
Xiao Wang dan Chen Li terbang dengan kecepatan tinggi meninggalkan kota. Tempat ini memang bukan tanah kelahiran mereka. Tapi, entah mengapa mereka begitu terkenal, bahkan beberapa prajurit saja hendak menangkap mereka tadi.
Saat masih di atas udara, Chen Li tiba-tiba saja merasa nyeri di dadanya. Setelahnya seteguk darah segar berhasil lolos dari mulutnya.
"Apa yang terjadi!" Dengan keadaan panik, Xiao Wang segera membantu Chen Li untuk mendarat.
"Entahlah. Mungkin karena aku terlalu banyak mengeluarkan tenaga, akhir-akhir ini!"
"Kau benar! Lebih baik kau beristirahat saja... Aku akan kembali!" ucap Xiao Wang, sembari berlalu dari sana.
Xiao Wang berlari dengan kecepatan sedang. Pendengarannya menangkap teriakan minta tolong. Segera ia mencari keberadaan asal suara tersebut.
Beberapa saat, dari kejauhan. Terlihat beberapa orang pemuda yang beberapa tahun lebih tua dari Xiao Wang. Sekitaran 15-17 tahunan di sana sedang hendak memperkosa gadis berusia sekitar 20 tahun.
Meski berusaha memberontak, namun jumlah beberapa pemuda itu terlalu banyak baginya. Di tambah mereka adalah seorang kultivator, membuat wanita itu kian kesusahan.
Salah seorang mengiriskan pisau pada pipi mulus si gadis. Ringisan kesakitan dapat terdengar sesaat. Entah mengapa pemuda-pemuda tersebut begitu menyukai suara yang bagaikan melodi di telinga mereka.
Kedua pakaian bagian atas si gadis telah berhasil dibuka. Kini tampak dua buah bukit kembar, dengan bintil berwarna pink.
Tawa renyah, keluar dari mulut para pemuda tersebut. Salah seorang diantara mereka memegangi bukit kembar, sedang satunya lagi dihisap habis olehnya.
"Giliranku!" ucap salah satu diantara mereka yang tak mau ketinggalan bagian.
Kemudian ia mengganti pemuda tadi untuk menghisap bintil pink tersebut.
Salah seorang berniat membuka seluruh pakaian gadis tersebut. Berniat menelanjangkan si gadis.
Namun belum juga ia berhasil dengan aksinya, mendadak kepalanya pecah.
Kawanannya begitu terkejut kala merasakan percikan darah mengenai wajah mereka.
Detik berikutnya, tubuh tanpa kepala itu tumbang, tepat menimpa tubuh si gadis yang saat itu sedang terbaring, dikelilingi oleh para pemuda yang mengenakan setelan hitam.
Sontak saja, teriakan histeris keluar dari mulutnya. Gadis tersebut langsung terbangun, sembari memperbaiki bajunya, ia juga berniat menjauhi tempat itu.
Sementara beberapa orang yang melihat temannya mati mengenaskan, tak bisa berekspresi. Terkejut. Semuanya mematung, tak ada yang bergerak.
Trak!
Kembali kepala salah satu di antara mereka pecah.
"A-apa yang terjadi?"
__ADS_1
Trak!
Trak!
Trak!
Satu persatu kepala mereka pecah. Dari yang tadinya berjumlah 10 orang, sekarang tersisa dua.
Xiao Wang sengaja tidak membunuh dua orang itu. Karena ia yakin kedua pemuda tersebut akan berlari kembali ke sekte mereka setelah ini. Melaporkan akan apa yang baru saja menimpa kawanannya.
Dan benar saja. Pemuda itu lekas beranjak dari sana. Langkah kaki yang di pacu cepat. Berlari terbirit-birit, pemuda tersebut. Takut kepalanya juga akan pecah, sama seperti delapan temannya.
Beberapa saat, Pemuda tersebut sampai pada sebuah desa besar. Kalau Xiao Wang tidak salah tebak, desa tersebut adalah sebuah sekte besar.
Xiao Wang memperhatikan sekte tersebut dari kejauhan. Dapat ia saksikan murid-murid berlalu lalang. Keluar masuk sekte tersebut.
"Benar! Ini adalah salah satu sekte besar yang ada di kekaisaran ini."
Xiao Wang memasang seringai licik. Ia berniat menggunakan Hujan Penembus Jantung untuk membumihanguskan sete tersebut.
Dengan menghela nafas sesaat. Xiao Wang mulai mengeluarkan jurusnya.
"Hujan Penembus Jantung!" teriak lantang Xiao Wang.
Secara samar, Xiao Wang bisa mendengar kepanikan orang-orang yang ada dalam sekte.
Hujan-hujanan berbentuk butiran anak panah itu melesat dalam satu arah. Menghantam atap-atap rumah hingga menembus sampai tanah.
Beberapa saat, Xiao Wang telah selesai memporak porandakan sekte tersebut. Segera ia masuk ke dalam, memeriksa apakah masih ada yang masih hidup.
Bangunan demi bangunan telah ia lewati. Memang tak ada yang selamat, semuanya mati dengan keadaan mengenaskan.
Sampailah Xiao Wang pada sebuah bangunan yang tampak mewah, namun sebagiannya tak terbentuk lagi. Xiao Wang menebak, bahwa rumah tersebut adalah rumah ketua sekte ini.
Saat memasuki bangunan tersebut, mendadak, sebuah pisau melesat cepat, nyaris menusuk lehernya. Beruntung refleks yang dikeluarkan Xiao Wang cukup cepat. Sehingga pisau tersebut meleset dan malah menancap pada dinding bangunan tersebut.
Xiao Wang menoleh ke arah sumber pisau tersebut melayang. Dapat dilihatnya, seorang pemuda seumuran dengannya. Menatap Xiao Wang dengan tatapan menusuk. Nafsu membunuh pun dikeluarkan pemuda itu kearah Xiao Wang.
"Kau berani menghancurkan sekteku! Sekte yang telah dibangun susah payah ayahku... Sekte tempat dimana aku di besarkan...! Kau akan membayarnya dengan nyawamu!"
Pemuda tersebut langsung maju, menyerang Xiao Wang menggunakan pisau di kedua genggaman tangannya.
Xiao Wang tak tinggal diam. Ia juga mengeluarkan pedangnya. Setelahnya, pertarungan kedua pemuda itu pecah saat itu juga.
__ADS_1
Beberapa saat bertukar serang, Xiao Wang begitu terkejut kala mengetahui pendalaman anak ini dalam hal menggunakan pisaunya begitu tinggi.
Meski kultivasi Xiao Wang tingg, namun entah mengapa pemuda itu masih bisa mengimbangi Xiao Wang.
Tak hanya itu. Gerakannya yang lincah, membuat Xiao Wang kesusahan dalam melumpuhkan pemuda tersebut.
Beberapa saat, kedua anak itu sama-sama mengambil jarak.
"Sial! Kenapa anak ini begitu kuat!" decak kesal pemuda tersebut.
Seumur-umur, dia baru menemukan lawan yang sepadan di usia yang sama dengannya. Bahkan pemuda itu merasa Xiao Wang masih menahan Kekuatannya tadi.
Kembali ia melesat, menyerang Xiao Wang dengan brutal.
Tak ingin membuang-buang waktu, Xiao Wang lantas mempercepat gerakannya. Ia memusatkan Qi pada pedangnya. Dengan libasan yang cukup keras, pisau di salah satu genggaman tangan lawan langsung terlepas.
Pemuda itu sendiri sampai di buat termundur, karena terkejut.
"Sayang sekali, pemuda jenius sepertimu harus tersangkut di aliran sesat. Membiarkan dirimu hidup, sama saja dengan membiarkan kehancuran dunia di masa mendatang."
Xiao Wang mulai mengayunkan pedangnya berniat mengakhiri hidup pemuda tersebut. Sialnya, pemuda tersebut masih memiliki sejenis trik sehingga Xiao Wang sampai terkecoh.
"Sial!" Xiao Wang mengutuki tindakan pemuda tersebut.
Lantas, ia mengejarnya. Tak butuh waktu lama bagi Xiao Wang untuk menyusul anak itu.
Melihat gelagat pemuda itu, Xiao Wang menjadi curiga bahwa pemuda ini mempunyai seseorang pengikut, yang tersimpan di alam bawah sadarnya. Sama seperti ia dahulu.
"Aku harus bergegas, sebelum pemuda ini melakukan tindakan lebih!" batin Xiao Wang.
Kembali Xiao Wang melibaskan pedangnya, mengakhiri nyawa pemuda itu.
Slash!
Pedang Xiao Wang melayang mulus, memotong rapi tubuh anak itu.
"Tuaan Mudaa!"
Teriakan seseorang, dapat Xiao Wang dengar dari kejauhan. Lantas, pandangannya ia arahkan pada sumber suara. Dapat dilihatnya beberapa orang yang berjalan menuju ke arahnya.
\=\=\=\=\=
Bantu dukung Author yuk! ... Dengan memberikan like di setiap bab-nya .... Komen bila perlu ... Mawar/kopi semampunya ...
__ADS_1
Juga Saran dari para readers ttg alur novel ini, atau hal² apa yang kurang dari novel ini, silahkan berikan di kolom komentar yh ;)