
Cambuk seorang pria yang hendak melayang, menghantam tubuh seorang pria paruh baya, mendadak di tahan oleh seseorang.
Pria yang melayangkan cambuknya tersebut menatap lurus kearah ujung cambuknya. Dapat dia lihat, seorang anak kecil yang memegangi tali cambuk, dengan seringai menyeramkan di pasangnya.
Siapa lagi kalau bukan Xiao Wang.
Tanpa berkata, Xiao Wang langsung menarik keras cambuk tersebut, membuat pria itu melayang jauh.
Dengan menggunakan cambuk tersebut, Xiao Wang mulai menyerang beberapa orang, yang sebelumnya menyiksa kakek, ayahnya, serta Yuan Fang.
Beberapa saat, Xiao Wang mulai menghentikan kembali aksinya. Bisa di lihat, orang-orang tersebut kini telah di penuhi luka lebam di sekujur tubuh. Beberapa orang telah robek pakaiannya. Darah juga mulai mengucur dari luka yang ternganga, menandakan lesatan cambuk Xiao Wang barusan sangat keras menghantam tubuh mereka.
Selesai dengan orang-orang tersebut, Xiao Wang lantas mendekati ketiga pria yang kini telah terlepas dari ikatan tali yang mengikat mereka sebelumnya.
"Kerja bagus, Lu!" puji Xiao Wang pada Lu Wanqiang.
"Wang'er, Kau kah itu!" Xiao Meng menatap Xiao Wang dengan tatapan sedikit sendu. Entah bagaimana perasaannya saat itu. Ia terlalu senang melihat putranya masih bernafas, sampai-sampai rasa sakit akibat hantaman cambuk tak dirasakannya lagi.
Xiao Wang mengangguk, membenarkan pikiran Xiao Meng.
"Syukurlah, nak... Kau masih hidup!" Xiao Meng segera memeluk Xiao Wang, beberapa saat.
Xiao Meng kemudian menjelaskan pada Xiao Wang, akan bagaimana nasib mereka saat selesai kekacauan di hari semifinal Turnamen Pemuda Berbakat, karena Xiao Wang yang meminta sebelumnya.
Dia menjelaskan bahwa, setelah kekacauan itu, Xiao Meng beserta lainnya menjadi buronan Sekte Elang Hitam. Mereka kemudian menyembunyikan diri, dan mengasingkan diri di desa ini.
Namun beberapa tahun hidup dalam ketenangan, mendadak hari ini sekte Elang Hitam telah kembali menemukan mereka.
Jumlah yang di kirim pun tak main-main. Tampaknya sekte Elang Hitam tak ingin meremehkan kekuatan Xiao Liu, Xiao Meng beserta dua muridnya.
Terbukti, diantara orang-orang yang dibuat babak belur oleh Xiao Wang barusan, beberapa di antaranya berada di tahapan Bumi, dengan kultivator Langit tiga orang.
Xiao Wang mengangguk.
"Lantas, setelah ini ... apa yang akan ayah beserta kakek lakukan."
"Sebenarnya, dari lama telah kami rencanakan untuk mengambil kembali sekte Elang Emas. Namun kekuatan kami selalu nya jauh dari kata cukup." Xiao Meng menundukkan kepala. Perasaannya campur aduk, kala mengingat bagaimana nasib istrinya di sana.
"Ayah tenang saja. Dua bulan depan, kita akan mengambil alih sekte Elang Emas. Dan menghukum mereka yang berkhianat!"
__ADS_1
Tak terdengar keraguan sedikitpun saat Xiao Wang mengeluarkan perkataannya.
Xiao Meng menatap mata Xiao Wang. Dia sempat merasakan antusiasme sesaat kala mendengar penuturan Xiao Wang barusan. Namun kembali pandangannya ia turunkan ke bawah.
"Tidak mungkin. Sekuat apapun kita berusaha, membutuhkan tujuh sampai sepuluh tahun baru kita bisa mengambil kembali sekte Elang Emas. Itupun tidak lebih dari 50%" Xiao Meng tampak pasrah.
"Ayah, kau tak perlu khawatir. Aku mempunyai suatu cara, agar kita bisa memiliki kekuatan begitu cepat untuk membalas dendam." Xiao Wang meyakinkan.
"WANG! KENAPA KAU MENINGGALKAN KU!" Gema suara, mengagetkan semua yang ada di sana.
Tak berapa lama, muncul seorang anak kecil di atas atap jerami yang kemudian melompat di tengah-tengah kumpulan orang-orang.
Anak kecil itu tak lain adalah Chen Li.
"E-eh, Li! Maafkan aku!" sesal Xiao Wang. Terlalu bersemangat dia tadi, sampai-sampai melupakan Chen Li.
Xiao Meng, Xiao Liu, Serta Yuan Fang tampak bingung melihat pemuda itu.
Melihat ekspresi mereka, Xiao Wang pun mulai memperkenalkan Chen Li kepada mereka.
"Pantaslah, mengapa waktu itu Raja Chen Huang hendak menangkap Anak ini. Ternyata dia menang putra dari raja kerajaan Api terdahulu." Xiao Liu menatap Chen Li, sembari tangannya memegangi bahu pemuda itu.
***
Terdapat empat buah gubuk di hadapan Xiao Wang serta yang lainnya. Yang membuat tempat ini terasa nyaman adalah, letaknya yang begitu strategis serta jauh dari keramaian. Membuat suasana tampak tenang. Terdapat juga aliran air sungai di samping rumah, menciptakan sebuah kolam jernih.
Xiao Liu mengajak mereka bercerita di luar, sembari menikmati hembusan angin siang.
Namun sebelum itu, luka bekas cambuk di tubuh ketiga orang itu, di obati terlebih dahulu. Baru setelahnya, mereka mulai bercengkrama.
"Oh ya. Wang'er, kau bilang kau memiliki rencana untuk meningkatkan kekuatan kita dalam waktu yang relatif singkat... Bagaimana cara kau melakukannya?" Xiao Meng bertanya kala mengingat perkataan Xiao Wang sebelumnya.
Xiao Wang menghela nafas sejenak. Lalu mulai menceritakan rencananya pada mereka.
Xiao Wang berniat memasukkan mereka ke alam jiwanya. Karena selain perbedaan waktu yang begitu lambat di dunia alam jiwa Xiao Wang, di banding dunia nyata, Mereka juga akan di beri beberapa sumber daya yang akan semakin mempercepat penerobosan.
Xiao Meng, Xiao Liu, Yuan Fang serta Lu Wanqiang tampak meragukan perkataan Xiao Wang barusan.
"Wang'er, untuk saat-saat seperti ini, tak ada gunanya kau bercanda!"
__ADS_1
"Tapi aku tidak sedang bercanda Ayah! Aku berkata apa adanya." Kembali Xiao Wang meyakinkan mereka.
"Baiklah, jika perkataan mu barusan memang benar, maka tunjukan pada kami jalan menuju alam jiwa mu!" pinta Xiao Liu.
"Baiklah Kakek!"
Xiao Wang berdiri dari duduknya. Ia melangkah ke arah tanah yang lumayan lapang.
Xiao Wang melakukan suatu segel tangan. Setelahnya, muncul lingkaran portal di hadapan Xiao Wang.
Keempat orang itu, begitu tercengang saat melihat pusaran energi hitam keemasan di hadapan Xiao Wang.
"Ba-bagaimana bisa!"
Xiao Wang tersenyum sesaat, melihat tanggapan mereka. "Kalian bisa langsung memasuki portal ini, untuk sampai ke alam jiwa ku!"
Dengan ragu-ragu, Xiao Meng, Xiao Liu, Yuan Fang serta Lu Wanqiang berdiri dari duduknya. Mendekati portal tersebut, satu per satu mulai memasuki portal.
Whush!
Whush!
Whush!
Whush!
Setelah empat orang tersebut memasuki portal, Xiao Wang melirik Chen Li yang saat ini terdiam membatu.
"Kenapa kau diam saja? Apakah kau tak mau masuk?" tanya Xiao Wang.
Chen Li terdiam, tak menjawab pertanyaan Xiao Wang. Setelahnya, dia bersama Xiao Wang memasuki portal secara bersamaan.
"Woaah!"
Lu Wanqiang tak bisa untuk tak menahan kekagumannya. Tempat itu tak ubahnya dunia nyata. Begitu hidup, sama seperti dunia sebelumnya ia lihat.
Whush!
Whush!
__ADS_1
Tiba-tiba Chen Li dan Xiao Wang muncul dari ruang hampa.