
Xiao Wang juga Chen Li semakin gencar dalam membantai orang-orang tersebut.
Melihat keganasan dua orang anak itu, beberapa orang mulai menampakkan wajah panik. Di tambah, pemimpin mereka yang merupakan salah satu dari 10 terkuat di kekaisaran Tang telah tewas di tangan salah seorang dari dua anak kecil itu.
Beberapa kultivator tahapan Langit juga telah banyak yang tewas. Menyisakan beberapa saja yang masih bertarung. Namun tak lebih dari 5 orang saja. Selain itu, terlihat jelas bahwa kultivator Tahapan Langit itu seperti tak ada niatan untuk bertarung.
Beberapa orang mulai melempar senjata mereka. Lalu berlutut. Tanda ia telah menyerah.
Melihat kawanan mereka yang telah berlutut, yang lainnya juga pun melakukan hal demikian. Berharap, dengan begitu. Kedua anak itu akan mengampuni mereka.
Chen Li hendak membunuh kultivator Tahapan Langit yang juga saat ini telah berlutut. Namun belum sempat busurnya mengambil nyawa nyawa orang itu, Xiao Wang telah lebih dulu menghentikannya.
"Apa yang kau lakukan? Apakah kau tak melihat, mereka yang telah menyerah!" ucap Xiao Wang ketus.
"Tentu saja memberantas mereka! Lagipula, membiarkan mereka hidup. Sama saja dengan kita melepas seorang penjahat."
"Setidaknya, mereka yang menyerah, patut di berikan kesempatan kedua." Xiao Wang tetap pada pembelaannya.
Lalu Xiao Wang berdiri. Ia mendekati salah seorang kultivator yang sebelumnya nyaris kehilangan nyawa, oleh busur Chen Li.
"Paman, jika kami melepaskan Paman. Apa yang akan paman lakukan setelahnya?" tanya Xiao Wang.
"A-aku akan mencari pekerjaan di kota. Menghidupi Istri ku dan anakku. Dan bersumpah tak akan melakukan hal yang sebelumnya aku dan kelompok kami sering lakukan," ucap cepat pria tersebut.
Xiao Wang tersenyum sesat mendengar jawaban pria itu.
"Berdirilah, Paman! Silahkan meninggalkan tempat ini. Dan jangan pernah melakukan kejahatan lagi. Ingat, meskipun aku tak berada di sisimu, namun yakinlah aku akan terus mengawasi mu!" Xiao Wang berucap, dengan intonasi yang di tekan di bagian akhir kalimatnya.
Mendengar ucapan Xiao Wang barusan, Pria tersebut sempat bergetar sesaat. Sebelum bersujud 3 kali. Lalu bergegas meninggalkan tempat itu.
Sementara yang lainnya, melihat pria itu pergi meninggalkan markas tersebut sempat terbesit rasa cemburu di hati mereka. Namun itu tak berlangsung lama, kala mendengar seruan Xiao Wang.
"Semuanya, dengar kan aku! Kalian boleh meninggalkan tempat ini. Tapi dengan satu syarat. Setelah ini, tak ada lagi yang namanya kejahatan. Kalian sendiri yang akan memusnahkan kejahatan itu sendiri!" Suara Xiao Wang sedikit menggema, membuat semuanya tampak bergetar.
Salah seorang tiba-tiba saja meneriaki kata terima kasih, sembari bersujud tiga kali. Sontak saja, semuanya pun mengikuti tindakan pria tersebut.
Setelah di persilahkan, semuanya lantas bergegas meninggalkan tempat itu.
Seorang pria yang hendak berlari, meninggalkan tempat itu, mendadak di panggil oleh Chen Li.
__ADS_1
"Hei, kau... Kemari!"
Pria itu menoleh ke kiri dan ke kanan. Tak ada siapa-siapa selain dirinya. Saat itulah ia sadar bahwa pemuda itu sedang memanggilnya.
Dengan langkah kaki tergetar, ia mendekati Chen Li.
"Apa yang hendak kau lakukan?" tanya Xiao Wang penuh selidik.
"Kau tenang saja. Aku hanya ingin bertanya ... tak lebih!" Chen Li membela.
Pria itu menghela nafas lega mendengar ucapan Chen Li.
"Di mana tempat kalian menyimpan harta rampasan?" tanya Chen Li.
Tak ingin berlama-lama bersama dengan kedua orang ini, pria tersebut lantas memberikan sebuah gulungan, berisi denah markas itu.
Setelahnya ia langsung bergegas, ketika di persilahkan oleh Chen Li.
Xiao Wang dan Chen Li hendak bergegas menuju gudang harta. Namun baru saja beberapa langkah, Chen Li telah kembali merasakan rasa nyeri di dadanya.
Ia merasakan sesuatu yang sangat ganas sedang bertarung dalam dirinya.
Chen Li tak menjawab, namun dari gerak-gerik pemuda itu, Xiao Wang dapat mengerti bahwa dia sedang menahan sakit.
"Kau tunggu di sini. Aku akan kembali ... tak lama!"
Xiao Wang segera bergegas menuju gudang harta tersebut. Berharap di sana ia bisa menemukan pil atau tumbuhan berharga, yang bisa di gunakan untuk mengurangi rasa nyeri Chen Li.
Sesampainya di sana, tanpa basa-basi ia langsung menghancurkan pintu yang menghalangi jalan masuk gudang harta itu.
Sejenak, pemuda itu begitu terkesima dengan apa yang dilihatnya. Sesuatu yang tak pernah ia lihat sebelumnya. Harta yang begitu banyak ada di sana. Ruangan itu juga tampak begitu besar, dengan gunung-gunung harta mengisi semuanya.
Memilih untuk menepis kekaguman itu, Xiao Wang memantapkan hati pada tujuan awalnya.
Ia berjalan di antara gundukan koin emas. Beberapa saat mencari, namun ia tak kunjung menemukan apa yang ia cari. Tanpa sengaja, pandangannya menemukan sebuah roda yang biasa para pelayar menggunakan benda itu untuk mengarahkan kapal.
Segera ia menghampiri benda tersebut. Diputarnya hingga beberapa putaran.
Tak lama setelahnya, dinding di hadapannya tiba-tiba saja bergeser. Memberikan sebuah jalan bagi pemuda itu untuk memasuki sebuah ruangan.
__ADS_1
Tanpa pikir panjang, ia langsung memasuki ruangan tersebut. Beberapa saat berjalan, Xiao Wang menemukan sebuah kotak transparan yang berkilau akibat terkena segaris cahaya. Lekas ia menghampiri benda tersebut.
"Pil!"
Xiao Wang membuka tutup kotak itu. Saat itulah ia mencium aroma obat yang begitu pekat.
Merasa telah menemukan apa yang ia cari, Xiao Wang segera pergi dari tempat itu.
Sesampainya dia di tempat Chen Li, Xiao Wang langsung meminta Pemuda itu untuk menelan pil yang baru saja ia dapat.
Chen Li awalnya ragu. Namun setelah di paksa Xiao Wang, ia pun tak ada pilihan lain selain mengikuti kata pemuda itu.
Chen Li mengambil sikap bersila, untuk menyerap khasiat dari pil tersebut. Secara samar, Chen Li merasakan dalam perutnya yang hangat. Semakin lama rasa hangat itu semakin terasa dan berubah menjadi panas.
Chen Li sampai dibuat meringis karenanya. Xiao Wang sendiri begitu panik kala melihat kondisi Chen Li yang bukannya membaik, tapi malah bertambah buruk.
Namun, itu tak berlangsung lama, karena Chen Li telah merasa baikan. Tak di rasa lagi rasa panas, bahkan nyeri tersebut.
"Bagaimana perasaanmu?" tanya Xiao Wang memastikan.
"Baik!" Chen Li berkata dengan nada pelan. Tampaknya ia masih tak percaya dengan kondisinya. Bahkan ia malah merasa semakin kuat setelah menyerap khasiat pil tersebut.
"Syukurlah kalau begitu. Mari kita melanjutkan, mengosongkan isi dalam gudang harta itu," ajak Xiao Wang.
"Tunggu apa lagi... Ayo!"
Selesai dengan memasukan semua harta benda itu pada cincin mereka, Xiao Wang dan Chen Li lantas menuju tempat lain. Tempat di mana para gadis berada. Setelahnya mereka melepaskan mereka dan membiarkan gadis-gadis tersebut pergi.
Tak lupa pula, kedua anak itu memberikan beberapa koin emas pada Meraka, sebelum meninggalkan markas tersebut.
"Setelah ini, kemana tujuan kita?" tanya Chen Li.
"Entahlah. Mungkin di kota!"
"Hmm, ide bagus."
Setelahnya, mereka lantas bergegas dari tempat itu. Namun sebelum pergi, kedua anak itu menghancurkan bangunan-bangunan markas tersebut hingga berkeping-keping. Guna tak ada lagi yang membangun Kelompok tersebut di tempat ini.
\=\=\=\=\=
__ADS_1
Bantu dukung Author, dengan memberikan Like di setiap bab-nya ... Komen bila perlu ... Vote jika memungkinkan ... Mawar/kopi semampunya:)