
Xiao Wang dan Chen Li saat ini sedang berada di sebuah tempat, namun mereka sendiri tak mengetahui saat ini mereka sedang berada di mana. Entah mengapa, setelah melewati dua pohon tersebut, tiba-tiba saja sekitarannya berubah menjadi gelap. Tak ada setitik cahaya pun di tempat itu.
"Tempat apa ini?" Chen Li berucap sembari mengeluarkan api dari telapak tangannya. Saat itulah mereka bisa melihat sekeliling, yang kini di penuhi oleh dinding batu.
Tampak, mereka saat ini sedang berada pada ruangan di dalam sebuah goa.
Xiao Wang mengangkat kedua bahunya, menanggapi ucapan Chen Li barusan. Setelah itu dia berjalan mendekati dinding batu yang terdapat sebuah obor. Diraihnya obor tersebut, lalu menyalakan api dengan bantuan energi api milik Chen Li.
Keduanya pun berjalan mengitari sekitar. Beberapa saat berjalan, mereka mendapati tiga buah pilar yang berdiri tegak dengan jarak yang memisahkan dan membentuk segitiga.
Chen Li menyentuh salah satu pilar, karena tertarik dengan corak yang terdapat pada tubuh pilar tersebut. Tak diduga, tempat itu mendadak terang oleh obor yang tiba-tiba menyalakan api dengan sendirinya.
Xiao Wang juga Chen Li sempat terkejut beberapa saat.
"Apa-apaan ini?" ucap Chen Li.
Pandangan keduanya kembali menilik sekitarnya yang kini mulai terang. Terlihat jelas semua benda-benda di ruang itu.
Di sudut ruangan tersebut, terdapat sebuah peti mati.
"Wang! Lihat di sana!" Chen Li mengajak Xiao Wang untuk menoleh ke arah sudut ruang yang dimana peti mati itu berada.
Karena penasaran, kedua pemuda itu lantas mendekati peti tersebut.
"Hmm, dilihat dari sifatnya. Peti mati ini setidaknya telah beberapa puluh tahun berada di tempat ini!" Xiao Wang berucap sembari menggesekkan jari telunjuknya pada peti yang berdebu. Lalu mengusap-usap debu tersebut menggunakan jari jempol dan telunjuknya.
Peti tersebut memiliki corak aneh yang menghiasi seisi tubuh peti. Terdapat juga tulisan kuno di bagian pinggiran tutup peti.
"Kau benar! Aku penasaran sama isi di dalamnya."
Setelahnya, Chen Li berniat membuka tutup peti tersebut.
__ADS_1
"Berhenti! Apakah kau gila, jangan membuka sesuatu secara sembarangan jika kau tak ingin mendapat celaka." Xiao Wang memperingati Chen Li.
"Justru karena aku penasaran, maka aku akan membukanya agar aku mengetahui apa isinya," balas Chen Li.
"Apakah kau tak takut? Aku merasa, sesuatu yang sangat jahat ada di dalam peti ini." Kembali Xiao Wang berkata, sembari mengutarakan isi hatinya.
Sebenarnya Xiao Wang juga sama penasarannya dengan Chen Li. Namun entah mengapa ia merasakan suatu firasat buruk tentang isi dalam peti tersebut.
"Apa yang perlu di takutkan!" balas Chen Li.
"Hmm, baiklah! Cepat buka. Aku juga sebenarnya penasaran dengan apa yang ada dalam peti itu!" Xiao Wang tiba-tiba saja meminta Chen Li untuk segera membuka Peti tersebut.
"Ai'! Mengapa pikiranmu begitu cepat sekali berubah. Bukankah tadi kau mencegahku? Kenapa sekarang kau malah memintaku untuk bergegas membukanya!" Chen Li berbicara dengan alis terangkat sebelah. Bingung dengan sikap Xiao Wang yang berubah dalam waktu singkat.
"Entah!"
Xiao Wang tampak bodoh amat dengan pertanyaan Chen Li barusan.
Setelah itu, Chen Li mulai menggeser peti tersebut.
Suara gesekan tutup peti dan badan peti terdengar begitu nyeri di telinga Xiao Wang dan Chen Li. Namun mereka tampak tak peduli, dan tetap melanjutkan membuka tutup peti itu.
Beberapa saat, Keduanya pun selesai membuka peti tersebut. Energi berwarna gelap mendadak keluar dalam peti.
Sontak saja Xiao Wang juga Chen Li yang kaget langsung melompat, menghindar dari sana. Dan langsung mengambil sikap siaga.
"Hahaha!" Suara tawa, menggema di seluruh ruang tersebut, tanpa tau siapa yang tertawa. Namun Xiao Wang serta Chen Li yakin, suara yang menggema barusan itu berasal dari asap hitam yang kini tampak bergerak kesana-kemari.
Baik Xiao Wang maupun Chen Li mengeluarkan senjata masing-masing. Berjaga-jaga jika saja energi hitam itu menyerang mereka secara tiba-tiba.
Beberapa saat, energi hitam berbentuk asap tersebut mengarah ke bawah. Kemudian sosok manusia terbentuk dari asap itu.
__ADS_1
"Hahaha... Anak muda, terima kasih karena kalian telah melepaskan aku dari kurungan peti ini." Seorang pria tua dengan jubah hitam yang dikenakannya berkata kepada Xiao Wang dan Chen Li sembari tawa renyah tak berhenti keluar dari mulutnya.
Xiao Wang dan Chen Li mengernyitkan dahi melihat pria tua itu. Sebelumnya mereka tak menyangka bahwa peti tersebut digunakan sebagai tempat untuk mengurung pria tua yang kini berdiri di hadapan keduanya.
"Pak tua, kenapa kau bisa terkurung di tempat itu." Chen Li bertanya dengan polos sembari menunjuk peti di belakangnya.
Pria tua tersebut berhenti tertawa. Dipandanginya wajah kedua pemuda itu bergantian. Sebelum tawa kembali keluar dari mulutnya.
"Pak Tua. Apakah kau sedang kesurupan? Kenapa kau terus-menerus tertawa, bahkan tanpa ada yang lucu sekalipun!" Kembali Chen Li mengeluarkan ucapannya dan sukses membuat pria tersebut tersedak tawanya sendiri.
"Uhuk-uhuk!"
Pria tua itu terbatuk-batuk hingga beberapa saat. "Anak muda, kenapa kau bertanya seperti itu? Tentu saja aku tertawa karena aku begitu bahagia, setelah ribuan tahun lamanya aku terpenjara di dalam peti ini."
Pria tua kemudian berjalan mendekati kedua anak itu. Saat hendak menyentuh pundak Xiao Wang, mendadak pemuda itu menepis tangan lelaki tersebut. Setelahnya Xiao Wang melompat ke samping.
"Jangan menyentuhku dengan tangan jahat mu itu!" Xiao Wang berkata sembari pedangnya ia letakkan di depan dada. Mengambil sikap kuda-kuda.
Melihat reaksi Xiao Wang terhadapnya, Pria itu kembali memasang seringai lebar.
"Anak Muda. Kau begitu agresif ternyata. Aku suka itu!"
Sementara Chen Li juga ikut melompat menghindari lelaki itu. Entah mengapa, keduanya merasakan sesuatu yang sangat berbahaya jika berada di dekat pria itu.
"Berhenti bersikap bodoh Pak Tua. Aku tahu apa maksudmu!" ucap Xiao Wang.
"Baiklah, Anak Muda. Kebetulan aku sedang merasa bosan. Perutku juga terasa lapar setelah begitu lama aku tak memakan daging manusia." ucap Pria tua itu seraya menjilati bibirnya yang berwarna hitam. Kedua bola matanya menatap Xiao Wang penuh nafsu.
Ditatap seperti itu, membuat Xiao Wang merasa tidak nyaman. Segera ia maju dengan pedang nya yang terlapisi energi Qi. Menyerang pria tua itu.
Chen Li juga tak ingin ketinggalan. Ia juga ikut melesat, menyerang pria tersebut.
__ADS_1
Pertarungan dua lawan satu tercipta saat itu juga. Dengan menggunakan serangan kombinasi, Xiao Wang dan Chen Li menyerang pria itu dengan begitu teratur.
Seakan tak memberi pria itu nafas, baik Chen Li, maupun Xiao Wang menyerang pria itu secara bergantian. Terus-menerus tanpa henti. Meski begitu, pria itu tetap tak merasa kesulitan sedikitpun dalam meladeni serangan kedua pemuda itu yang bagaikan air mengalir.