Perjalanan Menjadi Yang Terkuat

Perjalanan Menjadi Yang Terkuat
Ch. 55 ~ Fokus Berlatih


__ADS_3

Whush!


Whush!


Xiao Wang dan Chen Li tiba-tiba saja muncul.


Melihat kedatangan dua orang itu, Xiao Meng tak bisa untuk tak menahan senyumnya.


"Wang'er, aku tak menyangka kau begitu hebat sekarang, bahkan sampai bisa membuka alam jiwa mu... Aku yakin, kultivasi mu pasti telah melampaui kami." Xiao Meng memuji Xiao Wang.


Xiao wang sendiri menanggapi dengan tersenyum rikuh.


"Sepertinya ayah salah paham!"


"Oi! Oi! Salah paham bagaimana Senior Xiao Wang! Jelas-jelas kultivasi-mu sekarang telah lebih tinggi bahkan sampai melampaui tetua dan Ketua Xiao!" goda Lu Wanqiang.


Xiao Wang hanya memasang senyum canggung mendengar perkataan Lu Wanqiang tadi.


"Oh, yah! Wang'er, sudah sampai di mana tahapan kultivasi-mu saat ini?" Karena rasa penasaran, Xiao Liu lantas bertanya pada Xiao Wang.


"Eh, itu!" Xiao Wang tampak ragu-ragu menjawab pertanyaan Xiao Liu.


"Tingkat Alam tahap satu!" jawab Chen Li tanpa ekspresi.


"Tahapan Alam?"


Keempat orang itu menampakkan ekspresi bingung.


"Tingkatan apa itu, Nak!" kembali Xiao Liu bertanya.


"Tahapan setelah tingkat langit!"


Xiao Wang kemudian menjelaskan tahapan demi tahapan kultivasi setelah tahapan langit. Mendengar penjelasan Xiao Wang, semuanya langsung menunjukkan ekspresi tak percaya.


"Benarkah?"


"Umm!"


Yang Xiao Liu beserta tiga orang tersebut ketahui hanyalah Tahapan Langit sebagai Tahapan tertinggi dari seorang kultivator. Tak pernah di sangka, ternyata selain Tahapan Langit, ada Tingkatan kultivasi yang lebih tinggi lagi.

__ADS_1


"Kalau begitu, tunjukkan kepada kami, bagaimana hebatnya Tahapan Alam itu!" pinta Xiao Meng.


Dengan sedikit ayal, Xiao Wang melakukan apa yang di ucap ayahnya.


Berjalan hingga beberapa meter di atas rumput-rumput kecil. Setelah agak jauh, Xiao Wang kemudian mulai melepas kekuatannya.


Suhu yang semula normal, kini mulai terasa mencekam. Awan di atas sana mulai terkumpul pada satu titik. Angin tiba-tiba saja bertiup kencang.


Saat itulah, Xiao Wang melepas kekuatan tingkatan Alam, meski tak semuanya ia lepas, namun kekuatannya telah sukses membuat alam jiwa Xiao Wang bergetar sedikit.


Tubuh Xiao Wang kini terlapisi energi berwarna biru muda. Kedua mata Xiao Wang memancarkan api biru yang berkobar-kobar. Tanpa kehendak Xiao wang, tubuhnya melayang dengan sendirinya.


Xiao Liu, Xiao Meng, Lu Wanqiang, serta Yuan Fang sendiri merasakan tekanan yang teramat sangat. Menekan mereka.


"Ke-kekuatan macam apa ini?"


Setelah lima menit mereka merasakan tekanan, akhirnya tak di rasa lagi tekanan tersebut. Suhu udara perlahan mulai kembali normal.


Butiran-butiran debu berwarna biru muda di sekitaran Xiao Wang, terserap kembali pada tubuh lelaki itu. Tubuhnya perlahan tapi pasti turun kebawah.


Keempat orang tersebut mulai mendekati Xiao Wang. Tak terkecuali Chen Li.


"Wang'er, apakah kami juga bisa menerobos tahapan Alam!" Tampaknya Xiao Liu mulai tergiur dengan tahapan tersebut. Meski begitu, ia tak terlalu mengharapkan ucapannya tersebut akan mendapat jawaban seperti apa yang dia harapkan.


Xiao Wang tampak berpikir sejenak. Pandang matanya ia arahkan pada Chen Li, meminta pendapat darinya. Namun Chen Li justru menoleh ke arah lain.


"Cih, anak ini!" kesal. Xiao Wang membatin dalam hati.


"Sebenarnya bisa saja. Asalkan kau memiliki lautan Qi yang begitu luas, Ayah–Kakek!" jelas Xiao Wang.


Kedua pria tua itu mengangguk. Kini mereka hanya perlu berusaha keras, untuk meningkatkan kekuatan mereka.


Sebelumnya, kultivasi Xiao Meng masih tersangkut di Tingkatan Langit tahap satu. Sedang Kultivasi Xiao Liu masih di Tingkatan Langit tahap Dua. Tak ada perubahan sama sekali semenjak dua tahun lalu.


Bagaiman tidak. Pasca Pertempuran Besar dua tahun lalu, keduanya tak lagi meningkatkan kekuatan mereka. Selain sumberdaya yang tak mereka miliki, Kondisi mereka juga saat itu tak mendukung.


"Tapi kalian tenang saja, Ayah–Kakek! Aku bisa membantu kalian menerobos Tahapan Alam. Meski kemungkinan kalian menerobos tahapan tersebut 40 persen!"


Ucapan Xiao Wang mampu menambah gairah kedua pria tua itu. Lantas mereka meminta Xiao Wang untuk segera membantu mereka, seperti apa yang ia janjikan sebelumnya.

__ADS_1


Xiao Wang mengangguk.


"Lalu, bagaimana dengan kami!" Yuan Fang juga tak ingin ketinggalan.


"Kalian tenang saja. Kalian juga akan menjadi kuat, sama sepertiku!" Xiao Wang menenangkan mereka.


Ia mengukur kultivasi Kedua anak itu. Sama seperti kakek dan ayahnya, tak ada perubahan berarti pada kultivasi Lu Wanqiang juga Yuan Fang. Dimana saat ini mereka berada di Tingkatan Tinggi tahap empat.


"Baik, mari kita mulai saja latihannya!"


Xiao Wang mulai mengeluarkan ribuan kristal roh siluman dalam cincin penyimpanannya. Kristal roh siluman dengan berbagai macam warna tertumpuk menjadi gundukan lumayan besar. Mulai dari kristal roh yang berwarna putih sampai dengan kristal roh berwarna merah.


Keempat orang yang melihat gundukan kristal roh tersebut membelalakkan mata, dengan mulut yang ternganga lebar. Seakan tak percaya dengan apa yang mereka lihat.


Xiao Wang sendiri tak tanggung-tanggung dalam mengeluarkan kristal roh milik Bo Ji, dikarenakan ia juga tak terlalu membutuhkan kristal-kristal roh tersebut. Yang ia butuhkan adalah kristal roh berwarna merah darah, milik siluman suci.


Memang diantara gundukan kristal tersebut terdapat juga kristal roh siluman yang berwarna merah. Namun kristal roh tersebut tidak lain hanyalah kristal milik siluman berusia 1.100–1.500 tahun.


"Wang'er, dari mana kau dapat kristal roh Siluman sebanyak ini?" Xiao Liu tampaknya masih tak percaya dengan apa yang ada di depan matanya. Dikiranya benda berkilau di hadapannya itu tidak lain hanyalah sebuah khayalan imajinasinya.


"Itu tidak penting, Kakek! Yang terpenting adalah, kalian bisa memperkuat kekuatan kalian. Setelah itu kita sama-sama menyerang Sekte Elang Emas dan mengambil kembali tempat yang seharusnya menjadi milik kita," jelas Xiao Wang.


"Kau benar!"


Beberapa saat, mereka mulai menyerap kristal roh siluman yang di keluarkan Xiao Wang barusan.


Tak lupa juga Xiao Wang membuat kolam air panas, agar mereka bisa berendam dan tentu saja tujuan utamanya, memperkuat diri.


Melihat Ke-empat orang yang fokus dalam menyerap kristal roh, Xiao Wang kemudian mengajak Chen Li untuk keluarga dari alam jiwa. Berkelana di kekaisaran Han yang luas.


Mereka berdua berjalan meninggalkan gubuk, yang sebelumnya di gunakan oleh Xiao Meng, Xiao Liu dan Yuan Fang serta Lu Wanqiang untuk berteduh. Menuju keramaian kota.


"Li, setelah ini, apa rencana mu?" tanya Xiao Wang di suatu ketika.


"Seperti tujuan awalku kembali ke dunia ini ... Aku ingin membalas dendam dan mengambil kembali hak ku sebagai putra kerajaan Api." Chen Li berkata mantap. "Paman, bagaimana kabar Paman sekarang?" batin Chen Li kala dia teringat kembali akan sosok Wan Li.


"Kalau begitu, apa yang perlu kita tunda. Mari bergerak ke arah Kerajaan Api. Lalu menghukum pengkianat itu."


Dengan penuh semangat yang berkobar-kobar. Kedua anak itu memantapkan kakinya, meninggalkan kota Daun Hijau. Menuju kerajaan Api.

__ADS_1


__ADS_2