Perjalanan Menjadi Yang Terkuat

Perjalanan Menjadi Yang Terkuat
Ch. 47 ~ Menghancurkan Istana


__ADS_3

Rombongan Xiao Wang sampai di Kerajaan Mu setelah melewati dua hari perjalanan.


Chen Li yang saat itu tertidur pulas dalam kereta, segera di bangunkan Xiao Wang.


"Hoaam! Apakah kita sudah sampai!" Chen Li menguak sembari mengucek-ucek kedua matanya.


"Benar ... Ayo!" Xiao Wang mengajak Chen Li keluar dari kereta.


Saat keduanya turun, mereka dapat melihat banyaknya orang yang nampak menyambut kedatangan mereka.


Karena tak nyaman dalam keramaian, Chen Li lantas mengajak Xiao Wang ke tempat yang lebih sepi.


Namun sebelum itu, tak lupa kedua anak itu mengancam pria tersebut untuk segera mengasih peta Benua Naga. Agar keduanya lekas pergi dari sana.


"Apakah Pak Tua itu bisa di percaya?" Chen Li bertanya pada Xiao Wang.


"Entahlah, jika saja ia berani mengingkari janjinya. Maka aku sendiri yang akan mengambil nyawanya!"


Kedua tangan Xiao Wang terkepal, tanda ia sedang menahan kekesalan. Bukan apa-apa, setelah sebelumnya mereka di jadikan kambing hitam oleh pria tersebut. Ditambah, kedua anak itu juga telah menyelamatkan nyawa beserta pengawalnya.


Bagaimana kedua anak itu tidak marah, saat pria tersebut mengingkari janjinya. Apalagi dengan benda tersebut, kedua anak itu bisa kembali ke Kekaisaran Han, tanpa terasat.


Lama mereka menunggu kedatangan pria tersebut. Namun, orang yang di maksud tak kunjung menampakkan batang hidungnya.


"Sial! Apakah dia sedang mempermainkan kita?" geram Chen Li.


"Entahlah!"


Keduanya mulai merasa bosan. Lalu beranjak, hendak mengelilingi istana kerajaan Mu yang tampak begitu luas. Bahkan luas istana Kerajaan Api masih tiga perempat dari luas kerajaan Mu ini.


Beberapa saat berjalan, Xiao Wang serta Chen Li mendadak di hadang oleh beberapa prajurit.


"Berhenti!" Salah satu prajurit maju beberapa langkah, mendekati kedua anak tersebut.


Baik Xiao Wang juga Chen Li mengernyit melihat tindakan mereka.


"Apa-apaan ini! Kenapa kalian mengelilingi kami?" Chen Li tak bisa menahan untuk tak bertanya.


"Kalian di tangkap, karena telah berani melukai salah satu dari keluarga kerajaan!"


Mendengar omongan prajurit tersebut, Chen Li dan Xiao Wang tak bisa menahan lagi emosinya.

__ADS_1


"Cih, pak tua ini! Bukannya berterima kasih, ia malah mau menangkap kita...."


"Kau benar! Minta di bantai dia." Chen Li membenarkan ucapan Xiao Wang barusan.


Tak lama setelahnya, muncul beberapa orang yang mengenakan pakaian kebesaran. Dari rombongan orang-orang tersebut, Xiao Wang serta Chen Li melihat pria yang sebelumnya bersama mereka saat dalam perjalanan menuju kemari.


"Tch, Pak Tua! Mana benda yang kami minta sebelumnya?" Xiao Wang bertanya sembari mengulurkan tangannya.


Pria yang dimaksud tersenyum sinis.


"Anak kecil, setelah apa yang kalian lakukan beberapa hari yang lalu, kalian pikir aku akan melepas kalian begitu saja! Jangan harap!''


Deg!


Kobaran api kemarahan Xiao wang, tak bisa lagi ia tahan. Dia merasa di bodohi oleh pria tersebut, dan ia tak menyukai itu.


Aura membunuh yang begitu pekat, kembali lolos dari tubuhnya. Menekan semua yang ada di tempat itu.


"Sial! Kenapa aura membunuh anak ini begitu pekat. Sudah berapa nyawa yang telah di bunuh anak ini?" Salah seorang mengumpat dalam hati.


"Pak Tua! Aku beri kau kesempatan sekali lagi. Berikan benda yang kami maksud, dan berlutut di kakiku. Meminta maaf. Lalu kami akan pergi... Tentu saja masalah di antara kita beres! Dan aku akan melupakannya!" Xiao Wang berkata dengan penuh ancaman.


Tampak, pria tersebut berpikir sesaat. Bimbang dengan tindakan yang di ambilnya.


"Kau tenang saja Wui'er, dia tak akan mungkin bertindak terlalu jauh. Lagi pula, di tempat ini masih banyak kultivator Tahapan Bumi, dengan beberapa Kultivator Tahapan Langit!" Pria bermahkota menenangkan pria tersebut yang Ternyata bernama Mu Wui.


"Umm!"


"Kalian, tangkap kedua anak itu! Hidup atau mati!" perintah pria bermahkota.


Tanpa ada yang membantah, Beberapa orang berzirah lekas maju. Menyerang kedua anak itu.


"Li! Hancurkan Istana Itu. Bunuh semua yang ada di dalamnya, tanpa ada yang tersisa. Aku yang akan membantai semua yang ada di tempat ini!" pinta Xiao Wang.


Tampak jelas dari raut wajah berserta intonasi yang di keluarkan Xiao Wang. Pemuda itu sedang menahan amarah yang meluap-luap.


Chen Li sendiri awalnya meras bingung, dengan perkataan Xiao Wang. Bagaimana caranya, ia bisa menghancurkan istana sebesar dan setinggi itu.


Menggunakan Tapak Pemusnah Jiwa? Tapi radius yang bisa ia keluarkan tidak lebih dari lima meter. Sedangkan istana itu lebih dari beberapa puluh meter tinggi beserta besarnya.


Berpikir sesaat. Chen Li kembali mendapat perintah dari Xiao Wang. Tanpa menolak, dia langsung terbang begitu tinggi, dan berhenti tepat di tengah-tengah atap Istana, yang menjulang tinggi.

__ADS_1


Melihat dirinya yang bisa terbang, beberapa orang begitu takjub, sekaligus tak percaya. Sangat jarang, seseorang memiliki kekuatan untuk terbang. Hanya mereka yang berada di urutan ke satu sampai sepuluh jagoan terkuat Kekaisaran Tang lah, yang mampu melakukannya.


Sebelum melepas jurusnya, Chen Li mengonsumsi beberapa pil terlebih dahulu. Setelahnya, mulai mengumpulkan energi alam sebanyak-banyaknya.


"TAPAK PEMUSNAH JIWA!!!"


Suara yang bagaimana Guntur, keluar dari mulut Chen Li. Beberapa orang bahkan sampai di buat tergetar karenanya.


"Apa-apaan ini? Apa yang hendak anak itu lakukan?" tanya pria yang memakai mahkota.


"Gawat, anak itu hendak menghancurkan istana kerajaan Mu!" Mu Wui juga ikut menimpali.


Meminta maaf. Namun terlambat. Kini mereka hanya bisa berharap, bocah itu hanya menggertak, dan tidak bisa menghancurkan istana itu.


Tampak, energi yang begitu panas, mulai terkumpul dan membentuk sebuah tapak yang begitu besar. Besarnya sendiri mencapai setengah dari luasnya istana kerajaan Api.


"Hiiyyaahh!" Chen Li berteriak lantang. Setelahnya mendorong energi berbentuk tapak itu, ke bawah.


Bangunan Istana yang dilalui tapak tersebut langsung hangus, menjadi abu hitam. Tapak itu sendiri terus saja bergerak, menghanguskan bangunan-bangunan tersebut sebelum menghilang, ketika menghancurkan tiga perempat dari bangunan tersebut.


Meski begitu, efek dari energi tapak raksasa itu masih ada, dan sukses meratakkan bangunan yang tersisa.


Begitu terkejut, semuanya. Kala melihat bangunan yang megah nan berdiri kokoh, saat ini telah hancur di tangan seorang anak kecil.


Beberapa orang mengeluarkan tanda tanya. Merasa seolah-olah apa yang ada di hadapannya ini bukanlah nyata.


Kini, bagian tengah Istana telah rata dengan tanah. tinggal beberapa bangunan kecil yang berada di pinggiran, yang tak terkena efek dari serangan Chen Li yang masih berdiri. Meski begitu, semuanya tampak hancur.


"Ba-bagaimana bisa?" Mu Wui membelalak matanya, melihat istana tempat tinggalnya yang kini telah rata dengan tanah. "Ka-kaka! Apakah aku sedang bermimpi." Mu Wui, menoleh ke arah kakaknya, yang ternyata adalah seorang raja kerajaan Mu.


Pria yang di panggil Kakak itu, juga menoleh ke arah Mu Wui. Nampak, dari ekspresi wajahnya, ia juga Tek percaya dengan kenyataan yang baru saja di saksikan-nya.


Di sisi lain, Xiao Wang memasang senyum sumringah, melihat Chen Li yang telah berhasil menghancurkan Istana tersebut.


Kemudian anak itu menoleh ke arah orang-orang yang masih tampak bingung di hadapannya ini.


"Hmm, membiarkan kalian hidup? Sayangnya, aku terlalu naif untuk melakukan hal demikian!" Seringai menyeramkan di tampakkannya. Lalu Xiao Wang menghilang dari tempatnya berdiri.


Detik berikutnya...


Slash! Slash! Slash....

__ADS_1


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Bantu dukung Author, dengan memberikan Like di setiap bab-nya.... Komen bila perlu.... Vote kalau bisa.... Berikan Mawar/Kopi sebisanya.... ;)


__ADS_2