
Satu per satu cabang markas kelompok itu di bantai habis oleh Xiao Wang dan Chen Li. Dan kini, di hadapan keduanya adalah sebuah markas utama dari kelompok tersebut.
Terlihat, pagar batu yang menjulang tinggi, mengelilingi markas tersebut. Pintu markas juga tampak tertutup rapat.
Kedua anak itu nampak berpikir sesaat, sebelum akhirnya memutuskan untuk menghancurkan pagar.
Xiao Wang melepaskan teknik Pukulan Ombak ke arah pagar tersebut.
Baamm!
Pagar yang berdiri kokoh tiba-tiba saja hancur sebagiannya, memberikan celah bagi kedua anak itu masuk.
Sementara orang-orang yang berada di dalam, begitu terkejut saat pagar batu itu yang mendadak rusak.
Segera mereka berlari menghampiri pagar tersebut.
"Apa yang terjadi..."
"Kenapa pagar ini bisa hancur..."
Dalam hitungan detik, suara bisik-bisik orang-orang terdengar mempertanyakan pagar tersebut.
Tak berapa lama, secara samar tampak sebuah cahaya di balik debu-debu dalam celah pagar tersebut. Cahaya itu semakin terang dan tampak bergerak mendekat ke arah orang-orang itu.
Mendadak, suhu di sekitar naik drastis. Saat itulah mereka bisa melihat bahwa cahaya berwarna merah itu ternyata adalah sebuah energi yang bergerak cepat ke arah mereka.
Mereka terlambat menghindar, dikarenakan energi itu yang melesat dengan begitu cepat.
Baamm!
Semua yang ada di tempat itu, seketika mati dengan tubuh yang hancur. Beberapa diantaranya menjadi kabut darah. Daging yang hancur mulai berjatuhan.
Beberapa saat, muncul dua orang anak kecil dari celah tersebut. Kedua anak itu tak lain dan tak bukan adalah Chen Li serta Xiao Wang.
Melihat kedatangan kedua anak itu, beberapa orang yang kebetulan tidak terkena energi yang di lancarkan Chen Li barusan, langsung menyerang Chen Li serta Xiao Wang.
__ADS_1
Satu persatu orang-orang mulai berdatangan ke arah kedua anak itu. Dengan senjata yang di angkat, menandakan mereka memang telah siap bertarung.
Kedua anak tersebut juga tak tinggal diam. Dengan senjata yang telah mereka siapkan, sebelumnya. Keduanya menyambut orang-orang tersebut.
Pertarungan pecah, antara dua orang anak kecil, melawan ribuan orang dewasa. Meski begitu tak ada yang seorang pun yang mampu melukai Xiao Wang maupun Chen Li.
Malahan sekarang, Xiao Wang dan Chen Li telah dipenuhi darah di sekujur tubuhnya. Bukan darah mereka, lebih tepatnya darah dari orang-orang yang mereka bantai.
Dalam hitungan menit, entah sudah berapa nyawa telah melayang di tangan kedua anak itu. Semakin banyak orang yang di bunuh kedua anak itu. Aura yang terpancar di tubuh mereka juga semakin mengerikan.
Ya! Aura pembunuh kini telah menyelimuti keduanya, tanpa bisa mereka kontrol. Hal itu jugalah yang membuat lawan-lawannya bergetar hebat saat mendekati kedua pemuda itu.
Saat sedang membantai habis-habisan orang-orang tersebut, tiba-tiba saja, aura yang pembunuh yang begitu pekat menekan semua orang yang ada di situ.
Waktu seolah berhenti bergerak. Semuanya diam dengan tubuh yang bergetar hebat.
Begitupun dengan Xiao Wang dan Chen Li. Mereka juga ikut menghentikan aksinya dalam membunuh lawan.
Mereka yang membantai lawan-lawannya, tiba-tiba merasakan suhu di udara yang berubah drastis. Suatu aura mengerikan yang begitu pekat tiba-tiba saja menyapa tubuh mereka. Membuat mereka terpaksa menghentikan pembantaian.
Seorang pria, saat ini sedang berdiri di sebuah atap bangunan yang tertinggi diantara bangunan yang lain. Pandangannya menatap lurus ke arah dua orang anak yang saat ini sedang membantai anggota kelompoknya.
Setelahnya, ia melompat ke bawah, ke tempat dimana kedua anak itu berada.
"Aku begitu tak menyangka akan kekuatan kalian yang hebat, di usia kalian yang begitu muda!" ucap pria tersebut saat berada di hadapan Xiao Wang dan Chen Li.
"Apakah kelompok kami, pernah menyinggung kalian, sebelumnya?" tanya pria itu.
"Kelompok kalian memang tidak pernah menyinggung kami. Namun, melihat kekejaman kelompok kalian ini, membuat kami berpikir untuk menghabisi kalian. Agar berkurang penderitaan manusia yang tak berdosa," jawab Xiao Wang.
"Cih. Apakah kalian hendak menentang kodrat alam... Dunia tak akan imbang tanpa adanya sesuatu yang saling berlawanan. Entah itu gelap dan terang. Malam dan siang. Api dan air. Kejahatan dan kebajikan. Semua itu yang membuat dunia ini imbang!" jelas lelaki tersebut.
"Aku tak peduli. Yang terpenting adalah, membunuh orang-orang seperti kalian demi terciptanya kedamaian di muka bumi ini!" ucap Xiao Wang.
"Apakah kau yakin, meski kau berhasil menghancurkan kelompok kami, namun di masa yang akan mendatang, akan ada suatu kelompok yang menyerupai kami... Itulah hukum alam. Lagi pula, apakah kalian yakin bisa menghancurkan kami?" Pria tersebut mengangkat sebelah alisnya.
__ADS_1
"Kau nampak aku peduli!" sungut Chen Li.
Tak ingin memperpanjang debat Chen Li lantas maju menyerang pria tersebut. Xiao Wang pun tak tinggal diam. Dia kembali melanjutkan membantai orang-orang tersebut.
Beberapa saat Chen Li bertukar serang dengan pria itu, pemuda itu mengetahui bahwa kultivasi lelaki tersebut hampir mencapai tahapan Alam. Dalam kata lain, pria tersebut berada di tahapan Langit puncak.
Tak ingin membuang-buang waktu, Chen Li lantas mempercepat pola serangnya. Menyerang lelaki itu dengan brutal.
Beberapa saat, Chen Li telah berhasil menciptakan beberapa luka pada tubuh lawan. Sedang ia sendiri juga mendapat luka, namun tak seberat pria itu.
Cukup lama keduanya beradu senjata, Chen Li akhirnya berhasil menjatuhkan pedang lawan. Saat itulah ia semakin mempercepat gerakannya, menebas beberapa bagian tubuh lelaki itu.
Satu kali ayunan busur Chen Li, membuat lengan pria itu nyaris terpotong. Beruntung, ia memiliki kualitas tulang yang cukup bagus.
Saat hendak mengakhiri tubuh pria itu, mendadak beberapa orang berkekuatan langit, muncul dan langsung melempar energi berwarna hitam ke arah Chen Li.
Beruntung Chen Li cukup agresif, sehingga energi itu tak mengenai Chen Li.
Empat orang itu berjalan mendekati pria yang sebelumnya berhadapan dengan Chen Li.
Namun, Pemuda itu terlalu naif untuk membiarkan mereka begitu saja. Setelah sebelumnya dirinya hampir terluka parah oleh serangan energi tersebut.
Segera Chen Li mengeluarkan teknik Tarian dewa Phoenix ke arah 5 orang itu yang kini berkumpul di satu tempat.
Baamm!
Ledakan besar tercipta. Dua dari mereka berhasil menghindar, sedang tiganya tak sempat menyingkir sehingga tubuh mereka berubah menjadi bongkahan daging.
"A-apa?" Seorang wanita, salah satu dari 5 orang sebelumnya, membelalakkan mata. Tak percaya dengan apa yang ia lihat.
Bagaimana bisa serangan anak itu bisa menghancurkan tiga orang kultivator tahapan Langit puncak sekaligus.
Sementara Chen Li, setelah selesai membunuh tiga orang tersebut. Ia lantas kembali melesat, menyerang dua orang tersisa.
Meski kekuatan mereka berada di tahapan Langit puncak, sedikit lagi menerobos tahapan Alam. Namun nyatanya Chen Li masih bisa mengimbangi keduanya tanpa kesulitan berarti.
__ADS_1
Membutuhkan waktu sekitar satu jam, sebelum Chen Li berhasil menumbangkan salah satu lawannya. Dia membiarkan orang itu sekarat, dan memilih menumbangkan seorangnya lagi.
Sementara wanita itu begitu tak menyangka akan kekuatan Chen Li yang begitu diluar nalar. Seumur–umur, wanita tersebut tak pernah berhadapan dengan orang seperti Chen Li. Bahkan bertemu pun tak pernah. Dan Chen Li lah orang pertama, yang ia temui memiliki kekuatan begitu gila.