
Xiao Wang, Chen Li, Serta Wan Li tak menghiraukan pembicaraan orang-orang itu. Mereka tetap melanjutkan aksi makan mereka.
Melihat hal itu, pria yang duduk di pojok, yang mengeluarkan aura hitam pekat, merasa sedikit kesal.
"Tch, orang-orang ini! Berani sekali mereka bersikap seperti itu!" gumam pelan pria tersebut, setelahnya asap hitam mulai bergerak mengelilingi tubuh dan menelannya. Seiring dengan menghilangnya asap hitam, tubuh pria tersebut juga ikut menghilang.
Sementara itu, Chen Li, Wan Li serta Xiao Wang setelah menyantap makanan langsung bergegas ke lantai dua. Dengan di antar seorang pelayan, ketiga orang tersebut memasuki kamar yang di telah di sediakan untuk mereka.
"Paman... Setelah ini, apa yang akan kita lakukan?" tanya Chen Li saat mereka dalam kamar.
"Hmm, entahlah. Untuk menyerang kerajaan Api, Kita tak memiliki kekuatan cukup untuk itu!" Wan Li pasrah. Tak ada yang bisa mereka lakukan untuk saat-saat seperti ini. Ditambah, mereka tak memiliki kekuatan yang cukup untuk mengambil alih kerajaan Api. Benar-benar susah.
"Hmm, bagaimana kalau kita menyusup saja. Lalu membunuh Raja Chen Huang saat dia sedang terlelap dalam tidurnya!" saran Xiao Wang.
Ide itu memang gila sekaligus licik. Akan tetapi, di masa seperti ini, tak ada yang namanya licik. Semua jalan bisa saja di gunakan asal tujuan dapat tercapai.
"Apakah kau yakin. Kenapa aku merasa ide itu sedikit tidak waras!" Wan Li membantah.
"Paman, ide Xiao Wang juga tak ada yang salah. Kita bisa menyusup saat semuanya terlelap. Setelahnya kita bisa menangkap Raja Chen Huang," usul Chen Li.
Wan Li memandangi kedua anak itu bergantian.
"Benar-benar gila." Wan Li mengetahui bahwa Xiao Wang ini adalah anak dari seorang patriark sekte Elang Emas. Ia sendiri mengetahui hal itu dari marga yang di pakai Xiao Wang. Namun sama sekali tak terlintas di benaknya bahwa pemikiran anak itu tak ada bedanya dengan aliran Hitam.
"Bagaimana, Paman!" Chen Li tak sabar mendengar jawaban dari Wan Li.
"Hmm, boleh di coba!"
Wan Li sendiri tidak keberatan dengan rencana tersebut. Pasalnya, ia juga sering melakukan penyusupan saat dirinya menjadi jenderal Kerajaan Api dahulu.
"Kapan mulai?" tanya Xiao Wang dengan semangat.
"Iya, Paman! Kapan mulai?"
Wan Li menautkan kedua alisnya melihat semangat 45 kedua anak itu.
__ADS_1
"Kalau untuk malam ini, sepertinya belum bisa. Mengingat, kondisiku juga kurang membaik. Besok bisa kita mulai!"
"Sepakat!" ujar kedua anak itu secara bersamaan dengan intonasi penuh semangat.
Selesai dengan mengatur rencana, ketiganya pun lantas beristirahat. Tampak malam semakin larut, bunyi jangkrik mengisi udara malam itu.
Wan Li terbangun kala merasakan sesuatu. Dapat dia lihat, di seluruh ruangan itu kini telah di penuhi oleh kabut hitam. Segera ia bangkit, dan membangunkan Xiao Wang juga Chen Li.
Namun entah mengapa kedua anak itu tak kunjung terbangun. Baik Xiao Wang maupun Chen Li, keduanya sama-sama terlelap dalam tidurnya.
"Apa yang terjadi, kenapa mereka tak bangun-bangun!" Wan Li sedikit panik.
Ia lantas beranjak, mengitari sekitarnya. Belum dua langkah, Wan Li merasakan kehadiran seseorang di ruangan itu.
"Hahaha! Respon mu cukup baik, Pak Tua!" Gema tawa seorang pria mengisi satu ruangan. Meski begitu, tak nampak sosok pria tersebut.
Wan Li mengambil sikap waspada. Pedang yang berada di meja samping ranjang segera ia tarik.
"Keluar kau!" Bentak Wan Li.
"Sialan! Jika kau punya nyali, tunjukan dirimu!" Bentak Wan Li sekali lagi.
Kabut asap hitam mulai terkumpul di satu titik, membentuk sosok manusia berjubah.
Wan Li mengenali sosok tersebut, sebagai orang yang sebelumnya mereka temukan di lantai bawah. Pria itu sendiri yang telah menyebarkan aura hitam di seluruh ruangan lantai bawah Sebelumnya.
Wan Li juga mengetahui pria itu di juluki sebagai Kultivator Kabut Ilusi. Karena salah satu tekniknya yaitu menjebak seseorang dalam mimpi ilusi, melalui kabut miliknya.
Terdiam sejenak, Wan Li berusaha mengukur kekuatan lawan. Namun entah mengapa ia tak bisa melihat berada di tahapan apa Kultivasi lawan saat ini, membuatnya harus menaikan tingkat kewaspadaannya hingga tingkat Dewa.
"Aku penasaran, benda apa yang kau gunakan, sehingga kau bisa lolos dalam pengaruh kabut ilusi ku!" pria itu berkata sembari berjalan mendekati Wan Li.
Wan Li menyiapkan pedangnya. Lalu mengayunkan ke arah kepala pria tersebut.
Pria tersebut sendiri menghindari serangan Wan Li dengan mudah. Dalam sedetik, pertarungan tercipta antar keduanya.
__ADS_1
Pria tersebut tampak begitu santai saat dalam menyambut setiap lesatan pedang Wan Li. Tak nampak sedikitpun kesusahan padanya.
Bertarung hingga beberapa waktu, keduanya lantas mengambil jarak.
Saat itulah, Wan Li menyadari kalau kekuatan lawan sedikit berada di atasnya.
"Sial! Aku tak bisa mengalahkannya dengan kondisiku yang seperti ini." Pandangannya ia arahkan pada Xiao Wang dan Chen Li yang nampak begitu lelap dalam tidurnya. Entah apa yang di hadapi kedua anak itu sekarang. Dan yang pasti, semua itu tidaklah baik.
Kembali keduanya bertukar serang. Wan Li melakukan gerakkan menusuk, namun dapat di tepis oleh lawan dengan menggunakan pedang dan tubuh bergerak menyamping.
Energi panas menjalar pada pedang Wan Li, setelahnya ia mempercepat pola serangnya. Gerakannya begitu cepat, dan menyerang di titik yang tak di duga oleh musuh.
Lawannya sendiri begitu terkejut saat melihat pola serang Wan Li yang berubah. Dengan cepat ia juga mempercepat gerakannya, mengimbangi Wan Li.
Tak lama setelahnya, keduanya sama-sama melepaskan tapak dan mendarat tepat pada tubuh lawan. Keduanya sampai dibuat termundur beberapa langkah di buatnya.
"Aku tak menyangka, meski kau terluka, namun kau masih bisa membuatku terpukul mundur." Pria tersebut berkata sembari memegangi dadanya yang terkena tapak.
Wan Li sendiri tak menanggapi. Pedang Naga Api di tangan kanannya memancarkan cahaya merah. Setelahnya kembali ia melesat ke arah lawan, menyerang dengan brutal.
"Oi! Oi... Entah apa yang membuatmu begitu gigih pria tua. Lesatan pedangmu begitu tajam nan mematikan. Salah langkah saja bisa langsung melayang nyawaku." Pria tersebut memainkan pedangnya dengan lihai, menangkis setiap serangan masuk dari Wan Li. "Sayangnya kau terlalu lemah untuk mengalahkan ku!"
Pria tersebut menendang kaki Wan Li ketika menemukan celah. Setelahnya ia mengambil langkah mundur.
"KABUT ILUSI... Ilusi Pikiran!" ucap pria tersebut sembari melakukan segel tangan.
Asap hitam mulai bergerak mengelilingi Wan Li. Asap tersebut kian tebal hingga menutupi pandangan lelaki itu.
Wan Li berusaha menghancurkan asap-asap itu. Namun semakin ia melawan, asap hitam tersebut juga semakin bergerak ganas, mengelilinginya.
Pandangan Wan Li di rasa mulai buram. Kabut asap itu memasuki setiap lubang yang ada di kepalanya. Membuat ia merasakan sesuatu yang aga geli.
"Tidak! Aku tidak boleh terpengaruh." Wan Li berusaha mempertahankan kesadarannya. Karena ia tahu, jika dirinya tertidur, maka ia akan tersesat dalam dunia mimpi yang di cipta pria di hadapannya ini. Dan akan sangat susah untuk keluar dari mimpi tersebut.
Hanya sedikit orang yang berhasil lolos dari pengaruh ilusi pria tersebut. Namun mereka yang berhasil mematahkan ilusi, akan langsung mengalami gangguan mental.
__ADS_1