
Baamm!
Bola energi berwarna merah-hitam milik sosok berjubah hitam itu tiba-tiba meledak. Asap tebal tercipta kala itu juga.
"Hahaha! Manusia kecil, inilah akibatnya jika kau berani sombong di hadapanku!"
Sosok berjubah hitam tersebut tertawa dengan sangat keras.
"Cih, pak tua! Apa yang membuatmu begitu percaya diri seperti itu?" Suara pemuda yang tidak lain adalah Chen Li tiba-tiba saja terdengar tidak jauh dari sana.
Sosok berjubah tersebut mendadak tersedak tawanya sendiri. Pandangannya ia kitari sekitarnya. Tak lama setelahnya, dapat sosok tersebut lihat Chen Li serta seorang pemuda lagi di sana.
Chen Li memang sebelumnya hampir saja terkena serangan energi dari sosok tersebut. beruntung Xiao Wang datang tepat waktu dan menyelamatkannya.
Xiao Wang serta Chen Li terbang beberapa meter di hadapan sosok tersebut.
"Ba-bagaimana bisa." Seakan masih tak percaya. Sosok tersebut bahkan hampir saja mengangkat kepalanya dan memperlihatkan wajah di balik jubah hitamnya. Beruntung ia masih sempat sadar, ditambah suasana yang saat itu masih agak gelap. Padahal dia begitu yakin, anak itu telah mati terkena serangannya barusan.
"Kau tak perlu lagi menyembunyikan wajah mu, Makhluk Jelek. Aku sudah tau siapa sebenarnya dirimu!" ucap Xiao Wang.
Sosok di balik jubah tak menanggapi.
"Tak perlu kau banyak bicara, manusia kecil. Aku tak ada waktu untuk berdebat dengan kalian!"
"Ya, kau benar. Kami juga tak ada waktu untuk membiarkanmu hidup terlalu lama!"
Setelahnya, Xiao wang serta Chen Li sama-sama maju menyerang sosok tersebut.
Pertarungan dua lawan satu tercipta. Xiao Wang serta Chen Li saling bekerja sama untuk menumbangkan sosok tersebut. Meski begitu sulit untuk menumbangkannya.
Dikarenakan perbedaan tingkat kultivasi yang terpaut jauh. Tentu saja tidak mudah bagi keduanya untuk mengalahkan sosok tersebut dalam waktu singkat.
Tendangan telak Xiao Wang lancarkan, menargetkan pinggang lelaki itu. Namun dapat di tangkis menggunakan lengannya. Chen Li pun tak tinggal diam. Busur Bulan ia libaskan keras dan berhasil merobek jubah hitam, bagian lehernya. Tampaklah wajah sosok tersebut. Dengan tanduk tumpul di atas kepalanya. Kedua bola mata merah darah dengan pupil berwarna hitam. Hidungnya membentuk hidung babi.
Sosok tersebut termundur beberapa langkah.
__ADS_1
Chen Li yang melihat wajah asli di balik jubah yang menutupi wajah sosok tersebut begitu terkejut. Namun tidak dengan Xiao Wang. Sebab, sebelumnya ia juga telah bertemu dengan makhluk dengan wajah yang sama dengan sosok yang ada di hadapan mereka saat ini. Bahkan ia juga masih sempat membunuhnya.
"Hahaha! Manusia kecil. Kau cukup hebat ternyata!" Sosok tersebut tertawa sesaat. Jubah hitamnya, ia buka lalu buang sembarangan.
Jubah hitam itu melayang-layang di udara, sebelum hilang tertutupi oleh pohon yang tumbuh rimbun di dekat sekte.
Kembali ketiganya melesat, dan saling serang menyerang. Xiao Wang serta Chen Li kian mempercepat pola serang. Silih berganti menyerang layaknya air mengalir. Tak membiarkan jeda terjadi sedikitpun.
Hingga tiga menit berlalu begitu cepat. Entah sudah berapa jurus mereka keluarkan. Beberapa saat, ketiganya sama-sama mengambil jarak.
"Ini tidak bisa di biarkan."
Chen Li melirik Xiao Wang sesaat. Kemudian ia mulai melepas jurus Amukan Dewa Phoenix. Xiao Wang pun tak tinggal diam. Dia juga melepaskan teknik Pukulan Ombak.
Kedua energi yang di lancarkan kedua anak itu melesat dengan cepat ke arah sosok tersebut.
Belum juga kedua energi tersebut mengenai tubuh sosok itu, mendadak energi Amukan Dewa Phoenix serta Pukulan Ombak meledak.
"Apa-apaan ini?"
Kedua anak itu tampak kebingungan. Pasalnya, tinggal beberapa senti sebelum mengenai kulit lawan, kedua energi yang tercipta dari teknik yang mereka keluarkan mendadak meledak.
"Sepertinya makhluk jelek ini memiliki sesuatu yang membuat setiap serangan kita tak bisa mengenainya." Chen Li memegangi dagunya. Tampak berpikir sejenak.
"Kau benar!"
Kembali keduanya melancarkan serangan Amukan Dewa Phoenix serta Pukulan Ombak ke arah makhluk berwajah aneh itu. Benar saja, kembali kedua energi mereka meledak sebelum mengenai sosok tersebut.
Beberapa saat, keduanya mulai menyadari kalau sosok di hadapan mereka saat ini memiliki sesuatu yang membuat serangan mereka tak mengenainya.
"Tak bisa di biarkan. Kita harus menemukan sesuatu itu." Xiao Wang melirik Chen Li. "Serang dengan jarak dekat. Cari sesuatu yang mengganjal!"
Chen Li mengangguk. Keduanya pun kembali melesat, menyerang sosok tersebut di dua arah berbeda. Sama-sama menyibukkan sosok itu, sembari mencari benda istimewa tersebut.
"Apakah kau menemukannya?" tanya Chen Li kala mereka kembali mengambil jarak.
__ADS_1
"Yah!" Xiao Wang menunjuk pinggangnya. "Ikat pinggang besi itu. Saat serangan masuk, maka ikat pinggang itu akan bersinar sesaat."
Keduanya mulai menyusun rencana. Lalu kembali maju menyerang sosok tersebut. Dengan menggunakan kerjasama yang mumpuni, keduanya akhirnya berhasil melepaskan Ikat pinggang besi yang melingkari pinggang sosok tersebut.
Sebelumnya, Xiao Wang bertugas menyibukkan sosok tersebut, sedang Chen Li mencari waktu yang tepat untuk melepaskan ikat pinggang itu.
Setelah menemukan waktu yang tepat, Chen Li langsung menarik ikat pinggang besi. Satu tarikan keras, langsung memisahkan ikat pinggang besi dengan pinggang sosok tersebut.
"Yes!"
"Kau!" Tampak kemarahan jelas terlihat dari wajah pria berwajah hewan. Matanya yang merah kini tampak berurat-urat. Ia memegangi pinggang yang kosong.
"Kembalikan Sabuk Langit ku!" jari telunjuknya menunjuk Chen Li. Namun bukannya takut, Chen Li malah menunjukkan wajah mengejek.
Chen Li mengangkat Sabuk Langit di depan wajahnya, sembari menggoyang-goyangkan sabuk tersebut.
"Mau? Kau bisa mengambilnya kembali makhluk aneh... Itu pun jika kau bisa merebutnya." Chen Li berkata dengan nada penuh ejekan.
"Tch! Sialan Kau... Cari mati kau hah!"
Sosok tersebut menciptakan pedang dari debu-debu hitam. Setelahnya, ia melesat ke arah kedua anak itu.
Pertarungan pun kembali tercipta. Jika sebelumnya, Xiao Wang serta Chen Li tampak kewalahan dalam. menyerang sosok tersebut, kali ini nampak telah berbeda. Kedua anak itu mampu mengimbangi, bahkan sedikit di unggulkan.
"Cih, Makhluk aneh. Jika tadi kau bisa menggunakan ikat pinggang besi itu untuk menangkal setiap serangan yang kami lancarkan, namun bagaimana dengan ini!" Chen Li melibaskan keras busur bulan.
Energi berwarna merah tercipta sesaat, mengikuti gerak busur bulan Chen Li.
Bukk!
Busur Bulan menghantam keras senjata Sosok tersebut, membuatnya termundur beberapa langkah. Xiao Wang juga tak tinggal diam. Ia juga telah menunggu sosok berwajah binatang itu.
Pedangnya ia libaskan ke depan, dan menebas punggung sosok itu. Robekan kulit disertai dengan darah hitam yang mengalir deras dapat terlihat di punggungnya.
"Akh!"
__ADS_1
Tidak berhenti sampai di situ. Chen Li serta Xiao Wang silih berganti melancarkan serangan telak. Tebasan demi tebasan mereka lancarkan, menciptakan luka yang ternganga lebar. Bahkan salah satu lengan lelaki itu telah terpotong.