Perjalanan Menjadi Yang Terkuat

Perjalanan Menjadi Yang Terkuat
Ch. 48 ~ Armor Dua Dewa Perang


__ADS_3

Setelah menghancurkan kerajaan Mu, dan membantai habis anggotanya, Chen Li dan Xiao Wang kembali melanjutkan perjalanan. Entah di mana mereka akan berarah.


Keduanya terus terbang dengan kecepatan tinggi, tanpa tahu ke arah mana keduanya hendak berkiprah.


Terbang selama beberapa saat, kedua anak itu dapat melihat sebuah kota dari kejauhan. Tanpa pikir panjang, mereka langsung menuju kota itu.


Xiao Wang dan Chen Li memasuki kota, setelah membayar pajak dan memperlihatkan lencana identitas.


Tampak di sana telah ramai dengan orang-orang yang berlalu lalang. Beberapa pedagang jalanan juga tak henti-hentinya menjajakan dagangannya.


Kedua anak itu terus berjalan, hingga tibalah mereka pada sebuah bangunan berlantai tiga. Bangunan tersebut terlihat begitu mewah.


Karena penasaran dengan tempat itu, keduanya lantas menggerakkan kakinya, hendak memasuki bangunan tersebut.


"Berhenti... Bagi yang tidak berkepentingan dilarang masuk!" Seorang pria yang menjaga pintu masuk menghalangi jalan keduanya.


Baik Xiao Wang maupun Chen Li, menautkan kedua alis.


"Memangnya, tempat apa ini, Paman?" tanya Xiao Wang penasaran.


Karena memang ia tak mengetahui pasti tentang tempat itu. Yang Xiao Wang ketahui adalah, tempat itu bernama Pelelangan Bintang Merak. Itu terlihat jelas pada tulisan di bagian atas pintu masuk bangunan tersebut.


Penjaga pintu masuk, kemudian mulai menjelaskan akan tempat itu.


Dari penjelasan pria tersebut, yang dapat Xiao Wang dan Chen Li tangkap mengenai tempat tersebut adalah bahwa, di tempat ini seseorang bisa mencari barang berharga dan langka lewat pelelangan. Asalkan kau mempunyai sejumlah uang, maka kau bisa memiliki benda tersebut.


Tempat ini, seseorang juga bisa menawarkan barang berharga yang dimilikinya, untuk di lelang. Dengan catatan harga yang di dapat dari hasil lelang di bagi dua.


Xiao Wang dan Chen Li mulai tertarik dengan Pelelangan Bintang Merak.


"Paman, apakah kami bisa memasuki tempat ini?" Xiao Wang bertanya dengan menjaga kesopanannya.


"Maaf, kami tidak bisa membiarkan sembarang orang memasuki tempat ini." tegas pria yang menjaga pintu masuk.


Chen Li tampak berpikir sesaat. "Bagaimana kalau kami bertemu dengan manager Pelelangan Bintang Merak!"


"Manager sedang sibuk!" Kembali pria tersebut berkata dengan tanpa ekspresi.


"Sial!" umpat pelan Chen Li.


Beberapa saat, seorang wanita tiba-tiba mendatangi tempat itu.


"Ada apa ini?" tanya wanita tersebut, sembari pandangannya menatap Chen Li dan Xiao Wang bergantian.

__ADS_1


Pria tersebut kemudian menjelaskan akan maksud Chen Li dan Xiao Wang kepada wanita itu.


"Hmm... Apa yang bisa kalian perlihatkan kepadaku, supaya aku tertarik dan membawa kalian masuk ke dalam," ucap wanita tersebut.


Manager itu bernama Xu Mei. Ia memandangi Xiao Wang dan Chen Li dengan penuh selidik.


Kedua anak itu tampak berpikir.


"Hmm, Apa yah?" Xiao Wang memukul-mukul kepalnya.


"Aku tahu!" Chen Li tiba-tiba berbicara. Setelahnya ia langsung mengeluarkan sesuatu dalam cincin ruangnya.


"I-itu! Ginseng darah Api!" Manager Xu Mei tak bisa menahan keterkejutannya kala melihat benda yang berada di tangan Chen Li.


Segera ia mempersilahkan kedua anak itu untuk memasuki tempat pelelangan tersebut.


"Kalian tunggu di sini!" ucap manager Xu Mei setelah mereka sampai di sebuah ruangan.


Xiao Wang dan Chen Li duduk di kursi panjang, di sebuah ruangan. Sementara Manager Xu Mei sendiri meninggalkan kedua anak itu.


Beberapa saat, manager Xu Mei kembali sembari membawa kotak kecil di tangannya.


"Jika kau ingin melelangnya, maka kau akan mendapat lima puluh persen dari hasil lelang. Sementara lima puluh persennya akan di ambil oleh Pelelangan Bulan Merak, bagaimana?" tawar manager Xu Mei.


"Berapa harga awalnya?" tanya Xiao Wang.


"Hmm, dilihat dari kualitas beserta usianya ... seribu keping emas sudah cukup!"


"Kau tidak sedang menipu kami, bukan!" Xiao Wang menimpali.


"Mana mungkin aku bisa menipu kalian!"


"Harusnya harga awal dari tanaman herbal ini 3000 keping emas atau lebih tinggi dari itu. Mengingat, tanaman ini begitu langka. Bahkan di belahan dunia manapun sangat sulit untuk mendapatkannya," tutur Xiao Wang.


Manager Xu Mei tercengang mendengar penuturan Xiao Wang barusan. Tak ingin memperpanjang urusan, Manager Xu Mei langsung menyetujuinya.


"Baik. Sepakat, tiga ribu keping emas untuk harga awal." Manager Xu Mei mengulurkan tangannya, berniat menjabat tangan Xiao Wang juga Chen Li.


Sebenarnya, Xiao Wang dan Chen Li tak terlalu memperhatikan harga dari Ginseng Darah Api tersebut. Yang terpenting bagi keduanya adalah, mereka bisa melihat barang-barang langka yang ada di pelelangan. Siapa tau, dari barang-barang lelang, ada yang membuat Xiao Wang dan Chen Li tertarik.


Manager Xu Mei meminta Chen Li untuk memasukkan Ginseng Darah Api tersebut dalam kotak yang telah ia siapkan. Setelahnya, dia berniat berlalu dari sana.


"Kalian bisa langsung ke ruang pelelangan berlangsung. Untuk melihat-lihat jalannya lelang. Kalian juga bisa menawarkan harga jika mendapat benda yang memikat hati."

__ADS_1


Manager Xu Mei melemparkan masing-masing tiga buah bendera kecil dengan warna berbeda serta lencana giok kepada Xiao Wang dan Chen Li.


Setelah menjelaskan manfaat dari tiga buah bendera kecil serta lencana tersebut, manager Xu Mei lantas berlalu dari tempat itu.


Kedua anak itu juga segera beranjak, ke tempat yang di tunjuk manager Xu Mei barusan.


"Hmm, menarik!" ucap Chen Li ketika melihat banyaknya orang-orang yang bersaing menawari harga tertinggi, untuk mendapatkan barang berharga di atas panggung.


Meski begitu, benda-benda tersebut nyatanya tak ada yang menarik perhatian Xiao Wang dan Chen Li.


Sejenak, pandangan keduanya terpaku pada dua buah armor besi. Benda yang akan di lelang berikutnya.


"Ini adalah Armor Dua Dewa Perang yang kami temukan di reruntuhan kuno. Kualitasnya tidak main-main. Selain itu, armor ini juga bisa menyesuaikan dengan ukuran tubuh penggunaanya," jelas seorang wanita yang di atas panggung.


"Harga awal, mulai 4000 keping emas."


"5000..."


"5500..."


"6500..."


Satu per satu orang-orang yang ada di sana mulai berlomba-lomba mengajukan harga tertinggi, demi mendapatkan benda tersebut.


"50000..."


"Baik, 50000 keping emas dari meja nomor 4. Ada yang mau menawari lebih tinggi lagi?"


Tak ada yang menyangkal, membuat suasana hening beberapa sesaat.


Wanita yang berada di panggung, mengucapkan kembali kalimatnya.


"70000..." Chen Li berucap cepat.


Semuanya menoleh ke atas, dimana Xiao Wang dan Chen Li saat ini berada.


"Cih, hanya seorang anak kecil. Berani menawari harga yang begitu tinggi. Aku yakin, mereka tak akan mungkin bisa membayarnya." Salah satu dari orang-orang yang sebelumnya menawar mencibir Chen Li.


Tak hanya pria itu, beberapa orang juga mulai membicarakan anak itu. Beberapa diantaranya bahkan sampai merencanakan niat jahat terhadap dua orang anak itu.


"Baik, karena tak ada lagi yang mau menawar, maka Armor Dua Dewa Perang ini resmi menjadi milik penawar nomor 45!" Wanita tersebut berucap lantang, sembari memukul palu tiga kali.


Chen Li sendiri tersenyum sumringah, mendengar Armor itu berhasil ia miliki.

__ADS_1


__ADS_2