
Wan Li sampai di tempat di mana Xiao Wang, Chen Li, Jenderal Shen Lou serta para prajurit kerajaan Api berada. Raja Chen Huang yang berada di depannya ia tendang, membuat pria itu terbang dan menghantam Jenderal Shen Lou.
Beberapa prajurit yang memang masih menaruh kesetiannya pada raja Chen Huang merasa geram, melihat raja mereka di perlakukan seperti itu. Hampir saja mereka melompat dan menonjok muka Wan Li. Namun belum juga mereka melangkah, mereka telah lebih dulu mendapat tatapan tajam nan menusuk dari Chen Li. Seolah-olah anak itu hendak memakan mereka.
Tak ada yang berani bergerak. Bersuara pun takut untuk di keluarkan. Suasana hening sesaat, Wan Li pun membuka suara. Memecah suasana yang sempat hening tersebut.
"Sekarang, Raja Chen Huang telah resmi di turunkan dari jabatannya. Dia tidak akan mejadi Raja kerajaan Api. Dan akan di hukum di tahanan seumur hidup, dengan hadiah juga akan dia dapat di tahanan." Wan Li melirik ke arah Jenderal Shen Lou. "Begitupun dengan Jenderal Shen Lou. Dia juga akan di tahan dan mendapat hadiah di sana!"
Mendengar itu, para prajurit mulai berbisik-bisik.
"Siapa yang menyuruhmu melengserkan kedudukan ku sebagai Raja kerajaan Api? Apa hak mu?!" Raja Chen Huang berkata dengan geram.
Wan Li tersenyum menanggapi perkataan pria itu. "Hohoho! Apakah kau lupa Raja Sampah? Keturunan asli dari Raja Kerajaan Api yang sah masih hidup," ucap sinis Wan Li. Setelahnya pandanganya ia arahkan pada Chen Li, yang kini juga menatapnya.
Seolah mengerti arti tatapan mata Wan Li, Chen Li lantas membuka kain hitam yang menutupi mulut serta setengah hidungnya. Berjalan beberapa langkah ke depan, Pemuda itu lantas berucap.
"Aku Chen Li, Putra dari Raja sah Kerajaan Api, Chen Long. Dengan ini menyatakan akan kembali mengambil alih kerajaan Api, setelah sebelumnya di rebut paksa oleh seorang pengkhianat. Dimana pengkhianat tersebut adalah Paman ku sendiri, Chen Huang." Chen Li berkata lantang. "Jika ada yang keberatan, silahkan sampaikan!"
Semuanya nampak diam. Tak ada yang bersuara.
Chen Li tersenyum kecil melihat semua prajurit yang tampak diam membatu.
"Baik, Karena tidak ada yang bersuara, maka ku anggap kalian tidak berkeberatan dengan itu!" Chen Li kembali menoleh ke arah Wan Li. Lelaki itu tersenyum kecil ke arahnya, dan di balas senyuman pula olehnya.
Dalam hati Wan Li, ia merasa bangga sekaligus terharu. Bagaimana tidak, sejak dulu ia bertekad untuk membalas dendam atas kematian Raja Chen long serta Lin Ra. Namun tak pernah tersampaikan.
Sempat terbesit di pikirannya bahwa ia tak akan bisa mewujudkan tekad tersebut. Mengingat kekuatan yang sangat tidak mendukung.
Namun tak pernah di sangka, justru bayi yang dahulu sempat ia rawatlah yang melakukannya. Mewujudkan mimpi untuk membalaskan atas kematian kedua orang tuanya dan merebut kembali kerajaan Api dari tangan Chen Huang.
Salah seorang prajurit berjalan mendekati Chen Li.
"Hormat, Yang Mulia! Selamat datang kembali di kerajaan Api. Janji dan Sumpah setia, sehidup semati akan setia mengabdi pada Yang Mulia," ucap prajurit tersebut.
Sontak saja, semuanya langsung mengikuti prajurit tersebut.
__ADS_1
Selang beberapa saat, Wan Li memerintahkan beberapa prajurit yang tak mendapat luka berarti dari Xiao Wang juga Chen Li untuk membawa Jenderal Shen Lou serta Chen Huang ke dalam penjara bawah tanah.
Tanpa ada yang membantah, beberapa prajurit menarik paksa Chen Huang serta Shen Lou. Kedua orang itu sendiri memberontak, namun tanpa ampun tendangan keras prajurit menerjang mereka, membuat kedua orang itu bungkam sekaligus tak menyangka. Dimana, yang dulunya mereka sering menendang para prajurit tersebut, sekarang malah berbanding terbalik.
"Li'er, bagaimana rencana mu kedepannya?" tanya Wan Li pada Chen Li.
"Entahlah paman, belum ku putuskan. Sebaiknya, besok saja baru kita bicarakan masalah ini. Lebih baik kita beristirahat dahulu! Lagipula aku ingin merasakan bagaimana rasanya tidur di istana yang megah ini!" Chen Li berkata sembari seringai penuh arti ditampakkannya.
Wan Li menjitak jidat Chen Li. "Tak ada waktu untuk beristirahat... Apakah kau tak melihat prajurit di belakangmu itu? Karena mereka adalah ulah kalian, maka kalian juga yang harus bertanggung jawab atas kesembuhan mereka." Berlalu dari hadapan Chen Li, Wan Li berjalan menuju penjara bawah tanah.
Di sisi lain, Xiao Wang menghampiri Chen Li.
"Apa yang harus kita perbuat, untuk menyembuhkan mereka?"
Chen Li tampak berpikir sebentar. "Hmm, Kau tenang saja. Aku ada ide!" ucapnya santai, sembari memegangi bahu Xiao wang.
***
Wan Li berjalan menuju ruang bawah tanah. Ia memerintahkan beberapa prajurit untuk membuka tahanan rakyat yang tidak bersalah apa-apa. Yang di penjara hanya karena keserakahan Raja Chen Huang.
Beberapa tahanan langsung memberosot ke arah Wan Li setelah jeruji besi di buka dan tanpa pikir panjang langsung memeluk pria itu.
"Terima kasih, tuan! Semoga tuan panjang umur, sehat selalu. Segala apa yang di usahakan akan tuan capai dengan mudah!"
Berbagai kata pujian terdengar dari orang-orang itu yang memuji Wan Li.
Wan Li sendiri tak berniat menghindar dari mereka. Setelah beberapa saat, akhirnya mereka melepaskan Wan Li.
Dia kemudian melangkah kearah tahanan khusus buat Shen Lou serta Chen Huang. Dapat dia lihat, kedua orang itu yang kini telah di belenggu dengan rantai besi di kedua tangan serta kakinya.
"Cambuk mereka!" ucap Wan Li tegas.
Jirah besi yang di kenakan Shen Lou segera di buka oleh prajurit. Setelahnya memainkan cambuk pada punggung putih milik Shen Lou.
Rintisan kesakitan dapat terdengar dari mulut kedua orang itu, bersamaan dengan suara cambuk yang menghantam punggung mereka.
__ADS_1
***
Chen Li membawa semua prajurit yang terluka ke alam bawah sadarnya. Membiarkan mereka berendam di air panas, guna memulihkan kondisi mereka. Selain itu, juga bermanfaat untuk meningkatkan kekuatan.
"Akhirnya selesai juga!" ujar Chen Li.
"Karena kau telah selesai! Maka mari kita kembali ke dunia nyata!" ajak Xiao Wang.
"Kau benar!"
Chen Li melakukan segel tangan. Setelahnya sebuah pusaran energi hitam keemasan terbentuk di hadapan mereka. Tanpa pikir panjang, kedua anak itu langsung memasuki lingkaran portal tersebut.
Whush!
Whush!
Chen Li serta Xiao Wang muncul kembali di tempat dimana mereka menghilang sebelumnya. Keduanya pun melangkahkan kaki menuju penjara bawah tanah. Menyusul Wan Li
"Paman Li!" Kedua pemuda itu kompak memanggil Wan Li.
Wan Li sendiri yang tengah memperhatikan Shen Lou sarta Chen Huang di siksa, menoleh ke belakang kala mendengar namanya di panggil.
"Eh, Kalian! Apakah tugas yang ku berikan telah kalian kerjakan?" tanya Wan Li penuh selidik
"Sudah, Paman!"
"Benarkah?" tanya Wan Li yang tampak tak percaya.
"Kalau kau tak percaya, kau bisa langsung memeriksanya, Paman?" ujar Chen Li.
"Sudahlah, tidak perlu di pikirkan. Setidaknya Chen Huang serta Shen Lou telah berhasil kita tangkap. Dan Juga, Kerajaan Api telah kembali di tangan kita!"
"Kau benar!"
Ketiga orang itu pun lantas berjalan meninggalkan penjara bawah tanah.
__ADS_1
Belum juga beberapa meter berjalan, mereka telah lebih dahulu di datangi oleh seorang prajurit. Nampak nya prajurit tersebut sedang gelisah.