
Xiao Wang membantai habis-habisan para anggota kelompok itu. Tak membiarkan seorang pun selamat.
Selesai dengan membantai orang-orang tersebut, dia berniat memeriksa tenda-tenda tersisa yang tidak terkena ledakan.
Belum sempat ia melangkah, Chen Li telah muncul dari kejauhan. Ia pun menghentikan aksinya, menunggu Chen Li sampai, baru mereka sama-sama mengecek tenda-tenda tersebut. Berharap ada sesuatu yang sangat berharga di sana.
Tenda pertama telah mereka periksa. Tak ada sesuatu di dalamnya. Keduanya beralih memeriksa tenda berikutnya.
Saat memasuki tenda tersebut, mereka menemukan beberapa peti harta Karun. Tanpa pikir panjang, keduanya langsung membuka peti-peti tersebut.
Dikarenakan peti tersebut yang terkunci, maka Xiao Wang dan Chen Li menghancurkan kotak peti tersebut menggunakan sedikit sentuhan tangan yang di lapisi dengan energi Qi.
Sesuatu berwarna emas mengkilap tiba-tiba saja menimpa mata Xiao Wang juga Chen Li. Kedua anak itu terpaksa harus melindungi penglihatan mereka menggunakan lengan dari Kilauan cahaya menyilaukan dari benda dalam peti tersebut.
Beberapa saat kedua anak itu membuka kembali kedua mata mereka. Sungguh terbelalak mata keduanya kala melihat benda tersebut yang ternyata adalah sesuatu yang sangat berharga.
"Woahh... Emas!" Chen Li tak bisa menyembunyikan ketakjubannya melihat benda-benda yang berkilau keemasan itu.
Berbagai benda berharga ada di sana. Dimulai dari pedang, kalung, gelang, koin emas, beberapa berlian dan beberapa benda berharga lainnya.
Terhitung, terdapat lima kotak peti harta Karun di sana. Sempat terbesit di pikiran Chen Li untuk memiliki harta itu. Namun pikiran tersebut segera di tepis oleh perkataan Xiao Wang.
"Benda berharga ini mungkin adalah harta yang di rampas dari orang-orang desa. Kita harus mengembalikannya pada mereka!" ujar Xiao Wang.
Chen Li melirik Xiao Wang sesaat. "Bukankah setiap korban mereka semuanya telah mati?"
"Hmm, kau benar!" ucap Xiao Wang. Setelahnya ia memasukan kelima peti itu dalam cincin ruangnya.
Melihat hal itu, Chen Li langsung protes.
"Kenapa kau memasukan semuanya ke dalam cincin penyimpanan mu... Kau tak membagikannya padaku?" ketus Chen Li.
Xiao Wang memandangi Chen Li dengan sebelah alis terangkat. Setelahnya ia berlalu pergi, meninggalkan Chen Li yang tampak masih tak terima dengan benda-benda berharga tersebut.
__ADS_1
Saat mereka keluar, mendadak mereka dikerubuti oleh beberapa gadis baik gadis yang sebelumnya menjadi penghibur, maupun gadis yang tampak lusuh dengan tatapan kosong serta wajah yang lusuh pula.
Salah satu gadis yang sebelumnya menjadi penghibur maju ke depan, lalu berlutut pada Chen Li dan Xiao Wang, dan diikuti oleh gadis-gadis yang ada di belakangnya.
Kedua anak itu begitu kebingungan melihat tingkah mereka.
"Apa yang kalian lakukan?" tanya Xiao Wang.
"Terima kasih karena tuan-tuan telah membebaskan kami dari orang-orang itu." Gadis yang berada di depan berkata sekaligus membalas pertanyaan Xiao Wang barusan.
Xiao Wang dan Chen Li kembali dibuat mengernyit.
"Sebaiknya kalian berdiri. Tidak enak jika bicara seperti ini. Apalagi, kalian lebih tua dari kami." Xiao Wang kembali berucap.
Setelah itu, mereka duduk bersama di bawah pohon besar. Hari juga nampak telah menunjukan tanda-tanda matahari akan segera muncul.
Gadis yang sebelumnya berlutut di depan, mulai menceritakan kisah tragis mereka.
Mendengar cerita dari gadis tersebut, Xiao Wang dan Chen Li menjadi iba. Meski mereka sedikit tak mengerti dengan cerita gadis itu, tapi mereka tak mempedulikannya.
Dipandanginya wajah gadis-gadis tersebut satu per satu. Tak ada senyum yang terpasang dari bibir mereka. Semuanya tampak muram, seakan tak ada lagi niatan untuk hidup.
"Setelah ini, kalian hendak ke mana?" tanya Xiao Wang.
"Entahlah, semua keluarga kami telah meninggal di bunuh oleh kelompok ini!" jawab wanita tersebut. Dari intonasi yang dikeluarkannya, Xiao Wang dan Chen Li mengetahui dia sedang menahan tangis.
Xiao Wang kemudian mengeluarkan dua peti yang sebelumnya ia dapa bersama Chen Li dalam tenda tersebut.
Beberapa gadis yang melihat benda berwarna emas berkilauan dalam peti tersebut membelalakkan mata. Namu itu tak berlangsung lama, setelahnya ekspresi wajahnya murung kembali.
Xiao Wang tersenyum sesat. "Kalian bisa membagi-bagi harta ini, untuk kebutuhan hidup kalian. Kami tak bisa berlama-lama di tempat ini. Masih ada beberapa markas yang harus kami berantas!" ucap Chen Li.
Gadis tersebut mengangguk, setelahnya ia mulai membagikan harta tersebut pada teman-temannya. Sementara Chen Li dan Xiao Wang beranjak dari sana, menuju ke cabang markas selanjutnya.
__ADS_1
Xiao Wang dan Chen Li melesat dengan kecepatan tinggi. Dengan menggunakan Chen Li sebagai penunjuk jalan.
Beberapa jam telah lewat, namun tak kunjung mereka menemukan keberadaan markas kelompok tersebut.
"Li, apakah kau yakin jalan yang kau tunjukkan ini sudah benar?" tanya Xiao Wang. Tampak ia sangat kesal dari intonasi yang dikeluarkannya. Bagaimana tidak, entah sudah beberapa kali mereka berputar-putar di tempat itu.
"Kau tenang saja. Aku tak mungkin salah mengarahkan. Aku yakin kita hampir dekat dengan cabang markas kelompok tersebut." Chen Li membela diri, sekaligus menenangkan Xiao Wang.
"Hampir dekat apanya! Kau sudah mengatakan kalimat itu berulang kali. Tapi mengapa kita tak sampai-sampai di tempat itu. Bahkan aku merasa, kita hanya berputar-putar di tempat yang sama!" Xiao Wang menggerutu sembari memperhatikan sekitarnya.
Kedua anak itu berhenti terbang. Mereka mulai memperhatikan wilayah sekeliling.
"Hmm, kau benar! Mengapa aku tak menyadarinya yah!"
Xiao Wang tak menanggapi. Ia memilih berjalan kaki mencari markas orang-orang itu. Melihat Xiao Wang yang turun, Chen Li juga ikut turun, dan berjalan kaki mencari markas mereka.
Tak terasa waktu telah menunjukkan tengah hari, namun Xiao Wang dan Chen Li tak kunjung menemukan apa yang mereka cari.
"Huuft! Aku sangat lelah!" Chen Li menggerutu lalu memilih beristirahat di bawah sebuah pohon besar nan menjulang tinggi.
Xiao Wang juga mengikuti Chen Li beristirahat. Setelah itu, keduanya mengeluarkan masing-masing buah dari cincin ruangnya, untuk mengisi perut mereka. Entah sudah berapa hari mereka tak makan.
Saat sedang menikmati buah tersebut, Pandangan Xiao Wang salah menangkap sesuatu yang berbentuk dinding air yang berada di antara dua batang pohon yang begitu besar.
...Xiao Wang kemudian beranjak dari duduknya, dan berjalan menuju dua pohon tersebut....
"E-eh, mau kemana, Kau?" tanya Chen Li kala melihat Xiao Wang yang tiba-tiba berdiri dan langsung berjalan, entah menuju kemana anak itu.
Tak ada tanggapan dari pemuda itu, Chen Li pun memilih mengikuti Xiao Wang.
Saat melewati dua batang pohon tersebut, mendadak Xiao Wang dan Chen Li telah berada di dunia berbeda.
"Di mana ini?" tanya Xiao Wang.
__ADS_1