
Aksi Xiao Wang, Chen Li, serta Wan Li dalam menghancurkan kerjaan Angin menarik begitu banyak perhatian di berbagai kalangan. Tidak terkecuali dua kerajaan, yaitu kerajaan Air dan Bumi.
~Kerajaan Air.
"Bagaimana? Apakah kau sudah mengecek kebenarannya?" Tanya Raja Kerajaan Air.
"Benar, Yang Mulia! Kerajaan Angin memang telah musnah. Dan berganti menjadi kerajaan Api!" jelas seorang pria dengan baju besi yang saat ini tengah berlutut.
"Hmm! Bukankah kekuatan mereka melemah saat dua tahun lalu terjadi pertempuran besar di kerajaan Api? Apakah mereka menyembunyikan kekuatan yang begitu besar? Ataukah menyewa Kultivator dari kekaisaran Lain?" Raja Kerajaan Air bertanya-tanya akan dari mana kerajaan Api mendapat kekuatan hebat tersebut.
"Yang Mulia! Apapun itu, kita harus bersiap-siap. Yakin dan percaya, setelah kerajaan Angin. Mungkin target selanjutnya adalah dua kerajaan Tersisa, yaitu kerajaan Air dan kerajaan Bumi!" Salah satu Jenderal Kerajaan Air berucap.
"Kau benar..." Raja Kerajaan Air lalu berdiri dari singgasananya. "Perkuat penjagaan... Kumpulkan beberapa prajurit untuk mengawasi gerbang perbatasan. Jangan sampai kerajaan Api datang menyerang kerajaan Kita!" titah Raja Kerajaan Air.
Semuanya melakukan hormat Gongshou. Dimana kedua tangan saling memeluk dan diangkat di depan badan, memberi hormat kepada Raja Kerajaan Air.
Setelah itu, semuanya lantas meninggalkan aula singgasana. Menyisakan Sang Raja serta para jenderalnya yang saat itu masih memberikan hormat padanya di bawah tangga podium.
"Kirim mata-mata terhandal kita untuk mengintai di kerajaan Api!" perintah Raja Kerajaan Air.
"Baik Yang Mulia!"
Jenderal Kerajaan Air membungkuk memberi hormat. Setelah Raja kerajaan Air meninggalkan singgasana, lantas mereka juga meninggalkan aula singgasana, dan pergi melaksanakan apa yang di titah Raja kerajaan Air tersebut.
***
Xiao Wang serta Chen Li saat ini sedang berada di alam bawah sadar Chen Li. Tampak semua prajurit kini telah sembuh sepenuhnya. Bahkan kultivasi mereka meningkat satu tingkat. Dimana yang tadinya berada di tingkatan Dasar tahap Lima, kini semuanya telah menerobos tingkatan Menengah Tahap Dua.
Chen Li berencana memperkuat prajurit yang ada di alam bawah sadarnya itu. Dan menyerahkan pada Wan Li sebagai pemimpin mereka.
Selesai memeriksa mereka, Chen Li lantas keluar dari alam bawah sadar. Meninggalkan Xiao Wang yang mengawasi para prajurit tersebut. Ada sekitar 500 prajurit di sana.
Chen Li langsing bergegas mencari Jenderal Wan Li, berniat juga melatihnya. Mencari di berbagai sudut istana, namun tak kunjung ia menemukan keberadaan lelaki itu.
Chen Li lantas bertanya pada beberapa prajurit. Namun jawaban mereka semua sama, yaitu tidak melihat batang hidung Wan Li.
Kesal sekaligus khawatir, terjadi masalah pada Pamannya, Chen Li lantas mempercepat langkahnya.
Berjalan hingga beberapa saat, Chen Li tidak sengaja bertemu dengan Chen Guan.
__ADS_1
"Li'er, kenapa kau begitu panik?" tanya Chen Guan kala melihat raut wajah kusut Chen Li.
"Eh, Paman! Apakah kau melihat Paman Wan Li?" tanyanya.
"Jenderal Wan Li! Hmm, sepertinya aku melihat ia di taman belakang Istana."
"Ow Iyah, aku belum memeriksa di sana!" Chen Li menepuk jidatnya. "Baik, kalau begitu aku pergi dulu, Paman!"
Chen Li lantas bergegas meninggalkan Chen Guan.
Chen Guan sendri tampak bingung melihat tingkah keponakannya itu.
"Eh, Li'er..." Hendak bertanya, namun pemuda itu telah lebih dulu menghilang.
Chen Guan hanya bisa menggelengkan kepala pelan. Lalu melanjutkan langkahnya.
Tak butuh waktu lama bagi Chen Li untuk sampai di taman belakang istana.
Chen Ali segera menilik sekitar, mencari dimana Wan Li berada. Taman yang luas, dengan beberapa tumbuhan rimbun tertata rapi yang tersebar di berbagai tempat, membuat Chen Li kian kesusahan dalam menemukan lelaki tersebut.
Beberapa saat berjalan, Mendadak Chen Li menghentikan langkah kala telah menemukan keberadaan Wan Li, beberapa meter darinya.
Saat hendak melangkah, Chen Li mendadak menghentikan langkahnya.
Diantara hamparan bunga yang beraneka ragam dan warna. Chen Li dapat melihat Wan Li berlutut dengan sekuntum mawar merah di genggaman tangannya ia persembahkan pada seorang wanita.
Melihat hal itu, Chen Li memasang wajah sumringah. "Akhirnya, keperjakaan Paman, akan segera hilang!" pelan Chen Li.
Ia pun memilih untuk meninggalkan tempat itu, membiarkan Wan Li bersama kekasihnya.
Chen Li kembali ke alam bawah sadarnya. Memperhatikan Para prajurit yang berlatih di bawah bimbingan Xiao Wang.
"Bagaimana, Wang?"
"Aman-aman!"
Hari menjelang malam di alam bawah sadar Chen Li. Prajurit yang berlatih mulai di perintah untuk berhenti. Dan berendam di air kolam panas.
Besoknya pelatihan kembali di lanjutkan. Semua prajurit berbaris rapi. Chen Li membayangkan dirinya dan Xiao Wang berdiri di atas panggung. Benar saja, panggung besar tercipta di pijakan Xiao Wang serta Chen Li.
__ADS_1
Melihat hal itu, Semua prajurit tidak bisa untuk tidak takjub.
"Baik! Hari ini kalian akan berlatih memainkan senjata di bawah tekanan yang akan aku berikan," Chen Li langsing pada intinya.
Setelah beberapa prakata, Pelatihan pun di mulai. Chen Li memberikan tekanan berat pada 500 pasukan tersebut.
Para pasukan yang merasakan tekanan layaknya gunung besar menimpa mereka. Berlutut. Semuanya tak bisa mengangkat kaki dan berdiri.
Melihat hal itu, Chen Li menjadi marah.
"Kalian mau menjadi pasukan elit kerajaan Api, dengan kekuatan kalian yang lemah itu?! Bagaimana kalian bisa menghadapi musuh yang lebih kuat dari kalian, nantinya?"
Ceramah itu cukup singkat namun sukses membuat pasukan tersinggung. Mengingat kembali bagaimana mengerikannya kekuatan Chen Li, membuat semangat kembali menggebu-gebu.
"Kekuatan Tuan Muda begitu mengerikan. Jika kekuatan kita hanya sebatas sampai di sini, kita tidak pantas untuk berada di belakangnya. Jika tidak bisa menyamainya, setidaknya kita harus berusaha untuk layak bersamanya!" salah seorang prajurit berkata.
Setelahnya, ia berusaha berdiri, meski beberapa kali ia gagal. Dengan menggunakan pedang sebagai topangan, ia akhirnya berhasil berdiri walau belum sepenuhnya lurus. Lututnya pun masih menampakkan tanda-tanda gemetar.
Melihat seorang prajurit tersebut, prajurit lainnya juga tak ingin ketinggalan.
"Ya! Demi tuan Muda dan kerajaan Api!"
Satu per satu pasukan 500 prajurit berusaha bangkit dari keterputusasaan. Beberapa saat, semuanya telah berhasil berdiri.
Melihat hal itu, Chen Li serta Xiao Wang memasang senyum sumringah. Keduanya membiarkan pasukan menyesuaikan diri setelah berdiri. Setelah itu, Chen Li lantas berseru lantang.
"Hiyaah!"
Seolah mengerti, Semua prajurit lantas mengangkat sebelah kakinya. Melangkah ke depan satu langkah.
Goyah. Beberapa pasukan nyaris terjatuh, namun dengan cepat memposisikan diri.
Melihat semangat mereka, Chen Li semakin memperlebar sunggingan di bibirnya.
"Hiyaah!"
Satu langkah kembali prajurit itu gerakkan. Kembali beberapa orang hampir tumbang saat selesai melangkah. Kali ini ada beberapa diantaranya yang roboh pertahanannya. Akan tetapi mereka tak ingin menyerah sampai di situ. Melihat teman-temannya yang berdiri, membuat rasa malau menghampiri mereka.
"Jika mereka bisa, kenapa aku tidak bisa?"
__ADS_1
Kalimat itu cukup sederhana. Namun sekali kalimat itu terucap dalam hati, semangat juga terpacu saat itu juga.