepaskan jurus tersebut dan tentu saja membuat tenaganya terkuras banyak.


Dengan nafas ngos-ngosan, pemuda itu membanting dirinya di atas rerumputan.


"Bagus Wang'er, kau hampir menyempurnakan teknik itu." Qingshui datang dan duduk di sampingnya.


Sejenak, keduanya terdiam. Menikmati hembusan pelan angin sore yang seperti membelai lembut mereka.


Dua minggu sudah Xiao Wang berlatih menyempurnakan dua tekniknya, Pusaran Ombak dan Pukulan Ombak. Pemuda itu telah menyempurnakan teknik pusaran Ombak hanya dalam kurun waktu seminggu. Dan Kini, dia juga hampir menyempurnakan teknik Pukulan Ombak miliknya.


Qingshui menghela nafas panjang, membiarkan udara terdiam sesaat di paru-parunya sebelum menghembuskan perlahan lewat mulutnya.


"Haaah!"


Xiao Wang bangun lalu mengikuti Qingshui mengambil sikap duduk. "Shui!" ucapnya sesaat.


Qingshui melirik Xiao Wang. "Ada apa?" Membalas panggilan pemuda itu.


"Kira-kira berapa lama lagi aku akan menyelesaikan latihan ini?" tanya Xiao Wang.


"Hmm, dilihat dari perkembanganmu selama dua Minggu ini, seharusnya beberapa bulan lagi aku dan Dianhuo akan selesai melatih kalian. Setelah itu kami akan menyerahkan kalian pada guru!" Qingshui menjelaskan sambil pandangannya ia arahkan pada seekor rusa yang menyusui anaknya di bawah rerumpunan semak belukar berjarak beberapa meter dari tempat Xiao Wang dan Qingshui duduk.


"Guru?" tanya Xiao Wang.


Qingshui kembali melirik Xiao Wang. "Ya, guruku dan guru Dianhuo, guru kalian juga nantinya!"


Xiao Wang mengangguk sesaat. "Apakah guru sangat hebat!" Kembali Xiao Wang melempar pertanyaan pada Qingshui.


"Ya! Dia sangat hebat."


"Bagaimana kehebatan guru?"


"Hmm, Guru dapat menghancurkan dunia ini hanya dengan sekali jentikan jari."


Mendengar jawaban dari Qingshui, Xiao Wang membelalakkan kedua matanya. Dia tak menyangka bahwa kekuatan guru mereka nantinya akan sangat mengerikan.


"Eh, omong-omong ... Kenapa kau menanyakan hal demikian?" Qingshui berbalik menanyai Xiao Wang.


Mendengar pertanyaan pria itu, Xiao Wang jadi sedikit salah tingkah.


"Sebenarnya aku hanya ingin menyelesaikan masalah di sekte kami."


"Masalah?"


"Ya!"


Xiao Wang kemudian menceritakan bagaimana kondisi sekte Elang Emas sebelum dirinya di bawah pergi oleh Qingshui dan Dianhuo. Dimana sekete Elang Emas yang diketuai oleh kakeknya sendiri, Xiao Liu di rebut secara diam-diam oleh salah satu Tetua sekte yang bersekongkol dengan Iblis.

__ADS_1


Murid-murid beserta tetua sekte harus di paksa berkhianat dan mengikuti tetua tersebut, dikarenakan jika menolak, maka mereka akan di bunuh atau di penjara di tempat gelap di bawah tanah....


Mendengar cerita dari Xiao Wang, Qingshui menjadi sedikit iba. "Aku turut prihatin atas kondisi yang menimpa sekte kalian ... Kalau begitu akan aku diskusikan bersama guru nanti. Yang terpenting saat ini adalah, kau harus kuat terlebih dahulu untuk mengusir mereka yang berkhianat."


Xiao Wang mengangguk. Karena hari sudah menjelang malam, Xiao Wang dan Qingshui beranjak dan bertemu kembali dengan Chen Li dan Dianhuo di tempat biasa mereka berkumpul ketika malam.


Selesai mengisi perut, Qingshui mengajak Dianhuo berbicara empat mata.


"Apa yang hendak kau bicarakan?" Dianhuo bertanya ketika mereka telah berada di tempat jauh dengan Chen Li dan Xiao Wang.


"Terkait dengan masalah Xiao Wang!"


Qingshui kemudian menjelaskan apa yang dia dengar dari Xiao Wang tadi tanpa ada yang terlewatkan.


"Hmm, nasib Xiao Wang tak beda jauh dengan nasib Chen Li!" Dianhuo berkata setelah selesai mendengar cerita dari Qingshui.


"Benarkah?"


"Hmm!" Dianhuo mengangguk, kemudian dia juga menjelaskan masalah kerajaan Api dan tekad Chen Li untuk membalas dendam terhadap kematian ayah beserta ibunya.


"Kalau begitu, mari kita beritahu guru terkait masalah dan tekad kedua anak ini!"


"Kau benar ... Mari!"


Setelah itu Qingshui dan Dianhuo pergi menemui Dewa Gou Jhiu. Namun sebelum itu, mereka ke tempat dimana keduanya meninggalkan Chen Li dan Xiao Wang, menyuruh mereka untuk beristirahat karena besok latihan mereka akan kembali berlanjut.


Besoknya, latihan menyempurnakan teknik kembali di lanjutkan. Terlihat Xiao Wang dan Qingshui di sebuah Padang rumput dengan beberapa pecahan batu akibat hantaman dari teknik yang dilancarkan Xiao Wang.


"Apakah kau siap?"


"Ya, aku siap!"


Xiao Wang menghela nafas sesaat, sebelum menghembuskan kasar lewat mulutnya. Hari ini, entah sudah berapa batu besar telah dia hancurkan. Dan sekarang, dihadapannya berdiri batu yang sangat besar sebagai penutup dari latihannya. Terbesar dari batu-batu sebelumnya.


"Pukulan Ombak!" Xiao Wang berteriak lantang, sembari kepalan tangannya yang terlapisi energi Qi ia arahkan pada batu tersebut.


Whush!


Energi berwarna biru muda melesat cepat dan menghantam batu itu.


Baamm!


Ledakan yang sangat besar tercipta. Batu tersebut hancur dan menjadi debu-debu yang berterbangan, menyebar ke berbagai arah.


"Bagus, akhirnya kau telah menyempurnakan teknik itu dengan sangat baik," puji Qingshui.


Xiao Wang hanya tersenyum kecil menanggapi pujian Qingshui. Sebenarnya, ada sesuatu yang ingin pemuda itu katakan pada Qingshui, namun dia tak berani untuk mengungkapkannya.


Entah mengapa hatinya ingin sekali mengatakannya, namun mulutnya terlalu kaku untuk bersuara.


Tanpa sepengetahuan Xiao Wang, Qingshui ternyata diam-diam telah mengetahui isi dalam pikiran pemuda itu.

__ADS_1


"Kau tenang saja. Masalah sektemu telah aku bicarakan bersama Guru." Qingshui menjeda kalimatnya sesaat. Dia ingin melihat reaksi Xiao Wang setelah mendengar ucapannya tadi.


Benar saja, Xiao Wang memasang wajah sumringah setelahnya. Perkataan tersebut yang pemuda itu tunggu-tunggu keluar dari mulut pria itu.


Qingshui tersenyum sesaat melihat ekspresi Xiao Wang.


"Setelah kalian menyelesaikan satu teknik yang akan kami ajarkan kepada kalian natinya, baru setelahnya kalian bisa kembali ke dunia kalian dan melakukan apa yang kalian inginkan," jelas Qingshui.


Xiao Wang mengangguk kecil. Sebenarnya ada sedikit rasa kecewa ketika mendengar bahwa dia harus menunggu selama beberapa bulan lagi untuk kembali ke dunianya. Namun Pemuda itu memilih untuk tak mempermasalahkannya. Yang terpenting baginya, dirinya bisa kembali dan membalaskan dendam kakeknya.


Sementara itu, di tempat lain. Chen Li saat ini sedang di latih Dianhuo di sebuah air terjun yang mengalir sangat deras.


Pemuda itu kini sedang melayang diudara. Dirinya seperti melakukan sebuah tarian, namun jika di perhatikan lebih teliti, setiap gerakan anak itu begitu tegas dan mengandung energi yang sangat mematikan.


Nampak aura panas kini mengelilingi tubuhnya. Beberapa saat, dia berteriak lantang.


"Tarian Dewa Phoenix!"


Energi berwarna emas melesat cepat kearah kolam air terjun.


Baamm!


Ledakan yang sangat besar terdengar. Air kolam yang semula tenang mendadak naik begitu tinggi, sebelum akhirnya kembali terjatuh.


Tepukan tangan terdengar dari Dianhuo. "Bagus, Li'er. Kau telah berhasil menyempurnakan teknikmu!" puji Dianhuo.


"Terima kasih!"


"Ehh, Huo! Masalah tentang kerajaan ayahku, apakah kau sudah memberitahukannya pada Dewa Guru?" tanya Chen Li.


Dianhuo tersenyum kecil sambil anggukan kecil ia tampakkan menandakan bahwa dia membenarkan perkataan Chen Li.


"Bagaimana tanggapannya?"


"Kau tenang saja. Setelah menyelesaikan satu teknik yang akan aku ajarkan padamu, kau bisa kembali ke duniamu dan membalaskan dendam orangtuamu."


"Benarkah?" Chen Li berkata dengan semangat.


"Ya!"


Saat sedang bertukar kata, tiba-tiba saja mereka dikejutkan oleh air kolam yang mendadak membentuk pusaran sangat besar. Air kolam seperti tersedot dari dalam.


"Ada apa ini?" tanya Chen Li.


"Tidak ada! Hanya seekor siluman kurang kerjaan yang mencari mati," jawab Dianhuo.


Beberapa saat, dari dalam pusaran air itu, muncul kepala seekor Siluman Naga yang sangat besar. Sisa-sisa air mulai berjatuhan dari badannya.


Siluman itu memelototi Chen Li dan Dianhuo. Menatap tajam sembari semburan asap keluar dari lobang hidungnya.


"Beraninya kalian mengganggu istirahatku!" Begitu menggema ketika suara naga itu keluar.

__ADS_1


__ADS_2