Perjalanan Menjadi Yang Terkuat

Perjalanan Menjadi Yang Terkuat
Ch. 42 ~ Mengalahkan Pemimpin Kelompok


__ADS_3

Xiao Wang yang telah berhasil membunuh dua kultivator Tahapan Langit serta beberapa anggota kelompok tersebut yang lain. Tiba-tiba saja merasakan suatu aura yang begitu mendominasi.


Orang-orang yang semula bergerak kearahnya harus di paksa kembali berhenti bergerak, dengan tubuh yang tak henti-hentinya mengeluarkan getaran.


Beberapa saat.


Whush!


Di atas udara, muncul sosok yang memiliki kekuatan hebat. Pandangan pria itu menilik sekitarnya, dan berhenti tepat pada Xiao Wang.


Xiao Wang sendiri merasa lain ketika di tatap seperti itu.


"Tch! Hanya seorang bocah yang baru tahu belajar kultivasi, berani bertamu dan mengacau di markas kami!" ucap pria itu dengan intonasi kesal.


Pria tersebut kemudian mengeluarkan suatu tekanan yang begitu berat dan mengarahkannya pada dua anak itu. Sayangnya, ia tak mendapat respon dari kedua pemuda itu seperti apa yang ia harapkan.


Baik Xiao Wang maupun Chen Li tampak baik-baik saja saat menerima tekanan itu. Bahkan mereka masih sempat bergerak, membantai beberapa orang yang terdiam membatu di tempatnya berdiri, yang berada di dekat mereka.


Xiao Wang sendiri telah menyelesaikan kultivator langit tersebut. Setelahnya, ia lantas bergegas ke arah Chen Li. Tak ada yang mampu menghalau dirinya untuk sampai di tempat Chen Li, sehingga dirinya sampai dengan mudah.


"Li, aku serahkan semua orang-orang ini, padamu! Biar aku yang mengurusi pria tua itu!" Xiao Wang memberi saran. Tanpa menunggu respon dari Chen Li, Xiao Wang lantas menghilang dan muncul kembali tepat di hadapan pria tersebut.


"Hohoho! Pak Tua. Orang yang memiliki kultivasi Tahapan Alam lah yang aku tunggu-tunggu dari tadi!" Xiao Wang berkata sembari pandangannya ia turunkan ke bawah.


"Lihatlah orang-orang mu! Mereka tampak tergeletak dengan nyawa yang melayang di tangan kami... Kau tahu kenapa? Karena dari mereka tak ada yang memiliki ilmu silat tinggi. Semuanya tampak seperti seekor kijang di mata kami!" Xiao Wang berkata penuh dengan nada provokasi.


Pria itu memasang ekspresi biasa saja.


"Entah apa yang membuatmu begitu berani menyerang markas kami, Anak Kecil! Karena kau telah datang ke sini, maka kau tak akan pernah bisa meninggalkan tempat ini!" tegas pria tersebut dengan nada di tekan di bagian akhir kalimatnya.


"Yah ... kau benar! Tak akan meninggalkan tempat ini, sebelum kami berhasil menghancurkan kelompok kalian," ucap Xiao Wang.


Lalu setelahnya, ia langsung melesat ke arah pria itu. Yang kini juga tampak telah siap untuk bertarung dengannya.


Pertarungan keduanya pecah hingga beberapa saat. Dari situlah masing-masing dari mereka mengetahui tingkatan kultivasi lawan.

__ADS_1


Xiao Wang mengetahui bahwa lelaki itu berada di Tingkatan Alam Tahap dua. Satu tingkat di atasnya. Meski begitu, tak membuat rasa gentar sedikitpun menghampirinya.


Sepuluh menit mereka beradu senjata, kini mereka mulai mengambil jarak.


"Bocah, kau cukup lincah ternyata! Meski kultivasi-mu berada satu tingkat di bawahku, namun kau masih mampu mengimbangi diriku. Salut!"


Xiao Wang tak menjawab perkataan dari pria tersebut. Dengan melakukan sebuah gerakan tubuh, lalu ia mulai melepaskan energi berwarna biru muda ke arah lelaki itu.


"Pukulan Ombak!" Xiao Wang berseru lantang.


Energi berbentuk tinju air bergerak cepat menuju lelaki itu.


Melihat energi yang di lepas Chen Li, pria tersebut juga tak tinggal diam. Ia juga mengeluarkan jurusnya, ke arah pemuda itu.


Beberapa saat, elang berwarna gelap muncul di dari pedangnya, dan langsung melesat lurus menghantam energi berbentuk pukulan tersebut.


Baamm!


Ledakan besar tercipta dari atas sana, akibat dua energi berkekuatan besar yang saling bertabrakan. Bahkan awan-awan sampai harus dibuat tergeser dari tempatnya.


Xiao Wang sendiri merasakan dirinya yang terkena angin yang begitu kencang, membuatnya termundur hingga beberapa langkah. Begitupun juga dengan pria tersebut. Ia juga sampai di buat termundur beberapa langkah ke belakang.


Namun Pria tersebut nyatanya masih bisa menghindari anak panah milik Xiao Wang. segera kedua kembali beradu teknik berpedang. Tak ada yang mau mengalah, hingga akhirnya Xiao Wang berhasil memukul mundur lawan.


"Sial!" decak keras pria itu.


"Bocah, kau telah memancingku untuk menggunakan semua kemampuanku! Jangan menyesal setelah ini." Selesai mengucapkan kalimatnya, pria tersebut mulai melepas kekuatan yang sebelumnya sempat ia tahan.


Xiao Wang juga tak tinggal diam. Ia juga tak berniat lagi menekan kekuatannya.


Kedua aura yang begitu besar itu saling bertabrakan. Membuat bumi sampai dibuat tergetar hebat karenanya.


Xiao Wang mulai melakukan gerakan tangan. Setelahnya, awan mulai terkumpul di atas mereka. Suhu tiba-tiba serasa mencekam. Petir juga terdengar saling bersahut-sahutan di balik awan hitam.


"Hujan Penembus Jantung!" Xiao Wang berucap lantang.

__ADS_1


Setelahnya, Energi berbentuk air, namun memiliki ujung yang runcing, serta tubuh yang agak memanjang itu melesat turun kebawah. Jumlahnya pun tak main-main banyaknya.


Salah satu tangan Xiao Wang, tak berhenti mengarahkan hujan tersebut ke arah lawan.


Sementara lelaki tersebut juga tak tinggal diam. Ia juga mengeluarkan suatu jurus yang mengandung tekanan yang sangat besar pula.


"Cakar Raja Elang!" teriak lantang dirinya.


Kedua energi itu bertemu. Menciptakan suatu cekungan masing-masing energi. Sementara kedua orang yang mengendalikan energi itu tampak gigih dalam menghancurkan energi lawan.


Xiao Wang berusaha sekuat mungkin untuk tetap menghancurkan energi lawan. Meski tampak berat, namun ia masih tetap tak menyerah. Darah kini mulai mengalir, membentuk garis kecil di sudut bibirnya.


"Hiyaah!" Xiao Wang berteriak lantang!


Tak berapa lama.


Baamm!


Energi milik lawan berhasil Xiao Wang patahkan. Sedang hujan anak panah milik Xiao Wang terus saja muncul di balik awan. Lalu bergerak dengan mulus, menghunjam tubuh lawan, hingga menembus sampai tulang-tulangnya.


Trak! Trak! Trak...


Ibarat terkena rentetan peluru senapan, begitulah yang di rasa pria itu. Percikan darah juga terlihat kala hujan tersebut menyentuh kulitnya. Teriakan juga tak berhenti keluar dari mulutnya. Hingga pada saat serangan hujan terakhir, dirinya pun sampai di buat ambruk ke tanah.


Xiao Wang segera menghilang, Dan muncul kembali tepat pada sebuah kawah besar. Disitu ia bisa melihat seorang yang sudah tak terbentuk lagi mukanya, tergelak tak berdaya. Wajahnya yang hancur dengan beberapa cekungan dalam pada mukanya, yang kini telah membentuk beberapa buah kawah kecil, dengan darah sebagai kolamnya.


Xiao Wang melepaskan jurus terakhirnya, ketika melihat pria tersebut yang masih menampakkan tanda-tanda kehidupan.


Baamm!


Tubuh pria itu langsung meledak, hancur menjadi beberapa bagian terpisah.


"Haah. Akhirnya selesai juga!" ucap Xiao Wang, sembari berlalu meninggalkan lelaki itu, menuju ke arah dimana Chen Li saat ini sedang dikelilingi oleh orang-orang yang menyerangnya di berbagai sisi.


Sebelum itu, ia sempat mengonsumsi pil pemulih tenaga. Lalu kembali bertarung melawan orang-orang tersebut.

__ADS_1


\=\=\=


Bantu dukung Author, dengan memberikan Like di setiap bab-nya. Komen bila perlu. Vote bila memungkinkan. Dan juga mawar/kopi secukupnya....


__ADS_2