Perjalanan Menjadi Yang Terkuat

Perjalanan Menjadi Yang Terkuat
Ch. 36 ~ Terkena Energi Kegelapan


__ADS_3

Chen Li bersama Xiao Wang bekerjasama menyerang pria berjubah hitam itu. Namun entah mengapa pria tersebut sangat sulit untuk di tumbangkan.


Entah sudah berapa kali serangan masuk Xiao Wang maupun Chen Li, nyaris merobek kulit lelaki tersebut. Namun Saat pedang Xiao Wang maupun busur Chen Li hampir mengenai tubuhnya, mendadak pria itu menjadi asap hitam, lalu muncul kembali tak jauh dari sana.


"Sialan kau!" Chen Li yang tak bisa menahan kekesalannya. Lantas ia menyerang pak tua tersebut menggunakan anak-anak panahnya.


Puluhan anak panah berapi tercipta dan melesat dengan kecepatan tinggi ke arah lelaki itu.


"Ho-ho-ho... Anak Muda! gerakan mu cukup lincah ya! Mampu melepaskan anak panah sebanyak ini dalam satu waktu. Apalagi hanya mengandalkan satu buah busur. Kau sangat hebat ... Daging mu juga pasti enak!" Pria itu berucap sebelum menjadi asap hitam dan muncul di tempat berbeda. Menghindari lesatan anak-anak panah api Chen Li.


Anak panah Chen Li terus saja melesat dan menabrak dinding goa, menciptakan sebuah lubang yang cukup besar nan dalam.


Meski orang tua itu berhasil menghindarinya dengan mudah, namun nyatanya Chen Li tak langsung berhenti sampai di situ. Ia terus melepaskan anak panah berapi-nya ke arah pria tersebut.


"Sial!"


Pria itu berdecak tiba-tiba saat sebuah anak panah api milik Chen Li nyaris menghujam jantungnya. Beruntung, lelaki itu cukup agresif sehingga ia masih sempat menghindar. Meski jubah hitamnya terbakar sedikit.


Bayangan hitam tiba-tiba muncul di belakang pria tersebut. Setelahnya dua buah tangan memanjang terbentuk dan langsung mengejar Xiao Wang serta Chen Li.


Chen Li menghentikan tindakannya sebentar. Memejamkan mata, lalu menarik nafas panjang. Selanjutnya ia menarik perlahan tali busur di genggamannya.


Butiran-butiran energi berwarna emas tercipta dan seperti tersedot lalu membentuk sebuah anak panah berwarna emas kemerahan. Setelahnya, Chen Li mulai melepas anak panah itu.


Whush!


Tangan hitam yang sebelumnya hampir menggapai Chen Li mendadak tembus dan hancur, menjadi asap hitam. Sebelum akhirnya hilang bak tertelan angin.


Melihat hal itu, pria itu memasang seringai lebar. Tak disangka ternyata kekuatan anak itu tidak bisa di anggap remeh.


Pria tersebut kemudian melepaskan sesuatu dari balik bajunya. Asap bergerak cepat kearah Chen Li.


Pemuda itu sendiri tak sempat menghindar sebelum akhirnya energi itu berhasil mengenainya, membuat Chen Li termundur dua langkah.


"Sial!" Lagi dan lagi kata umpatan keluar dari mulut Chen Li. Setelahnya ia menatap tajam pria tersebut.

__ADS_1


Xiao Wang juga saat ini bergerak, berpindah-pindah tempat. Menghindari kejaran tangan hitam tersebut.


Sengaja ia bergerak ke arah lelaki berjubah hitam yang mengendalikan tangan itu. Setelah cukup dekat, Xiao Wang lantas mengayunkan pedangnya ke arah pria tersebut.


Perhatian pria itu awalnya fokus pada Chen Li, sehingga lesatan tebasan pedang Xiao Wang nyaris memenggal lehernya. beruntung lelaki tersebut cepat menghindar. Sehingga libasan Xiao Wang hanya mengenai lengan bayangan hitam tersebut, membuatnya terputus, lalu menjadi asap.


"Sial, aku tak bisa meremehkan kedua anak ini!" Pria itu bergumam dalam hati. Dirinya kembali menjadi asap hitam, lalu bergerak menuju tiga buah pilar yang ada di tengah-tengah ruangan.


Angin tiba-tiba saja bertiup kencang. Di tengah-tengah pilar tersebut, asap hitam mulai berputar-putar. Setelahnya, masing-masing pilar mengeluarkan energi gelap, yang kemudian saling menyatu, membentuk segitiga.


Setelah itu, energi hitam kembali tercipta di masing-masing pilar. Bergerak lurus pada satu titik, di tengah-tengah Diaman pusaran awan hitam itu berada.


Aura hitam pekat mulai menyebar ke berbagai ruang, membuat Xiao Wang juga Chen Li sedikit kesusahan untuk bernafas. Energi itu begitu merindingkan.


"Kita harus menghentikan pak tua itu melakukan rencananya." ucap Xiao Wang.


"Kau benar. Kita tak bisa membiarkan dia menyelesaikan tindakannya. Aku yakin, apapun itu pasti akan sangat berbahaya!" tambah Chen Li.


Kedua pemuda itu mulai memperagakan teknik mereka masing-masing.


"Pukulan Ombak!"


Chen Li dan Xiao Wang berseru lantang. Setelahnya masing-masing energi yang tercipta dari teknik tersebut melesat cepat ke arah tiga buah batu pilar tersebut.


Baamm! Baamm!


Ledakan besar tercipta saat dua energi menghantam pilar tersebut. Tiga buah pilar hancur seketika. Namun yang menjadi masalahnya, energi di tengah-tengah pilar tersebut tidak tergubris dan malah semakin membesar.


Tak berselang lama, energi itu mulai menghilang, memperlihatkan sosok monster dengan kepala mirip kerbau dan badan manusia yang sangat besar.


Xiao Wang dan Chen Li hanya bisa mengumpati keterlambatan mereka dalam menyerang energi itu. Dapat mereka saksikan, energi itu bergerak ke arah mereka.


Setiap kali kakinya berpijak, maka goa akan bergetar hebat. kedua anak itu hampir saja tak bisa menyeimbangkan tubuh. Dengan cepat masing-masing dari mereka menghunjamkan senjata pada tanah, guna bisa menyeimbangkan tubuh.


"Kita tak bisa terus-menerus seperti ini. Jalan satu-satunya adalah terbang."

__ADS_1


Chen Li mengangguk mendengar ujaran Xiao Wang. Setelahnya, mereka terbang. Berpencar di dua arah berbeda, lalu mulai melepaskan serangannya masing-masing.


Xiao Wang melepaskan energi berwarna putih berbentuk bulan sabit dari libasan pedangnya ke arah monster itu. Sedang Chen Li melepaskan anak-anak panah berapi-nya.


Meskipun begitu, tak ada satupun serangan yang bisa melukai monster itu.


Keduanya kembali dibuat berdecak. Setelah ya mengeluarkan jurus pamungkas masing-masing.


Sempat monster tersebut dibuat terdorong mundur oleh energi Amukan Dewa Phoenix dan Pukulan Ombak Chen Li serta Xiao Wang. Namun tetap saja tak bisa membuat Luka yang berarti.


Monster itu melibaskan tangannya ke arah Xiao Wang. Karena Xiao Wang yang terlambat bereaksi, di tambah tempat itu yang sempit. Membuat Xiao Wang tak bisa menghindar dan terkena hantaman dari tangan besar sang Monster, membuatnya terpental dan menabrak dinding goa.


Melihat Xiao Wang yang di buat terpental, Chen Li berniat ke arah pemuda itu untuk menolongnya. Namun, belum juga ia mencapai kawannya, dirinya tiba-tiba terhantam tangan besar monster itu.


Sama halnya Xiao Wang, Chen Li juga sampai di buat terpental. Menabrak dinding batu begitu keras, membuat lubang yang begitu dalam pada dinding batu tersebut. Ringisan kesakitan dapat terdengar keluar dari mulutnya sesaat.


Beberapa saat, Chen Li kembali bangkit. Dapat ia saksikan monster itu yang mulai bergerak ke arahnya, sedang Xiao Wang belum terlihat.


Sejenak, ide gila muncul di benaknya.


"Xiao Wang! Aku akan melepaskan Tapak Pemusnah Jiwa yang di ajarkan Senior Guru Dianhuo padaku. Kau harus berjaga-jaga, karena aku tak tahu akan sebesar apa efeknya nanti." Chen Li berteriak, memperingati Xiao Wang. Meski suaranya menggema di ruangan itu, namun tak ada jawaban dari pemuda tersebut.


"Hmm! Baik, aku anggap jawabanmu 'lepaskan saja'!" Chen Li berucap setelahnya.


Kemudian pemuda itu mulai melakukan suatu gerakan tangan, berniat melepaskan teknik tersebut.


Beberapa saat, goa itu tergetar hebat, sebuah tapak berapi tercipta ketika saat Chen Li melepas jurus tersebut. Tapak itu kemudian bergerak lurus ke depan. Menghantam Monster itu, membuatnya hancur berkeping-keping.


Tak hanya itu, efek dari teknik yang di keluarkan Chen Li barusan ternyata sangat besar. Hingga goa itu memunculkan tanda-tanda akan runtuh. Batu-batu mulai berjatuhan dari atas.


Sementara dari bekas debu monster tersebut, terlihat pria tua tadi yang kini nampak sekarat sembari salah satu tangannya memegangi dada. Dari mulutnya memuntahkan darah berwarna hitam, sebelum akhirnya menghembuskan nafas terakhir.


Chen Li segera mencari Xiao Wang, untuk segera keluar dari sana. Setelah menemukan Xiao Wang, kedua anak itu lantas bergegas, berlari mengikuti suatu lorong. Reruntuhan di belakang keduanya nampak semakin besar dan terus saja bergerak ke arah kedua anak itu.


Sebelum keduanya terkena runtuhan batu, mendadak kedua anak itu menghilang dari sana.

__ADS_1


"Whush!"


__ADS_2