
"Baik, karena kau telah berada di sini, maka pak tua itu bukan lagi apa-apa sekarang!"
Xiao Wang mengajak Chen Li untuk bersama-sama menyerang Leluhur Sekte Pisau Hantu, yang kini nampak telah bangkit.
Tanpa menolak, Chen Li malah menantang Xiao Wang. Bertaruh untuk membunuh pria itu.
"Siapa takut!"
Bergerak dengan kecepatan tinggi, Xiao Wang juga Chen Li melesat ke arah Leluhur Sekte Pisau Hantu.
Pertarungan kembali berlangsung. Kali ini, Xiao Wang yang di bantu Chen Li tampak bisa mengimbangi Leluhur Sekte Pisau Hantu.
Ekspresi tak percaya, terlihat jelas dari raut wajah sang Leluhur. Begitu tak percaya dia, akan kedua anak itu yang bisa mengimbanginya. Padahal ia begitu yakin, kedua anak ini setidaknya memilki kultivasi empat tingkat di bawahnya.
"Jika begini terus, aku yang akan kalah nantinya!" gumam Leluhur Sekte Pisau Hantu dalam hati.
Pola serangnya di percepat, membuat Xiao Wang juga Chen Li agak kesusahan dalam menyambut setiap lesatan pisau lelaki tersebut.
Setelah melewati beberapa menit, mereka mengambil jarak.
"Kita harus berpencar, menyerang di dua sisi berbeda!" saran Chen Li.
"Kau benar!"
Setelahnya, kedua anak itu melesat dengan kecepatan tinggi. Saking cepatnya dua anak itu, sampai-sampai hanya terlihat bayangan berwarna biru muda dan merah keoranye-an yang bergerak membentuk zig-zag.
Kembali ketiganya bertemu, menciptakan pertarungan hebat. Beberapa bangunan di sekitaran mereka yang memang sudah sebagiannya yang runtuh, sampai dibuat rata dengan tanah oleh serangan meleset dari ketiga orang tersebut.
Xiao Wang melibaskan pedangnya pada kepala si Leluhur, namun dapat ditepis dengan menggunakan pisau yang panjangnya sekitar 60 cm.
Chen Li pun tak ingin ketinggalan. Dia juga ikut melayangkan dua ujung busurnya yang runcing. Menargetkan perut Leluhur Pisau Hantu.
Bertarung hingga beberapa jam. Masih belum terlihat tanda-tanda akan siapa yang kalah. Luka demi luka tercipta secara berlanjut.
Kembali jarak tercipta antar ketiganya. Baik Xiao Wang, maupun Chen Li mengeluarkan jurus pamungkasnya.
__ADS_1
"Amukan Dewa Phoenix!"
"Pukulan Ombak!"
Seakan tak tinggal diam, Leluhur sekte Pisau Hantu juga mengeluarkan tekniknya.
"Pisau Dewa Hantu!"
Energi berbentuk pisau tercipta di dua sisi berbeda. Menghantam energi berbentuk Burung Phoenix Api dan Tinju Air milik kedua anak itu.
Baamm!
Baamm!
Ledakan sangat besar segera tercipta. Menghasilkan energi angin yang cukup dahsyat, mendorong ketiga orang itu.
Baik Xiao Wang, Chen Li serta Leluhur Sekte Pisau Hantu sampai dibuat terlempar jauh oleh dampak dari benturan energi mereka sendiri.
Kawah besar segera tercipta akibat terhantam tubuh mereka. Xiao Wang serta Chen Li yang berada di kawah berbeda sampai memuntahkan seteguk darah segar.
Meski begitu, luka yang mereka terima tak separah Leluhur Sekte Pisau Hantu. Dia saat ini mendiami sebuah kawah yang begitu dalam. Setelan yang dikenakannya tampak telah koyak. Darah segar tak berhenti keluar lewat mulutnya.
Dengan mengumpulkan segenap kekuatannya, Pria tersebut berusaha bangkit.
Chen Li serta Xiao Wang tampak telah keluar dari kawah.
"Bagaiman keadaanmu?" tanya Xiao Wang saat ia telah berada di samping Chen Li.
"Seperti yang kau lihat! Aku baik-baik saja."
Lelaki itu memang tampak baik-baik saja diluar. Namun di dalam, ia merasakan sakit yang teramat sangat. Pasalnya, saat menghancurkan Kerajaan Mu, kekuatan yang di keluarkan Chen Li bahkan diluar batas kemampuannya sendiri. Membuat kompensasi yang ia terima juga tak main-main.
Bahkan, belum sempat ia pulih sepenuhnya, dirinya harus kembali mengeluarkan Kekuatannya, untuk mengalahkan Leluhur Sekte Pisau Hantu, yang kekuatannya berada beberapa tingkat di atasnya.
Meski begitu, dia tampak tetap tegar. Tak terlihat sedikit pun rasa sakit dari raut wajahnya.
__ADS_1
Kedua anak itu berjalan, menghampiri kawah besar.
"Pak Tua! Apakah kau sudah siap menerima ajal mu?" Chen Li bertanya dengan nada meledek.
"Tch, sombong sekali kau Bocah! Akan ku potong lehermu..." Leluhur sekte Pisau Hantu dengan kesal membalas perkataan Chen Li barusan.
Setelahnya, dia melompat keluar dari kawah. Beberapa saat bertukar pandang, mereka bertiga kembali melesat. Dua lawan satu kembali tercipta.
Xiao Wang serta Chen Li saat ini tampak mendominasi jalannya pertarungan. Terlihat beberapa kali lelaki itu sampai di buat terpental oleh kedua anak itu.
Bahkan saat ini, leluhur tersebut tampak seperti bola, yang di permainkan Chen Li serta Xiao Wang. Saling mengoper tubuh lawan. Tinju, Tendangan, semuanya telah kedua anak itu lakukan untuk mengoper tubuh lawan kearah kawan.
Satu tinju keras dari Chen Li sebagai serangan tinju terakhir mendarat mulus di punggung lawan.
Kawah besar kembali tercipta di bawah sana. Gempa terjadi sesaat, akibat kerasnya hantaman tubuh Leluhur Sekte Pisau Hantu terhadap tanah.
Tetua serta murid Sekte Pisau Hantu yang melihat aksi kedua anak itu dalam menghajar habis-habisan Leluhur mereka sampai dibuat lupa bernafas.
Tak bisa dipungkiri, kekuatan Leluhur Sekte bahkan diluar jangkauan mereka. Leluhur yang selama ini melindungi sekte dari bahaya. Tak ada yang berani menyerang sekte Pisau Hantu karena keberadaan pria itu di sisi sekte. Namun, kenyataan bahwa kedua anak kecil berumur 9 tahun telah mengalahkan lelaki itu, membuat mereka menelan pil pahit.
Sudah bisa di pastikan, tak lama lagi leluhur mereka akan mati di tangan kedua anak itu. Dan setelah dirinya, mereka juga akan mendapat bagiannya.
Benar saja. Serangan gabungan Xiao Wang dan Chen Li, sukses menghancurkan tubuh Leluhur Sekte Pisau Hantu, membuatnya menjadi kabut darah.
"Haah... Akhirnya selesai juga!" Xiao Wang menghela nafas.
"Tinggal membereskan beberapa cacing yang tersisa!" Sorot mata Chen Li menatap beberapa orang yang dari tadi menonton pertarungan mereka. Tidak lain dan tidak bukan, orang yang di maksud adalah tetua dan murid Sekte Pisau Hantu yang tersisa.
Dua buah Lil mendadak muncul dari genggaman tangan Xiao Wang, setelahnya dia menyerahkan sebutir pil pada Chen Li. Sedang ia sendiri menelan pil yang satunya.
Beberapa saat menyerap khasiat pil tersebut, 50% dari kekuatan mereka telah pulih. Keduanya bangkit, hendak membunuh beberapa orang tersebut. Namun Meraka tak lagi keberadaan tetua serta murid Sekte Pisau Hantu.
"Sudahlah, hiraukan saja mereka! Tujuan kita di sini telah tercapai. Sekarang mari kita pulang ke tanah kelahiran kita, sebelum orang-orang suruhan kekaisaran berhasil menangkap kita!" ujar Xiao Wang.
Kedua anak itu kemudian melesat dengan kecepatan tinggi. Meninggalkan tempat itu. Meninggalkan kekaisaran Tang, setelah sebelumnya membuat kekacauan besar.
__ADS_1
Yakin dan percaya, setelah apa yang di lakukan kedua anak itu di tempat ini, Kekaisaran Tang yang semula mendapat predikat satu terkuat diantara empat kekaisaran yang ada di benua Naga, dipastikan akan menurun, bahkan boleh jadi kekaisaran ini akan menetap di urutan ke empat.
Sedang Chen Li dan Xiao Wang sendiri, tak banyak yang tahu tentang identitas keduanya. Kecuali pria yang sebelumnya sempat di tolong oleh Xiao Wang.