Perjalanan Menjadi Yang Terkuat

Perjalanan Menjadi Yang Terkuat
Ch. 20 ~ Berlatih


__ADS_3

Siang itu terasa begitu terik. Matahari tepat di atas ubun-ubun, membuat otak serasa mendidih dibuatnya. Dua orang pemuda, saat ini tengah berusaha merobohkan pertahanan lawan tarungnya.


Dengan menggunakan pedang kayu di genggaman tangan yang mereka ayunkan pada masing-masing lawan.


Meski sudah berusaha dengan keras. Namun tetap saja tak terjadi sesuatu pada lawan. Bahkan beberapa kali serangan kecil dari pedang kayu milik lawan menghantam kepala, bokong serta beberapa anggota tubuh mereka yang lainnya.


Kini kulit beserta wajah keduanya telah di penuhi oleh benjolan berwarna biru. Sampai-sampai wajah tampan mereka hampir tak bisa terkenali.


Kedua pemuda itu adalah Xiao Wang dan Chen Li. Keduanya saat ini sedang berlatih tanding dengan dua orang pria yang sebelumnya juga melatih mereka di dalam air kolam. Dimana Xiao Wang berhadapan dengan Qingshui sedang Chen Li berhadapan dengan Dianhuo.


"Ayolah, anak muda. Kenapa kau ini begitu lembek!" ucap Dianhuo sembari pedang kayunya ia memukul keras bokong Chen Li.


"Aduh!" Segera kedua tangan Chen Li memegangi bokongnya yang sakit. Nampak, bokongnya kini telah membesar dua senti dari aslinya.


"Apakah kau tak bisa memukul anggota tubuhku yang lain. Kenapa kau suka sekali menargetkan bokongku sebagai tumpuan pedangmu!" rengek Chen Li. Tangannya mengusap pelan pantatnya yang sakit, panas berta berdenyut-denyut.


Dianhuo tertawa pelan menanggapi ucapan Chen Li. "Entah mengapa, saat aku memukul bokong mu, aku merasakan sesuatu yang tak bisa ku ungkap melalui kata-kata. Nikmat!" ucap Dianhuo, bergurau.


Mendengar jawaban Dianhuo yang tak masuk akal membuat Chen Li memasang ekspresi jijik. Setelahnya Dianhuo kembali mengayunkan pedang kayunya ke arah bokong Chen Li.


Refleks, Chen Li langsung menahan laju pedang kayu tersebut menggunakan pedang kayu miliknya pula. Namun siapa sangka, tindakannya justru menambah kesan buruk terhadapnya.


Pedang kayu Dianhuo nyatanya begitu keras, sehingga pedang kayu milik Chen Li yang di hantam keras pedang Dianhuo berhasil memantul dan tepat mengenai bokong Chen Li.


Sontak Chen Li kembali menjerit kesakitan. Pemuda itu kini melompat-lompat kesakitan sambil kedua tangannya kembali memegangi bokongnya.


"Ka-kau curang!"


"Hehehe!"


***


Saat ini, Xiao Wang dan Chen Li sedang meratapi nasib di bawah pohon rindang.


"Aduh!" Chen Li menjerit ketika merasakan memar di lengannya salah menyentuh pedang kayu yang terletak di sampingnya.


"Kenapa kau berada di sini? Kau hanya akan menambah rasa sakit ku!" umpatnya pada benda tersebut.


"Hais, bukannya kau yang meletakkan benda itu di situ? Hiss..." ucap Xiao Wang sambil ringisan kesakitan terdengar mengakhiri kalimatnya. Tangan pemuda itu memegangi wajahnya yang bengkak, bak di sengat ribuan lebah.


"Ta-tapi..." Chen Li ingin mengelak, namun begitulah kenyataannya.

__ADS_1


Sekitar setengah jam mereka beristirahat, angin kencang menyapa tubuh mereka sesaat. Setelah itu, tampak Diahuo yang tiba-tiba saja muncul di hadapan kedua pemuda itu.


"Hehehe! Ada apa dengan kalian, kenapa wajah beserta tubuh kalian seperti ini? Siapa yang melakukannya?" Dianhuo berkata sembari kekehan kecil terdengar dari mulutnya.


"Bermuka polos untuk menutupi kenyataan!" kesal Chen Li.


"Sudah-sudah ... Mari ikuti aku!"


"Kemana?"


"Menyembuhkan luka kalian!"


Dengan langkah kaki pincang, kedua anak itu memaksakan diri untuk mengikuti pria itu.


Beberapa saat, mereka telah sampai pada sebuah mata air yang memancarkan asap. Di dalam air tersebut juga terdapat Qingshui yang berendam.


"Sekarang, buka pakaian kalian, dan ikut berendam bersama kami!" pinta Dianhuo.


Chen Li mengernyit sesaat. "Bagaimana kami bisa membuka pakaian kami, sedang seluruh tubuh kami kalian buat seperti ini."


Dianhuo melihat kondisi tubuh Chen Li dan Xiao Wang sesaat.


"Deritamu!" ucapnya singkat lalu dia membuka hanfu yang dikenakannya, menyisakan celana puntung putih. Lalu pria itu ikut menceburkan diri ke dalam air itu.


***


"Haah, akhirnya selesai juga!" ucap Chen Li di suatu malam. Seperti biasa setelah melakukan latih tanding, mereka akan berendam di air panas, setelah itu duduk bersama di api unggun. Selesai membakar seekor rusa, mereka pun bersama-sama menyantap daging hewan itu, sambil sesekali mendengar Dianhuo dan Qingshui berkisah secara bergantian.


Menjelang larut malam, mereka kembali ketempat masing-masing untuk beristirahat malam itu.


"Tunggu!" ucap Qingshui menghentikan langkah Xiao Wang dan Chen Li yang hendak melompat pada pohon tertinggi dari pohon yang lainnya.


"Ada apa?" Chen Li mengangkat sebelah alisnya.


"Duduk dulu, baru ku beritahu!"


Chen Li serta Xiao Wang tanpa membantah mengikuti perkataan Qingshui.


"Ada apa?" Chen Li kembali mengulangi pertanyaannya.


Tak ada yang mengangkat bicara, membuat suasana hening selama beberapa detik.

__ADS_1


Qingshui melirik Dianhuo sesaat, sebelum pria itu mulai berkata. "Karena kalian telah berlatih dengan keras beberapa bulan ini. Juga kalian telah menunjukan adanya kemajuan dari waktu ke waktu. Maka kami memutuskan untuk mengajari kalian teknik besok!"


Mendengar penuturan Qingshui, mata kedua anak itu melebar.


"Benarkah!" Entah apakah sudah di atur sebelumnya, ataukah hanya kebetulan saja, kedua pemuda itu berucap secara bersamaan.


Qingshui menanggapi dengan anggukan kepala. "Sekarang, beristirahatlah!"


Kedua anak itu lantas beranjak dari duduknya lalu mulai melompati dahan demi dahan pohon untuk sampai di dahan pohon yang paling tinggi yang akan mereka gunakan untuk tidur nantinya.


***


Xiao Wang dan Chen Li sama-sama bangun sebelum matahari pagi muncul. Setelah mencuci muka, keduanya lantas pergi ke hutan untuk berburu. Menjelang siang, keduanya telah kembali dengan membawa masing-masing rusa besar di bahunya.


Setelah meletakkan bangkai rusa, keduanya langsung membersihkan diri di air panas.


Setelah matahari tampak di atas ubun-ubun, Xiao Wang dan Chen Li kemudian di panggil oleh dua guru mereka masing-masing.


"Baik, sesuai janjiku kemarin, hari ini kita akan berlatih teknik."


Selesai mendengar sedikit kata-kata dari Qingshui, kedua pria itu pun memulai pelatihan.


"Huo, teknik apa yang akan kau ajarkan padaku?" tanya Chen Li.


Dianhuo tampak berpikir sejenak, "Hmm, apa yah?" ucapnya kebingungan. "Apakah kau memiliki teknik yang sangat kuat?"


Pertanyaan itu membuat Chen Li sedikit kebingungan.


"Ya, ada!"


"Perlihatkan padaku!"


Xiao Wang pun memperagakan teknik Amukan Dewa Phoenix dan tarian Dewa Phoenix miliknya.


"Hmm, teknik yang sangat hebat. Namun aku melihat, teknik yang kau keluarkan barusan masih belum sempurna!"


Dianhuo kemudian mulai menjelaskan kekurangan dari jurus yang di peragakan Chen Li barusan.


"Hmm, yang kau jelaskan memang mudah, namun sangat sulit untuk melakukannya." Chen Li mulai sedikit pesimis, mendengar penjelasan Dianhuo.


"Kau tenang saja, aku akan membantumu, sampai kau menyempurnakan dua teknik itu," ucap Dianhuo sambil menepuk pelan pundak Chen Li.

__ADS_1


Pemuda itu menatap wajah Dianhuo sesaat, sebelum ia berucap, "Terima kasih!"


"Umm!"


__ADS_2