
Pernikahan Wan Li berlangsung sangat meriah. Tak pernah ada Sebelumnya pernikahan yang semeriah hari ini. Semua warga berkumpul di satu tempat di desa masing-masing.
Prajurit yang begitu banyak di bagi menjadi ratusan kelompok. Para prajurit itu sendiri bertugas mendatangi setiap desa serta kota yang ada di kekaisaran Api. Untuk membagikan hadiah pada setiap warga Kekaisaran Api.
Semuanya dapat, tanpa terkecuali. Bunga mawar bertebaran di jalanan. Kereta kuda yang begitu mewah serta dihias dengan begitu indahnya berjalan perlahan. Melewati jalanan yang di penuhi bunga mawar tersebut.
Penduduk yang melihat kereta kuda tersebut, segera menyiapkan bunga. yang akan mereka lempar ke arah Kereta kuda tersebut.
Tak butuh waktu lama. Tempat itu kini telah menjadi hujan bunga dengan beraneka bentuk serta warna. Chen Li yang berada di depan memasang senyum sumringah. Melihat betapa antusiasnya rakyat kala menyambut pernikahan Panglima Tempur Wan Li.
Selang beberapa saat, kereta kuda akhirnya sampai di istana Kekaisaran. Nampak di sana telah banyak orang-orang yang berpengaruh. Berkumpul untuk menyambut kedatangan mereka. Terlihat juga Xiao Wang, Xiao Liu, Xiao Meng, serta Beberapa bangsawan di sana. Semuanya tersenyum senang.
***
__ADS_1
Malam harinya.
Acara yang meriah itu diakhiri dengan menikmati indahnya kembang api yang saling bersahut-sahutan di langit malam istana.
Satu persatu para tamu undangan mulai pulang setelah memberikan hadiah kepada kedua mempelai.
Wan Li sendiri serta Kekasihnya memasuki kamar pengantin, yang kini telah dihiasi dengan begitu indahnya. Aroma yang begitu menenangkan itu memanjakan paru-paru. Di kasur, tempat mereka akan tidur berdua kini telah dihiasi dengan bunga mawar merah yang di bentuk hati.
Wan Li memeluk pinggang pengantin wanitanya dari belakang. Sembari mencium rambut wanitanya itu.
Istrinya tersebut ternyata bernama Yin Hai. Salah satu anggota dari keluarga besar Yin.
Dia tak menjawab. Membalikkan badan, dan membalas pelukan Wan Li.
__ADS_1
"Sayang! Aku tak sabar untuk melakukannya!" bisikan yang begitu menggoda itu, sukses membuat Wan Li terbelalak matanya sesaat.
Ada rasa gugup di hatinya. Namun ia berusaha untuk menepis semua rasa itu. Meski batang berambut nya kini telah menegang di balik celananya.
"Sayang. Apakah kau tak mau berendam dulu?" Wan Li sebenarnya juga ingin cepat-cepat melakukannya. Namun ia sadar, istrinya pasti merasa gerah serta lengket setelah acara seharian penuh menyambut para tamu.
"Sayang! Aku tak mau mandi. Aku sudah tak bisa menahan hasrat ini!"
Ucapan nakal, keluar dari mulut Yin Hai. Tangan Wanita itu bergerak dari dada Wan Li yang begitu keras itu, lalu perlahan turun ke perut yang juga keras. Dari situ, Yin Hai bisa menyimpulkan bahwa tubuh Wan Li begitu kekar serta berotot.
Terakhir tangan wanita itu berhenti pada benda yang tertutupi oleh hanfu putih yang dikenakan Wan Li. Di pegangnya benda tersebut. Begitu besar dan Keras. Yin Hai, memain-mainkan tangannya. Memutar-mutar benda tersebut dengan manja.
Wan Li yang baru kali pertamanya, kejantanan nya di pegang oleh seorang wanita merasakan sensasi yang tak bisa ia ungkap dengan kata-kata. Entah mengapa, suhu di ruangan itu mendadak berubah panas.
__ADS_1
"Oh sayang... Jangan menyiksaku dengan permainan nakal mu itu!"
Wan Li tampak tak tahan lagi. Di pelukannya tubuh sang istri, lalu menggendongnya. Sembari berjalan menuju kasur, Wan Li juga menciumi bibir wanita itu. Memainkan lidahnya di dalam mulut sang istri. Air Li*ur keduanya menyatu. Saling Is*p-menghis*p. Kedua lidah saling berperang di dalam sana.